Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
146. Tahi mata


__ADS_3

Makan malam telah tiba dan hampir terlewatkan karena menunggu sang istri yang asyik menonton Daniah, sinetron terbaru sctv yang diangkat dari kisah novel pemilik Lasheira yang sangat terkenal didunia halu. perut Daffa pun sudah keroncongan, cacingnya meronta-ronta ingin diberi asupan makanan. Daffa terus bersabar sambil memainkan rambut pendek sang istri sesekali menarik rambut itu hingga Lulu merintih kesakitan.


"Sayang sakit tau" rintihnya.


"Makanya cepatan, lama banget" gerutu Daffa.


"Hem" ucapnya singkat merasa kesal pada suaminya. setelahnya Lulu kembali fokus pada tv, sampai segitunya menyukai drama itu, pikir Daffa heran.


Daffa terus bersabar dan bersabar hingga ia memilih memainkan ponselnya, entah apa yang dilihat hanya Daffa yang tahu.


"Sayang, ayolah makan lagi" bujuk Daffa yang telah lelah menunggu setengah jam yang lalu.


"Tunggu, lima menit lagi. kamu duluan saja" ucap Lulu yang masih fokus.


"Baiklah" turut Daffa segera beranjak dari duduknya. Daffa pun pergi ke dapur, sudah terhidangkan makanan lezat untuk ia santap. Daffa mengambil nasi juga lauk pauk, untung saja masih hangat. kalau tidak, ia akan merepotkan bibi lagi untuk memanasinya karna ulah Lulu yang terlalu lama sekali menonton drama itu.


Lulu telah selesai menonton, sinetron Daniah sudah selesai dan akan tayang lagi esok malam. Lulu harus selalu standby didepan tv untuk menanti kelanjutannya. Lulu berjalan menuju dapur, merasa kasihan sekali pada suaminya yang sedari tadi menunggu. Lulu datang dari balik pintu, dilihatnya suaminya sedang menuangkan air putih. Lulu menghampiri dengan senyum manisnya lalu duduk di kursi makan.


"Sudah selesai?" tanya Daffa.


"Sudah yang" jawab Lulu membalikkan piring lalu mengambil nasi juga lauk pauk dan menuangkan air minum.


"Sudah tamat kan?" tanya Daffa.


"Belumlah, ceritanya masih panjang. kesal aku lihat tuan saga memperlakukan Daniah seperti budak. masa mandi saja mesti dimandiin" gerutu Lulu mengingat adegan itu.


"Memang harus seperti itu, besok kamu harus memandikanku" perintah Daffa tersenyum seringai.


"Enak saja! udah ah ayo makan" ajak Lulu menyuapi nasi kedalam mulutnya.


Makan malam yang hampir telat itu dilangsungkan dengan nikmat, Daffa yang biasanya tidak pernah menambahkan porsi kini sudah dua kali ia menambahkan nasi juga lauk, membuat Lulu yang menjadi heran.


"Tumben nambah" ucap Lulu melihat suaminya mengambil nasi.


"Masih lapar yang" jawab Daffa.

__ADS_1


"Ohya yang, bakso pesananku ada kamu belikan?" tanya Lulu setelah mengingat pesanannya tadi.


"Iya, ada didapur. panaskan sendiri, jangan menyuruh bibi" ketus Daffa yang asyik mengunyah.


"Siapa juga yang mau nyuruh bibi" gumam Lulu menggerutu. segera ia beranjak dari duduknya dan menghampiri dapur. terlihat bungkusan bakso, martabak dan cake lainnya ada diatas meja. membuat air liur Lulu meleleh melihat makanan lezat itu. segera Lulu memanaskan bakso miliknya.


Lulu membawa mangkuk berisi bakso ke meja makan, hawa panas membuatnya berhati-hati memegang mangkuk itu. Lulu hampir lupa untuk memakai nampan saking tergiurnya dengan aroma yang menyeruak masuk ke dalam hidung. dilihatnya Daffa, masih makan menikmati ayam semur buatan Bibi.


"Sudah nambah keberapa kali?" tanya Lulu.


"Ketiga kali" jawab Daffa.


"Gila ni orang, apa cacingnya masih mengamuk didalam situ?" gumam Lulu didalam hati. ia segera melirik baksonya, dan mulai menyantapnya hingga habis.


Eeeeeek......


"Kenyangnya" ucap Daffa mengelus perutnya. tampak wajah pria itu yang sudah mulai mengantuk akibat banyak makan malam ini. Lulu tersontak kaget mendengar sendawa itu, setelahnya ia terkekeh melihat ekpresi wajah suaminya.


"Pergilah ke kamar, tidur lagi" suruh Lulu.


"Kau sudah makan banyak, juga mau ngemil lagi?" tanya Lulu heran dan Daffa mengangguknya.


"Kau ini, ambil di belakang. sudah ku potong" suruh Lulu.


"Baiklah, eeeeek...." turutnya seketika kembali bersendawa.


"Kau ini kekenyangan atau masuk angin, sendawa terus" gumam Lulu melihat punggung suaminya. dan kembali melahap baksonya hingga habis tak tersisa. Lulu melihat Daffa memakan brownis dengan lahapnya, membuat Lulu semakin tergiur, ia juga ikut menyomot cake itu hingga habis.


Daffa dan Lulu telah tiba dikamar, terlihat Daffa langsung tertidur diatas kasurnya. Lulu menggeser pintu yang terbuat dari kaca, merasakan semilir angin malam yang menyeruak masuk ke permukaan kulitnya. terlihat Lulu langsung menduduki tubuhnya di kursi yang terletak di atas balkon sambil menyuapi sepotong chocolava yang lumer hingga coklat didalamnya membuat lidah Lulu menari-nari merasakan nikmatnya coklat lumer itu.


"Enak sekali... coklat lavanya lumer dimulut" gumamnya tersenyum, hingga melahapnya dengan habis.


Lulu menatap dunia malam, lampu kerlap kerlip meliputi malam itu. lampu teras tetangga tentunya, lampu jalanan dan yang lainnya.


Huwaaaaaa.....

__ADS_1


Lulu sudah mulai merasakan kantuk, ia mengambil nampan berisi piring dan gelas lalu berjalan menuju ke dapur melewati kamar. di taruh ke dalam wastafle dan kembali lagi ke kamarnya untuk bergegas tidur.


*


*


Keesokan harinya, matahari mulai menyingsing kepermukaan bumi membangunkan penduduk ibukota yang masih terlelap. silaunya sinar itu membuat Lulu terjaga, ia ingat besok mereka akan pergi berbulan madu, Lulu bergegas membangunkan suaminya untuk segera ke kantor menuntaskan seluruh pekerjaan hari ini agar pikiran mereka bisa fresh saat berliburan nanti.


"Sayang, bangun! kita harus ke kantor" ucap Lulu menepuk-nepuk pipi suaminya.


"Heeem... iya" sahut Daffa beranjak duduk meregangkan otot-ototnya yang kaku.


"Bangunlah, akan ku siapkan pakaianmu" ucap Lulu segera berdiri. namun ia kembali terhuyung ke kasur sebab Daffa menarik tangannya kuat hingga Lulu terjatuh dipelukan suaminya.


Daffa menyibak poni Lulu yang menutupi matanya, menyelipkannya ke belakang telinga agar bisa lebih leluasa memandang wajah cantik itu.


"Kamu cantik" ucap Daffa memandang wajah ayu itu dengan intens. Lulu tidak berkedip, ia juga terbawa perasaan menatap wajah tampan itu. pelan-pelan Daffa memajukan kepalanya, menatap mata itu seolah sedang menghipnotis Lulu. Lulu terpana, ia memejamkan mata merasa sesuatu akan terjadi seperti dibayangannya.


Daffa tersenyum seringai, ia merasa menang telah berhasil membuat Lulu terbawa perasaan. mendekatkan jari telunjuknya lalu mengambil tahi mata yang menempel di mata sang istri. sontak Lulu terkejut mengapa Daffa menyentuh tepi matanya yang bersebelahan dengan batang hidung, Lulu membuka matanya dan melotot melihat Daffa menunjukkan tahi mata dijarinya.


"Lihatlah ini, tahi matamu besar sekali" ucap Daffa menunjuk jarinya.


"Aaaaah Daaf!!!" rengek Lulu.


"Kau pasti berfikir yang macam-macam kan? hahahahahahaha" tebak Daffa lalu tertawa menggelegar seolah sedang mengejek Lulu. Daffa berdiri untuk mengambil handuk untuk segera membersihkan badannya.


"Dafffaaaaaaaaaa!!!!!!!!" teriaknya gak kalah kuat hingga Daffa segera berlari memasuki kamar mandi saat Lulu melemparkan bantal ke arahnya.


"Hahahahahahahaha........"


Lulu kesal, melipatkan kedua tangannya didada dan teringat akan bayangannya yang mengira Daffa akan menciumnya, ternyata tidak. Daffa malah mengerjainya dengan tahi mata membuat Lulu merasa malu. ia raih bantal dan uring-uringan dikasur sambil menutupi wajahnya dengan bantal.


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2