Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
188. Nikmati kesendirian


__ADS_3

Keesokkan paginya, sehabis sholat subuh, Lulu mengurungkan niatnya untuk kembali tidur dan memilih menyempatkan waktu untuk mengikuti Yoga kehamilan yang Ia ikuti melalui channel Youtube. Lulu tampak telaten sekali mengikuti arahan sang instruktur yang ada di dalam ponsel tersebut. hingga hari sudah terlihat sangat terik dari sorotan pintu geser diruangan olahraga yang Lulu tempati. matahari menyoroti tubuhnya hingga Ia mengalihkan pandangan menatap langit.


"Sudah terik, pasti dia tidak akan bangun sebelum dibangunkan" gumam Lulu segera berdiri untuk menuju kamar mereka.


Tiba di kamar, dugaan Lulu benar. Daffa masih tertidur diatas ranjang yang berukuran king size itu dengan begitu pulas. bagaimana tidak, subuh tadi ia sudah bangun dan kini kembali tidur. Lulu memilih membersihkan tubuhnya yang berpelu terlebih dahulu sebelum membangunkan suaminya. menurutnya, biarlah Daffa menghabiskan waktunya dialam mimpi itu hingga nanti ia sadar akan dunia nyata.


Beberapa menit kemudian, Lulu membuka pintu kamar mandi dengan balutan handuk berwarna merah muda yang meliliti tubuh mungil, kulit putih bersih bak salju namun perut yang sedikit membuncit. sebelum melangkahkan kaki ke ruang ganti, Ia membangunkan suaminya terlebih dahulu.


"Bangun yang! sudah siang" ujar Lulu menggoyangkan pundak suaminya.


"Eeeemh, sebentar lagi" ucapnya yang terdengar tidak jelas. suara yang masih serak khas bangun tidur. Lulu pun berkacah pinggang menatap suaminya yang enggan untuk bangun. hingga Lulu memiliki ide cara jitu membangunkan sang kebo yang pemalas.


"Ahaaaa!! aku punya ide" gumam Lulu tersenyum semringah mengacungkan jari telunjuknya. Lulu pun memegang rambut pendeknya yang basah, kebetulan sedikit demi sedikit airnya masih menetes ke permukaan kulit hingga Lulu memanfaatkannya untuk meneteskan air itu ke wajah sang suami.


"Eeeemh... kenapa basah" gumam Daffa mengusah wajahnya yang basah. Lulu kembali ke kamar mandi, mengguyurkan air ke kepalanya hingga rambut itu membasahi penuh area kepala.


Srrrrrr......


"Huuuuh, apa-apaan ini" sontak Daffa terbangun dan menduduki tubuhnya sembari mengelap wajahnya yang basah dengan baju yang ia kenakan.


"Gimana rasanya? enak kan?" tanya Lulu berkacah pinggang dihadapan Daffa.


"Kau rupanya sayang, istri tak ada akhlak" ucap Daffa menatap sekilas wajah istrinya kemudian mengucek matanya yang dipenuhi tahi berwarna putih.


"Cepatlah mandi! atau kau akan ku tinggal" titah Lulu kemudian berbalik badan ingin meninggalkan Daffa.


Dug!!


Lulu terjatuh diatas kasur sebab tangannya yang ditarik oleh Daffa. Lulu terkejut, apalagi Daffa menatapnya dengan intens. Lulu membulatkan bola matanya, jantungnya kembali berdetak kencang saat Daffa mulai menyentuh handuknya yang didada.


"Jangan sekarang" pinta Lulu menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kau pikirkan, hm?" tanya Daffa memandang lekat wajah cantik itu.

__ADS_1


"Aaa... gak ada" tepis Lulu.


"Kau jangan berpikir kotor. aku hanya ingin mencium aroma tubuhmu yang berbeda ini" ucap Daffa mndengkus tengkuk leher istrinya. Lulu menggeliat, merasa geli saat nafas Daffa menghembus kulit lehernya.


"Ini aroma parfum paris" ucap Daffa.


"Hehe, kenapa bisa tau?" tanya Lulu cengengesan.


"Tentu saja tau. Ini sabun dikamar mandi hotel, kan?" tanya Daffa mengingat wangi aroma therapy milik hotel yang mereka tempati. Lulu pun mengangguk ragu kepada suaminya, merasa malu saat Daffa mengetahui aroma itu.


"Ternyata kau mencurinya. gadis nakal!" ucap Daffa segera berdiri sambil menjitak kening sang istri.


"Aku menyukainya, aroma ini sangat wangi. apa salahnya aku ambil, toh mereka punya stock yang banyak" ucap Lulu mencium aroma lengannya.


"Kalau kau katakan kau menginginkannya, akan aku beli segudang" ujar Daffa dengan bangganya.


"Idiiiih, songong banget. pergi mandi gih!" ujar Lulu menatap sinis.


"Baiklah, seharusnya kau membangunkanku daritadi agar kita mandi bersama" ucap Daffa tersenyum sensual sembari mengambil handuk miliknya yang ada digantungan.


Kini kedua suami istri itu telah tiba disebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi milik Daffa. Lulu tengah menyiapkan berkas-berkas untuk meeting bersama department perusahaan tentang pengelolaan perusahaan yang akan lebih baik lagi. di ruang rapat, semuanya sudah standby ditempat hanya tinggal menunggu Nyonya dan Tuan presdir mereka yang mendatangi ruang ini. hingga beberapa menit kemudian yang ditunggu pun datang, pasangan suami istri itu tiba dengan beberapa berkas presentasi yang ia bawa.


Beberapa dari mereka mempresentasikan hasil pekerjaannya dan kini giliran Lulu yang unjuk gigi mencoba berpresentasi. banyak dari mereka yang tersenyum mendengar penjelasan sekretaris CEO tersebut, idenya sangat cemerlang dan bagus hingga Daffa pun memutuskan hasil presentasi Lulu yang akan ia terima. semuanya bertepuk tangan akan hal itu.


Hari pun sudah semakin siang, beberapa menit lagi telah waktunya untuk makan siang mengisi perutnya dengan asupan gizi terutama untuk sang jabang bayi yang ada diperut Lulu. Lulu teringat bahwa ia akan meneraktirkan Rani dan teman sejawatnya untuk makan di kantin.


"Oh iya, hari ini mesti traktirin mereka" gumam Lulu memegang pulpen ditangannya.


"Sayang" panggil Daffa memegang pundak sang istri.


"Eh sayang, Ada apa?" tanya Lulu menengadahkan kepalanya ke atas menatap suaminyaa itu.


"Makan yuk" ajaknya.

__ADS_1


"Tapi, aku harus makan siang bersama Rani dan pegawai lain" ujar Lulu.


"Aku ikut ya" pinta Daffa. Lulu pun terdiam dan berfikir.


"Kalau kamu ikut, yang ada mereka enggan untuk makan" gumam Lulu dalam hati.


"Eh, jangan dong yang. kamu itu serigala, yang ada mereka takut" ucap Lulu tersenyum.


"Enak saja bilang serigala. yasudah, tiba disana pesankan makanan untukku, antar ke ruangan ya" titah Daffa dan diangguki Lulu dengan tangan yang hormat layaknya tengah upacara menatap bendera.


"Siap bos!" ucap Lulu segera berlari ke meja kerja Rani.


"Dasar istri edan" gumam Daffa menatap kepergian istrinya. kini Daffa kembali ke ruang kerjanya, duduk ditepi jendela menatap pemandangan Ibukota yang memiliki gedung-gedung menjulang tinggi. Daffa membuka sedikit jendela, merasakan angin sepoi yang menyentuh kulitnya. Daffa merasa nyaman, tentram, merasakan angin sepoi membuat pikirannya fresh dan melupakan kepenatan yang ada.


"Nikmati kesendirian, biarlah ia menghabiskan waktu bersama teman. ah malang sekali nasibku ditinggal istri" gumam Daffa menatap kendaraan yang berlalu lalang.


Tok tok tok


"Masuuuk" teriak Daffa. seseorang memasuki ruangannya dengan berseragam penjaga kantin. ya, seorang wanita berkulit sawo matang dan terlihat masih muda. wanita itu berjalan menghampiri meja kerja presdirnya.


"Permisi presdir, ini ada titipan dari Nyonya Lulu" ucapnya menatap Daffa yang sedang menatap luar jendela.


"Taruh saja disana, terima kasih" ucap Daffa menatap sekilas. wanita itu pun menunduk hormat dan setelahnya ia pergi meninggalkan ruangan itu. Daffa mencium aroma wangi, ia pun beralih pada makanan yang ada dimeja kerja tersebut.


"Waduh! kok banyak amat ya. nasi padang, mie tektek, ayam geprek, ramen, juice jeruk, juice pokat. astagaa Lulu.. apa dia menginginkanku menghabiskan ini semua??"


°


°


°


°

__ADS_1


Hai readers..


happy reading 😉


__ADS_2