Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
200. Pos Polisi


__ADS_3

"Bi!" panggil Daffa melihat Bibi yang tengah melamun. panggilan Tuannya pun membuat lamunannya buyar seketika.


"Eh iya Tuan?" tanya Bibi.


"Itu airnya kepenuhan" ucap Daffa menatap meja yang telah dibanjiri oleh air putih.


"Astagfirullah, maaf Tuan. akan Bibi bersihkan" ucap Bibi segera berlari ke dapur untuk mengambil kain lap. dalam sekejap Bibi pun datang dan segera membersihkan meja itu.


"Lamuni apa sih Bi?" tanya Daffa yang tengah menuangkan lauk didalam piringnya.


"Tidak Ada Tuan" jawab Bibi merasa tidak enak hati.


"Bibi dan Bi Ningsih makan disini yaa temani Daffa" pinta Daffa menatap Bibi yang baru selesai membersihkan meja.


"Ta--" ucap Bibi terpotong.


"Turuti perintah Daffa, Bi. Daffa lagi pengen ditemani" ujar Daffa mencurahkan isi hatinya hingga raut wajahnya kembali bersedih menatap nasi dihadapannya.


"Baik Tuan." ucap Bibi yang sudah mulai mengerti. Ya, Daffa kini memang butuh teman, tidak ingin makan sendiri diatas meja yang luas itu. apalagi melihat kursi Lulu, ia jadi teringat pada istrinya.


Di sisi lain, tepatnya dibalik pintu ruang makan, seseorang berperut besar tengah mengintip. ia masih mengenakan baju Bibi, persis seperti gadis desa yang manis bila mengenakannya. Lulu tersenyum melihat suaminya yang makan sembari melamun. entah istri apa dia ini, senang diatas penderitaan suami. Namun itu yang Lulu inginkan agar sang suami bisa berfikir dan takut untuk mengulangi hal yang sama. karena, inilah akibat yang ia dapatkan, didiami sang istri hingga tidak dapat melihat wajahnya berjam-jam lamanya.


"Suamiku yang malang, maafkan aku" ucap Lulu menatap haru wajah tampan yang murung. Lulu pun kembali ke kamar Bi Tuti sembari menonton televisi dan menikmati cemilan yang ia pesan dari Grab tadi sore.


Setelah makan malam bersama kedua Bibi, Daffa pun kembali ke kamarnya dengan menaiki tangga. Bibi memungut piring-piring kotor yang langsung mencucinya. sedangkan Bi Tuti mengambilkan nasi juga lauk untuk Nyonya-nya yang tengah menanti. tidak lupa, juga membuatkan susu hamil rasa cokelat untuk majikannya itu.


Tok tok tok


"Masuk Bi" sahut Lulu yang tengah tertawa menonton pesbukers.


"Maaf Nyonya, makan malamnya telat Bibi beri. Tuan datang duluan sebelum dihidangkan" ujar Bibi memberi penjelasan pada Nyonya. Bibi juga merasa tidak enak makan malam sebelum Nyonya-nya makan terlebih dahulu.


"Tidak masalah bi, malah Lulu senang kalau Daffa semangat untuk makan tanpa kehadiran" ujar Lulu.


"Tapi Bibi kasihan sama Tuan, Nyonya. dia sangat kesepian sampai mengajak kami makan bersama" jelas Bibi.


"Bibi tenang saja, Lulu ada kejutan buatnya" ujar Lulu tersenyum seringai.

__ADS_1


"Aduh bibi malah curhat, ayo makan Nyonya. kasihan si dedek pasti sudah lapar" ucap Bibi cengengesan sembari mengelus perut majikannya.


"Hehehe, iya nih. si dedek minta makan. porsi nasinya juga banyak lagi" gelak tawa Lulu. Lulu pun mengambil piringnya, dan menyuapi nasi itu ke mulutnya. Makan malam kali ini sangat berbeda, makan sendiri, dikamar dan tanpa suami.


Di kamar, Daffa sangat suntuk. sudah dua malam ia tanpa Lulu, menatap langit-langit kamar dan mengedarkan pandangannya. sangat sepi, Daffa tidak terbiasa. Daffa pun berdecak kesal lalu menuruni ranjang sembari meninju tembok dengan keras.


"Kenapa malam ini sangat lama! apa iya Lulu besok akan menemuiku? aaarkh! aku tidak sabar lagi menunggu hari esok" gumam Daffa.


"Lebih baik aku kerumah Roni" gumam Daffa kembali, lalu mengambil ponselnya diatas nakas dan menuruni tangga dengan cepat.


Setiba di mobil setelah membuka garasi, Daffa langsung mengendarai mobilnya dengan cepat. menelusuri jalanan, memecahkan keheningan, hingga tibalah di jalan raya Daffa langsung menambah kecepatan mobil hingga menyalip mobil lainnya. entah apa dipikirkan pria itu hingga ia berbalap-balapan dengan mobil lainnya.


Tibalah di kediaman Roni dan Karin, penjaga rumah pun membuka gerbang dan menghampiri Daffa yang masih berada didalam mobil.


Tok tok


Daffa menuruni kaca jendela mobil dan menatap jelas wajah penjaga itu. Daffa pun heran,.biasanya dia juga.disuruh masuk olehnya.


"Ada apa pak?" tanya Daffa.


"Tuan Roni pergi keluar, Tuan" ucapnya memberitahu.


"Lo dimana?" tanya Daffa.


"Tempat bini gue, di jalan xxxx" sahut Roni dari dalam ponsel. Daffa pun langsung mematikan panggilannya dan menancap gas mobil menuju tempat yang disebut oleh Roni.


Daffa telah tiba ditempat Assisten sekaligus sahabatnya berada, dari kejauhan ia bisa melihat sahabatnya tengah mengobrol didalam pos polisi itu. Ya, Roni tengah bersama sang istri yang lagi dinas, Roni selalu menemaninya disaat ia tau kalau yang bersama sang istri adalah polisi pria. Roni tidak menyukainya, dan memilih untuk terus berada disamping sang istri.


"Woi!" panggil Daffa menepuk pundak Roni yang keasyikan mengobrol.


"Eheeei, kemari juga. duduklah" ujar Roni menunjuk kursi yang terletak di sudut. Daffa mendudukinya dan ikut nimbrung dengan mereka.


"Ada apa lagi? masih tentang Lulu?" tanya Roni.


"Tidak, gue lagi boring. suntuk banget gak ada Lulu" kesal Daffa.


"Emang Lulu kemana?" tanya Karin.

__ADS_1


"Entahlah, mungkin dirumah temannya yang lain" ucap Daffa suntuk.


"Apa kalian tengah ribut?" tanya Karin ingin tahu.


"Ah sayang, kenapa kamu kepo" gerutu Roni.


"Ya begitulah, hanya salah paham saja" ucap Daffa mengelus belakang lehernya dangan raut wajah yang suntuk.


"Tidak usah galau, mending kita disini lihat jalanan yang padat tuh siapa tau ada cewek seksi lewat masbro" ujar Roni seenak jidatnya, tidak sadar kalau istrinya disana.


"Enak saja mulutmu!" ucap Karin meneloyor kepala suaminya.


"Yang ada gue makin dihajar sama bini gue" ucap Daffa juga ikut nimbrung menoloyor kepala Roni hingga Roni meringis kesakitan.


"Aduh, apaan sih kalian kompak gitu bully gue" gerutu Roni memegang kepalanya.


"Itu akibatnya mulut gak disumpel" timpal Karin.


"Aku mau disumpel kalau pakai mulut kamu" ujar Roni tidak tau malu. membuat Karin kesal dan kembali meneloyor kepala suaminya. sedangkan Daffa dan Pak polisi yang ada disebelah Karin hanya tertawa mendengar ucapan Roni yang tidak tau tempatnya.


"Aduh-aduh sorry" rintih Roni meminta ampun. Karin pun berhenti memukul suaminya dan kembali lagi fokus menatap jalanan.


"Cepatlah pulang, aku ingin disumpel pakai goamu" bisik Roni ditelinga istrinya. membuat Karin bergidik geli.


"Ngawur" ucap Karin menatap sinis.


Daffa hanya tertawa melihat tingkah mereka, seperti itu saja sudah membuatnya tertawa dan terhibur hingga melupakan masalahnya sejenak. lagian tidak masalah ia berada ditempat ini, hitung-hitung mencari angin untuk merefresh-kan otaknya.


"Gue cari minuman dan cemilan dulu biar lebih asyik" ucap Daffa segera berdiri setelah melihat meja itu kosong tidak ada apa-apa. hanya botol Aqua saja milik kedua polisi itu.


"Gitu dong masbro" ujar Roni membuat Daffa sedikit kesal. Daffa menyeberangi jalanan ditengah keramaian itu, baru tiga langkah ia berjalan, tiba-tiba------


Β°


Β°


Β°

__ADS_1


Potong dulu ya πŸ˜‚ pasti kepo dengan Daffanya πŸ˜…


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2