
Satu minggu kemudian, Lulu dan Daffa tengah bersiap-siap mengenakan pakaian yang bagus untuk menghadiri acara pernikahan Ayu dan Dimas di kota Bogor tempat kediaman Ayu. Siang nanti setelah zuhur, calon pasangan pengantin itu akan mengadakan akad nikah sekaligus resepsi sederhana didepan rumah mempelai wanita. Lulu tampak tergesa-gesa, membantu bibi untuk memasangkan pakaian si kembar. Si kembar sangat riuh, mereka kegirangan akan bertemu dengan suster Ayu yang selama ini juga mereka anggap seperti Ibu sendiri. Lulu begitu susah untuk mengaturnya hingga ia mendudukkan Lio diatas meja dan memasangkan baju pada tubuh sang putra.
"Jangan lasak Lio, atau kau akan ketinggalan" ucap Lulu.
"Baiklah ammi" ucap Lio kemudian ia pun enteng dan menuruti sang ammi. Dikamar Yura, ia sedang didandani oleh bi Ningsih. Yura sangat suka sama dandanannya, begitu manis dan anggun.
Setelah semuanya selesai, Lulu, Daffa, Anak-anak juga kedua bibi dan mamang, memasuki mobil milik Daffa yang terdapat 3 barisan bangku yang akan mereka duduki. Mang Asep yang membawa kemudi duduk bersebelahan dengan mang Fais. sedangkan Lulu, Daffa dan anak-anak menduduki bangku tengah hingga Bi Ningsih dan Bi Tuti pun menduduki bangku belakang. Daffa sudah mempersiapkan semuanya termasuk kado yang akan mereka beri pada sang pengantin. Dirasa telah ready dan si kembar sudah duduk dengan enteng dipangkuan orangtuanya, mang Asep pun segera menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Daffa tidak perlu khawatir dengan rumahnya, sebab para pengawal yang menjaga rumah besar bak istana itu.
Satu setengah jam perjalanan, Kini mereka pun telah tiba di alamat rumah mempelai wanita. tampak Dimas sudah duduk didepan pak penghulu, sedangkan Ayu belum terlihat. mungkin saja ia masih dirias oleh make-up artist yang disewa oleh Dimas. Daffa, Lulu, Bibi dan Mamang mencari tempat duduk yang masih kosong, untung saja kursi depan berjejeran tidak berpenghuni sama sekali hingga mereka pun memilih untuk menduduki tempat ini. Sebenarnya Dimas sengaja mengosongkan kursi tersebut untuk tamu istimewa mereka yang siapa lagi kalau bukan sang mantan bersama suaminya. Baru saja menyodorkan bokong pada bangku tersebut, akhirnya yang ditunggu datang. Ayu begitu cantik dengan kebaya yang ia kenakan. Kebaya berwarna putih dan rok span batik yang berwarna coklat sangat pas ditubuh mungilnya. Apalagi make-up yang membaluti wajah manis itu, membuat orang-orang tidak percaya jika itu adalah Ayu Sekar Wangi alias babysitter anak-anak. Dimas terperangah melihat cantiknya bidadari surga yang berjalan didepannya. begitu pun dengan Daffa, ia tidak berkedip menatap wanita muda yang berusia 27 tahun tersebut.
"Mata pi!" Yura menyadarkan appinya yang melotot dan tidak berkedip, ternyata sedari tadi Yura tengah memerhatikan ekspresi sang Ayah. Daffa pun sadar, menatap Yura yang berada disebelahnya sembari tersenyum kecut.
"Lihat yang bening aja tu mata langsung berdosa" sewot Lulu.
"Ah tidak kok" elak Daffa.
"Ammi, appi sampai nyences lho tadi lihat tante itu" adu Yura menunjuk Ayu dengan sebutan tante. membuat Lulu heran dengan sebutan sang anak.
"Ammi, suster mana?" Lio pun ikut nimbrung, mencari suster yang ia tunggu tidak kunjung muncul.
"Iya mi, suster mana?" timpal Yura.
"Lah, itu kan tadi suster nak.. itu yang duduk samping om Dimas" ucap Lulu menunjuk kedua pengantin yang telah siap untuk melaksanakan ijab qobul. Yura pun melotot, dia terperangah. begitu juga dengan si kembar, tampak tak percaya bahwa wanita itu adalah suster mereka.
"Ammi bohong hiii" gerutu Fio yang tak percaya.
"Iya itu suster lho, kan suster yang mau nikah sama om Dimas" ucap Lulu mulai jengah.
"Tapi beda, itu cantik sekali" ucap Lio.
"Suster itu memakai bedak, lipstick makanya secantik itu. Fio kan sering dandanin suster" jelas Lulu.
__ADS_1
"Iya, tapi kan--
"Sudah, diam lagi. itu pak penghulunya mau mulai" ucap Lulu memeluk anak bungsunya dipelukan Lulu. Mereka pun manggut, menyaksikan acara itu dengan hikmat. Yura terus saja memerhatikan wajah susternya. Hingga pada akhirnya, ijab qobul pun telah selesai dengan diakhiri kata SAH.
Kini semua tamu sedang menikmati hidangan yang telah disediakan. Lulu mengantri dulu pada tamu lain untuk mengambil nasi juga lauk yang menggugah selera itu. Hingga pada akhirnya Lulu dan rombongan menikmati makan siang sembari menatap pengantin yang sedang bersalaman dengan tamu lainnya.
Kini giliran Lulu beserta rombongannya, mereka menaiki pelaminan dan bersalaman pada sang.suster yang hari ini menjadi ratu sehari diatas singgasananya. tak lupa, anak-anak begitu heboh minta digendong oleh Ayu. Lio yang begitu rindu tak segan-segan mengecup pipi sang suster hingga Fio pun juga tak mau kalah. Mereka berfoto diatas pelaminan itu, memasang gaya model yang bagus untuk dipotret oleh abang kameramen.
Cekrek,
Cekrek,
Cekrek,
Begitu banyak potret yang diambil, berbagai gaya pula yang Lulu keluarkan. Kini mereka bersalaman pada pengantin baru itu, tak lupa mengucapkan doa untuk mereka berdua.
"Terima kasih ya Nyonya, sudah mau datang" ucap Ayu.
"Suster, cepat pulang kerumah lagi yaa" ucap Fio yang berada digendongan Bibi.
"Siap! Ibuk, bapak, terima kasih juga ya sudah datang" ucap Ayu pada Bibi dan Mamang.
Kini mereka pun kembali memasuki mobil, kali ini mang Fais yang menyetir secara bergantian. Semuanya sudah siap hingga mobil pun meninggalkan pekarangan rumah Ayu yang didirikan tenda pernikahan mereka.
*****
Beberapa hari kemudian, Lulu yang sedang bersantai ria di ruang keluarga bersama anak-anaknya pun dikagetin dengan bunyi bell rumah yang begitu nyaring terdengar. Lulu pun beranjak berdiri, melangkah kakinya melewati anak-anak yang sedang bermain lalu menghampiri pintu utama kediamannya.
Ceklek,
Lulu terpaku, terpana, tercengang melihat orang yang ditunggu-tunggu mendatangi rumahnya. Kali ini seseorang itu berpenampilan beda dari biasanya. Seseorang itu melambaikan tangan ke wajah Lulu hingga lamunannya pun buyar seketika. tanpa berlama-lama Lulu langsung memeluk seseorang itu dengan erat.
__ADS_1
"Ayuu ... akhirnya kamu kesini lagi" ucap Lulu lirih memeluk sang babysitter yang mereka rindukan.
"Sesuai janji saya, Nyonya" ucap Ayu tersenyum.
"Ah iya, ayo masuk. kita langsung ke anak-anak saja. mereka begitu merindukanmu" ujar Lulu tersenyum senang. Sedangkan Ayu tersenyum menyahuti majikannya.
Ayura yang menatap spontan ke arah lain pun tanpa sengaja ia melihat susternya telah mendatangi rumah ini. Ayura bersorak ria, ia beranjak berdiri dan berlari menghampiri susternya. Begitu pun si kembar yang tak kalah antusiasnya, mereka berlari sekencang mungkin untuk menyambut sang peri.
"Susteeeerr...." teriak mereka heboh hingga suara cempreng itu terdengar menggelegar ditelinga. Suster menyambut mereka dengan baik, mengecup dahi anak asuhnya satu persatu.
"Suster rindu kalian" ucapnya.
"Kami juga!" ucap kakak beradik itu secara serempak. Kini malah Lulu yang diasingi oleh mereka.
Ayu teringat sesuatu, ia pun beranjak berdiri memposisikan tubuhnya pada Lulu.
"Ohya Nyonya, maaf sebelumnya. sebenarnya saya ingin bekerja hingga sore hari saja dan kembali ke rumah yang kini kami tempati. Saya pikir Nyonya akan mengerti maksud saya" ucap Ayu sedikit menunduk.
Lulu memegang bahunya,
"Tidak masalah, saya mengerti kok keadaan kamu yang sudah menikah. Setiap hari minggu pun kamu juga boleh libur" ucap Lulu tersenyum. Ayu pun menatap wajah majikannya.
"Sungguh Nyonya? alhamdulillah. kebetulan Dimas ambil rumah yang tak jauh dari sini. ada di komplek sebelah" ucap Ayu tersenyum.
"Ohya? berarti kita dekatan dong" ucap Lulu tak kalah girang.
"Yeaaaaay... bisa main kerumah suster" teriak si kembar yang heboh. Lulu dan Ayu pun menatap mereka sembari menggelengkan kepala.
°
°
__ADS_1
°