Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
82. Lingerie


__ADS_3

Lulu segera berlari ke kamarnya sambil memegang bibirnya. ia pun menutup pintunya kencang dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Hiks.. hiks.." tangisnya sambil membersihkan bibirnya dengan air.


"Ciuman prtamaku direbut dengan bibir k*tor itu, hiks hiks" ucapnya.


"Brengs*k!!" gumamnya lagi lalu keluar dari kamar mandi. Lulu pun duduk dimeja rias menatap dirinya juga bibir yang telah dicium Daffa, bibirnya tampak membengkak karna Lulu mengusapnya kasar.


"Lepasin Sheila, Daf" gumamnya bicara sendiri menatap cermin. Hingga ia sudah merasakan kantuk dan berdiri menuju kasurnya, tak lama ia pun tertidur pulas.


Didalam kamar Daffa, dia berbaring meletakkan kedua tangannya dibelakang kepala menatap langit-langit kamarnya membayangi apa yang telah ia lakukan pada Lulu tadi.


"Kenapa aku melakukan itu?" gumamnya.


"Tapi aku senang ia bicara padaku" ucapnya tersenyum.


"Kenapa aku slalu memikirkannya bahkan hatiku sakit ia mendiamkanku apalagi dekat dengan pria lain. apakaah??? oh tidak mungkin. hatiku hanya Sheilla" gumamnya bicara sendiri. hingga Daffa pun ikut tertidur setelah memikirkan Lulu yang memenuhi isi kepalanya.


*


*


*


*


Hari ini adalah Hari sabtu, waktunya Lulu dan Daffa mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah sangat lelah. Lulu masih tertidur pulas sedangkan Daffa duduk disofa ruang tamu menunggu seseorang datang. tak berapa lama, pintu pun diketuk,


tok.. tok..


Daffa pun langsung membuka pintu rumahnya dan telah berdiri dua orang wanita yang memakai baju selengan siku, rok sebetis dan rambut yang diikat dibelakang kepala serta kedua tangan yang memegang tas berisi baju miliknya.


"Permisi Tuan, apakah ini rumah tuan Daffa?" tanya wanita yang tampaknya lebih tua dari temannya.


"Iya saya sendiri, masuklah" ucapnya mempersilakan dua wanita parubaya itu masuk.


Wanita itu pun masuk melangkahi kakinya dan melihat rumah itu yang sangat megah menurutnya.


"Duduklah" ucap Daffa yang melihat wanita itu masih berdiri.


"Baik Tuan, terima kasih" ucap kedua wanita itu serempak. Lalu Daffa pun ikut duduk berhadapan dengan dua wanita itu hanya dibatasi meja ditengahnya.


"Perkenalkan diri kalian" ucap Daffa


"Nama saya, Ningsih umur 43 tahun, Tuan." ucap Wanita yang lebih muda.


"Saya Astuti panggil saja Tuti, umur saya 46 tahun, Tuan." ucap Wanita yang lebih tua.


"Baiklah, jadi langsung saja, tugas Ibu Ningsih hanya memasak, mengepel, menyuci, urus tanaman depan, dan Ibu Tuti bertugas memasak, menyapu, menyetrika, dan urus tanaman belakang." ucap Daffa menjelaskan pekerjaan wanita itu.


"Baik tuan, akan kami lakukan" ucap mereka serempak.


"Baiklah, kamar kalian ada dibelakang, mulai lah bekerja, buatkan dulu sarapan untuk kami" ucap Daffa lalu pergi menuju ruang kerjanya.


°°


Lulu yang baru selesai mandi pun menoleh sebentar ke arah pintu karna ada yang mengetuknya.

__ADS_1


tok.. tok..


"Ada apa lelaki itu!" gumam Lulu kesal.


tok.. tok..


"Nyonyaaa???" panggil seorang wanita.


Sontak Lulu pun heran dan langsung berjalan menuju pintu.


"Kenapa ada suara wanita, apakah itu pembantu baru?" gumamnya bertanya-tanya.


Ceklek,


"Hallo Nyonya, saya Ningsih, sarapan pagi telah selesai, Nyonya" ucap bi ningsih tersenyum.


"Oh bi ningsih, baiklah bi.. bisa antarkan saja makanannya kemari?" tanya Lulu.


"Baik Nyonya, permisi" ucapnya pamit. Lulu hanya tersenyum dan menutup kembali pintunya.


Dibawah tepatnya diruang makan, Bi Ningsih sedang menyiapkan sarapan untuk Nyonya barunya. dan membawa nampan berisi sarapan juga susu ke kamar Lulu.


"Bi, apa dia tidak mau makan disini saja?" tanya Daffa menghentikan langkah kaki Bibi.


"Tidak tuan, beliau menyuruh saya membawakannya ke kamar" jawab bi Ningsih.


"Baiklah" ucap Daffa yang sedang mengunyah itu.


Lulu pun menikmati sarapan pagi yang telah hampir siang, perutnya yang sudah meronta-ronta melahap habis makanan yang dibuatkan pembantu barunya.


Kini Lulu pun kembali menonton film barat dilayar besar terpampang didepan ranjangnya.


Lalalalalalala....


Rupanya suara ponsel Lulu berdering tanda ada yang menelponnya.


"Hallo Ran...." sahut Lulu.


"Hallo Lu, temani gue yuk cari gaun pesta sekaligus cari kado untuk Tari" ucapnya Rani diseberang sana.


"Astaga! untung kamu mengingatkan, aku juga belum ada gaun dan kado, Ayolah kita pergi.. tapi jemput aku yaa di jalan xx" ucap Lulu.


"Oke deh, siap-siaplah dandan yang cantik, byeeee" ucap Rani lalu matikan panggilannya.


Lulu pun segera mengambil baju dilemari. kali ini dia mau memakai jeans saja karna lebih santai kesannya daj berdandan seadanya. Lulu pun segera duduk diteras rumahnya sambil menunggu Rani. beberapa menit kemudian, Rani pun datang dengan motornya.


Lulu segera menghampiri Rani dan menaiki motornya. mereka pun pergi ke Mall untuk membeli sesuatu untuk Tari.


Lulu dan Rani pun telah sampai di mall mereka sedang melihat-lihat apa yang akan mereka beri. hingga Lulu pun mempunyai ide akan memberikannya apa karna ia ingat saat ingin membeli kado untuk Rina, mereka membahas suatu barang yang mengesankan.


"Ran, gue ada ide" ucap Lulu dengan senyum kembangnya.


"Hah.. apa tuh?" tanya Rani.


"Kita beli lingerie yuk.." ucap Lulu dengan senyuman jailnya.


"Is dasar kamu mesum! tapi bagus juga sih pasti Tari geregetan pakainya" ucap Rani membayangkan teman SMA nya memakai pakaian itu didepan suaminya.

__ADS_1


"Ayo kita langsung ke tokonya" ajak Lulu yang langsung berlari memegang tangan Rani. hingga tibalah mereka ke toko pakaian.


"Wah lihatlah Lu, lingerie nya seksi bingit" ucap Rani.


"Ya ampun bener-bener gila, gak kebayang gue kalau kita pakai beginian" ucap Lulu memegang kain lingerie itu.


"Kita ambil bermacam-macam model yaa" ajak Rani.


"Dasar kamu benar-benar jail" ucap Lulu lalu mereka pun tertawa mengambil-ambil bermacam model Lingerie. hingga mereka telah menenteng banyak lingerie dan membawanya ke kasir.


"Ini mbak semuanya, bisa bungkus kado kan?" tanya Lulu.


"Bisa mbak" ucap pelayan kasir itu yang sempat ternganga melihat pelanggannya mengambil banyak lingerie.


Setelah membeli Lingerie, Lulu mengajak Rani ke sebuah butik langganan Mamanya. hingga tibalah mereka di butik itu.


"Wah lu, ini butik terkenal, gue mana mungkin punya uang untuk membeli gaun disini" ucap Rani.


"Tenang saja, gue bayarin kok" ucap Lulu santai.


"Ternyata kamu anak orang kaya yaa.. ya ampun gue jadi segan" ucap Rani.


"Biasa aja kali, gue berteman dengan siapa saja. gak mesti berteman dengan sederajat dengan kita kan?? kita itu sama saja dimata tuhan. bahkan sama gelandangan pun gue mau kok berteman" ucap Lulu panjang lebar.


"Salut gue sama lo" ucap Rani mengacungkan jempol hingga mereka masuk ke dalam butik tersebut. dan langsung disambut oleh pelayannya.


"Nona Lulu, ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan butik dengan senyum manisnya.


"Mbak, carikan gaun pesta untuk kita berdua yaa" perintah Lulu.


"Siap Nona, silakan duduk dulu" ucapnya Lalu pergi mengambil gaun yang cantik.


Lulu dan Rani pun duduk disofa, Rani celingak celinguk melihat gaun yang super super mewah, cantik, anggun, pokoknya sangat sempurna.


"Ini Nona.. pilih yang mana" ucap pelayan membawa berbagai macam gaun.


"Ya ampun ini semua sangat seksi" bisik Rani. "gue mau yang agak tertutup dong Lu" bisik Rani.


"Mbak, gaun yang agak tertutup dong" pinta Lulu.


"Ini Nona, sangat bagus untuk kalian berdua. tertutup tapi punya kesan yang elegant." ucapnya.


"Yasudah kami mau coba dulu yaa" ucap Lulu. hingga Lulu dan Rani pun mencoba gaun yang tidak terlalu terbuka. akhirnya mereka sudah menjatuhkan pilihan masing-masing. Lulu pun membayar kedua gaun itu dan setelahnya mereka pergi meninggalkan butik ternama itu dengan perasaan senang.


"Wah lu, terima kasih banget yaa.. pasti harganya mahal banget" ucap Rani.


"Tidak kok, murah banget malah" ucap Lulu sengaja mengatakan murah biar Rani tidak shock.


°


°


°


°


Jangan lupa Like, koment dan Vote nya yaa.. mohon Maaf bila membosankan 😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2