Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
106. Membeli Shampo


__ADS_3

Sore telah tiba, semua pegawai perusahaan mahesa 2 sedang bersiap-siap untuk pulang meninggalkan gedung itu. begitupun Lulu tengah berberes--beres. tiba-tiba Rani datang membawa tentengan tasnya.


"Lu, gue sudah hubungi pak Gibran katanya dia mau" ucap Rani yang tanpa permisi.


"Ya ampun kau mengejutkanku, kau bilang apa?" tanya Lulu lagi membuat Rani mendesah.


"Budeg banget kamu ya, gue tadi bilang Gibran mau ikut" ketus Rani.


"Siip, ntar malam jemput kami yaa jam delapan lho" suruh Lulu yang baru selesai berberes.


"Oke, siap bos. byeeee" pamit Rani meninggalkan Lulu.


Sepeninggal Rani, Lulu segera keruangan suaminya dan melihat Daffa tengah masih fokus pada laptopnya.


"Sayang, apa kamu masih lama?" tanya Lulu yang baru masuk.


"Sedikit lagi sayang" ucap Daffa. Lulu pun menghampiri dan memeluk Daffa dari belakang hanya dibatasi sandaran kursi.


"Sabar yaaa, siip sudah selesai" ucap Daffa senang lalu mencium pipi istrinya.


"Syukurlah, aku bantuin beres yaa" tawar Lulu hanya dibalas senyum oleh Daffa.


"Aku mengajak Rani dan Gibran nanti malam tidak apa kan?" tanya Lulu


"Tidak apa sayang, untung tadi si Roni tidak mau karna ia lebih milih jaga kekasihnya" ucap Daffa terkekeh.


"Posesif banget ya sampai dijagain gitu" ucap Lulu.


"Begitulah yang, Roni sayang banget sama kekasihnya. Gak akan rela deh ditinggal berdua sama polisi pria" jelas Daffa.


"Jadi kekasihnya polwan?? hebat banget yaaa" puji Lulu tersenyum.


"Benar yang" balas Daffa. akhirnya mereka selesai berberes, Lulu dan Daffa pun keluar dari ruangan menuju lift. kini gedung itu telah sepi hanya tinggal mereka berdua.


"Sayang, eeemmmmh...." desah Daffa tiba-tiba merangkul pinggang Lulu dan langsung mencium bibirnya. Lulu yang kaget langsung menjatuhi tasnya kini mereka tengah berada dilift. Lulu semakin menikmati hingga ia mengalungkan lengannya dileher Daffa, Daffa segera menggendongnya menghimpit Lulu dibalik dinding lift.


Eeemmmh..


"Ah sayang, manis sekali" ucap Daffa lalu melum*tnya sekali lagi.


Triing,


Lift berhenti membuka sendiri pintunya, Lulu yang sedang berpagutan langsung turun dari gendongan Daffa.


"Huh sayang kamu ini tidak tau tempat" keluh Lulu.


"Tapi kan gak ada orang sayang" ucap Daffa santai.


"Iya untung saja, kalau ada gimana" gerutu Lulu.


"Biarin saja" ketus Daffa. lalu langsung menggendong Lulu membawanya ke parkiran,

__ADS_1


"Lepas ih" berontak Lulu.


~


~


Lulu dan Daffa telah tiba dirumah mereka, mang Asep segera membuka gerbang untuk mempersilakan majikannya masuk.


Daffa merangkul tangan Lulu menaiki tangga menuju kamar mereka, setiba dikamar Lulu langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Aaah nyamannya kalau sudah bertemu kasur" gumam Lulu.


"Mandi yang, ntar busuk kasurnya kena keringatmu" ketus Daffa yang sedang membuka kaus kakinya.


"Biar saja busuk tinggal diganti juga seprainya" ucap Lulu manyun.


"Dasar keras kepala" gerutu Daffa. ia pun menyusul istrinya yang sedang berbaring memandang langit kamar. Daffa segera memeluk Lulu membuat Lulu kaget


"Yaah ikutan baring juga, keringat mu juga ikut nempel lho" ucap Lulu memandang kepala Daffa yang tengah menenggelamkan wajahnya di ketiak Lulu.


"Tinggal ganti, ketiakmu asem" ketus Daffa segera berdiri dan mengambil handuk segera berlari ke kamar mandi menghindar serangan Lulu.


"Kurang ajar lo!" berang Lulu mengambil sepatu high hells dari kakinya lalu melempar Daffa untung Daffa tidak terkena karna ia sudah keburu masuk kamar mandi duluan.


"Hahahahaha" tawa Daffa yang menggelegar didalam sana membuat Lulu cemberut dan meraih ponselnya karna teringat Tari. Lulu segera menelpon sahabatnya itu, mencari kontaknya dan menekan kontak itu hingga berbunyi tanda panggilan masuk.


"Haloooo lu" sahut Tari disana.


"Kamu ngapain beb?" tanya Lulu.


"Wah jadi pengen juga" ucap Lulu membayangi cake yang lezat itu.


"Beli dong" ketus Tari.


"Lalu ada hal apa nih tumbenan nelpon gue" tanya Tari melirik Ferdi.


"Gue mau ngajak lo dan paksu untuk ikut makan malam nanti di restoran xx karna kebetulan Paksu gue dapat voucher gratis makan" jelas Lulu panjang lebar.


"Wah seru tu, iya kita akan pergi kesana. jam berapaan?" tanya Tari sumringah.


"Jam delapan beb, harus datang lho.. sudah yaa laki gue manggil tuh" ucap Lulu pamit dan segera mematikan ponselnya.


Lulu menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuk pintu karna Daffa daritadi memanggilnya dari dalam.


tok tok


ceklek


"Ada apa sih yang?" tanya Lulu.


"Shamponya habis" gerutu Daffa.

__ADS_1


"Waduh, jadi gimana dong?" tanya Lulu bingung.


"Beliin yang, dekat sana ada warung. beli saja disitu dulu" ucap Daffa.


"Huh kau ini menyusahkan saja" gumam Lulu lalu mengambil kunci motornya dan meninggalkan kamar menuju garasi. Lulu mengambil motornya hingga melajukan motornya meninggalkan rumah.


Lulu celingak celinguk mencari warung terdekat akhirnya ia mendapati warung itu, hanya warung kecil-kecilan yang menjual jajanan anak-anak. kebetulan didaerah itu banyak sekali anak-anak mungkin orang tuanya rajin sekali membuat mereka.


"Permisi buk, ada jual shampo buk?" tanya Lulu.


"Ada neng, tapi hanya sachetan tidak apa kah?" tanya ibu tersebut.


"Tidak apa buk, beli lima sachet aja ya bu" pinta Lulu. Ibu itu pun mengambilnya dan memberikannya pada Lulu.


"Berapa bu?" tanya Lulu.


"Empat ribu neng" ucap Ibu itu. Lulu segera mengambil uang disakunya dan memberikan uang sepuluh ribu pada Ibu itu.


"Ini bu, ambil saja sisanya ya bu. terima kasih" ucap Lulu tersenyum dan kembali ke motornya.


"Terima kasih neng" teriak ibu itu.


"Alhamdulillah" gumamnya dalam hati.


Lulu berlalu meninggalkan warung itu dan melajukan motornya menuju rumah.


Tok tok


"Daff, sayaaang.." panggil Lulu.


Ceklek,


"Lama amat yang, hampir saja tertidur" ucap Daffa.


"Hehe, ini" ucap Lulu menyerahkan shampo sachet itu. Daffa menatapnya heran


"Sudah, pakai itu dulu saja.. nanti kita beli semua perlengkapan di supermarket" ucap Lulu yang mengerti Daffa menatap heran.


"Baiklah, terima kasih sayang. mau sekalian mandi bersamaku?" tawar Daffa.


"Enggak ah, nanti disuruh tanggung jawab lagi. mending aku nonton horor" tolak Lulu yang yakin pasti akan terjadi hal begituan lagi. apalagi Lulu merasa lelah, dia memilih tiduran sambil menonton film horor. Lulu sangat menyukai horor dan drakor, yang drakor sangat romantis sedangkan horor membuat siapa saja yang menonton pasti tegang dan makin penasaran.


Lulu meraih remote TV dan menyalakan televisinya mencari channel yang menyiarkan film horor. pencet kesana kemari akhirnya Lulu menemui channel yang sedang menayangkan horor. untung saja acaranya baru dimulai jadi Lulu bisa menonton dari awal.


"Dari judulnya seru nih" gumam Lulu senang.


°


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2