Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
160. Kissing on the road


__ADS_3

Dinginnya malam kota Amsterdam tidak membuat Lulu mengurungkan niatnya, ia tetap ingin berjalan-jalan menikmati angin malam dan suasana malam kota itu. Lulu berjalan sembari memeluk lengan suaminya, sedang Daffa merasa was-was takut akan mual lagi. untung saja Daffa memakai masker jadi ia tidak mencium aroma tubuh Lulu. Daffa kesal, kenapa harus dia yang kena imbasnya, padahal yang mengandung itu Lulu bukannya dia. mungkin saja sang anak sangat jahil kepada ayahnya nanti.


Kini kedua insan itu tengah berada disebuah jembatan yang ditepi kanan kiri terdapat sungai yang cukup luas. banyak para wisatawan maupun penduduk lokal yang menikmati suasana malam disana, ada yang berjalan kaki, ada yang bersepeda dengan teman-teman.


"Keren juga sungainya ya yang, pengen naik perahu deh" ucap Lulu.


"Gak ada pemandunya. sini saja deh" ujar Daffa menatap sekitar.


Kruyuk kruyuk


"Upz.... si ucul kasih kode yang" ujar Lulu menatap perutnya sambil terkekeh.


"Hahahaha.. ucul appi, kamu lapar ya nak?" ucap Daffa menempelkan kepalanya diperut Lulu.


"Iya pi, ucul lapar. mamam yuk" ucap Lulu meniru suara bayi membuatnya terkekeh.


"Hahaha, ayolah sayang.. aku akan menggendong kalian berdua" ucapnya setengah berteriak menggendong Lulu yang mulai berat.


"Aku suka kamu gendong kayak gini" ujar Lulu memeluk leher suaminya.


"Biasanya malu kalau didepan umum begini" ujar Daffa.


"Hehehe, mungkin si ucul ingin appi dan amminya terus lengket yang" ujar Lulu mencium pipi Daffa.


"Maskermu menghalang!" gerutu Lulu mencebikkan bibirnya.


"Nanti akan aku buka, smoga saja gak mual lagi" ujar Daffa menatap lurus. mencari restaurant yang terdekat dari mereka.


"Kalau begitu, aku akan buka sekarang" ucap Lulu membuka masker suaminya namun Daffa langsung mengkerutkan wajahnya.


"Kenapa?" tanya Lulu.


"Kamu bau bangkai" ketus Daffa.


"Aaaaah!! nyebelin!" teriak Lulu memukul dada suaminya.


"Tapi bohong! hahahahahaha...." ujar Daffa lalu tertawa ngakak. sedang Lulu langsung memanyunkan bibirnya. melihat itu Daffa langsung menempelkan bibirnya pada bibir yang manyun tersebut saat dirasa Daffa tidak merasakan mual lagi setelah membuka masker.


"Eeeemh....." desah Lulu membalas lum*tan itu.


"Manis, aah" ujar Daffa dengan nada sensualnya. mereka berciuman ditepi jalan saat ingin menyeberang namun Daffa mengurungkannya dan memilih melahap Lulu. banyak yang memerhatikan mereka, bukan mencibir namun mereka tersenyum melihat pasangan itu.

__ADS_1


"Mereka sangat manis" ucap seorang wanita yang sedang berjalan bersama temannya.


"Benar, aku sudah lama tidak merasakannya" ujar wanita disebelahnya.


"Hahahahahaha.... kau terlalu dingin dengan pria" ledek temannya. begitulah tanggapan mereka ketika melihat Daffa dan Lulu berciuman ditepi jalan raya. mereka pun pergi meninggalkan mereka dengan perasaan yang sangat senang.


Lulu melepaskan pagutannya, menatap sekitar ternyata mereka berada ditempat yang salah, sangat memalukan. Lulu segera turun dari gendongan Daffa lalu menutup wajahnya dari tatapan orang-orang yang memperhatikan mereka.


"Sungguh memalukan!" gumam Lulu menundukkan wajahnya.


"Tidak perlu malu, kau ini sangat lucu. lihatlah mereka, tersenyum kepada kita" ujar Daffa mengangkat dagu sang istri hingga mereka saling bertatapan.


"Udah ah, aku lapar" ujar Lulu segera ia menyeberangi jalanan dengan hati-hati. Daffa tersenyum senang melihat ekspresi istrinya.


"Wait me my wife!" teriak Daffa segera berlari disaat jalanan tengah sepi. Lulu memasuki restoran dan diikuti oleh Daffa dibelakangnya. Lulu memilih duduk disudut restaurant lalu meraih buku menu dan melihat daftar menu yang ingin ia lahap.


"Jalanmu cepat sekali" gerutu Daffa yang baru saja tiba lalu menduduki tubuhnya tepat didepan Lulu.


"Kau sengaja lambat hanya untuk membalas senyuman mereka kan" ujar Lulu yang masih menatap buku.


"Tentu, mereka sangat manis" ucap Daffa sengaja memancing emosi istrinya. Lulu menatap tajam pria itu lalu mengarahkan buku untuk memukul suaminya.


"Suami tidak ada akhlak!" teriak Lulu memukul Daffa.


"Permisi...." ucap seorang pelayan yang telah berdiri dihadapan mereka. seketika Lulu menghentikan pukulannya dan mematung menatap wanita cantik itu.


"Eh eh, iya maaf..." ucap Lulu salah tingkah. sedang Daffa merasa lega atas kedatangan pelayan itu.


"Tuan dan Nona ingin memesan apa?" tanyanya.


"Pesan makanan yang paling lezat disini lengkap sama desertnya" jawab Daffa membuat Lulu ternganga lalu tersenyum.


"Baik tuan" ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Daffa.


"Senang aja, kamu pesan yang paling lezat" ujar Lulu tersenyum kecut.


"Itu bukan untukmu tapi untuk uculku" ujar Daffa seketika membuat Lulu memanyunkan bibirnya.


"Jangan seperti itu atau kau akan ku lahap disini" ujar Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pesanan pun datang, Lulu melotot melihat para pelayan membawa banyak jenis makanan lezat dan juga desert serta ice cream. seketika air liur Lulu menetes dan mengenai celananya.


"Astaga, untung saja tidak ada yang melihat" gumam Lulu dalam hati. sedangkan Daffa yang tengah menatap keluar, diam-diam melirik Lulu yang ternganga hingga ia melihat sesuatu terjatuh dari mulutnya.


"Pfft..... Astaga Lu, liurmu" gumam Daffa dalam hati. Daffa pun terkekeh melihatnya hingga Lulu yang salah tingkah menatap tajam suaminya setelah para pelayan pergi meninggalkan keduanya.


"Apa yang lucu?" tanya Lulu menatap suaminya.


"Tidak ada sayang" jawab Daffa yang masih terkekeh. Lulu menyipitkan sebelah matanya, seolah ia tau kalau Daffa tengah menertawakan dirinya. mungkin saja Lulu ketahuan bahwa liurnya sempat menetes.


"Jangan tertawa terus!" ujar Lulu lalu mengambil sendok dan memakan hidangan lezat itu.


Daffa dan Lulu sangat menikmati makan malam mereka, apalagi Lulu yang memiliki nafsu makan yang sangat besar tidak membuatnya cepat kekenyangan. Daffa tersenyum melihat istrinya, menurutnya Lulu semakin cantik dan menggemaskan saat sedang mengandung buah cinta mereka. tidak dapat dipercaya, ternyata benih yang ditanam sudah bersemayam tanpa sepengetahuan mereka.


"Jangan buru-buru yang, santai saja makannya" ucap Daffa dan Lulu menganggukinya.


"Kita belum memberitahu Mama dan Papa, apa kita segera memberitahunya?" tanya Daffa disela makan.


"Heeeem, jangan dulu deh. nanti saja kita akan memberi suprise" jawab Lulu setelah sejenak berpikir dan Daffa pun manggut manggut setuju.


"Oya yang, aku pengen ke pantai" rengek Lulu.


"Keringkan dulu lukamu, nanti bisa jadi infeksi" ujar Daffa.


"Baiklah, sekalian aku cari tempat wisata yang menarik di Belanda ini" ucap Daffa.


"Terserahmu saja, besok aku akan sewa mobil untuk kita telusuri negara ini" ujar Daffa membuat Lulu semakin antusias.


"Benarkah??? asyiiiik... kita bisa kemanapun kan?" tanya Lulu dengan senyumnya yang lebar.


"Tentu, untuk menyenangkan istriku apa sih yang enggak" sahut Daffa memegang tangan Lulu lalu menciumnya.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu" ucap Lulu memegang erat tangan suaminya.


"Tapi tidak gratis, kau harus membayar lebih" ujar Daffa tersenyum seringai.


"Haaaaaaa??????????"


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2