Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
80. Undangan Sahabat


__ADS_3

Hari sudah berganti hari, Lulu yang tidur dengan sangat nyenyak pun enggan sekali untuk bangun. untung saja mentari yang menyoroti Lulu memancarkan cahayanya langsung kepermukaan kulit wajah cantiknya membuat Lulu kesilauan. Lulu mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan mengalihkan pandangan dari kesilauan itu. Lulu menoleh melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


"Ya ampun.. aku telat" ucapnya lalu beranjak bangun dan langsung berlari ke kamar mandi. mandi dengan kilat lalu memakai baju kerjanya.


Lulu pun segera keluar dari kamarnya dan menoleh sebentar ke pintu kamar sebelah. dan dia langsung menuruni tangga dan keluar dari kediaman barunya.


Sesampai dikantor, Lulu segera membuatkan kopi untuk suaminya sang Presdir. walau hatinya masih sakit dan marah padanya, Lulu tetap menghormati atasannya itu walaupun memasang wajah dingin dan datar. Lulu benar-benar sudah berubah bagi Daffa.


Sesudah membuatkan kopi untuk Daffa, Lulu pergi ke meja kerja Rani dan mengobrol dengan Rani juga kawan kerja lainnya. Lulu sangat akrab dengan mereka, begitu juga teman lain yang baru mengobrol dengan Lulu. sampai kini belum ada yang tahu bahwa Lulu adalah Istri Presdir perusahaan, jika mereka tahu pasti mereka akan segan berbaur dengan Lulu.


Daffa yang baru tiba dilantai tempatnya bekerja menoleh ke meja Lulu,


"Apa Lulu belum datang yaa?? tumben" ucapnya kemudian berlalu. hingga ia masuk menuju meja kerjanya dan melihat ada segelas kopi kesukaannya dan menatap heran.


"Apa mungkin petugas pantri yang buat?? ah sudahlah mending diminum saja" gumam Daffa kembali.


Lulu pun segera menuju mejanya setelah dari tempat Rani dan ia pun kembali bekerja.


Hari sudah semakin siang, tulang Lulu rasanya remuk sekali.


"Haaa... iya pak, Oke-oke kami akan segera kesana" ucap Roni yang sedang menelpon sambil berjalan menuju ruangan Presdir.


tok tok


"Masuuuuuk....." sahut dari dalam.


"Tuan, Presdir Ceomax mengajak bertemu di restoran xx untuk membahas kerja sama kita" lapor Roni.


"Kapan??" tanya Daffa.


"Sekarang tuan" jawab Roni.


"Baiklah, Ayo kita berangkat" ajak Daffa lalu berdiri.


Daffa dan Roni pun segera keluar dari ruangannya. sontak Daffa terkejut melihat Lulu berada dimeja kerjanya yang tampak tengah sibuk.


"Sejak kapan Sekretaris Lulu ada disitu?" tanya Daffa pada Roni.


"Hah?? ya dari pagi lah tuan" jawab Roni.


"Tapi aku tidak melihatnya tadi pagi" ucap Daffa.


"Mungkin saja dia ke toilet, anda ini sungguh lucu" ledek Roni.


"Sialan!" ucap Daffa menekak kepala Assistennya.


Tibalah mereka direstoran tempat Presdir Ceomax berada dan tanpa berbasa-basi lagi mereka langsung membahas masalah kerja sama.


Gibran yang sedang berada didalam lift pun segera keluar menuju meja kerjanya Lulu, ia pun menghampiri Lulu untuk mengajaknya makan siang bersama.


"Hai Lu.. Makan siang bareng yuk" ajak Gibran.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tidak keberatan" ucap Lulu tersenyum.


"Tentu tidak kan aku yang ajak" ucap Gibran yang merasa lucu dengan Lulu.


"Hehe" Lulu pun jadi salah tingkah.


Mereka pun menuju parkiran untuk mengambil mobil. lalu mereka pun masuk dan mobil langsung melaju ke sebuah restoran. sesampai di restoran, Lulu dan Gibran pun langsung memesan makanan dan minuman. sembari menunggu mereka pun mengobrol dengan penuh canda tawa diantara mereka.


Beberapa menit kemudian, makanan mereka pun datang dan disajikan diatas meja.


"Selamat menikmati" ucap pelayan itu.


Lulu dan Gibran pun segera memakan pesanan mereka sambil mengobrol riang. Daffa yang sibuk dengan kliennya pun menoleh kesana kesini untuk merilekskan pikirannya. tapi siapa sangka, Daffa melihat istrinya sedang makan berdua dengan pria lain. pastinya Daffa tahu siapa lelaki itu.


Bruk!!!


Roni dan Presdir Ceomax pun terkejut dengan suara itu dan menoleh ke Daffa yang sedang memukul meja.


"Anda kenapa tuan?" tanya Roni.


"Tidak apa-apa" jawab Daffa yang masih memandang mereka. Roni pun terkesiap dan mencari tahu arah mata Daffa.


"Hmmm... jadi dia tengah cemburu" gumam Roni dalam hati sambil tersenyum.


"Akhirnya Sheila mulai tersingkir" gumamnya kembali.


Setelah Lulu hadir dihidup Daffa, Roni mulai menyukai kalau Daffa lebih baik bersama Lulu yang dilihat dari penampilannya yang sederhana ketimbang dengan Sheila. sebenarnya Roni tidak masalah bila Daffa berpacaran dengan Sheila, tetapi melihat Lulu yang hadir dihidupnya mungkin itu lebih baik untuk Daffa.


Setelahnya Daffa pergi menelpon Mama Sarah dan pergi menemui pelayan.


Pelayan pun datang ke meja Lulu dengan membawa sesuatu,


"Nona, Ini ada pesanan.. silakan dinikmati yaa" ucap pelayan tersenyum. Lulu pun heran dan beralih ke Gibran, mengerti dengan tatapan Lulu, Gibran pun menjawab dengan mengangkat kedua pundaknya.


Lulu pun melihat apa yang dibawa oleh pelayan wanita itu,


"Wah ini enak sekali.. terima kasih yaa" ucap Lulu pada pelayan tersebut. sedangkan pelayan itu mengangguk tersenyum.


"Kamu tau gak.. ini makanan kesukaanku" ucap Lulu pada Gibran.


"Ohya?? Siapa yang memesan ya??" tanya Gibran bingung.


"Aku juga tidak tahu" ucap Lulu langsung memakan makanan itu.


Jam istirahat pun telah selesai, Lulu dan Gibran kembali ke kantor. mereka pun berpisah karena berbeda lantai.


"Gibran, terima kasih ya makan siangnya" ucap Lulu tersenyum senang.


"Sama-sama.. aku juga senang. Ohya, ntar malam kita jalan bagaimana?" ajaknya.


"Hmm.. boleh juga. hubungi saja aku ya biar siap-siap dulu" jawab Lulu.

__ADS_1


"Oke, bekerjalah yang baik. semangat yaa" ucap Gibran dan berlalu pergi meninggalkan Lulu.


Lulu pun memasuki lift dan tibalah di lantai tempatnya bekerja.


"Luluuuuuuuuuu.............." panggil seseorang yang tak asing bagi Lulu.


"Tariiiiii........" sahut Lulu berlari menghampiri sahabatnya itu.


"Ya ampun.. sejak kapan lo disini?? gue kangeeeen banget" ucap Lulu.


"Sejak tadi. belum lama sih gue disini kebetulan gue ketemu sama teman SMA gue ternyata bekerja disini, yaudah gue ngobrol dulu" jawab Tari.


"Oyah?? siapa teman lo?" tanya Lulu.


"Rani, katanya sekarang dia berteman dengan lo" jawab Tari.


"Ya ampun kebetulan sekali yaa.. sekarang Rani sudah jadi teman gue disini" ucap Lulu.


"Pantasan lo gak pernah lagi hubungi gue" ucap Tari merajuk.


"Yaelah.. merajuk pula. gue sibuk banget tambah lagi capek lho bekerja" ucap Lulu.


"Ya ya gue ngerti.. oya, ini buat lo.. datang yaa" ucap Tari menyerahkan undangan pernikahan.


"Waaaah... ya allah, akhirnya sahabat gue laku juga setelah sekian lama" ledek Lulu.


"Apaan sih.. gue bahagia banget Ferdi itu tulus mencintai gue" ucap Tari membanggakan diri.


"Yaiya dong.. kan berkat gue" ucap Lulu tak kalah membanggakan.


"Maksud lo?" tanya Tari memicingkan matanya.


"Jadi gini lho, sebenarnya gue lah yang kasih nomor whatsapp dan alamat rumah lo" jawab Lulu.


"Apaaaaa??????? kurang asem lo! tapi thank you banget loh ya sahabatku" ucap Tari yang kaget lalu memeluk sahabat tercinta yang ia rindukan.


"Jangan lupa datang bareng laki lo. Byeeee....." ucap Tari lalu berlalu pergi dengan lambaian tangannya.


Setelah Tari pergi, Lulu pun terpaku dari tempat berdirinya,


"Laki??? Daffa???? males banget" gumam Lulu.


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2