
"Luluuuuuuuuuuuuu........." ucap Tari dengan pandangan yang membunuh kearah Lulu. Lulu yang melihat pun hanya cengar cengir menatap Tari.
"Jadi Lo ikut-ikutan toh sama rencana dia?" ucap Tari.
"Hihi.. Sorry.." ucap Lulu.
~
~
~
~
Malam hari pun telah tiba, Lulu dan keluarganya sudah tiba dirumah kediaman Adi Wijaya. Lulu pun langsung ke kamarnya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang sudah sangat lengket sekali dan juga bau. Lulu mengambil handuknya dan menghidupi keran air panas dan dingin. setelahnya menebarkan sabun yang aromanya sangat wangi menyeruak hingga kedalam hidung. Lulu pun berendam di dalam Bathup dan memicingkan matanya karna ia merasa rileks. Lulu pun teringat akan sesuatu,
"Pasti dia sudah kalah dengan taruhannya" ucap Lulu tersenyum miring.
Sedangkan Nathan yang baru membuka nilainya langsung melempar dokumen nilai itu kesembarang arah hingga mengenai pintu kamarnya. untung saja tidak ada yang mendengar kegaduhannya. Lalu Nathan pun menggebrak meja dan memukul lemari pakaiannya karna kini ia sudah sangat kesal nilainya tidak membuatnya sangat puas.
"Kurang ajar kau Lulu!" ucapnya emosi. kini ia memikirkan kekalahannya pada teman gengnya.
^^
Nathan pun pergi ke sebuah club malam yang ada di jakarta untuk menemui teman-temannya. Ia berharap semoga lawan taruhannya memiliki nilai yang lebih rendah darinya.
Teman-temannya pun sudah tiba duluan di club itu. temannya yang bertaruh tampak sangat bahagia sekali karna nilainya cukup memuaskan. Sembari menunggu Nathan, mereka menyibukkan untuk berjoget dahulu dengan wanita malam yang bekerja disana.
Nathan pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. raut wajahnya yang sangat dingin, siap untuk memangsa lawannya. hingga tibalah di klub, Ia memarkirkan mobilnya dan turun membawa tentengan nilai itu.
"Wooohooooo.....Nathan, kau sudah sampai rupanya.. kenapa lama sekali hm?" tanya temannya.
"Ayo kita keruangan VVIP" ajaknya dengan wajah datar dan berlalu meninggalkan kawannya. yang lain pun ngikut mengekori Nathan yang tampaknya ia sedang kesal. Tibalah diruangan itu,
__ADS_1
Bruuuaaaaaak!!
Suara lemparan map nilai yang ia banting diatas meja.
"Hello kawaan.... Ada apa hm??" ucap kawannya.
"Nilai gue buruk" ucap Nathan.
"Hahahahahahaaaa..... emang brapa sih buruknya bro" tanya kawan yang lainnya.
"Lo lihat saja sendiri" ucapnya suntuk bercampur kesal.
Teman-temannya yang lain pun membuka nilai yang didalam map itu lalu membacanya dengan detil.
"Hahahaha....... akhirnya gue menang" ucap kawannya yang bertaruh.
"Sial!" ucap Nathan lalu memukul meja yang ada didepannya.
"Tapi.... bagaimana bisa ya bro??! Lulu kan pintar banget dan ia tampaknya suka sama Lo" ucap temannya heran
#Flashback On#
Waktu itu dua bulan yang lalu, Lulu pergi menemui Nathan di kelasnya. Lulu celingak celinguk mencari Nathan namun ia tidak ada. Lulu pun bertanya pada teman sekelasnya Nathan dan ia menjawab,
"Nathan tadi ke belakang kampus sih gue lihat" jawab teman sekelasnya memberitahu Lulu.
"Oh terima kasih ya" ucap Lulu lalu pergi ke belakang kampus.
"Ngapain yaa dia disana?" gumamnya
Hingga tibalah dimana Nathan berada dan ia sedang berbicara pada teman the gengnya.
"Gue pasti menang bro.. Lulu sangat lihai sekali mengerjakan skripsi gue" ucap Nathan.
__ADS_1
Lulu pun mendengar dibalik pintu dan lebih memilih menguping pembicaraan mereka.
"Berdoa saja lo bro.. kalau tidak, gue yang akan memenangkan taruhan ini. hahahahaaa" ucap temannya percaya diri.
"Taruhan???? skripsi?? gue lihai dalam mengerjakannya??" gumam Lulu dibalik persenbunyiannya.
"Lo lihat saja.. nilai skripsi gue akan bagus dripd Lo dan apalgi gue sudah memacarinya" ucap Nathan penuh percaya diri.
"Kurang ajar kau Nathan! jadi kau jadikan aku taruhan mu mkanya kau mndekatiku dan memanfaatiku?? Cuiiiih!! kau tak tahu saja kalau aku juga memanfaatinmu. Baiklah.. kita ikuti permainanmu" gumam Lulu bicara pada diri sendiri dengan amarahnya dan senyum miring.
#flashback Off#
"Jadi fix yaaa.. Club lo ini jadi milik gue" ucap kawannya.
Nathan pun frustasi dan ia langsung berdiri meninggalkan kawan-kawannya.
Nathan pun pergi ke club lain untuk menenangkan diri. Seorang wanita menghampirinya sepertinya pemuda itu butuh hiburan, pikirnya.
"Hai tampan, Apakah kau butuh ku hibur?" tanya nya menggoda.
Nathan pun melihat area dada dan paha lalu menelan ludahnya kasar.
"Ayo layani aku dengan gaya hot mu"
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
Maaf telat up ya teman-teman karna author lagi perjalanan luar kota. 🙏🙏🙏