Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
118. Perasaan tidak enak


__ADS_3

Daffa dan Roni berjalan dengan langkahnya yang seperti terburu buru tidak sabar untuk menangkap mangsanya dengan diantar oleh pak Dirga. dilihat dari raut wajah bosnya, Daffa tampak kesal sekali membuat siapa saja yang berhadapan dengannya akan menciut nyali. hingga tibalah mereka didepan ruangan Gio.


Ceklek,


Terlihat Gio yang sedang merokok dan menaruh kedua kakinya diatas meja dengan gayanya yang santai seperti dipantai. Ia pun terkejut melihat Presdirnya tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan dulu.


"Presdir??" ucapnya kaget melihat Orang nomor satu itu sudah berada diruangannya dengan dada yang naik turun dan wajah memerah. Daffa pun segera mendekati Gio dan mencengkeram kerah bajunya.


"Berani-beraninya kau memakan uang yang sudah ku berikan!!" berang Daffa menarik kerah baju itu.


"Ti..tidak Tuan, saya tidak ada mengambil uang yang anda berikan" tukasnya.


Plaaaaak!!!


"Jelas-jelas kau sudah ketahuan gio dan kini kau mengelak?!!" decak Daffa.


"Sial!" gumam Gio memegang pipinya yang perih.


"Ron, berikan padaku" pinta Daffa meminta ponsel yang berisi rekaman.


"Lihat ini brengsek!!" suruh Daffa dengan amarahnya. Gio pun mengambil ponsel itu melihat dirinya yang tengah memasuki amplop berisi uang ke dalam tasnya. kini ia sadar telah tertangkap basah.


"Sial! bagaimana bisa ketahuan" ucapnya dalam hati. Gio pun berfikir mencari cara untuk menghindar dari Daffa dan assistennya. setelah mendapat cara, ia tersenyum penuh arti tapi senyuman itu tampak samar bahkan tak terlihat.


Puaaaaak... puaaaaak...


Daffa dan Roni terkaget mendapat serangan dari Gio. Gio memukul hidung mereka dan berlalu pergi setelah melihat atasannya itu tersungkur.


"Hei kau!!! biadap! aaaaw...." Teriak Daffa merintih menahan sakit dihidungnya.


"Ayo tuan kita harus kejar brengsek itu!" ajak Roni menarik tangan Daffa. Daffa pun berdiri dan berlari mengejar Gio yang yang sedang menuruni tangga. Gio berlari terbirit-birit hingga ia melihat kapak ditepi tangga. Ia tersenyum seringai dan mengambil kapak itu mengarahkannya pada Daffa yang hampir mendekatinya.


"Jangan berani-berani kalian mendekatiku!!" ucapnya menunjuk kapak ke hadapan mereka.


"Dasar tidak tau diri!!" ucap Daffa mendekat pada Gio walau tidak memperdulikan benda tajam itu dihadapannya.


"Tuan, jangan.. bahaya. kita harus bicara baik-baik dengannya" pungkas Roni menahan Daffa untuk menghajarnya.


"Baiklah" turut Daffa.


"Sebaiknya kau turunkan benda itu dan kita bicara baik-baik" ucap Daffa santai.


mendengar penuturan itu membuat Gio mendelik tak percaya dengan ucapn itu .

__ADS_1


"Kau kira ku bodoh!" ucap Gio berjalan kebelakang. semua pegawai yang melihatnya menghentikan pekerjaannya dan tampak ketakutan Gio mengarahkan benda tajam itu padanya.


"Ingat yaa kalian!! sedikit saja mendekatiku, kapak ini akan melayang ke wajah kalian!" ancamnya pada semua pegawai. mereka tampak ketakutan dan tidak berani mendekati Gio. tapi siapa sangka, seseorang dibelakang sudah siap untuk menghajarnya.


Puaaaaaak!!


Gio tersungkur ke tanah dan benda tajam itu terlepas dari genggamannya. seseorang tadi segera mengambil benda itu dan membuangnya jauh. rupanya seseorang tadi adalah pak Dirga yang baru keluar dari toilet, ia mengambil sebilah batu dan memukul kepala belakang Gio.


"Aaaaawh.. sial kau Dirga!!" rintihnya hingga ia pun pingsan.


Daffa dan Roni pun lega, mereka mendekati pak Dirga yang membuang batu itu dari tangannya.


"Bagus pak, karnamu penjahat ini terkapar" puji Daffa menepuk bahu pak Dirga dengan tersenyum.


"Ron, bawa dia dan sekap dalam gudang" titah Daffa pada.Assistennya.


"Siap tuan" ucapnya dan mengangkat Gio dibantu pegawai lain. mereka membawa pria itu kedalam gudang dan mengikat tubuhnya ditiang.


Ditempat Daffa, ia menelpon pihak menyediakan bahan bangunan untuk membelinya dengan stok yang banyak. kali ini Daffa yang akan menangani pembangunan itu mulai dari keuangan hingga turun lapangan akan ia lakukan demi suatu hal yang tidak ingin terjadi lagi. Daffa pun pergi menuju gudang untuk menghajar koruptor itu dengan tangannya.


"Ron, siram dia!" perintah Daffa


"Baik bos" turut Roni dan mengambil seember air diruangan sebelah.


Gio pun terbangun dari pingsannya dan melihat sekeliling dan sekujur tubuhnya.


Puuuuuuaaaaak......!!


Pukulan mendarat dipipi kanannya dan berulang kali Daffa memukul pria itu dengan gempalan tangannya. kini Daffa menghajar habis pria itu dengan segenap amarah yang ditahannya. bagaimana tidak, uang sudah ia kirim hingga bermiliyaran tapi ternyata pria yang dipercayanya malah mengkhianati kepercayaannya.


"Aa..ampun tuan" ucapnya gagap menahan sakit akibat ulah Daffa.


"Itu belum seberapa yaa!!!" ucap Daffa dan kembali memukulnya hingga sudah bonyok.


"Sudah tuan, lebih baik kita lapor polisi" saran Roni.


"Telponlah" ucap Daffa menatap tajam pria yang sudah terkulai lemas itu.


Beberapa menit kemudian, polisi datang dan menghampiri Daffa yang sedang duduk mengangkat kaki sebelahnya diatas paha.


"Permisi.. kami dapat laporan bahwa saudara Gio menyelundupkan dana dipembangunan ini" ucap Polisi itu didepan Daffa yang telah berdiri tegak.


"Ya betul, itulah orangnya. kami serahkan pada yang berwajib saja" ucap Daffa menunjuk Gio yang terkulai lemas.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih atas kerja samanya" ucap Polisi itu dan berlalu pergi membawa Gio ke penjara dan diantar Daffa juga Roni hingga memasuki mobil.


"Akhirnya selesai.. satu penjahat sudah terselesaikan" gumam Daffa tersenyum.


"Baiklah Tuan, apa anda tidak lapar?? ku dengar tadi perut anda sudah berbunyi" ledek Roni terkekeh.


"Sial kau! berani sekali meledek bosmu" ucap Daffa menekak kepala assistennya.


"Hahahaha... ayolaaah.. kita makan dulu yuk" ajak Roni menepuk bahu Daffa dengan keras dan berlari menuju mobilnya yang ada diseberang sana. Daffa pun mengejarnya akan tetapi keteledoran dirinya Daffa tidak melihat kanan kiri jalan dan ia pun..


Braaaaaam.....


Daffa tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang. Daffa tersungkur ke aspal dengan kepalanya yang berdarah akibat benturan.


"Daaaaaf........!!" teriak Roni kaget melihat Tuannya yang tertabrak. Roni pun segera berlari menghampiri Daffa yang terkapar dijalan. seseorang yang menabrak Daffa pun turun dan menghampiri Orang yang ditabraknya. begitu pun para pekerja yang terkejut, berlari menuju bosnya yang sudah pingsan.


"Apa kau tidak bisa membawa mobil!!" bentak Roni menarik kerah baju pria itu.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja. tiba-tiba tuan ini berlari tanpa melihat jalanan. saya juga sudab mengerem tapi naas tetap terkena tuan ini" jelas pemuda yang menabrak Daffa.


"Sial!! ayo bawa kerumah sakit! kau harus tanggung jawab" perintah Roni lalu mengangkat Daffa menuju mobil pemuda itu.


Dirumah Mama Sarah, Lulu yang sedang menuangkan air minum kedalam gelas tiba-tiba tangannya menggeletek dan gelas pun terjatuh ke lantai.


Pyaaaaar.....


Lulu terkejut melihat gelas itu terjatuh dari tangannya. entah kenapa Lulu merasakan perasaan yang tidak enak. bahkan ia heran kenapa tangannya gemetaran memegang gelas padahal Lulu tidak ada bekerja sedikitpun dirumah ini.


"Ada apa ini??? tanganku gemetaran dan gelas itu jatuh, perasaanku tidak enak sekali" gumamnya memandang gelas yang berceceran.


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2