Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
108. Merebut snack


__ADS_3

"Ini lezat sekali sayang" ucap Lulu yang mengunyah dan melihat Tari yang hanya memandang makanannya saja setelah mencoba sedikit.


Huweeeeeek........


Tari segera berlari ke dalam toilet yang ada diruangan itu, seketika semua orang menghentikan aktivitasnya dan Ferdi langsung menghambur menghampiri istrinya yang sedang berusaha mengeluarkan isi dalam perutnya di toilet.


"Sayang, kamu kenapa??" tanya Ferdi mengelus punggung Tari.


"Tidak tau, mungkin masuk angin. ayoo" ucap Tari memegang tangan Ferdi mengajaknya kembali pada teman-temannya. Tari berjalan masih teroyong-oyong tapi masih bisa mengendalikannya.


"Tari, kamu gak apa-apa?" tanya Lulu khawatir.


"Tidak kok beb, paling masuk angin. aku baru teringat belum ada makan" ucap Tari terkekeh.


"Tapi tadi siang kan kamu makan yang" timpal Ferdi heran.


"Iya, gak tau tiba-tiba gampang lapar gitu" ucap Tari ke Ferdi menatapnya sedu.


"Yasudah kamu sekarang harus banyak makan" ucap Rani. Tari pun melihat meja yang penuh dengan makanan lezat tapi entah kenapa melihatnya saja ingin rasanya Tari memuntahkannya lagi.


"Aku gak selera." ucap Tari menggeleng pada Rani.


"Sayang, aku pengen sosis, telur gulung, sama kerupuk lasa saja" rengek Tari pada suaminya.


"Waduh malam-malam gini mana ada yang" gerutu Ferdi.


"Siapa juga yang suruh kamu beli, aku pengen kamu yang buat. nanti mampir dulu deh beli sosis, telur sama kerupuk." suruh Tari tersenyum.


"Iya iya tapi makan ini dulu yaa" perintah Ferdi tapi Tari hanya menggeleng dengan bibir manyunnya.


~


~


Kini semuanya telah selesai memenuhi jamuan makan gratis dari pihak resto, Lulu dan Daffa memilih pulang bersama Tari untuk sekalian belanja disupermarket membeli perlengkapan mereka yang telah habis.


"Ran, Gib, kami pulang bersama Tari dan kak Ferdi saja yaa" ucap Lulu.


"Tapi Luuu, masa lo ninggalin kami berdua lagi" rengek Rani.


"Siapa tau kalian bisa pedekate sekalian lho" bisik Lulu ditelinganya.


"Apaan sih gue gak suka sama dia" rajuk Rani.


"Nanti juga jadi cinta. sudah dulu ya byeeee" pamit Lulu melambaikan tangannya pada Rani dan menghampiri suaminya. sedangkan Rani masih terpaku dan Gibran datang dengan mobilnya setelah mengambil dari parkiran.


tit tit,


Rani menoleh dan bergegas masuk ke dalam mobil. mereka sama-sama sangat canggung sekali dan masih kaku. apalagi Rani yang pemalu apabila ia tau ada lelaki yang menyukainya walaupun Rani belum tau pasti.


Ditempat Lulu, mereka berempat sudah berada didalam mobil yang sama memecah keheningan jalanan ibukota yang sudah mulai sepi. mereka mengobrol asyik tentang masalah ranjang yang membuat Tari menjadi malu.

__ADS_1


"Lu, sudah jebol belum?" tanya Tari seenak jidatnya.


"Apanya?" tanya Lulu bingung.


"Sayang, jangan terlalu polos" bisik Daffa.


"Sudah dong Tar, dia selalu menggodaku" jawab Daffa membuat Lulu mengerutkan dahinya.


"Wah hebat ya istrimu Daff, Tari juga begitu. sangat agresif tidak seperti yang ku kira" sahut Ferdi yang sedang menyetir.


"Apaan sih buka coki aja" rajuk Tari memukul suaminya.


"Mempan dong yaa kado yang ku berikan" ledek Lulu yang mulai mengerti akan percakapan mereka.


"Huuuu... sangat mempan Lu, kamu memang yang terbaik" ucap Ferdi lagi. Tari sudah malas ikut-ikutan ia menjadi dipojokin oleh mereka.


"Asyiiiiik..... bakal punya ponakan nih" girang Lulu. "Ohya kak, istrimu ini sangat pandai lho dia sampai ajari aku melayani suami disaat lagi datang bulan" ucap Lulu lagi.


"Benarkah??" tanya Ferdi melirik istrinya. dalam pikirnya Tari sangat nakal.


"Benar, Lulu menjadi agresif berkat istrimu. aduuuh... thanks banget lho ya tar" timpal Daffa.


"Aaah sudahlah kalian ini, gak ada bahasan yang lain apa, berbobot gitu" ucap Tari.


"Ini kan berbobot Tar, demi masa depan dan keharmonisan keluarga" ucap Lulu tersenyum dan mendapat acungan jempol dari kedua pria itu.


"Aaah istriku, kamu sangat pengertian. cuuup" ucap Daffa memeluk istrinya lalu mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya itu. Ferdi yang melihat hanya berdehem tetapi pasangan itu malah meneruskan aksinya membuat Ferdi menelan ludah kasar karna ia juga menginginkan tapi apalah daya demi keselamatan sejuta umat ia tetap mengendarai agar yang diinginkan istrinya cepat tercapai.


"Sayang, katanya mau beli perlengkapan rumah, kok malah cemilan yang kamu ambil" ucap Daffa heran.


"Ada kok. itu dipaling bawah" jawab Lulu.


"Astaga yang, kau mau membuat dirimu gempal apa beli cemilan sebanyak ini?" ketus Daffa menggelengkan kepalanya.


"Tenang saja, aku kan olahraga juga biar tetap sehat" ucap Lulu santai. Daffa memilih diam saja daripada meladeni istrinya terus.


"Oh astaga, aku melupakan sesuatu" ucap Lulu langsung berlari mencari barang yang hampir ia lupakan. setelahnya Lulu kembali kepada Daffa.


"Apa itu?" tanya Daffa.


"Pembalut" ketus Lulu.


"Gunanya?" tanya Daffa ingin tahu.


"Kepo deh, urusan wanita" jawab Lulu yang mulai kesal suaminya cerewet sekali. Tari dan Ferdi pun tiba menghampiri mereka dan mengajaknya untuk membayar ke kasir.


Setelah semuanya selesai, mereka kembali kedalam mobil untuk bergegas pulang karna hari yang sudah larut malam.


Mobil yang dikendarai Ferdi telah tiba dikediaman Lulu dan Daffa. Tari yang memandang rumah itu terperangah karna megah dan cantiknya.


"Rumah kalian sangat cantik sekali yaa" puji Tari.

__ADS_1


"Hehe iya begitulah Tar" ucap Lulu.


"Kamu mau yang?? besok kita buat ya" ucap Ferdi.


"Tidak ah. rumah kita kan ada" ucap Tari.


"Yasudah terima kasih yaa.. kapan-kapan main kesini lho" ajak Lulu.


"Siap beb" ucap Tari.


akhirnya Tari dan Ferdi pun pergi meninggalkan mereka, Lulu dan Daffa segera masuk kerumah dengan menenteng belanjaan mereka.


"Sini yang, ku bantu" tawar Lulu.


"Terima kasih yang" ucap Daffa tersenyum.


Didalam rumah, terlihat sepi sekali karna bibi pastinya sudah tidur hanya tinggal mang Asep yang masih fokus berjaga ditempatnya sesekali memicingkan mata. tetapi jangan salah, walau ia tertidur apabila terdengar suara sedikit saja mang Asep bisa langsung terbangun.


Sepasang suami istri itu telah sampai didapur, Lulu menaruh cemilannya didalam lemari begitupun alat-alat perlengkapan. setelahnya mereka kembali ke kamar untuk beristirahat. tetapi Daffa menangkap sesuatu ditangan istrinya.


"Sayang, kamu bawa apa?" tanya Daffa.


"Ini??? cemilan sebelum tidur. hehe.." ucap Lulu cengar cengir.


"Oalah yang, sudah mau tidur pun nyemil dulu" ucap Daffa bingung dengan tingkah wanita.


Mereka telah tiba dikamar, Lulu dan Daffa mengganti pakaian terlebih dahulu dan mencuci wajah. tak lupa gosok gigi dahulu kecuali Lulu yang masih ingin menikmati snacknya.


Lulu menyalakan televisi dan duduk manis dikasurnya memegang cemilan ditangannya.


"Sayaaang, aku iri sama tv dan snack itu" rengek Daffa berbaring dipangkuan istrinya.


"Kenapa??" tanya Lulu mengelus rambut suaminya tetapi matanya masih fokus pada tv.


"Karna mereka aku dicueki" keluh Daffa memeluk perut Lulu.


"Sabar yaang, habis snack ini akan ku perhatiinmu. ku uyel-uyel wajahmu sampai bengkak" ucap Lulu membuat Daffa mengerucutkan bibirnya.


"Kalau gitu, akan ku bantu habiskan" ucap Daffa merebut snack itu dan memakannya cepat.


"Sayaaaaaaaaaaaang......." teriaknya.


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2