
Hari ini setelah pagi menjelang siang tanah jakarta diguyur hujan, dan kini hujan pun telah mereda hingga tidak ada lagi tetes demi tetes air yang menyentuh tanah. Daffa mengajak Lulu untuk membagikan sembako dari hasil uang yang didapat dari menjual perhiasan milik Sheila. sebagian besar perhiasan itu adalah dari Daffa maka dari itu Daffa berhak mengambilnya kembali.
"Sayang, kita hari ini bagi-bagi sembako yuk" ajak Daffa.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Lulu heran.
"Tidak lah, kali ini aku ingin berdermawan pada semua orang yang kurang mampu." ucap Daffa dengan bangganya.
"Ciee.. syukurlah. lebih baik kita banyak-banyak bersedekah agar rezeki kita dilancarkan" ucap Lulu.
"Pintar kamu" ucap Daffa mencubit ujung hidung istrinya.
"Ih sakit tau!" rintih Lulu.
Tak berapa lama, mobil pick-up datang ke kediaman Lulu dan Daffa. mobil itu membunyikan klaksonnya dan penjaga rumah yang baru, datang membuka gerbang itu.
Daffa dan Lulu baru saja turun dari tangga dan segera keluar rumah melihat bahan sembakonya sudah tiba dirumahnya.
"Bawa masuk saja ya pak" perintah Daffa.
Setelah semuanya telah selesai, orang yang mengantar pesanan Daffa pun pergi meninggalkan kediaman itu. Daffa pun membuka karton yang berisi gula, minyak, dan sebagainya dengan dibantu bibi dan mang Asep.
"Wah sayang, ini banyak sekali.. aku senang deh kita akan membantu orang yang kurang mampu" ucap Lulu antusias.
"Iya sayang, alhamdulillah aku sedang ada rezeki. ayo bantu bibi membungkus satu paket yaa" ucap Daffa pada istrinya.
"Aman itu" ucap Lulu tersenyum.
Mereka pun mulai membungkus sembako dengan berbagai macam kebutuhan rumah tangga dengan memasukinya kedalam plastik.
Lulu sempat-sempatnya memotret kegiatan mereka yang sedang memegang gula itu. Lulu terlihat sangat gembira sekali akan memberi bantuan sosial kepada yang membutuhkan.
"Sayang, nanti lagi potretnya." ucap Daffa yang malas sekali membuang-buang waktu.
"Ih kamu ini, sesekali photo sama aku apa salahnya sih" rajuk Lulu.
"Bilang saja kamu mau mengoleksi fhotoku, iya kan???" goda Daffa meledek.
"Is amit-amit. cepatan kerja tuh. lihat bibi udah banyak bungkusannya" omel Lulu.
"Yaaaah jadi aku yang kena" gumam Daffa.
__ADS_1
Hingga mereka pun kembali fokus untuk membungkus bahan sembako itu. untung saja dibantu Bi ningsih dan Bi tuti, pekerjaan itu cepat terselesaikan.
"Ini Tuan, Nyonya, minum dulu" ucap bi Tuti.
"Wah Bibi tau aja nih kami sedang haus" ucap Lulu lalu mengambil gelas dan menuangkan sirup marjan itu or gelasnya
"Terima kasih bi" ucap Daffa yang ikut mengambil minuman itu.
"Bi ningsih, mang asep, bi Tuti, minum juga atuh.. masa kami saja" ucap Lulu mengajak mereka untuk minum.
"Baik Nyonya, kami ambil gelas dulu" ucap Bi ningsih.
Hingga beberapa menit kemudian, pekerjaan itu pun selesai dan Daffa menyuruh mang asep untuk memasukinya kedalam bagasi mobil.
"Sayang kita fhoto lagi yuk.. aku mau lihat muka lelahmu" ajak Lulu.
"Dasar bocah" ucap Daffa tapi menurut saja apa kemauan istrinya.
Cekrek cekrek
"Wah, cantik juga yaa" ucap Lulu memuji dirinya.
"Iya kamu cantik sayang" timpal Daffa.
"Sejak hari ini" ketus Daffa.
"Is jujur banget sih" ucap Lulu lalu meninju dada Daffa membuat Daffa merintih dan tertawa.
"Yuk ah bantu mang Asep masukin ke mobil. kamu itu harus banyak gerak biar gak gendut" ledek Daffa. Lulu hanya cemberut komat-kamit entah apa yang dibilangnya.
Daffa dan Lulu pergi ke pemukiman penduduk yang ada di perkampungan. disana terdapat banyak kediaman orang-orang yang kurang mampu. Daffa memberhentikan mobilnya dan ia menyuruh seorang Ibu yang lewat didepannya untuk memanggil warga disana. Dalan sekejap mereka datang berhambur memghampiri Daffa dan Lulu dengan antusiasnya mereka.
"Wah tuan, anda tampan sekali" puji seorang Ibu.
"Wah tuan, apakah anda artis?" tanya ibu yang lainnya.
"Tuan, kulit anda mulus sekali" ucap ibu-ibu mencubit pipi Daffa. Daffa kebingungan, ia seperti dikeroyok. padahal niatnya kesini untuk memberi rezeki tetapi malah dia yang jadi bahan ulekan ibu-ibu itu. Daffa menoleh pada Lulu seakan minta pertolongan. sedangkan Lulu hanya tertawa ngakak melihat suaminya yang habis diunyel-unyel oleh tangan mereka. Tetapi akhirnya Lulu merasa kasihan melihat tampang Daffa yang mulai kemerahan.
"Ehem! ibu-ibu semuanya.. harap dihentikan dulu aksinya." ucap Lulu mengeraskan suaranya yang cempreng itu. Ibu-ibu itu pun menoleh pada Lulu dan menghentikan aksinya pada Daffa yang tampan itu membuat Daffa merasa lega.
"Kami berdua kemari ingin memberikan sedikit rezeki untuk ibu semuanya dimana pada masa pandemi ini pasti ibu semuanya mengalami perekonomian yang sedikit sulit." ucap Lulu.
__ADS_1
"Benar bu, jadi kami akan memberi sembako untuk kebutuhan rumah tangga ibu-ibu. semoga dengan ini sangat membantu perekonomian ibu semuanya" sambung Daffa.
"Wah benarkah??? kami dapat beras?"
"Gula?"
"Minyak??? benarkah????" tanya semua ibu yang antusias itu.
"Benar sekali" jawab Lulu tersenyum dan Daffa membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan sembako itu. Lulu dan Daffa membagi bagikannya kepada seluruh ibu yang hadir.
"Ini bu.." ucap Lulu.
"Terima kasih ya neng semoga rezeki kalian dilancarkan" doa ibu itu. dan begitu seterusnya hingga semua ibu itu pun telah pulang dengan wajah cerianya. mereka bahagia mendapatkan rezeki dari orang seperti pasangan itu.
"Akhirnya selesai juga" ucap Daffa lega.
"Gimana rasanya diunyel-unyel?" tanya Lulu terkekeh.
"Pipiku kemerahan, mereka sangat ganas" adu Daffa.
"Cup-cup, kasihannya suamiku" ucap Lulu gemes dan mencubit kedua pipi suaminya dengan gemas membuat Daffa makin kesakitan. Lulu pun pergi memasuki mobil dengan tertawa ngakak melihat tampang suaminya.
"Jahil kamu yaaa.. awas nanti dirumah" teriak Daffa lalu menutup kembali bagasinya dan memasuki mobil.
Lulu pun mengejek suaminya yang sudah memasuki mobil. dengan geramnya Daffa mendekati Lulu dan mencium bibirnya, ******* bibir itu dengan lahapnya. Lulu membalas ciuman itu hingga Daffa makin bernafsu ia pun menuruni wajahnya tepat didada istrinya.
"Aaaaaah......" desah Lulu. Daffa sedang memainkan anak gunung itu dengan lidahnya.
"Sayang, sudah ah.. nanti ada yang lihat" ucap Lulu tapi Daffa tak menghiraukannya.
"Daff, nanti kita lanjutkan lagi dirumah" ucap Lulu kemudian dan mendengar itu Daffa langsung menatap wajah istrinya.
"Benarkah?" tanya Daffa, Lulu pun mengangguk.
"Yes!! kita balik pulang" ucap Daffa semangat dan menekan pedal gas mobilnya hingga melajukannya sampai dirumah. membuat Lulu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat antusias suaminya itu.
"*Dasar suami mesum"
°
°
°
__ADS_1
°
°*