Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
152. Hotel Plaza Athenee


__ADS_3

Beberapa jam telah terlewati, semilir angin pagi menembus permukaan kulit Lulu dan Daffa. segera ia raih mantel didalam koper lalu mengenakannya, Lulu mengelus kedua bahunya dengan tangan yang menyilang, sesekali nafasnya mengeluarkan asap akibat dinginnya pagi di kota Paris. ya, Daffa dan Lulu telah tiba di Paris. kini mereka tengah menunggu taksi yang akan membawa mereka ke Hotel Plaza Athenee



Akhirnya yang ditunggu telah tiba, sebuah taksi menghampiri mereka berdua yang tengah menunggu. Lulu dan Daffa segera menaikinya sedangkan supir memasukkan koper ke dalam bagasi.


"Merci" ucap Daffa kepadanya.


Taksi pun kembali memecahkan keheningan jalanan pagi yang begitu dingin. Daffa dan Lulu tiba pukul empat subuh, dimana belum banyak kendaraan yang berlalu lalang.


"Hotel plaza athenee ya pak" ucap Daffa memberitahukan alamatnya yang akan ia tempati bersama kesayangan. tidak terasa mobil taksi telah berhenti tepat didepan pintu masuk hotel tersebut.



Tampak seorang wanita bergaun merah baru keluar dari pintu bersama pengawalnya. mungkin saja ia adalah salah satu orang terkaya di kota itu. pak supir menurunkan koper penumpangnya, Daffa pun meraih kedua koper itu dan memberi upah kepada sopir taksi.


Lulu menatap sekitar luaran hotel tampak begitu berwarna yang dihiasi bunga berwarna merah beserta dedaunan. Lulu sangat menyukainya, hotel yang mewah yang diliputi bunga disekeliling sudutnya.


"Ayo masuk yang" ajak Daffa merangkul bahu sang istri.


"Aku suka tempat ini" ucap Lulu menatap suaminya dengan senyum.


"Didalamnya juga tak kalah bagus, ayo.. kau pasti lelah bukan?" tanya Daffa.


"Tentu, tapi aku ingin menikmati suasana pagi dulu dari atas" ucap Lulu yang melupakan penatnya dan memilih menikmati suasana alam sekitar.


Lulu dan Daffa memasuki hotel dengan koper yang ada ditangan mereka. sebelumnya ke kamar, Daffa terlebih dahulu pergi ke resepsionist untuk memberitahukan bahwa ia sudah check-in dari jauh-jauh hari.


"Permisi, sebelumnya saya sudah check-in di hotel ini atas nama Daffa dan Luthfiana" ujar Daffa kepada salah satu resepsionist yang memiliki wajah bule, rambut pirang disanggul nan tinggi.


"Baiklah, iya Tuan. ini kunci kamar anda, Porter hotel akan mengangkut barang anda dan mengantarkan anda hingga ke kamar. terima kasih" ucapnya ramah menangkupkan kedua tangan sambil tersenyum.


"Sama-sama" ucap Daffa tersenyum. pihak porter pun mengambil alih koper yang ada ditangan Daffa dan Lulu, dengan ramahnya ia bersedia dengan senang hati mengantarkan tamu ke tempat yang akan ditempati sekaligus membawakan barang pengunjungnya. Daffa dan Lulu mengikuti petugas itu hingga akhirnya mereka telah tiba diruangan kamar. Daffa memberi kuncinya kepada porter, porter pun membuka pintu dengan lebar.


"Silakan masuk Tuan, Nona" ucapnya ramah. Daffa dan Lulu pun memasuki kamar itu, Lulu semakin terpana dibuatnya oleh design interior kamar yang sangat mewah. Daffa meraih kopernya dari tangan petugas, setelahnya kunci diberikan kepada Daffa dan ia pun menutup pintu kembali.

__ADS_1



"Bagaimana sayang, suka kan?" tanya Daffa memeluk istrinya dari belakang.


"Sangat. it is so perfect. im very like, hunny" jawab Lulu merangkul kedua tangannya dileher Daffa.


"Apa kau menginginkannya sekarang?" tanya Daffa penuh selidik memerhatikan tangan Lulu yang merangkul dirinya, kemudian menilik mata, hidung dan bibir sang istri.


"Tidak! kamu bau. aku ingin melihat pemandangan" ucap Lulu sontak melepaskan rangkulannya.


"Hahahahaha kau ini lucu sekali. mau tapi malu" ledek Daffa tertawa. Lulu cemberut, merasa kesal hingga ia pun menatap pintu yang terbuka disuguhi pemandangan eiffel yang terlihat dari dalam kamar.



"Oh my god! eiffell!" teriak Lulu menatap eiffel dari dalam kamarnya. dengan segera ia melangkahkan kaki dengan cepat menuju balkon kamar itu. Lulu terperangah, selain menara eiffel ia juga disuguhi dengan pemandangan kota lainnya.


"So perfect. im really really love this place" gumam Lulu dalam bahasa inggris.


Daffa tersenyum melihat istrinya menyukai tempat ini, ia mendekati Lulu dan memeluknya dari belakang sembari menikmati angin semilir yang menembus kulit mereka.


"Sayang, nanti kau akan masuk angin, ayo kita istirahat dulu" ajak Daffa.


"Tunggu sebentar lagi sayang, aku belum puas menikmatinya" ucap Lulu tersenyum menatap kota Paris dari atas.


"Kau ini, baiklah. aku mandi dulu" ucap Daffa segera memasuki kamar lalu merogoh kopernya mengambil handuk dan sikat gigi. walaupun didalam kamar mandi sudah tersedia dengan lengkap, namun Daffa lebih memilih membawa sikat gigi dan handuknya dari rumah.


Daffa memasuki kamar mandi, terpaku menatap kamar mandi yang dipenuhi dengan mawar dan lilin disekitarnya. mungkin saja pihak hotel tau bahwa Daffa memesan kamar bersama istri untuk berbulan madu. Daffa tersenyum seringai, ia kembali menghampiri istrinya dan segera menggendong Lulu dengan cepat. Lulu terkejut, hampir saja jantungnya copot, ia pun memukul dada suaminya yang telah membuatnya kaget.


"Ih sayang! kau mengagetkanku!" ucapnya memukul dada Daffa.


"Kau harus mandi, aku tidak ingin sendiri" ucap Daffa kemudian berjalan menuju kamar mandi. Lulu terperangah, ia terkejut dengan suprise mawar dan lilin dari pihak hotel.


"Pasti kamu yang buat begini kan?" tanya Lulu digendongan suaminya.


"Tidak, mereka sangat tau kita. ayolah kita nikmati ini sayang, mereka telah berjasa" ucap Daffa menuruni Lulu. segera ia melepaskan balutan benang yang melekat dikulit hingga menampilkan sisi polos mereka, Daffa dan Lulu berendam menikmati aroma therapy yang menyeruak masuk ke hidung mereka.

__ADS_1


Satu jam mereka didalam kamar mandi, entah apa yang dilakukan mereka hingga selama itu. yang jelas kduanya merasa lega dan menikmati penyaluran didalam sana.


Lulu dan Daffa keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang cerah dan nampak segar. Lulu mengeluarkan pakaian untuk suaminya dari dalam koper dan memberikannya kepada Daffa.


"Sayang, pakailah ini" ucap Lulu menyerahkan pakaian itu.


"Aku akan berpakaian setelah ada yang mengganggu kita" ucap Daffa dengan wajah yang begitu intens menatap Lulu. Lulu tidak mengerti apa yang dimaksudnya, tiba-tiba Daffa mendekati Lulu, meraih tubuh itu mendorongnya kedepan hingga tubuh mereka saling berdempetan.


"Ka..kau.. mau apa?" tanya Lulu gugup.


"Memakanmu" bisiknya ditelinga Lulu. Daffa langsung membuka kimono milik Lulu dan dirinya, hingga terjadilah sesuatu diatas ranjang itu hingga satu jam lebih lamanya, suara ketukan pintu menghentikan mereka.


Tok tok tok,


Daffa bergegas turun, meraih kimono dan memakainya. dilihatnya Lulu tampak sangat lelah hingga ia enggan bangun. Daffa mengambil selimut, menutupi tubuh itu.


Ceklek,


"Permisi, maaf Tuan. ini waktunya sarapan pagi." ucap pegawai hotel membawa meja dorong yang berisi beranekaragam makanan.


"Baiklah, silakan masuk" ucap Daffa mempersilakan wanita itu masuk dan menghampiri balkon. menata makanan diatas meja balkon dengan sangat rapi.



Sedang di ranjang, Lulu tersenyum seringai melihat Daffa mengusap wajahnya dengan kasar.


"Akhirnya terlepas dari makhluk liar"


°


°


°


°*

__ADS_1


__ADS_2