Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
32. merajuk


__ADS_3

Lalu mereka pun bermain balap mobil mini. Mereka tampak ceria, sesekali Lulu menabrakkan mobilnya Ke mobil Daffa begitupun sebaliknya. Setelah selesai mereka pun mencoba yang lainnya hingga hampir semuany mereka coba. setelah puas bermain mereka pun kembali ke mobil.


"Huff... sangat menyenangkan sekali.. terimakasih ya sudah kesini" ucap Lulu.


"Aku yang bertrimakasih sudah membuat beban pikiranku hilang dan terhibur dengan permainan itu" ucap Daffa pada Lulu.


Lulu pun tersenyum


Lalu mereka kembali menyusuri jalanan malam Ibukota. karna sudah larut malam mereka pun pulang dan Daffa mengantarkan Lulu ke rumahnya.


Sesampai di rumah, Lulu pun turun dari mobil Daffa dan langsung masuk ke rumahnya. begitu juga Daffa langsung pulang kerumahnya.


*


*


*


*


*


Keesokan harinya, Daffa mulai melanjuti aktivitas dikantornya. begitu pun Lulu, melanjuti belajarnya di kampus.


Sesampai dikantor semua para staf yang melihat Daffa memasuki gedung itu langsung menunduk hormat pada Bosnya. Daffa menaiki lift dan menekan tombol angka yang langsung membawanya ke lantai tujuan. setelah sampai ke lantai dimana ruangannya berada Daffa langsung melangkah dengan gagah menuju ruangannya.


"Dia tampan sekali tapi sayang Kekasihnya sangat sombong" bisik salah satu Karyawannya.


Setelah sampai diruangannya, Daffa langsung membuka laptopnya. tak lama Roni datang dan mengetuk pintu ruangan Bosnya.


Tok tok


"Masuuuuuk" sahut Daffa

__ADS_1


"Tuan, sebentar lagi kita akan mengadakan pertemuan dengan Perusahaan Holsom" ucap Asistennya


"Baiklah siapkan saja semua berkasnya " ucap Daffa.


"Baik Tuan" setelah itu Roni pergi menuju ruangannya.


Pagi itu Daffa mengadakan pertemuan dengan perusahaan yang cukup besar di Indonesia.. setelah selesai Daffa pun kembali keruangannya bersama Asistennya.


Sedang berjalan menuju ruangannya tampak seorang wanita baru keluar dari lift dan langsung berlari menuju Daffa.


"Sayaaaaang......" panggil Sheila tetapi Daffa hanya cuek menganggap Sheila tidak ada hingga Ia berlalu memasuki ruangannya dan duduk dikursi kebesarannya disusuli oleh Sheila.


"Sayang aku merindukanmu.. kenapa kamu cuek sekali hm??" tanya Sheila yang langsung duduk dipangkuan Daffa.


Daffa hanya diam tanpa kata menghindari tatapan Sheila.


"Sayaang... maaf kemarin aku sangat sibuk dengan teman-teman SMA ku.. plis jangan marah yaaa" bujuk Sheila.


"Turunlah aku banyak pekerjaan" ucap Daffa dingin.


Lalu Daffa pun mengambil telepon yang ada dimejanya dan Ia menghubungi Seseorang.


"Ron, datanglah keruanganku" ucap Daffa.


Roni pun langsung berjalan menuju ruangan bosnya,


"Ada apa tuan" tanyanya


"Tolong kamu bawa dia keluar aku sangat sibuk" ucap Daffa.


"Sayaaang... jangan usir aku.. aku hanya minta maaf soal kemaren" ucap Sheila.


"Nona tolong keluarlah.. Tuan sedang banyak pekerjaan" ucap Roni sambil memegang bahu Sheila menuju keluar

__ADS_1


"Aku bisa sendiri! lepas!!" ucap Sheila meronta ingin dillepaskan.


Lalu ia pun pergi keluar dari ruangan Daffa dan berjalan dengan wajah cemberutnnya dan Ia melihat karyawan wanita Daffa pada melihat ke arahnya.


"Apa lihat-lihat!!" ketus Sheila yang marah telah diusir. Lalu Sheila pun pergi meninggalkan kantor kekasihnya. dan ia langsung menaiki taksi.


Didalam taksi ponsel Sheila berdering


"Hallo Sheila.. temui saya dihotel xx" ucap seorang diponsel tersebut.


Sheila pun tampak senang dan melupakan kemarahannya dengan Daffa hingga ia menyuruh Sang sopir ke hotel tersebut dan setelah sampai ia langsung masuk Hotel tersebut dan menemui Seorang itu dikamar tempat ia berada.


Daffa tidak tahu mengenai pekerjaan sampingan kekasihnya itu. yang ia tahu Sheila tidak bekerja ia tidak menyukai pekerjaan apapun yg mmbuat otaknya berkerja keras.


Sesampai dikamar, Sheila langsung masuk ke kamar tersebut dan melihat seorang pria yang tengah menunggunya


"Hai Om tampan.. apakah kau mnungguku terlalu lama??" ucap Sheila yang langsung menaiki Pria tersebut kepangkuannya.


"Sangat lama sekali. Om sudah tidak sabar sayang" ucapnya memegang gunung milik Sheila dan merem*snya.


lalu Om itu pun langsung membuka pakaian Sheila hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Lalu menyusuri leher Sheila sambil merem*s kuat gun*ng kembar yang besar itu. Sheila pun meraih batang besar dan memasuki ke dalam lub*ng goa miliknya. dan terjadilah ad*gan yang ada pikiran Readers.


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2