
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat. beberapa bulan lagi Lulu dan kawan-kawan akan wisuda. Kini Lulu sangat sibuk mempersiapkan semuanya menjelang wisuda. begitu juga dengan Tari, ia sampai meminta bantuan pada Ferdi untuk mengerjakan skripsinya. kata orang, kalau cinta mau melakukan apa saja. begitulah Ferdi ia bersedia menuruti Tari untuk membantunya mengerjakan tugas akhir itu.
Pada siang itu nathan pun datang mengunjungi Lulu dirumahnya untuk membantunya dan sekaligus bekerja sama.
Tok tok..
Vivi yang sedang bermain bersama Cimey, kucing kesayangannya pun mendengar ada suara ketukan pintu di pintu utama. Ia pun menghampiri dan,
Ceklek,
"Eh kak Nathan" ucap Vivi dengan senyum genitnya.
"Hai vivi.. makin cantik saja" goda Nathan. Vivi pun senyum cengengesan.
"Kakak, mau ketemu sama kak Lulu?" tanya Vivi.
"Iya Vivi sayaang" ucapnya mengacak rambut Vivi. "kak Lulu nya ada kan?" tanya Nathan.
"Ada, masuklah kak" ujar Vivi dan membuka pintunya lebar-lebar. Vivi pun segera berlari ke kamar Lulu juga langsung dikejar oleh cimey.
"Kak, ada kak Nathan datang tuh" ucap vivi yang melihat kakaknya sibuk dengan laptop dan buku. Lulu pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan memungut barangnya untuk dibawa ke taman belakang bersama Nathan.
Kini mereka pun sama-sama mengerjakan tugasnya dengan penuh keseriusan.
*
*
__ADS_1
*
*
Di tempat Rina yang sedang jauh disana, ia sedang menyetrika pakaiannya dan pakaian Agus. tiba-tiba ia merasa sangat lelah padahal baru lima helai kain yang ia setrika. perutnya terasa tidak enak dan kepala yang sedikit pusing, Rina tetap melanjutkan pekerjaannya tetapi tiba-tiba..
Hueeeek.......
Rina langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan segala yang ada diperutnya tetapi tidak ada sedikitpun makanan yang keluar hanya cairan bening yang ia muntahkan.
Agus yang sedang berguling di kamar pun merasa mencium bau tak sedap. Ia pun keluar dari kamarnya menuju ke aroma itu berasal.
"Rinaaaaaaaaa!!!!!!!" teriaknya keras seakan gendang telinga akan pecah bila mendengarnya.
Rina yang sedang mencuci mulutnya pun langsung kaget mendengar teriakan itu. ada yang tak beres, pikirnya.
"Apalagi" gumamnya menahan kesal. Rina pun bergegas keluar dari kamar mandi dan buru-buru menemui Agus yang sudah seperti Singa.
"Apa ini! kau kerja tak becus!" ucap Agus melemparkan baju setrikaan yang membentang dimeja setrika. Rina pun melihat baju itu dengan teliti dan terkejutnya dia bahwa baju milik Agus hangus terbakar akibat setrika yang lupa ia tegakkan.
"Oh astaga" ucapnya kaget lalu menoleh melihat Agus yang tengah memasang wajah bengisnya. melihat itu Rina langsung menunduk tidak berani menatap langsung wajah itu.
"Apa saja yang kau kerjakan daritadi sampai kau menghancurkan bajuku haaa!!" bentaknya lebih keras dari pada yang tadi sampai tetangga sebelah pun terkejut.
"Waduh gawat si Rina.. Agus murka lagi" ucap Ibu-ibu yang tengah menggosip diteras rumahnya.
Rina pun menunduk menahan air matanya yang mulai turun.
__ADS_1
"Maaf mas, aku tidak sengaja. perutku terasa tidak enak mas lalu aku muntah" jelasnya dengan gugup.
"Itu bukan urusanku! kau saja yang tidak becus jadi orang!" ucapnya. "sekarang kau harus ku hajar!" sambung Agus.
Rina yang tahu hukuman itu pun langsung menahan diri dari tempatnya tegak dan tidak mau Agus membawanya.
"Tidak maaaas.... jangan lakukan itu" ucapnya memohon. tetapi Agus tetap menyeretnya dengan paksa dan mengambil tali pinggang miliknya lalu menyambuk Rina berkali-kali. setelah puas memberi hukuman kepada istrinya, Agus pun pergi meninggalkan istrinya sendiri. Ibu-ibu yang mendengar suara kunci yang diputar, mereka langsung masuk kedalam rumah karna takut akan murka Agus yang melampiaskannya ke orang lain.
Rina pun hanya menangis dengan linangan air mata yang begitu deras mengalir. ia tak percaya bahwa nasibnya akan menjadi begini.
Hingga malam tiba, Agus tak kunjung pulang. setidaknya itu membuat Rina sedikit tenang berada dirumah sendiri. Rina pun menghampiri meja makan karna perutnya yang sudah lapar tetapi saat membuka tudung saji membuat Rina enggan untuk memakan karna mencium baunya yang tidak enak dihidungnya padahal itu masakan yang ia buat.
Uweeeeek....
Rina kembali mual dan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan apa yang keluar dari perutnya.
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
°