
Setelah kepergian sahabatnya Tari, Lulu pun pergi ke meja kerjanya Rani untuk mengajaknya pergi berdua ke acara pernikahan Tari, dengan langkah gontainya ia berjalan sambil tersenyum.
"Hai Ran..." sapa Lulu
"Hai Lu, ada apa?" tanya Rani yang memberhentikan pekerjaannya.
"Lusa bareng gue yuk ke pernikahan Tari? gue baru tau Lo temannya waktu sekolah" ucap Lulu.
"Iya nih gue gak nyangka dia sahabat Lo, kebetulan banget yaa. Ohya, kenapa gak ajak pak Gibran aja?" tanya Rani.
"Ga mungkinlah, pasti nanti disana banyak yang bertanya kenapa gak bareng su....." ucap Lulu terpotong hampir saja keceplosan.
Rani pun menyipitkan sebelah matanya merasa bingung dengan perkataan terakhir Lulu,
"Su apa?" tanya Rani penasaran.
"Tidak ada.. hihi. jadi mau gak ni bareng gue?? apa Lo mau sama cowok lo?" tanya Lulu.
"Gaklah, gue gak punya cowok. ribet amat urus percintaan mending urus dollar" ucapnya, "Yaudah kita pergi bareng yaa" sambung Rani tersenyum.
"Gitu dong, kebanyakan drama lo. yasudah gue balik lagi ntar Presdir marah lagi" pamit Lulu lalu pergi meninggalkan Rani.
*
*
Malam harinya, Lulu sedang bersantai dikamarnya menonton televisi yang disediakan dikamarnya, sedangkan Daffa sedang bersiap-siap untuk pergi kencan dengan kekasihnya. memakai minyak wangi dirambutnya, tak lupa juga menyemprotkan parfum yang wangi ke seluruh tubuhnya. setelah selesai, ia langsung keluar dari kamar dan menuju pintu kamar istrinya.
Tok tok
Tidak ada sahutan, tapi Lulu mendengar ketukan itu sampai berulang-ulang.
"Lu, gue pergi dulu yaa bentar" pamitnya dibalik pintu. Lulu mendengar suara itu tapi tak menghiraukannya. Daffa yang tak mendapat jawaban langsung menghela nafas panjang dan pergi meninggalkan kamar istrinya dan berlalu menuju mobilnya untuk menjemput Sheila.
"Palingan ketemu Sheila" gumam Lulu.
Dreeet.. dreeet.. dreeet...
Lulu pun merasa suara ponselnya bergetar yang tergeletak diatas bantal pangkuannya, ia langsung melihat ponselnya ada pesan dari Gibran.
"Rumah kamu dimana?? aku akan kesana menjemputmu" tanya Gibran.
Lulu pun membalas,
"Di jalan anggrek perumahan citra sentosa nomor 15" balasnya.
Lalu Lulu pun langsung ke lemari pakaian untuk mengambil baju yang akan ia kenakan untuk kencan bareng Gibran.
__ADS_1
"Waduh, baju yang mana yaa?? malah kebanyakan celana lagi" gumamnya sambil mencari cari dress.
"Ahaaa... dapat! sepertinya nanti gue mesti beli Dress" ucapnya. lalu segera memakai pakaiannya dan berdandan secantik mungkin, tak lupa ia kenakan sepatu high hells.
"Sempurna" gumamnya tersenyum. lalu melangkah menuju tangga dan turun. terdengarlah suara mobil,
tit tit tit
Lulu langsung keluar, membuka pintu lalu menutupnya tak lupa juga ia kunci biar tak masuk maling. baru beberapa hari mereka tinggal dirumah itu, Daffa belum mencari pembantu rumah tangga dan penjaga rumah karna saking banyak pekerjaannya. tapi tetap saja, Rumah terlihat bersih karna mereka hanya dikamar lalu bekerja, sedangkan makan kadang delivery atau makan diluar. Lulu sangat malas sekali memasakkan suaminya.
Lulu pun menghampiri Gibran dan segera masuk kedalam mobilnya.
"Kamu cantik banget" puji Gibran.
"Bisa saja" ucap Lulu malu-malu. lalu Gibran pun menekan pedal gas mobil dan berlalu meninggalkan kediaman milik Lulu.
"Kita mau kemana?" tanya nya.
"Hmm, sepertinya ke Mall deh, baju gue kagak ada nih. Dress aja cuma satu" ucapnya jujur.
"Masa sih? jadi selama ini lo pakai apa?" tanya Gibran heran.
"Gue lebih suka pakai jeans, hehe" jawab Lulu cengengesan.
"Jarang amat lho cewe pakai jeans" ucap Gibran. sedangkan Lulu hanya senyum.
Mereka pun berjalan seperti pasangan kekasih yang sedang kencan, tapi nyatanya tidak. mereka hanya berteman dan partner kerja. hingga Lulu tanpa sadar ia menggandengkan tangannya pada lengan Gibran. Gibran pun melirik ke arah tangan mereka, begitu juga Lulu langsung melepaskan tangannya.
"Aduh ya ampun, maaf ya gib" ucap Lulu merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, malah gue senang" ucapnya tersenyum. membuat Lulu salah tingkah. hingga mereka pun memasuki toko baju dan Lulu memilih dress yang cocok baginya. setelah Lulu selesai memilih-milih, ia pun segera ke kasir dan mengambil kartu tanpa batas yang pernah diberikan Daffa padanya.
"Gue akan porotin lo" gumam Lulu dalam hati merujuk pada suaminya.
"Gue saja yang bayarin"ucap Gibran.
"Eh jangan!" tolak Lulu. "Ini mbak" sambungnya memberikan kartu pada kasir.
"Baiklah, tapi ntar gue yang bayarin lo" ucap Gibran.
"Oke deh, ntar gue sikat duit lo" ucap Lulu.
"Hehe tidak masalah"
Setelah banyak belanja, mereka pun pergi memasuki foodcourt untuk makan malam karna perut Lulu juga sudah meronta-ronta, mereka pun memesan makanan, dan tak berapa lama pelayan pun datang membawa pesanan mereka.
Disela-sela makan, Lulu tak sengaja melihat Daffa bersama Sheila yang sedang makan pula, begitupun Daffa yanh melihat Lulu dengan pandangan tajam. Lulu pun tersenyum seringai lalu mengambil steak,
__ADS_1
"Gib, buka mulutmu" suruh Lulu dan Gibran pun membuka mulutnya.
Aaaak......
Steak pun masuk kedalam mulut Gibran,
"Hmmm, enak" ucap nya. "Kamu lagi yaa.. aaaaak" Lulu pun membuka mulutnya dan haaap!! makanan milik Gibran lolos ke dalam mulut Lulu. diseberang sana Daffa tak sudah menahan kesal dan membuat Sheila heran,
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Sheila.
"Tidak ada sayang" jawab Daffa lalu kembali menghabiskan makanannya.
Hari pun sudah larut malam, Lulu telah sampai dirumahnya,
"Terima kasih yaa, daaa" ucapnya melambaikan tangan. lalu Lulu pun masuk kerumahnya. dan terdengar suara mobil yang masuk diperkarangan rumah mereka. ternyata Daffa dan ia segera turun dari mobil. Lulu cepat-cepat masuk kerumahnya tetapi Daffa langsung meraih lengannya.
"Tunggu!!" ucapnya menahan amarah.
Lulu pun hanya diam dan menghentak-hentakkan tangannya untuk lepas.
"Kamu tak akan bisa lari" ucap Daffa lagi.
"Apa mau kamu!" tanya Lulu untuk pertama kali mengeluarkan suaranya.
"Jangan dekat dengan pria itu lagi apalagi jalan bersamanya!" bentak Daffa.
"Bukan urusanmu, lepas!!" pinta Lulu. Daffa pun semakin geram lalu membawa Lulu ke atas sofa dan membaringkannya,
"Kau mau apa??" rintih Lulu. dan haaaaaap..... Daffa mencium bibir Lulu dan ********** hingga dalam. sedangkan Lulu terpaku dan berontak untuk lepas dari Daffa.
"Emh, emh, le..paas....." ucapnya.
"Tidak akan! sekarang kau harus memberi nafkah bathin padaku!" ucap Daffa lalu menelusi leher Lulu. Lulu pun segera menendang adik kecil Daffa dan Daffa pun terjatuh dari sofa, Lulu pun bangkit dan
Plaaaak!!!
Sebuah tamparan mendarat ke pipi kiri Daffa.
"Jangan sekali-kali pernah menyentuhku!!" ucap Lulu lalu pergi meninggalkan suaminya yang memegang pipi kena tamparan Lulu.
Β°
Β°
Β°
Β°
__ADS_1
Jangan lupa Like, Koment dan Vote nya yaa πππ