Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
20. Perhatian


__ADS_3

Lalu seseorang datang menghampiri mereka.


"Sayang,, Tidak boleh begitu.. Ada tamu kok malah diusir" ucap Mamanya Tari sambil membawa es sirup marjan untuk Ferdi.


"Ini nak minum dulu yaaa.." tawar Mama Tari.


"Tak perlu repot repot Tante.. Saya juga mau mengajak jalan Tari kalau tante bolehin" ujar Ferdi cengengesan.


"Oyaa Tante, Nama saya Ferdi, teman Tari" sambung Ferdi menyalimi tangan Mama Tari .


"Teman?? Tante kira pacar" ketus Mama Tari.


"Hehe, kalau bisa jadi suaminya juga boleh Tan, kalau Tante restuin" ucap Ferdi yang sesungguhnya mmang ingin menjadikan Tari istrinya.


Lalu Tari pun menimpali


"Apa sih lo Gila! Pulang sana !" usir Tari


"Tari sayang.. Sebaiknya kamu pergi jalan jalan sama nak Ferdi ya... Kasihan lho sudah datang malah diusir" bujuk Mamanya pada Tari agar Tari mau mendekatkan diri pada pria. Karna sejauh ini Tari belum pernah berpacaran.


Tari pun berjalan menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian,, Ia menggunakan jumpsuit berwarna biru langit untuk ia kenakan.


Setelah selesai ia pun turun dan menyamperin Mama dan Ferdi yang sedang berbincang bincang entah apa yang mereka obrolkan.


Melihat Tari membuat Ferdi terpana begitu cantiknya menggunakan jumpsuit dikulit putihnya. Mama Tari yang bernama Diva pun senyum senyum melihat ekpresi Ferdi.


"Halloooooo........ Tidak pernah lihat wanita cantik yaa??" panggil Tari mengejutkan Ferdi.


"Eh eh kamu dah siap??" tanya Ferdi gelagapan.


"Seperti yang kamu lihat" ketus Tari


Lalu Ferdi pun meminta izin pada mama Diva untuk membawa anaknya keluar.


"Tante,, Ferdi pinjam dulu yaa Tarinya" pinta Ferdi.

__ADS_1


"Silakan.. Jaga Tari baik baik yaaa" pinta Mama Diva


Setelah mendapat izin mereka pun keluar dari rumah Tari dan berjalan menuju mobilnya. Ferdi yang saking semangatnya tanpa sadar menggandeng tangan Tari layaknya pengantin yang menuju altar.


"Hei lepasin dong.. Enak saja megang megang! Bukan muhrim tau" ketus Tari


"Sabar ya sayang.. Entar abang halalin adek " goda Ferdi.


"Sayang sayang kepala lu peyang" ujar Tari kesal.


"Sudah jangan jutek mulu entar abang cium lho" goda Ferdi kembali sambil mengerlingkan matanya.


Tari pun berlalu meninggalkan Ferdi dan menuju mobilnya setelah itu langsung membuka pintu mobil.


Mereka pun pergi menelusuri jalanan dan tidak ada ada yang memulai percakapan. Ferdi pun menoleh melihat tari yang hanya memalingkan wajahnya ke samping.


"Kamu maunya kemana?? " tanya Ferdi


Terserah" ucap Tari


Ferdi pun hanya menghela nafas melihat Tari yang jutek padanya.


"Tari,, Aku minta maaf yaa sudah membuat kamu tidak nyaman" ucap Ferdi merasa tidak enak dengan Tari. Tari pun hanya diam dan menoleh melihat Ferdi yang sedang menyetir.


"Aduuuh.. Kenapa aku bersikap seperti ini padanya.. Dia trlihat sangat baik.." bathin Tari.


Setelah itu mereka hanya diam saja tidak ada yang mau berbicara lagi. Ferdi pun memilih diam daripada mengganggu Tari yang mood nya selalu jelek.


Ferdi pun mengajak Tari untuk makan siang dahulu disebuah restaurant jepang dan ia memarkirkan mobilnya ditempat parkiran.


"Ini sudah siang kamu pasti lapar kita makan dulu" ucap Ferdi dengan dingin yang hanya melihat kedepan.


"Ferdi maafkan atas sikapku yaaa.. Aku merasa aku berlebihan padamu" ucap Tari memohon maaf pada Ferdi.


Ferdi pun hanya membalas senyuman

__ADS_1


"Apa dia masih marah?? Dia hanya tersenyum" bathin Tari


Mereka pun turun dan langsung masuk ke dalam restaurant lalu pelayan datang membawa buku menu.


"Permisi Tuan, Nona.. Ini buku menunya.. Silakan di pilih" ucap pelayan dengan penuh sopan.


"Saya mau soba..." pinta Ferdi pada pelayan tersebut.


"Saya mau takoyaki saja" pinta Tari


Setelah pelayan itu pergi, Ferdi dan Tari pun menunggu pesanan mereka datang.


Ketika salah seorang pelayan berjalan melewati mereka dan Ferdi yang ingin berdiri, Tiba tiba pelayan itu menabrak Ferdi dan membuat kemeja Ferdi basah akibat tumpahan minuman yang dibawa pelayan tersebut.


"Aduh Tuan, maaf, maafkan saya" ucap pelayan itu menunduk memohon maaf pada Ferdi.


Tari yang melihat itu, Langsung berdiri dan mengambil tisu dari tasnya.


Tari pun menghampiri Ferdi dan mengelap kemejanya dengan tisu sambil ngedumal.


"Aduh Mbak, kalau jalan hati hati" omel Tari sambil membersihkan kemeja Ferdi dengan tangannya.


Melihat perhatian Tari membuat hati Ferdi luluh.


Tari yang sadar sedang ditatap langsung merasa malu


"Ini lap sendiri...." ucap Tari


"Ciyeeeeee........


Β°


Β°


Β°

__ADS_1


...Hai... Jangan lupa like nya yaa, komen juga votenya 😊😊...


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ™πŸ™


__ADS_2