
Keesokan harinya yang dinanti-nanti oleh Lulu untuk memenuhi undangan sahabatnya, sebelum akad nikah dimulai Lulu bergegas untuk siap-siap dahulu, kini ia sedang memakai gaunnya yang berwarna biru senada dengan Rani. Tari menginginkan Lulu dan Rani menjadi bridesmaidnya untung saja mereka membeli gaun yang berwarna sama. Kini Lulu sedang berdandan secantik mungkin begitupun Rani yang ada dirumahnya sedang memilih sepatu high heels yang akan ia kenakan.
Lulu pun telah selesai berdandan dan memakai sepatu yang sudah ia siapkan. sebelum beranjak Lulu memerhatikan dirinya dari balik cermin bergoyang ke kiri dan kekanan untuk melihat betapa anggunnya dirinya.
"Gue cantik banget" pujinya pada diri sendiri. setelah puas memandang dirinya yang emang cantik banget itu, Lulu pun bergegas untuk mengambil mobilnya. Ya, kali ini Lulu akan memakai mobil. tidak mungkin kan dengan gayanya yang memakai gaun itu menaiki motor. gak cocok banget. hihi
"Kamu mau kemana??" tanya Daffa yang sedang menonton televisi itu. tetapi Lulu diam saja menoleh padanya sekilas dan berlalu pergi.
"Lulu!!!!" bentak Daffa yang sudah berdiri.
"Urus saja Sheilamu!" ucap Lulu kesal. dan segera pergi dengan langkahnya yang cepat.
Kini Lulu sudah diperjalanan menuju rumah Rani. Rani telah membagi tahu alamatnya sejak sebelum Lulu ingin menjemput. Kini telah tibalah Lulu didepan rumah Rani. Rumah bulatan yang sederhana, banyak tanaman bunga dari pot dan berbagai macam jenis. Ibu Rani sangat menyukai bunga. maka dari itu banyak mengoleksi beragam jenis bunga.
tit tit tit,
Rani yang sedang menunggu Lulu pun keluar rumah ditemani Mama, Lulu yang melihat Mama Rani pun segera keluar dari mobil untuk menyapa dan bersalaman.
"Halo tante, saya Lulu teman kerja Rani" ucap Lulu mencium punggung tangan mama Rani.
"Oh nak Lulu, kamu cantik banget. kalian couplean yaa" ucap Mama Rani.
"Iya dong, Ma.. kami pamit dulu ya ma" pamit Rani pada mamanya.
"Baiklah, hati-hati yaa" ucap Mama.
Lulu dan Rani pun telah tiba digedung itu, masih sepi hanya baru beberapa Orang yang datang, Lulu dan Rani pun segera menuju ruangan Tari yang sedang dirias.
"Tariiii....." panggil mereka berdua. Tari pun menoleh sedikit.
"Akhirnya kalian datang juga" ucap Tari yang sedang dirias itu.
"Kamu cantik juga yaa" celetuk Rani.
"Eh yaiyalah dari lahir kaleee" ucap Tari.
"Tapi tau ga kamu lu, dulu Tari ini dekil banget, udah pendek, kurus, dekil, hidup pula lagi" ketus Rani yang membuat Lulu tertawa terbahak-bahak.
"Sial lo Ran! jangan buka coki dong" ucap Tari kesal. tapi Rani dan Lulu tidak menghiraukan.
__ADS_1
"Iya betul kamu, dulu waktu masa Ospek, dia kurus banget agak pendek lagi" ucap Lulu tertawa mengingat Tari yang dulu.
"Tapi setelah gue ajak ngegym bareng, dia jadi agak tinggi dan mulai gemuk kayak sekarang ya kan, seiring waktu ia sadar deh skincare amat penting" sambung Lulu lagi. dan mereka pun tertawa.
"Kalian kesini mau ngejek gue yaa?? mending pulang saja deh." ucap Tari merajuk. sedangkan Mbak yang merias Tari, menahan tawa sejak mendengar celoteh mereka dari tadi.
Akhirnya setelah sekian lama, Tari telah selesai dirias dan rambut yang ditata rapi. Kini tinggal menunggu panggilan dari Mama Diva untuk melaksanakan akad nikah. Tari pun menghampiri Lulu dan Rani yang sedang meminum juice yang diberikan pelayan tadi.
"Hemm, enak banget yaa minum juice" ucap Tari.
"Hem ya enak dong, segar lagi" ucap Lulu.
"Omong-omong lo cantik juga yaa Ran make gaun kayak gitu" celetuk Tari.
"Yaiya dong selagi kulit gue putih bersih seputih salju" jawab Rani
"Ya ya ya, dasar kepedean" ucap Tari.
Hingga Mama Diva pun datang keruangan anaknya dan mengajak Tari untuk melakukan akad nikah karna Ferdi telah tiba begitupun penghulu dan saksi-saksinya.
"Aaah aku jadi grogi, Ma" ucap Tari.
"Tarik nafas panjang-panjang lalu keluarkan, ulangi lagi" saran Mama dan Tari pun melakukannya.
"Ayo beb, mau nikah emang kayak gini.." ucap Lulu.
"Ya deh mentang yang sudah...." ketus Tari yang pinggangnya dicubit Lulu. Lulu pun memberi kode lewat mata bahwa jangan ngomong soal statusnya.
"Emangnya Rani gak tau Lo sudah nikah?" bisik Tari. Lulu pun hanya menggeleng.
"Is kalian apaan sih bisik tetangga, ingat woi disini ada gue." ucap Rani cemberut.
"Hihi, sudah ah ayok.. gue gak sabar lihat ferdi" ucap Lulu.
"Lihat aja yaa, jangan dicolek" ucap Tari.
"Ciee pengantin baru cemburu" ucap Rani dan mereka pun tertawa.
Rani dan Lulu pun telah berdiri disamping kanan kiri Tari dan mereka berjalan menuju meja akad, semua orang menatap mereka dengan Wah, bidadari yang muncul didepan mata mereka. Ibu-ibu yang melihat suaminya tidak berkedip, si Ibu itu pun mencubit perut suaminya.
__ADS_1
"Jangan ganjen tu mata" ucap Istrinya dan mereka pun duduk seperti biasa.
Tari telah sampai disamping Ferdi calon suaminya, Ferdi melihatnya terpaku tidak berkedip.
"Cantik" bisik Ferdi tapi Tari hanya tersenyum menahan rasa gugupnya.
Hingga ijab qobul pun dilaksanakan, Ferdi pun dengan lantang dan lancar dalam satu tarikan nafas ia menjawab akhirnya keputusan para saksi menyatakan "SAAAAAH...." pada mereka berdua. Ferdi dan Tari pun lega mereka saling menatap dan tersenyum bahagia hingga akhirnya mereka menengadahkan kedua tangan dan berdoa. berharap pernikahan mereka langgeng, sejahtera dan tentunya sakinah mawaddah warahmah. Aamiin..
Ferdi dan Tari kini sedang duduk bersanding dipelaminan dan mereka berdiri disaat para tamu menaiki singgasana mereka untuk bersalaman dan dibarengi dengan kata-kata berupa doa.
Sedangkan Rani dan Lulu sedang menikmati sajian yang disediakan pihak catering. mulai memakan nasi telah mereka lakukan dan kini mereka sibuk mencomot berbagai cemilan-cemilan kue yang manis didepan mereka.
"Ini sungguh enak.. gue pertama kali dapat undangan ditempat mewah begini" ketus Rani.
"Ya ampun Ran, kamu polos banget sih" ucap Lulu merasa gemas dengan teman satunya itu.
"Hehe, gue bahagia aja.. selain teman gue bahagia, cacing-cacing gue juga bahagia banget didalam sini" ucap Rani menunjuk perutnya.
"Dasar kamu" ucap Lulu tersenyum.
Setelah kenyang menikmati makanan, kini Rani dan Lulu menghampiri pelaminan untuk bersalaman pada sahabatnya itu.
"Tariku sayang, selamat ya untukmu.. gue bahagia banget lo sudah jadi milik orang" ucap Lulu.
"Terima kasih ya Lulu sayang, moga kamu cepat hamil yaa" ketus Tari.
"Is apaan sih" ucap Lulu merasa malu.
Hingga panjang lebar mereka ngobrol diatas singgasana itu, mereka pun turun dan pamitan pulang. Lulu merasa lega tidak ada yang bertanya kemana Daffa? kenapa tidak pergi sama Tuan Daffa?? hadeeeeuuh.. membuat Lulu pusing tapi untung tidak ada yang bertanya karna Lulu lebih menikmati makanan daripada bergabung dikerumunan.
°
°
°
°
°
Jika berkenan berikan aku dukungan melalu Vote, Like and Koment yaa guys 😚😚🙏
__ADS_1