Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
125. Dandanan seperti badut


__ADS_3

Lulu kesal, lipstik merahnya berlepotan mengenai pipinya. Lulu menghentakkan kakinya merasa kesal pada assisten suaminya itu. Lulu segera mengambil tisu dari dalam tas dan mengelap pipinya dengan tisu untuk dibersihin. tapi sayang, lipstick itu masih berbekas di pipi chubbynya. Lulu menghembus nafas kasar, bukannya mengubah penampilan menjadi cantik malah jadi seperti badut yang siap untuk menghibur semua orang.


Lulu bangkit dari duduknya, beranjak menuju toilet untuk membersihkan pipinya dengan air. berjalan dengan langkahnya yang terburu-buru menutupi wajahnya dengan tangan agar semua pegawai tidak memerhatikan wajahnya yang dihiasi lipstick.


"Assisten sialan! mereka berdua sama saja" gumamnya setiba di toilet. Lulu beruntung toilet tidak ada orang jadi dia lebih leluasa untuk mengomeli kedua pria itu.


Setelah ia membersihkan pipinya, Lulu kembali ke meja kerjanya. mengolesi lipstik dengan cepat dan menabur sedikit bedak yang sempat pudar oleh air tadi. entah kenapa kali ini Lulu ingin tampil beda, sebagai wanita normal Lulu juga ingin merasakan dandanan yang sempurna tapi bukan menor, Lulu tidak menyukainya sama sekali. setelahnya Lulu kembali bekerja, sesekali ia menyesap kopinya yang sudah hampir dingin tapi masih bisa dinikmati.


Diruangan Daffa, ia tengah sibuk menatap laptopnya. bekerja menyelesaikan tugas yang berhari-hari ia tinggalkan. sesekali Daffa melirik lukanya yang masih dalam balutan perban, ia bersyukur lukanya.sudah mulai mengering dan tak sesakit kemarin. bahunya juga sudah agak enakan untuk digerakkan membuatnya lebih leluasa untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan kanannya. menurutnya, apabila kita terus bergerak, maka sakit yang kita rasakan akan perlahan hilang bahkan tak terasa karna otak kita fokus pada satu titik yang kita kerjakan.


Di kantor polisi, tepatnya diruang penjara tempat para penjahat atau pembuat kriminal berkumpul, Sheila terus meratapi dirinya yang sudah bonyok dihajar para napi wanita lainnya. begitulah kehidupan dibalik jeruji besi, bukannya enak tapi malah disiksa dengan sadis. sangat mengerikan.


"Eh kau! pijitkan bahuku!" perintah napi wanita yang diketahui sangat berkuasa dipenjara itu.


"Kau punya teman kenapa tidak menyuruh mereka!" jawab Sheila berang. wanita itu pun kesal dan beralih menatap wanita lainnya mengarahkan mata ke arah Sheila yang sudah melawan. temannya pun mengerti dan segera menghampiri Sheila lalu menarik rambut panjangnya kebelakang.


"Berani sekali kau membantah bosku yaa!! cepat pijitin!!" bentaknya lalu mendorong tubuh Sheila hingga membentur tembok. Sheila marah, menatap tajam pada semua wanita itu. segera ia layangkan tangannya untuk menampar wanita suruhan itu tapi sayang, wanita itu dengan sigapnya menahan tangan Sheila dan menamparnya hingga Sheila tersungkur.


"Punya nyali berapa banyak kau bisa melawan kami?!" tanya wanita itu. Sheila hanya diam tidak menjawab. ia sudah lelah dengan perlakuan itu.


"Turuti perintah bos atau kau akan mati membusuk disini!" sambungnya kembali. Sheila pun menurut dan memijat bahu bosnya itu.


"Apa kau tidak bisa memijit??! kenapa bahu ku perih sekali" rintihnya.


"Astaga bos, bahu mu terluka" adu wanita lain. lalu wanita itu melihat jari Sheila dan ia kaget jari Sheila memiliki kuku yang panjang.


"Wah wah bos.. lihatlah, wanita ini memiliki kuku yang sangat panjang. pantasan saja bahumu terluka bos" ucap wanita itu memperlihatkan jari jemari Sheila. sedangkan Sheila mulai ketakutan, tangannya gemetaran seolah tau apa yang akan terjadi.


"Cabut kukunya!!!" perintah bos wanita itu. tetapi sebelum anak buahnya melakukan perintah itu tiba-tiba seorang polwan wanita mengunjungi mereka.


"Hei hei kenapa kalian ribut sekali?!" tanya polwan itu. Sheila yang melihat polwan datang segera mendekatinya, memegang besi itu dengan wajah sendunya.


"Buk, tolong lepaskan saya dari sini.. pindahin saya ke tempat lain saja bu" adunya menangis. Polisi wanita itu mengernyitkan dahinya seolah tahu siapa wanita yang memohon padanya itu. setelah berfikir keras, ternyata ia ingat bahwa wanita itu adalah Sheila yang sempat ditunjukkan Roni melalui foto bahwa Sheila ingin melukai dirinya.


"Kau Sheila bukan?" tanya polisi wanita yang diketahui adalah karin calon istrinya assisten Roni.


"Iya" jawab Sheila.

__ADS_1


"Hahahahahahahahaha..." suaranya menggelegar membuat Sheila kebingungan.


"Kau ya wanita yang ingin mengancamku lewat kekasihku Roni?" tanya Karin menahan tawanya.


"Roni?? oh jadi kau kekasihnya?" tanya Sheila balik.


"Ya, sudah tiba disini kau rupanya ya nona" ucap karin memegang pipi Sheila.


"Kasihan sekali ternyata Roni langsung meringkusmu lebih dahulu, hahaha" sambungnya lalu menjentik pipi Sheila dengan jarinya. Sheila sudah kesal ternyata wanita itu adalah kekasih Roni.


"Kalian???? hajar saja dia!" perintah Karin dan berlalu pergi.


"Karin.. karin.. tolong aku.. lepasin...!" teriak Sheila tapi Karin tidak menghiraukannya kembali. Bos wanita itu pun menghampiri Sheila yang menangis, sungguh malang.


"Ternyata kau wanita laknat, berani juga pernah mengancam polwan cantik itu" ucap bos wanita itu.


"Kau mau apa?" tanya Sheila sambil menghapus air matanya.


"Melanjutkan yang tadi sayang, hei kalian! copotkan kukunya!" perintahnya dan dituruti anak buahnya itu.


~


~


Hari sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Daffa segera menutup laptopnya dan berjalan menghampiri istri tercinta. Daffa tidak melihat kemana istrinya berada, sebab Lulu tidak berada di kursinya. Daffa pun seketika tahu dimana Lulu berada, dan segera menemuinya ditempat Rani.


"Lu, kamu cantik banget lho dandan kayak gini.. sudah genit sekarang yaa" goda Rani di meja kerjanya.


"Bisa aja deh. aku pengen coba saja sesekali.. biar dia lebih terpikat" ucap Lulu dengan gaya genitnya.


"Dia siapa yang mau kami pikat??" tanya seseorang dari belakang. sontak Rani terkejut dan mati kutu. Lulu menoleh ke belakang dan cengar cengir menatap suaminya.


"Eh sayang, sejak kapan disini?" tanya Lulu.


"Siapa yang mau kamu pikat yang?" tanya Daffa sekali lagi.


"Tentu kamu dong, lihatlah aku cantikkan?" tanya Lulu memeluk lengan suaminya. Daffa menatap wajah Lulu dengan lekat dan mengerutkan keningnya seolah siapa yang berhadapan dengannya.

__ADS_1


"Kamu siapa? kok seperti badut sih" tanya Daffa melepas pelukan Lulu. Lulu yang mendengarnya pun langsung cemberut memanyunkan bibirnya. sedangkan Rani menahan tawa atas penuturan itu.


"Ih sayang, aku istrimu. masa dibilang badut!" ucap Lulu kesal.


"Hahahahahaha.. sangat jelek. hapus make-upmu" suruh Daffa.


"Tidak mau, sehari ini kok dandan kayak gini, ya ya.. plis...." pinta Lulu mengatup kedua tangannya.


"Baiklah-baiklah, kamu ini tidak mahir dalam berdandan yaa.. lihatlah garis atas matamu tebal sekali" ucap Daffa.


"Iya benar tuan, alisnya juga tebal" timpal Rani.


"Apaan sih bukannya mendukung malah mengejekku" ucap Lulu ngambek.


"Yasudah besok-besok tutorial di youtube biar kamu bisa bermake-up." saran Daffa.


"Siap bos!" ucap Lulu semangat.


"Tapi ingat, dikantor tidak boleh berdandan seperti ini lagi, cukup dirumah saja bersamaku" sambung Daffa lagi.


"Yaaaa sama saja tidak" ucap Lulu lesu.


"Memperlihatkan kecantikan didepan suami saja itu wajib dan pahalanya besar lho.. tapi kalau berdandan untuk orang lain, malah aku yang menanggung semua dosa mu. lagian aku tidak mau yaa pria manapun tertarik padamu" peringat Daffa.


"Iya deh, sudah selesai kan ceramahnya?? aku lapar" rengek Lulu.


"Iya iya kita makan sekarang. Rani, mau ikut gak?" ajak Daffa.


"Hehe, tidak tuan. saya sama si anu saja" jawab Rani.


"Anuuuuu????????????"


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2