
Ditempat Lulu, ia tengah melahap makanan yang dipesannya sembari bercanda ria bersama teman-temannya. beberapa dari mereka sudah menikah dan ada juga yang belum seperti Rani dan Cindy. Lulu menceritakan kekonyolan suaminya dibalik wajah dingin bila bersama orang yang tidak dikenalnya. hingga mereka tercengang membayangi sosok presdir yang somplak seperti yang diceritakan Lulu.
"Benar juga, apalagi Presdir jarang marah lho, ia juga ramah walau tersenyum tipis" ujar mereka.
"Lu, ingat.. harus bayari kami" peringat Rani.
"Tenang saja. bawel banget" gerutu Lulu.
Hingga akhirnya makan siang pun telah selesai. Lulu membayari teman-temannya beserta pesanannya untuk Daffa. saat ke kasir, tiba-tiba mata Lulu menangkap sebuah makanan yang membuatnya menggugah selera. ia pun berjalan kesana dan berbincang dengan salah seorang pelayan tersebut. Lulu kembali membayar pesanannya setelah itu ia kembali ke gedung bersama teman kerjanya.
"Lama amat Lu" gerutu Rani.
"Hehe, ayo masuk" ajak Lulu tersenyum kekeh.
Tiba dilantai tempat mereka bekerja, Lulu memilih langsung masuk ke ruangan suaminya. tanpa ketuk terlebih dahulu dan memilih menyelonong masuk, dengan semringahnya Lulu melihat suaminya yang begitu kekenyangan hingga Daffa terkulai lemas diatas sofa.
"Sayang, kau ingin membunuhku ya?" tanya Daffa memegang perutnya.
"Kau habiskan semuanya yang?" tanya Lulu tercengang.
"Tentu saja. kau benar-benar gila mengirimkan makanan sebanyak itu" gerutu Daffa.
"Itu hanya tinggal Ramen, kau makanlah. aku tak sanggup" ucap Daffa. Lulu pun menghampiri suaminya yang duduk disofa, menatap meja yang dipenuhi dengan makanan. Lulu tidak menyangka kalau suaminya akan menghabiskan itu semua.
"Padahal untukmu hanya nasi padang dan juice jeruk lho, tapi kau habiskan semuanya pesananku!" ucap Lulu memukul bahu suaminya. Daffa terkesima, ia terpelongo menatap istrinya.
"Apa???? untukku hanya nasi padang?" ujar Daffa terkejut dan diangguki oleh Lulu.
"Kenapa kau tidak bilang, aku menghabiskan semuanya" gerutu Daffa. namun sudah terlanjur, semuanya sudah Daffa lahap hingga habis.
"Aku lupa memberitahu pelayannya. huaaaaaa......" rengek Lulu.
"Astaga yaang, kau membuatku shock" ucap Daffa menggelengkan kepalanya. Lulu pun mengambil ramen tersebut, dan melahapnya dengan pelan.
Tok tok tok
"Masuuuk" teriak Daffa. seseorang pun masuk mengantarkan pesanan Lulu berupa jajanan seribuan jaman dulu hingga kini berupa sosis, nugget, telur gulung dan juga ayam kentucky dua potong yang dibaluti tepung crispy yang tebal. sangat menggugah selera bagi seorang Lulu.
"Waaah, cemilanku datang juga. mari mbak taruh disini saja" ucap Lulu yang girang sekali menatap mbak pelayan itu membawa pesanannya. Pelayan itu pun menaruh pesanan Lulu diatas meja yang ditunjuk Lulu. Daffa yang melihat makanan itu merasa eneg, tidak berselera sekali sama makanan murah tersebut.
"Mbak, sejak kapan jual ini?" tanya Lulu.
"Sudah seminggu Nyonya." jawab wanita itu.
__ADS_1
"Bagus juga. bisa bekerja sambil ngemil, iya kan sayang?" tanya Lulu pada Daffa. Daffa pun hanya mengangguk mengiyakan saja.
"Terima kasih ya, ini sudah sama yang tadi kan uangnya?" tanya Lulu memastikan.
"Sudah Nyonya" jawabnya singkat.
"Baiklah, terima kasih" ucap Lulu tersenyum. pelayan tadi pun keluar ruangan meninggalkan Tuan dan Nyonyanya.
Tanpa berlama-lama, Lulu pun langsung melahap cemilan jajanan SD itu. bukan hanya ada di SD namun sudah merambah disetiap sudut jalanan hingga di depan rumah. jajanan itu sangat lawas sekali, dari masa ke masa selalu ada dan menjadi jajanan terfavorite disemua kalangan masyarakat. Lulu melahapnya dengan sangat nikmat, dibaluri dengan saus hingga meledak didalam permukaan mulut. Lulu melirik suaminya, tengah memerhatikan sosok Lulu yang memakan makanan murah itu.
"Mau???" tanya Lulu.
"Tidak, enggak level makanan begituan" ucap Daffa menggelengkan kepalanya. mimik wajahnya tampak terlihat geli melihat makanan itu masuk kedalam mulut sang istri.
"Ini enak tau, cobain deh" ucap Lulu menyodorkan telur gulung pada suaminya.
"Ih gaklah yang, sudah gak ada gizinya. masa telur digituin" ujar Daffa.
"Coba duluuuu, aaaak!" paksa Lulu hingga telur gulung itu pun lolos memasuki mulut Daffa. Daffa mendiaminya sebentar, menyicipi sedikit dan mencoba rasanya. Lulu melihat ekspresi suaminya, mulai mengunyah hingga menelannya. Lulu tampak senang, perrkiraannya betul ternyata Daffa menerima makanan itu hingga lolos ke dalam perutnya.
"Bagaimana? nyummy-kan?" tanya Lulu tersenyum semringah.
"Heeem, lumayan sih. tidak terlalu buruk" jawabnya.
"Ya, lumayan" jawab Daffa.
"Bilang saja enak banget kok susah. ini, aaaaak lagi" ujar Lulu menyodori sosis.
"Lah, itu apalagi?" tanya Daffa.
"Ini sosis, yang kayak pizza gitu. tapi ini dibuat versi seperti ini.. cobain deh" ucap Lulu hingga Daffa pun mau mencobanya.
"Boleh juga, masih ada lagi gak?" tanya Daffa yang sepertinya ketagihan.
"Ada doong, itu..." ucap Lulu terpotong sebab Daffa sudah mengambilnya duluan yang berada diatas meja. Lulu menatap suaminya yang mulai rakus, ia menggelengkan kepala dengan ekspresi suaminya yang sok nolak makanan beginian.
"Katanya sudah kenyang, kok nambah lagi?" ujar Lulu saat Daffa mengambil ayam kentucky.
"Makanan beginian mah kecil, masih muat diperut" ucap Daffa.
"Ya ya ya, tapi itu semua gak gratis yaa.. pulang nanti beliin lagi" pinta Lulu.
"Aman itu. coba deh kamu telpon kantin, siapkan cemilan apapun untukmu nanti" perintah Daffa menunjuk telepon diatas meja kerjanya.
__ADS_1
"Ada nomornya juga?" tanya Lulu.
"Tentu saja. seluruh area gedung ini tentu saja aku mempunyai nomor mereka" jawab Daffa.
"Baiklah, aku akan menelpon pihak kantin" turut Lulu menghampiri meja kerja suaminya. mencari kontak kantin disebuah buku hingga ia menemukannya dan menekan tombol tersebut.
Daffa yang melihat istrinya pun tersenyum lebar.
"Pesan yang banyak!" tutur Daffa melahap ayamnya.
"Enak juga sih, ah jadi nagih sama makanan beginian" gumam Daffa dalam hati.
Lulu pun telah kembali ke sofa menduduki tubuhnya disamping Daffa. saat ingin mengambil ayamnya, Lulu terkejut melihat cemilannya yang tersisa sedikit. Ia pun menatap tajam ke arah Daffa yang sedang mengedipkan mata.
"Daffaaaaaa!!!! ayamku!!!!" rengek Lulu berteriak.
"Kenapa ayammu?? kabur dari sangkarnya?" ledek Daffa menyuapi sisa ayam yang terakhir ke mulutnya.
"Kau habiskan ayamku! lihatlah tinggal secuil!" rengek Lulu mencebikkan bibirnya.
Daffa pun memandang ayam kentucky yang tinggal secuil itu, ia pun mengambilnya dan menunjukkannya pada Lulu.
"Yang ini?? aku tidak menghabiskannya, dia saja yang kabur hingga memasuki mulutku" ujar Daffa tersenyum seringai lalu memasuki sisa ayam milik Lulu hingga Lulu menganga dan melototkan matanya.
"Huaaaaa, yang terakhir itu juga kau habiskan!" rengek Lulu menatap mulut suaminya yang sedang mengunyah.
"Suruh siapa tidak memegang ayammu, kabur lagi kan ke mulutku. hahahahahaha...." ledek Daffa tertawa. senang sekali menjahili istrinya itu apalagi Daffa benar-benar ketagihan untuk melahapnya. ekspresi Lulu sangat menggemaskan hingga ingin rasanya Daffa melahap bibir istrinya yang tengah manyun.
"Menyeb....." ucap Lulu terpotong karna Daffa langsung ******* bibir mungil yang berisik itu.
Eeeeeemh....
"Lep-paaaaas!!" rintihnya. Daffa pun melepaskan pagutan itu dan tersenyum puas melihat raut wajah istrinya.
"Itu ayammu, aku kembalikan dari mulutku" ujar Daffa yang memang sengaja memasuki sisa ayam ke mulut istrinya. Lulu pun merasakan ayam bekas kunyahan Daffa hingga ia pun membuangnya pada tempat bekas box ramen.
"Jorok!!!"
°
°
°
__ADS_1
°