Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
136. Party : Bermain Speedboat


__ADS_3

Daffa menggerutu didalam hati, Roni benar-benar mengerjai dia sampai banyak umpatan yang keluar di dalam hatinya. diliriknya Lulu, tampak sedang membuang muka sepertinya ia tengah malu akibat sorakan itu. Daffa memegang tangan istrinya seolah ingin menenangkannya.


"Aku malu" bisik Lulu


"Ayo cepataaan!!" teriak mereka yang sudah tidak sabar. daritadi pasangan itu hanya diam dan kaku. Lulu memohon, Daffa sudah mulai lelah menghadapi mereka, ia majuin wajahnya, majuin lagi, deg.. jantung Lulu berdetak dengan cepat, ia terkejut Daffa akan menciumnya di depan umum. matanya melotot, kepalanya sedikit menggeleng, namun Daffa langsung memegang kepala istrinya, dan haap!! yang ditunggu-tunggu penonton pun akhirnya terjadi.


Huuuuuuuuuuu....


Prok prok prok prok..


"Eeemh.. sudah" lirih Lulu melepas pagutannya setelah dirasanya cukup lama. wajah Lulu bersemu merah, sedang Daffa mencoba bersikap biasa saja walau hatinya juga ikutan deg deg seeerrrrrr.


"Oke baikllah, sudah selesai. sekarang mari kita sambut pasangan pengantin baru kita Roni dan Karin!" ucap Daffa melirik Roni dengan sorot matanya yang tajam.


"Awas kau Roni, kena kau!" gumam Daffa dalam hati. Daffa pun meraih tangan Lulu dan mengajaknya untuk turun. Roni yang merasa ada gelagat yang tidak enak, ia pun enggan untuk naik namun Daffa dan Lulu memaksa mereka hingga mendorong tubuhnya secara paksa. kedua insan itupun telah tiba diatas panggung dengan perasaan gugupnya. Daffa yang melihat mereka tersenyum seringai, ia berfikir keras untuk mengerjai balik.


Roni sedang memberi sambutan, memberitahukan wanita disampingnya adalah istrinya. kemudian mereka ingin turun namun langkahnya terhenti.


"Eeep! tunggu!" ucap Daffa menahan pengantin itu. ia segera menaiki panggung dan mengambil mikrofon untuk mengucapkan sesuatu. Roni sudah berperasaan tidak enak, ada gelagat tidak baik yang akan menghampirinya.


"Guuuys.... gue punya usul nih, bagaimana kalau pasangan pengantin baru ini berjalan sampai ke pantai sambil menggendong dan berci*man???" sorak Daffa dengan tersenyum penuh kemenangan.


deg,


Apa yang dirasakan Roni ternyata benar, Karin tampak terkejut dan memohon jangan lakukan kepada sang suami.


"Setujuuuuuuuu...." sorak mereka dengan girangnya bahkan mereka pun bertepuk tangan atas usulan yang cerdas itu.


"Lihatlah mereka, ayo cepat lakukan" bisik Daffa.


"Gila lo yaa! balas dendam banget!" kesal Roni.


"Daf, jangan dong. yang lain saja ya" pinta Karin memohon.


"No, no, no, kalian harus lakukan ini ataaau... kalian tau kan?!" ucap Daffa mengancam. Roni memutar bola matanya jengah, ia pun menuruti asal tiket honeymoon tidak ditarik.


"Kau slalu saja mengancam dengan itu!" gerutu Roni.


"Cepataaan..... kapan nih?!" teriak mereka yang merasa kelamaan. Roni langsung menggendong Karin membuat Karin terkejut dan menggelengkan kepalanya seolah jangan lakukan. namun Roni pun segera menancap gas melum*at bibir istrinya dan lalu menuruni panggung.

__ADS_1


"Huuuuuu..... mantap..." sorak mereka semua lalu bertepuk tangan.


Prok prok prok prok


Daffa lega akhirnya misinya selesai dengan ancaman tiket honeymoon, dihampirinya Lulu yang sedang bersama Rani dan Gibran, mengajaknya untuk mengikuti Roni yang sedang berjalan ke arah pantai sambil berpagutan dengan sang istri.


"Sayang, kau memalukan! kasihan mereka" ucap Lulu memukul tangan Daffa.


"Biarin saja, sudah dua kali dia mengerjai kita. ayo cepatan kita kesana" ajak Daffa menggandeng tangan istrinya.


Setiba di pantai, Roni melepaskan pagutan itu. mereka sangat malu, ingin rasanya tenggelam dilautan itu. tapi tidak begitu juga fergusooo.. mending berenang menyeberangi lautan agar tidak melihat wajah mereka, haha.


Daffa dan Lulu datang dan mengageti mereka,


"Bagaimana? seru kan?" tanya Daffa pada Roni.


"Sial lho, gue ngerjain lo gak gini juga kali" ucap Roni.


"Anggap saja ini sama yang kemarin, double kan?" ujar Daffa tersenyum miring.


"Sayang, sudahlah. ayo kita bermain speedboat!" ajak Lulu yang tidak sabar. Daffa menurutinya mereka berenam mengambil speedboat yang berjejeran. Daffa menaikinya bersama Lulu, Roni bersama sang istri begitu pun pasangan yang gak jelas itu Rani dan Gibran, dengan antusiasnya mereka bersorak kegirangan. Ketiga pria tampan itu mulai menyalakan kendaraan air itu dan berlaju kencang meninggalkan tepian pantai. tidak hanya mereka yang bermain speedboat, banyak pegawai lainnya yang bermain bersama pasangan, bersama teman, mereka terlihat sangat euforia sekali.


"Makanya pegangan! jangan main air aja" teriak Daffa. Lulu pun berpegangan, dan Daffa mulai melajukan kecepatannya mengalahkan Roni yang sudah berada didepan. para wanita itu tertawa, merasa menikmati sekali angin yang menjalar dikulit mereka apalagi kecepatan yang bertambah membuat mereka bahagia. Rani berdiri memegang pundak Gibran dan bersorak kegirangan menikmati angin semilir yang ingin membawanya terbang.


"Ran, duduklah. nanti kamu jatuh" suruh Gibran melambatkan kecepatannya. ia takut kalau Rani akan terjatuh.


"Tidak akan, ayolah cepatkan lagi" teriak Rani namun Gibran malah menghentikan kendaraannya. ia menoleh menghadap wanita itu.


"Duduklah Ran, atau kita akan berdiam diri disini" titah Gibran.


"Iya iya" turut Rani cemberut.


"Gitu dong, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Gibran dengan lembut.


"Masa sih??" tanya Rani tersenyum mendekati wajahnya ke depan.


"Iya, karna aku menyayangimu" ucap Gibran namun kata-kata terakhir itu terdengar tidak jelas sebab Gibran sudah duluan menyalakan speedboat.


"Apa???? kau bilang apa??" teriak Rani.

__ADS_1


"Tidak ada, berpeganglah" suruh Gibran lalu melajukan speedboatnya. Rani memeluk erat tubuh Gibran, menempelkan kepalanya dipunggung itu. Gibran merasa jantungnya kembali berdetak kencang ingin rasanya jantung itu akan copot dari tempatnya.


"Ran, coba kau dengar detak jantungku, kau akan tau apa yang ku katakan tadi" gumamnya.


"Ciyeee Rani sweet banget pake peluk-peluk" teriak Lulu disamping mereka. Rani mulai sadar, dan mendorong tubuhnya ke belakang namun naas, ia malah terjatuh akibat kekagetan itu.


"Toloong!!!" teriaknya.


"Stop! stop yang!" pinta Lulu terkejut segera Daffa mematikan speedboatnya. Gibran yang tidak merasa kehadiran Rani, ia menoleh ke belakang dilihatnya Rani sudah tidak ada didekapannya.


"Rani!" gumamnya terkejut. dilihatnya dari kejauhan, Lulu berenang menghampiri Rani yang mengangkat tangannya ke udara. Gibran segera balik dan menceburkan dirinya untuk menyelamatkan Rani.


"Gib, tolong" pinta Lulu yang sudah menahan tubuh Rani. Gibran segera mendekap tubuh itu, berjalan menuju speedboat, dan mengangkat tubuh berat itu ke atasnya.


"Ran bangun!" ucap Gibran menepuk pipinya.


"Gib, kasih nafas buatan!" suruh Daffa yang menghampiri mereka bersama Lulu. begitupun dengan Roni dan Karin yang melihat kejadian itu. dengan segera, Gibran menempelkan mulutnya ke mulut Rani yang terbuka lalu memberinya nafas buatan agar Rani segera sadar.


Uweeeek!


Rani pun tersadar, ia memuntahkan air yang sudah memenuhi paru-parunya. matanya terlihat merah akibat air yang masuk, nafasnya terengah-engah menatap Gibran yang sendu.


"Te..rima kasih" ucap Rani dengan lembut. Gibran pun hanya mengangguk.


"Maaf" ucapnya lagi memegang pipi pria itu. Gibran yang terbawa perasaan, segera dipeluknya tubuh mungil itu dengan penuh rasa sayang. Lulu, Daffa dan yang lainnya merasa terenyuh melihat pemandangan langkah itu. mereka segera menyalakan speedboat dan meninggalkan mereka berdua.


"Gibran terlihat sayang sama Rani" ucap Lulu pada suaminya.


"Semoga sebentar lagi giliran mereka yang menikah" timpal Daffa.


"Ah aku jadi iri" ucap Lulu tersenyum memandang mereka dari jauh yang masih berpelukan. seketika Daffa menghentikan kendaraannya.


"Iri? kamu ingin dipeluk juga?" tanya Daffa dan Lulu pun mengangguk.


"Ah sayang, kamu ini lucu sekali" ucap Daffa memeluk dan mencium kening istrinya.


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2