
Sudah tiga jam menunggu akhirnya Lulu telah siuman dari tidur panjangnya akibat bius yang masih menjalar ditubuhnya, Lulu menggerakkan jarinya dan membuka matanya pelan-pelan. Mama Sarah yang sudah mulai mengantuk merasa ada pergerakan dari atas kasur ia melihatnya dan terkejut melihat Lulu menggerakkan jari mungilnya.
"Sayang, kamu sudah siuman nak?" tanya Mama gembira.
"Aku dimana ma?? Aaaaw" tanyanya yang memerhatikan sekelilingnya, Lulu menggerakkan badannya dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Sayang, kamu jangan bergerak dulu kamu baru siap operasi sayang" jelas Mama Sarah yang sedang membetulkan posisi tidur dulu.
Mendengar kegaduhan itu, semua orang yang ada disana terbangun dari tidurnya. sedangkan Daffa membuang air besar yang bersarang dianusnya didalam toilet.
"Luluuu... kamu sudah siuman nak??" ucap Mama Sonya tersenyum sumringah tidak kalah kagetnya dengan Mama Sarah.
"Sudah Ma" jawab Lulu.
"Daff, kamu panggil dokter" perintah Papa Mahesa ketika melihat Daffa baru keluar dari toilet.
"Apa Lulu sudah sadar pa??!" tanya Daffa pada papanya lalu menghampiri tempat tidur Lulu, bukannya memanggil dokter malah mendekati istrinya. terpaksa papa Mahesa yang pergi keluar untuk memanggil dokter.
"Sayang, kamu sudah bangun? kami menunggumu disini. syukurlah sayang aku sangat merindukanmu" ucap Daffa panjang lebar tiada henti saking gembiranya. sedangkan Lulu hanya membuang muka tidak ingin melihat wajah suaminya. Daffa pun memeluk Lulu tapi sayang, Lulu menolaknya dengan sekuat tenaga.
"Lepaskan!! aku gak mau disentuh sama kau!" ucap Lulu dingin.
"Sayang, kamu masih marah??? aku bersumpah tidak melakukan apapun sama jal*ng itu dia menjebakku" jelas Daffa yang langsung merasa sedih.
"Haaah aku tidak percaya. aku tau kau begitu cinta padanya, mentang kau mendiamkanku kau langsung memanggil dia memuaskan hasratmu" ucap Lulu mengeluarkan isi hatinya dengan mata berkaca-kaca.
"Lu, benar apa kata nak Daffa.. kalian itu dijebak" ucap Mama Sarah.
"Entahlah ma, aku masih belum percaya" ucap Lulu menghapus air matanya yang sudah menetes.
"Luuuuu......" panggil Daffa.
"Permisi, saya periksa kondisi pasien dulu yaa" ucap Dokter yang baru tiba. Lulu bersyukur akhirnya dokter datang, hitung hitung untuk menghindar dari Daffa. Dokter pun memeriksa kondisi Lulu, dari matanya jantungnya dan menanyakan apa yang dirasakan pasiennya kini. dan Lulu mengeluh masih merasakan sakit disekujur tubuhnya.
"Wajar sayang, karna kamu baru selesai operasi. kira-kira besok pagi sakitnya tidak ada lagi yaa yang penting jangan banyak bergerak dulu. suster akan menyuntikkan obat menghilangkan nyeri" jelas dokter itu kepada Lulu dan didengar oleh yang lain.
"Dok, apa itu tidak masalah ia masih merasakan sakit?" tanya Daffa khawatir.
"Tidak apa tuan itu adalah hal yang wajar selesai operasi. Tidak mungkin kan tubuh yang selesai dibedah langsung sembuh tidak merasakan apapun" ucap Dokter itu terkekeh melihat Daffa yang segitu cemasnya. Mama dan Papa pun hanya menggeleng-geleng melihat ekspresi khawatir dari anak dan menantunya itu.
"Hehe baiklah dok, terima kasih" ucap Daffa menggaruk belakang kepalanya.
__ADS_1
"Yasudah saya permisi.. Nona Luthfiana jangan dibawa ngomong dulu yaa biarkan beliau beristirahat" ucap Dokter itu dan berlalu pergi bersama suster.
Setelah kepergian dokter, Daffa kembali melihat istrinya yang sedang melamun. melihat Daffa menghampirinya Lulu langsung mengarahkan kepalanya kesamping membelakangi semua orang.
"Daf, tidurlah biarkan istrimu beristirahat dulu" ucap Mama Sonya.
"Baiklah ma" ucap Daffa dan kembali ke sofa.
Hingga tak berapa lama semua orang pun tertidur karna hari emang sudah larut malam. Lulu menoleh kembali dan melihat semuanya telah tidur dan matanya tertuju pada Daffa hingga tak terasa air matanya kembali jatuh dan hatinya kembali sakit. Ini sama seperti halnya Lulu memergoki dimas mantan kekasihnya dahulu yang sedang bermain dengan selingkuhannya.
"Hiks hiks.. kenapa dunia sangat kejam" tangisnya.
"Daffa mengkhianatiku, hiks hiks.. aku pergi sebentar dan dia... langsung memanggil wanita itu. apa dia tidak sesabar itu menungguku selesai haid??!" gumam Lulu dengan deraian air matanya yang deras. Hingga akhirnya Lulu sudah merasa lelah dan matanya yang membengkak, ia pun tertidur dengan sendirinya.
Ditempat Sheila dan Nathan, Nathan merengek untuk minta dilayani padahal Sheila sudah menolak karna kepalanya masih terasa sakit akibat ulah Daffa tadi. tetapi Nathan tidak menghiraukannya, ia terus berkekeh untuk minta bermain. padahal tadi Nathan sudah bermain dengan dua perempuan dan sekarang ia masih belum merasa puas dengan kedua wanita itu.
"Kepalaku masih sakit than, sudah dulu yaa" pinta Sheila.
"Kan sudah diobati lukamu, jangan manjalah luka sedikit juga" ucap Nathan memberhentikan aksinya. Sheila pun terdiam dan menyerah saja dengan keadaannya. Nathan pun kembali melanjuti aksinya.
*
*
*
"Apa dia habis menangis?? kasihan anakku.. sabar sayang, mama yakin apa yang dikatakan Daffa benar nak" gumam Mama Sarah bicara pada anak sulungnya.
Kruyuk kruyuk..
Perut Mama Sarah berbunyi pertanda cacing-cacingnya sudah meronta minta diberi makan. Mama pun melihat semua orang masih tertidur dan mencari keberadaan suaminya tetapi tidak ada. Mama pun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju keluar untuk membeli sarapan pagi untuknya dan yang lain. baru diambang pintu, Mama pun melihat Papa Adi sedang menenteng plastik berisi kotak makanan dan beberapa aqua.
"Papa beli sarapan?" tanya Mama Sarah pada suaminya.
"Iya ma, untuk sarapan kita. pasti kamu lapar kan" tebak Papa Adi.
"Papa tau aja. sini Mama bantu" pinta Mama tetapi papa menolak.
Papa Adi dan Mama Sarah sudah memasuki kamar rawat anaknya dan membangunkan besan juga menantunya yang masih pulas tertidur.
"Jeng, Mas, bangun yuk sarapan dulu" panggil Mama menggoyangkan sedikit badan besannya.
__ADS_1
"Aah iya jeng, maaf tidur saya enak sekali" ucap Mama Sonya terkekeh.
Kini semuanya telah bangun dan sedang menikmati sarapan pagi yang dibelikan Papa Adi. setelah selesai makan, Dokter datang untuk memeriksa keadaan Lulu.
"Permisi, eh sedang sarapan ya?" ucap Dokter itu.
"Sudah selesai dok, silakan masuk" sahut Papa Adi.
"Hehe maaf yaa.. saya harus cek kondisi Luthfiana dulu" ucap Bu dokter itu.
Sedang diperiksa oleh dokter, Lulu terbangun dari tidurnya karna merasakan sentuhan ditubuhnya dan benar saja dokter sedang memeriksa dirinya.
"Hai Nona Luthfiana, sudah bangun?" tanya dokter itu ramahnya.
"Sudah dok" jawab Lulu.
"Bagaimana badanmu? ada keluhan?" tanyanya.
"Sudah enakkan dok, saya sudah bisa pulang kan?" tanya Lulu.
"Heem, kira-kira dua hari lagi yaa.. saat ini kamu belum boleh pulang" ucap Dokter itu tersenyum.
"Aah baiklah, terima kasih dok" ucap Lulu. Dokter pun telah selesai memeriksa Lulu dan ia kembali berbicara pada keluarganya setelah itu Dokter dan suster itu pergi meninggalkan ruangan Lulu.
"Ma, pa, kalau begitu Daffa pulang dulu untuk mengambil pakaian Lulu" pamitnya dan diangguki orang tua dan mertuanya.
Daffa mengendarai mobil milik Papanya dan melajukan mobil itu menuju kediamannya untuk mengambil pakaian Lulu.
tit tit tit
Mendengar suara klakson itu mang Asep segera mendekati gerbang dan melihat dengan herannya mobil siapa yang datang, ia masih takut kalau yang datang adalah orang yang kemarin. Daffa pun mengeluarkan sedikit kepalanya dan mengarahkan tangannya untuk membuka gerbang.
"Ternyata tuan, waduh bagaimana ini" gumamnya merasa cemas, dia yakin Daffa akan memarahinya.
°
°
°
°
__ADS_1
°
°