
Hari ini adalah hari pertama Lulu bekerja di Perusahaan Mahesa 2 tempat Daffa yang sebagai Presiden Directur. Lulu sedang bersiap-siap memakai baju kerjanya dan merias wajahnya ala korea, setelah itu ia turun untuk sarapan pagi yang sudah disediakan bibi Sumi.
"Hari ini kamu sudah mulai masuk kerja sayang?" tanya Papa Adi.
"Sudah pa, tadi malam pihak HRD meng-Email Lulu"
"Syukurlah.. posisi apa kamu diletakkan?" tanya Papa Adi.
"Sekretaris Daffa, pa" jawab Lulu malas.
"Hebat, kamu bisa lebih dekat dengan Daffa" timpal Mama Sarah. sedangkan Papa tersenyum.
"Hebat apanya, tiap hari mesti lihatin Sheila datang" gumam Lulu dalam hati.
"Emang sekretaris Daffa.sebelumnya kemana?" tanya Papa lagi.
"Cuti lahiran, Pa.. mungkin Lulu setahun diposisi itu sampai sekretarisnya masuk lagi" jelas Lulu.
Ya, Sekretaris Daffa sebelumnya meminta cuti karna ia akan mau melahirkan diusia kandungan 7 bulan, dan Daffa memberi cuti setahun untuk semua karyawannya yang akan melahirkan. dikarenakan nilai Lulu yang paling bagus dari yang lain, jadi ia yang akan menggantikan posisi itu sampai sang sekretaris kembali lagi.
Lulu pun pamit kepada Orang tuanya untuk segera berangkat dengan motornya. hingga kini ia masih betah dengan motornya. salah satu keuntungan memakai motor ialah menghindari kemacetan.
Tibalah digedung Mahesa 2, Lulu langsung bergegas menuju lift dan menuju ruangannya.
"Aduh, maaf tuan" ucap Lulu yang tidak sengaja menabrak seseorang yang ternyata adalah Lelaki tampan pihak HRD kemarin.
"Tidak apa-apa, kamu Luthfiana yaa yang saya email tadi malam" tanya pria itu.
"Iya pak, Saya yang bapak posisikan sebagai sekretaris Presdir" tutur Lulu.
"Ah Baiklah, kenalkan saya Gibran" ucapnya mengulurkan tangan pada Lulu.
"Saya Luthfiana, Pak.. panggil saja Lulu" ucapnya memperkenalkan diri.
"Ehem!!!!" deheman seseorang. Lulu dan Gibran pun langsung melepaskan tangannya.
"Sampai kapan kalian berdiri disitu! Hai sekretaris baru, seharusnya kau tiba duluan menyambutku. ini malah pegangan tangan depan umum" ucap Daffa yang datang tiba-tiba dengan perasaanya yang tidak suka melihat tangan itu bersentuhan.
"Maaf presdir, ini bukan seperti yang anda kira" jelas pak HRD.
__ADS_1
"Minggir!" ketusnya langsung memasuki lift diikuti dengan Lulu.
"Saya permisi, Pak" pamit Lulu.
Setiba didalam lift, Lulu dan Daffa hanya saling membuang muka. hening, dan akhirnya Daffa membuka pembicaraan.
"Bekerjalah yang benar! jangan asyik berkenalan dengan lelaki" ketus Daffa memberi peringatan.
"Kenapa?? gue kan butuh teman juga disini. suka-suka gue dong berteman dengan siapa. kenapa Lo yang repot!" ucap Lulu.
"Ehem! kamu yang sopan memanggil atasan mu. pakai bahasa formal!" ucap Daffa.
"Baiklah, apa tuan cemburu aku dekat dengan lelaki??" tanya Lulu yang merasa yakin melihat raut wajah Daffa yang kesal.
"Mana mungkin, jangan mimpi." elak Daffa.
Tring,
Bunyi lift berhenti,
Daffa dan Lulu pun segera keluar dari dalam Lift tersebut.
Lulu pun telah sampai ditempat duduknya, begitupun dengan Daffa yang memasuki ruangannya. dan kini semuanya pun mulai bekerja dengan posisi masing-masing.
~
~
~
~
Ditempat Tari, ia juga bekerja sebagai maneger keuangan ditempat Ferdi. Ferdi butuh orang yang jujur dalam pekerjaannya termasuk mengatur keuangan perusahaan jadi Ferdi mempercayai Tari sebagai posisi itu.
Kini Tari tengah belajar bersama manager seniornya agar lebih memahami menguasai dibidang itu. Tari tampak serius memperhatikan komputer yang dibimbing oleh seniornya.
Tiba-tiba Ferdi masuk ke ruangan itu dan memperhatikan Tari yang sangat dekat dengan Pria yang mengajarinya.
"Ehem!!" dehem Ferdi yang membuat mereka langsung menoleh ke arah suara.
__ADS_1
dan pria yang mengajari Tari pamit untuk keluar,
"Permisi, tuan" pamitnya. dan diangguki oleh Ferdi.
"Eh sayang, ada apa kesini?" tanya Tari.
"Ada apa?? emang aku mengganggu mu bersama pria itu ya?" tanya Ferdi yang tidak suka tepatnya ia tengah cemburu.
"Ya ampun sayang, ya tidaklah.. kamu bisa kesini kapan saja" ucap Tari.
"Jangan terlalu dekat dengannya. belajarlah dengan cepat supaya kamu tidak dekat dengannya" ketus Ferdi.
"Cieee... cemburu" goda Tari.
"Yaiyalah.. itu tandanya aku cinta sama kamu" ucap ferdi lalu mendekatkan wajahnya pada Tari dan memegang pinggang pujaannya. Tari yang terbawa suasana segera mengalungkan tangannya dileher Ferdi dan mengecup bibir manis Ferdi, Ferdi pun langsung ******* dan menyes*p bibir mungil Tari hingga berlangsung cukup lama.
"Eeemh....." desah Tari.
"Aku tidak sabar untuk menikahimu sayang" ucap Ferdi disela-sela ciumannya. dan kembali lagi ******* bibir Tari hingga menjelajah sampai dalam.
Hingga mereka pun sadar apa yang telah mereka lakukan, lalu Tari segera melepaskan Bibirnya.
°
°
°
°
°
°
°
°
Selamat hari senin semuanya.. selamat beraktivitas 😊😊
__ADS_1
Jangan lupa Like, koment dan Votenya yaaa agar aku lebih semangat 😊😊🙏