
"Sayaaaaaaang......" teriak Lulu mengejar Daffa yang tengah menghindar darinya hingga snack itu berserakan oleh Daffa yang cekikikan melihat istrinya itu.
"Sayang, kemarikaaan.. itu snack kesukaanku" teriak Lulu kembali.
"Tidak mau ah, pokoknya ini harus segera ku habiskan" ucap Daffa menunjuk snack itu. Lulu pun lelah mengejarnya ia memilih duduk disofa dulu, mata indahnya bergeriliya kesana kemari menangkap snack yang berserakan gara-gara ulah Daffa.
"Sayang lihatlah, kau mengotorkan kamarku!" keluh Lulu.
"Bersihin dong sayang, jangan duduk saja" ucap Daffa santai melahap snacknya. Lulu pun cemberut melipat tangannya didada.
"Kamu yang buat, kamu yang bersihkan!" ucap Lulu lalu berpindah tempat membaringkan tubuhnya di kasur. Daffa pun membuang sampah snack itu di tong sampah dekat pintu kamar setelahnya ia mengambil sapu dan sekop didapur untuk membersihkan makanan yang berserak itu.
"Sayang, jangan merajuk dong" ucap Daffa memainkan rambut pendek Lulu.
"Sayaang....." panggilnya kembali.
"Apaa?" tanya Lulu menatap wajah suaminya.
"Besok kita beli lagi yaa" rujuk Daffa.
"Tidak perlu, masih banyak kok dilemari" ucap Lulu.
"Syukurlah, tapi jangan marah lagi" ucap Daffa kembali. Lulu pun hanya mengangguk. Daffa segera mematikan televisi yang masih menyala lalu menindih tubuh istrinya hingga terjadi ciuman panas diantara mereka.
Dirumah Tari, Ferdi baru selesai membuatkan sosis dan telur gulung dengan dibantu oleh bibi. Ferdi pun membawakannya ke meja makan tempat Tari menunggunya.
"Asyiiiiik......." girang Tari melihat suaminya membawa piring menghampirinya.
"Ini sayang, tapi gosong" ucap Ferdi sedu.
"Tidak apa, malah ini yang ku mau" ucap Tari antusias lalu memakannya dengan lahap.
"Haaa???"
*
*
Keesokan harinya, pagi telah hadir dipermukaan bumi mengajak matahari untuk ikut menemani pagi dan siangnya. matahari menyemburkan sinarnya diseluruh penjuru indonesia. Lulu membuka matanya karna sinar matahari yang menyoroti mata indahnya. Lulu beranjak dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai, Lulu membangunkan suaminya yang masih tidur dengan pulasnya.
"Sayang, bangun.. sudah pagi" suruh Lulu menggoyangkan tubuh Daffa.
"Eeemh, bentar lagi" ucap Daffa dengan suara seraknya. Lulu pun usil, ia segera mengambil air dikamar mandi dan menyiraminya diwajah Daffa.
Byuuur...
"Huh hah huh.. tsunami!" gumamnya kaget lalu terbangun.
"Tsunami dari aceh! ini di jakarta. bangunlah!!!" ucap Lulu kesal.
"Eh sayang, kok kamu jelek banget sih?" ucap Daffa becanda.
"Aapaaa????! kurang asam kamu!" teriak Lulu lalu mengambil bantal dan menimpuk suaminya yang menyebalkan itu.
__ADS_1
"Becanda sayaang, aduh aduh.." rintih Daffa segera masuk kamar mandi.
Lulu pun segera keluar kamar, kali ini dia ingin membantu bibi menyiapkan sarapan.
"Bibi, ada yang bisa Lulu bantu?" tanya Lulu.
"Eh Nyonya, tidak perlu nyonya.. ini sudah mau selesai" ucap Bibi
"Aduh cepat banget ya bi, padahal Lulu pengen bantu" lirih Lulu.
"Hehe nyonya duduk manis saja" ucap Bi tuti.
"Ah Bibi, baiklah" ucap Lulu nurut lalu mendudukkan bokongnya dikursi. tak berapa lama, Bibi pun datang membawa sarapan majikannya.
"Wah bi, enak banget nampaknya" antusias Lulu.
"Terima kasih Nyonya, kapan Nyonya bisa bilang tidak enak sih. hehe" ucap Bibi cengar cengir.
"Eh?? kok ngomong gitu bi.. masakan Bibi slalu enak lho mana mungkin pernah tidak enak. hahaha" ucap Lulu tertawa.
"Hihi Nyonya ini.. selalu saja buat saya semangat" ucap Bibi tersenyum.
"Bibi harus semangat toh, Daffa ini mana lagi.. lama amat" gerutunya.
"Aku disini sayang, ngomongin apa sih seru banget kayaknya tadi?" tanya Daffa yang lagi merapikan dasinya.
"Tidak ada sayang, kamu kepo saja" jawab Lulu berdiri lalu membantu suaminya merapikan dasi. sedangkan Bibi tersenyum melihat keharmonisan majikannya ia pun segera pergi ke dapur.
"Aw sakit tau! ayoo kita sarapan" ajak Lulu lalu mereka duduk dikursi dan Lulu mengambilkan sarapan untuk Daffa.
~
~
Pagi ini, Rina sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja dengan memomong janin yang didalam perutnya. sedangkan Agus masih tidur pulas diranjang karna baru jam 3 pagi tadi ia baru pulang kerumahnya.
"Mas, Rina pergi bekerja yaa" pamit Rina menggoyangkan lengan suaminya.
"Maaaas....." panggilnya sekali lagi karna Agus tidak menyahutinya. tidak mau membuat Agus berang, Rina berinisiatif untuk menulis disebuah kertas dan menaruhnya di meja makan karna biasanya baru bangun Agus langsung menuju meja makan untuk sarapan.
Rina berjalan kaki menuju supermarket hingga satu kilometer ia berjalan. pelunya selalu menetes dari permukaan wajah sesekali ia mengelapnya.
"Huh panas sekali" gumamnya melihat matahari.
"Tidak apalah, untung-untung berjemur pagi dan olahraga marathon kan.. kuat-kuat yaa anak mama" ucap Rina bicara pada anak yang ada di perutnya yang membuncit. kini Rina sudah mengandung tujuh bulan jadi dia tidak masalah untuk berjalan jauh supaya waktu melahirkan nanti ia lebih gampang mengeluarkan janinnya.
Hingga disaat ia mau menyeberang, Rina tidak fokus dan terus berjalan. tiba-tiba...
Tiiiiiit.......
Aaaaaaaaaa........ teriaknya menghalangi wajahnya dengan tangan.
Sreeet.......
__ADS_1
Mobil yang hampir menabrak Rina pun berhenti untung saja mobil itu tidak menabrak Rina yang begitu kaget. Seseorang yang mengemudikan mobilnya pun segera keluar dan berjalan cepat menuju Rina yang terpaku.
"Hei kamu, kalau jalan lihat-lihat!!" ucap seorang pemuda itu. Rina yang menutup wajahnya pun segera membuka tangannya dan kaget melihat siapa yang mendatanginya.
"Kaa....kamuuuuu...." ucap Rina gugup.
"Rii...Rinaa..." ucap pemuda itu yang tak kalah kagetnya.
"Rina, kamu tidak apa-apa??? kenapa kamu disini?" tanya pemuda itu lalu memeluk Rina yang terdiam.
"Lepaskan!! ngapain kau kesini! jangan sentuh aku!" bentak Rina berang.
"Rina, aku mencari kamu.. sudah dua tahun aku memikirkanmu sejak kita putus. tolong maafkan aku" ucap lirih pemuda itu mengerat pelukannya.
"Lepas!!!" ucapnya kembali dan pemuda itu pun melepaskannya tetapi sorot matanya teralihkan pada perut buncit itu.
"Rina, perut kamuu?????" ucapnya heran.
"Ya aku sedang mengandung dan aku sudah menikah. tolong jangan ganggu aku" pinta Rina dan berlalu pergi.
"Tunggu, kamu sudah menikah???" tanyanya kembali.
"Ya" ketus Rina.
"Astagaa....." ucapnya Frustasi. diam-diam Rina segera berlari dan bersembunyi agar Pria itu tidak mengejarnya.
"Rinaaa???" panggilnya menoleh kesamping tetapi Rina sudah tidak ada lagi. ia pun mengedarkan pandangannya tetapi tidak melihat sosok wanita itu.
"Sial!!!!" ucapnya menendang ban mobil. dengan rasa frustasinya, pria itu segera memasuki mobil dan meninggalkan jalanan itu.
"Padahal aku sudah menemukannya! oh Rina.....".gumamnya menyetir.
Ditempat persembunyian Rina, ia segera keluar karna tidak dapat menemukan pria itu lagi. ya, pria itu adalah mantan kekasihnya yang dua tahun lalu mereka putus hubungan karna sebuah kesalah pahaman, tapi bagi Rina itu benar-benar real saat matanya melihat Pria itu bersama wanita lain.
Rina pun segera ke tempatnya bekerja. sesampai disana, bukannya Rina semangat tetapi malah mendapat makian dari bosnya.
"Rina, kenapa kamu bisa telat!" omel bosnya.
"Maaf buk, tadi ada sedikit kecelakaan" jawab Rina menunduk.
"Alasan kamu! bulan ini gajimu saya potong" bentaknya dan berlalu pergi meninggalkan karyawaannya.
"Mbak, sabar yaaa..." ucap rekan kerjanya. Rina pun hanya mengangguk tersenyum.
°
°
°
°
°
__ADS_1