Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
249. Menghajar preman


__ADS_3

"Kamu Lulu?" tanyanya setelah melihat foto diponselnya. entah darimana polisi tersebut mendapati foto milik Lulu.


"Iya pak, ada apa?" tanyanya bingung.


"Ini, ada surat untuk kamu" ucapnya memberikan sebuah amplop yang berisi surat. Lulu pun bingung, lalu meraih amplop itu dari tangan kekar pak polisi.


"Baik pak, terima kasih" ucap Lulu tersenyum. Polisi itu pun pergi meninggalkan Lulu dan pusara tersebut.


"Lu, surat apaan?" tanya Tari ingin tau.


"Entahlah, ayo kita pergi" ajak Lulu menarik tangan sahabatnya. Kini mereka telah berada didalam mobil, Lulu mulai membuka amplop tersebut dan terlihatlah sepucuk surat untuknya. Lulu membuka lipatan kertas itu hingga Lulu bisa memulai membaca isinya.


...----------------...


Hallo Lu, apa kabar? pasti kalian sudah berbahagia bersama anak-anak kalian yang begitu lucu. Aku Nathan, kamu masih ingat'kan sama lelaki brengsek seperti aku ini yang dulunya memacari kamu sebagai bahan taruhan? hahaha pasti ingat dong.


Lu, sebelumnya aku ingin mengucapkan kata-kata terakhir ini untuk kamu. Menjelang akhir hidupku, aku menulis surat ini ingin meminta maaf padamu dan Daffa.. hidupku tak lama lagi, entah kapan tuhan akan mengambilku, aku begitu lelah disini dan hidupku, aku begitu berharap setelah menulis ini Tuhan akan mengambilku. pasti sekarang kamu sudah tau kan, apa penyebab kematianku? tidak perlu ku jelaskan, aku sungguh malu untuk sekedar menulisnya.


Lu, satu pintaku padamu, tetap bersama suami dan anakmu hingga kalian memiliki cucu dan bertemu di surga, hanya itu inginku. dan satu lagi, maafkan aku selama ini yang sudah menyakitimu, mengkhianatimu dengan taruhan hingga rencana picikku yang ingin memisahkan kalian dan membunuhmu. Kini aku senang telah mendapati ganjaran itu didalam penjara ini hingga aku tidak melakukan kesalahan lagi. Alhamdulillah, aku disini rajin ibadah hingga aku tenang bertemu Tuhan diatas sana.


Sekali lagi aku meminta maaf padamu, Lu. ku mohon, maafkan aku.


Selamat tinggal.


Eh, tunggu. aku baru mendengar keributan disini bahwa Sheila telah kabur dari tahanan. aku langsung teringat kamu dan keluargamu. berhati-hatilah, Sheila pasti akan mengincar kalian. jaga anak dan suamimu, titip salam dan maafku kepada Daffa.


Hanya itu, wassalam.


-Nathan-


...----------------...


Itulah isi dari sepucuk surat yang Lulu terima, hingga tak terasa deraian butiran air mata pun jatuh menetesi kertas itu yang berada digenggaman Lulu. Tari pun juga ikut membacanya, sangat terharu dengan tulisan seorang Nathan yang begitu mengiba.


"Jangan nangis lagi, dia sudah tenang disana" ucap Tari mengelus punggung sahabatnya.


"Apa perlu aku menyesal udah memenjarakannya?" tanya Lulu menatap wajah Tari.


"Tidak perlu disesalkan, dia juga senang berada disana. itulah yang seharusnya ia dapatkan setelah mencoba membunuhmu" ujar Tari.


"Sekeras itukah dipenjara?" tanyanya lagi dan diangguki oleh Tari.

__ADS_1


"Apa kamu sudah memaafkannya?" tanya Tari kemudian.


"Sudah. tentu saja aku memaafkannya agar ia tenang disana" ucap Lulu.


"Sekarang tinggal satu lagi, anak-anakmu dan juga Daffa. Sheila kabur dari tahanan" ucap Tari dengan serius.


"Aku harus menjaga mereka semua. papa Mahesa dan mama, pasti mereka juga diincar oleh Sheila. aku harus menghubungi mereka! Tar, kamu bawa mobilku" ucap Lulu.


"Siap"


Lulu pun menghubungi kedua mertuanya, dia memberitahu semuanya tentang Sheila yang sudah kabur dari tahanan. Papa Mahesa yang mendengarnya langsung shock namun tetap tenang. Papa pun mengambil jalan satu-satunya, mengerahkan seluruh pengawal untuk menjaga rumahnya, istri dan juga anak cucunya.


Setelahnya, Lulu pun menghubungi Daffa dan memberitahukan semuanya.


"Apa?!! dia kabur? bagaimana bisa?!" teriak Daffa dari seberang sana.


"Entahlah, aku mendapati kabar dari surat Nathan. jaga dirimu disana yang.. beritahu security agar kantor aman" ucap Lulu heboh.


"Baiklah, kamu tenang disana. aku akan kerahkan pengawal untuk kalian. pulanglah dengan hati-hati" ucap Daffa. Lulu pun mengangguk lalu mematikan panggilan telepon itu.


Lulu pun berusaha untuk bersikap tenang dan tersenyum kecut kepada Tari. Lulu pun meminta untuk mengantarkan temannya itu terlebih dahulu.


"Lu, hati-hati dijalan" ucap Tari lalu melambaikan tangannya. Lulu mengendarai mobilnya dengan cepat, namun tiba-tiba sebuah mobil menghadang jalannya. tepat sekali pula Lulu melewati jalan pintas yang begitu sepi agar ia tiba dirumah dengan cepat.


"Apa itu suruhan Sheila? aku harus merekam ini. ponsel, aku akan menaruhnya disini untuk merekam wajah penjahat itu!" gumam Lulu menyalakan ponsel lalu mencari letak kamera dan mngubahnya menjadi video. Lulu menegakkan ponselnya hingga arah kamera menghadap pada mereka.


Lulu pun turun dari mobil dengan sikap yang tenang, menaiki rok gamisnya lalu mengikatnya di pinggang, untung saja Lulu memakai legging agar ia lebih leluasa untuk menghajar mereka. Wajah bengis pun tampak keluar dari wajah seorang Lulu.


"Siapa kalian?!" teriak Lulu dengan wajahnya yang sangar.


"Waah, cantik-cantik galak juga yaa" ujar salah satu dari mereka hingga mereka pun tertawa lepas. Lulu menyipitkan sebelah matanya, mencoba mencari akal untuk menghajar ketiga preman itu.


"Hai Nona, mumpung disini sepi bagaimana kalau kita akan memuaskanmu.. tenang saja, kau akan puas dengan permainan kami. hahahaha" ujar salah satu dari mereka seraya berjalan ke arah Lulu. Lulu perlahan mundur, bersiap-siap untuk mengeluarkan jurusnya saat mereka mulai menyerang. Dengan tatapan seringainya, segerombolan preman itu pun mulai mendekati Lulu dengan wajah yang penuh nafsu, mata yang tajam melihat sumatra tengah milik Lulu hingga menjilat bibir dengan lidahnya. Lulu mulai merasakan takut melihat wajah mereka yang penuh hasrat, Namun Lulu harus tetap tenang dan memikirkan langkah jitu untuk menghabisi mereka.


"Ayo Nona, kemarilah. mari kita bersenang-senang, SAYANG!!" Mereka pun menangkap Lulu, membentangkan tangannya seolah ingin menangkap ayam. untung saja Lulu menghindar, hingga ia berada dibelakang tubuh pria itu. Dengan cepat, Lulu menendang punggung mereka satu persatu dengan segenap tenaga yang terkumpul.


"Kurang ajar kau!" teriak salah satu dari mereka. Mereka pun segera bangkit setelah tendangan Lulu membuat mereka tersungkur kedepan.


"Ayo kemari, hajar aku!" ucap Lulu menyikap lengan gamisnya ke bahu, dengan wajah sangar Lulu tunjukkan pertanda amarahnya sedang menggebu-gebu. Mereka pun mengambil sebilah pisau dari saku celana belakang dan menjulurkannya ke arah Lulu. Lulu menatap pisau itu, kali ini ia harus ekstra berhati-hati untuk melawan mereka.


"Rasakan ini!!" teriaknya menyerang Lulu. Lulu mengelak, ke kanan, kiri hingga bawah sembari menatap pisau itu. Lulu berdoa didalam hati semoga pisau itu tidak mengenai dirinya. Hingga pada akhirnya Lulu pun menendang junior milik salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Aaaw shit!!!" umpatnya kesakitan. pisau pun terjatuh hingga kesempatan Lulu untuk merebutnya dari tanah itu.


"Sini kalian kalau berani!!" berang Lulu menjulurkan pisau itu pada mereka.


"Hajar dia!!" perintah yang kesakitan pada dua temannya. Mereka pun menuruti, menyerang Lulu dengan pisau. Lulu dengan lihainya menghajar mereka, hingga pisau pun tepat berada didepan matanya. Lulu pun tercengang, melihat mereka satu persatu dan menyiapkan kakinya untuk menendang perut pria itu.


Bruk!!


Pisau milik Lulu sudah tidak ada lagi, terlempar ke semak hingga ia tidak dapat melihatnya. Namun nasib sangat mujur, Lulu melihat kayu yang panjang dan kokoh. Segera ia mengambilnya dan memukul preman itu.


Bruk! bruk! bruk!!


"Aaaaah....." erang mereka menahan sakit.


Bruaaak!!


Lulu menendangnya hingga tersungkur kembali lalu mengacungkan kayu yang ia pegang, dan...


Bruk bruk bruk!!


"Rasakan ini!!"


Bruk bruk bruk..


"Ampun Nona, ampun.." pinta mereka mengatupkan kedua tangannya.


"Apa mau kalian! siapa yang menyuruh kalian haa!!!" teriak Lulu dengan lantang. nafasnya terengah-engah dan dahi yang bercucuran keringat. Mereka pun saling tatap, berbicara lewat mata hingga mereka memilih kabur ke mobil yang mereka kenakan.


"Woooli!!!! brengsek!!!" teriak Lulu melempar kayu tersebut kearah mereka.


Bruk!


Kayu tepat sasaran terkena punggung salah satu dari mereka.


"Cepat!!" teriak mereka yang telah menaiki mobil.


"Sakit bos!!" rintihnya yang terkena kayu dari jarak jauh. Sedangkan Lulu tersenyum seringai, mengibaskan kedua tangannya merasa lega pertempuran dengan preman itu telah selesai.


"Badan besar tapi cemen! cewe dilawan!"


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2