Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
240. Bocah tertidur


__ADS_3

Dengan langkah yang cepat, Suster Ayu membawa Lio ke depan toko mainan yang diintruksikan oleh Lulu tadi. Ia merogoh ponsel didalam sakunya dan mencari kontak majikannya itu untuk segera ia telepon.


"Hallo Yu, apa sudah ketemu Lio?" tanya Lulu dari seberang sana setelah beberapa saat ia mengangkat ponselnya.


"Sudah Nyonya. Lio ada digendongan saya. kami sekarang di depan toko itu" ucap Ayu memberitahunya.


"Baik, tunggu saya disana" ucap Lulu segera mematikan panggilannya secara pihak dan berlari menuju tempat Ayu berada. Lulu mempercepat langkahnya, jantungnya yang dag dig dug kini sudah cukup merasa lega mendengar kabar bahwa putranya telah berada ditangan yang tepat. hingga beberapa menit kemudian Lulu pun telah tiba didepan toko itu dengan nafas terengah-engah. Ayu yang melihat segera berdiri dari duduknya dan menghampiri majikannya itu.


"Ammiiii......" sorak Lio merentangkan tangannya. Lulu menyambut putranya, berpindah tangan hingga ke dalam dekapan sang Ibu. Lulu memgecup kening sang putra, terlihat jelas air keringat membasahi dahi Ibu tiga anak itu. bagaimana tidak, Lulu begitu shock mendengar anaknya yang hilang. Ia terpontang-panting mencari keberadaan Lio yang sudah tidak ada didepan mata membuatnya begitu cemas dan takut. Kini Lulu memeluknya erat, enggan melepas sang putra dari dekapannya.


"Maafkan ammi sudah meninggalkanmu nak" ujar Lulu dengan nafas yang naik turun.


"Ammi gak salah. Lio yang salah sudah membuat ammi kesusahan" ucap Lio menggelengkan kepala menunjukkan wajah sendunya. Lulu pun terharu, kembali memeluk sang putra sembari mengecup pucuk kepalanya.


"Lio mau mainan lagi? ayo kita beli" ajak Lulu namun Lio hanya menggeleng, sudah tidak ingin membeli mainan lagi.


"Baiklah, sekarang kita ke tempat kakak" ucap Lulu kemudian menatap Ayu untuk mengajaknya jalan menuju sang putri yang tengah menunggu.


Yura hanya menunduk sembari memeluk adik perempuannya. sedangkan Mira mengelus punggung Yura agar ia kembali tenang dan tidak sesegukkan lagi. tampak sekali Yura begitu sedih melihat adik lelakinya yang hilang apalagi untuk pertama kalinya Lulu memarahi Ayura membuatnya sangat shock.


Lulu melihat anaknya dari jauh, berjalan cepat menghampiri sang putri.


"Kakak! Fio! kak Mira!" teriak Lio yang heboh. seketika ketiganya menoleh ke pemilik suara. seketika senyum cerah pun terukir dibibir mungil ketiga gadis itu.


"Lio!" ucap mereka serempak dan berlari memeluk anak lelaki satu-satunya itu.


"Lio,.maafkan kakak gak menjagamu." ujar Yura menatap Lio kemudian menatap ammi yang menatapnya dengan lekat membuat Yura kembali takut dan menundukkan wajahnya. Lulu pun merasa kasihan pada anak sulungnya itu, ia tau bahwa Yura masih takut padanya. Lulu pun tersenyum simpul, mengelus rambut panjang sang putri yang dikepang dua disisi kiri dan kanan. Yura yang merasakan sentuhan Ibunya, menatap ke atas, tampak Lulu tersenyum padanya lalu mendorong tubuh yang tak kecil lagi itu mendekap pada tubuhnya.


"Maaf, ammi sudah memarahimu" ujar Lulu menatap ke arah depan.


"Tidak kok mi, Yura yang salah" ucap Yura yang begitu jelas.

__ADS_1


"Ammi sudah memaafkanmu, ammi gak marah lagi kok" ucap Lulu tersenyum menatap wajah anak sulungnya. Lulu menoleh pada Ayu, sedikit mengangguk memberikan kode untuk segera jalan lagi. Ayu pun mengerti, kembali mengambil box itu dan mengucapkan terima kasih pada sales wanita.


"Mira mau jajan gak?" tanya Lulu pada Mira yang sedari tadi hanya diam ikut menyimak.


"Enggak tante" jawabnya menggelengkan kepala.


"Selagi hypermartnya ada di depan mending kita belanja dulu yuk.. Mira puas ambil apa saja" ucap Lulu tersenyum.


"Mira gak asyik ih, pakai malu segala" seru Yura dan diangguki oleh Lulu.


"Ayo ah kak Mira, kita belanja snack-snack" timpal Fio mendorong tubuh Mira yang sudah seperti saudaranya sendiri. Mira mengangguk kuat sembari tersenyum. Hingga mereka pun memasuki Hypermart tersebut dan memilih-milih makanan apa saja yang mereka mau.


Setelah selesai berbelanja, mereka pun berjalan menuju parkiran untuk bergegas pulang ke rumah Lulu. Namun terlebih dahulu mengantarkan Aamira kerumahnya yang hanya ada Bibi dan baby sitter yang menjaga sang adik.


"Mira mau pulang saja atau kerumah Yura dulu?" tanya Lulu pada gadis itu.


"Mira mau ke pu---


Ucapan Mira terhenti sebab ponsel Lulu pun berbunyi. Lulu merogoh ponsel disaku bajunya dan melihat siapa yang menelpon. Daffa, ternyata sang suami yang menelpon dirinya. Segeralah ia mengangkat panggilan itu.


"Hallo sayang" ucap Lulu.


"Kamu kemana saja? dari tadi kirim pesan gak dibaca" ucap Daffa yang tampak risau sepertinya.


"Ini.. ajak anak-anak ke Mall" jawab Lulu menatap Mira dan Yura.


"Pulanglah, aku menunggu" ucap Daffa.


"Oke sayangku" Lulu pun langsung mematikan panggilan itu dan bergegas untuk menaiki mobil. Didalam mobil, Mira pun langsung menyampaikan ucapannya yang sempat terpotong tadi.


"Tante, Mira pulang saja ya" ucapnya.

__ADS_1


"Gak main dulu?" tanya Lulu. Namun gadis itu hanya menggeleng. mungkin saja Aamira tengah lelah seharian sekolaah dan berjalan-jalan.


Mobil melaju dengan sangat cepat memecahkan jalanan Ibukota. tumben saja seisi ruangan mobil serasa hening, sebab Lulu melihat dari spion depan tampak si kembar tengah mengantuk walaupun matanya masih sedikit terbuka. Ayu pun menaruh kepala si kembar diantara dua pahanya lalu mengusap kepala mereka agar lekas tertidur. Begitu pun Yura yang langsung tertidur saat mobil baru melaju.


Tibalah di kediaman Roni dan Karin, Mira langsung membuka pintu mobil dan menyalimi punggung tangan Lulu. Lulu tersenyum dan melambaikan tangan setelahnya. taak lupa juga Mira membawa kantong kresek yang isinya adalah snack-snack pilihannya. Mobil kembali melaju dengan sangat cepat, jalanan tampak sepi membuat Lulu lebih leluasa dalam menguasai jalanan itu.


Beberapa menit kemudian, Lulu pun telah tiba dikediamannya, tampak mobil Daffa telah terparkir disana. Segera memasuki pekarangan rumah dan menghentikan mobil tepat didepan garasi yang masih tertutup.


"Yu, gendong si kembar ya" perintah Lulu.


"Baik" sahutnya. Mereka pun keluar mobil sembari mengangkat bocah-bocah yang sudah teler itu. Mira langsung membawa si kembar ke kamar mereka, kamar sendiri yang mereka tempati berdua. begitu pun Yura yang memakai kamar yang dulu pertama kali ditempati Daffa saat mereka berdiaman.


"Sayang," panggil Lulu membuka pintu kamarnya. tampak Daffa berselonjor sembari menonton televisi dikamarnya.


"Sayang, sudah pulang? anak-anak mana?" tanya Daffa.


"Tidur. mereka sangat kelelahan" jawab Lulu membaringkan tubuhnya dipaha sang suami.


"Kesempatan dong," imbuh Daffa tersenyum seringai.


"Apaan hm?!" ujar Lulu melototi matanya menatap sang suami.


"Anu.. anu... genjotan, kuda-kudaan" ucap Daffa dengan nada yang sensual.


"Ih gak aada! capek tau!" gerutu Lulu yang malas sekali melayaninya untuk sekarang ini. Lulu pun langsung membenarkan posisi tidurnya dan mengambil selimut untuk ia tutupi. Lulu memegang erat selimut itu, namun Daffa yang ganas seperti haus darah, segera menarik selimut tersebut dan mencampakkannya kesembarang arah. Daffa langsung ******* bibir sang istri yang begitu menggoda.


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2