
Keesokan harinya. Daffa dan Lulu telah tiba didalam pesawat pribadi milik papa Mahesa. kini tujuan mereka ke Amsterdam Belanda untuk melanjutkan liburan mereka. Daffa telah berpikir panjang sebelumnya untuk kembali pulang ke Indonesia namun Lulu merengek tetap ingin melanjutkan liburan ke Negara yang mereka tuju.
Pesawat mulai take off, Daffa dan Lulu kini duduk sambil menikmati sajian yang diberikan oleh pramugari.
"Tumben gak mual yang?" tanya Lulu
"Mungkin si ucul kasihan sama Appinya, iya kan sayang? jangan buat appi mual lagi ya nak?" ujar Daffa mendekatkan wajahnya pada perut Lulu.
"Iya appi, tenang saja. asal appi turuti semua mau ammi" ucap Lulu menirukan suara bayi.
"Hahahahaha....." tawa mereka pecah didalam pesawat itu mendengar obrolan kepada sang jabang bayi.
Satu jam kemudian, pesawat pun landing menuju permukaan bumi. Lulu asyik menatap luar jendela sedangkan Daffa memotret mereka dengan ponselnya.
"Sayang, smilee..." ujar Daffa. Lulu pun menatap kamera dan tersenyum manis.
Cekrek cekrek
"Lihat dong yang" pinta Lulu mengambil ponsel suaminya lalu melihat foto-foto mereka yang dipotret oleh Daffa. Lulu mengerutkan dahinya melihat foto dirinya yang diam-diam diambil oleh Daffa.
"Sayang kenapa kau memotretku diam-diam.. ini jelek banget" gerutu Lulu sambil menghapus fotonya yang jelek.
"Ah kenapa dihapus, tampangmu lucu sekali" ujar Daffa.
"Jelek dibilang lucu, aneh" gumam Lulu.
Akhirnya kedua insan itu pun menuruni pesawat dengan hati-hati. kini keduanya mencari taksi untuk mengantarkan mereka ke Hotel yang sudah di booking oleh Daffa.
"Kakimu gak sakit lagi?" tanya Daffa memerhatikan Lulu yang berjalan seperti biasa.
"Tidak, ini sudah sangat enakan" jawab Lulu tersenyum.
"Syukurlah, tidak sia-sia kita disini" ujar Daffa memeluk istrinya. sebuah taksi menghampiri mereka, Daffa membuka pintu menyuruh Lulu untuk menaikinya, sedang supir memasuki koper mereka ke dalam bagasi.
__ADS_1
Lulu memandang kota Amsterdam, sangat takjub sekali memandang indahnya kota itu, terdapat banyak tempat wisata yang Lulu temui hingga membuatnya ingin segera kesana menikmati alam kota kincir angin tersebut. keduanya telah tiba di Hotel tersebut, tepatnya telah berada dikamar mereka yang langsung menunjukkan sebuah sungai tepat didepan jendela kamar Lulu.
"Kamu suka?" tanya Daffa memeluk Lulu dari belakang sedangkan Lulu hanya mengangguk. Daffa merasa lelah, ia tumpahkan wajah ditengkuk leher Lulu sambil mendengkusnya, wangi sekali. Lulu merasa geli hingga ia bergidik. Daffa tak tahan lagi, segera membawa sang istri menuju ranjang sebab sudah dua hari ia menahan hasratnya dari kemarin.
"Sayang, ingat! ada ucul didalamnya" peringat Lulu.
"Hanya sebentar sayang, aku sudah tak tahan" ujar Daffa merengkuh dua buah yang menonjol dari milik Lulu lalu menelintirkan anak buahnya, memainkan lidah disana.
"Eeemh, yang" desah Lulu tersenyum. satelah puas, Daffa mulai memainkan yang dibawah dengan tongkat saktinya. dengan lembut dan pelan, tidak secepat yang biasanya. setelah merasakan sesuatu akan menjalar, Daffa segera melepaskannya dan menyemburkan di perut sang istri.
"Sayang, jorok tau" gerutu Lulu merasakan perutnya terasa hangat.
"Nanti kita mandi bersama" ajak Daffa tersenyum seringai.
Kini keduanya telah berada dikamar mandi, melanjutkan aksi didalamnya karna Daffa masih kurang puas dalam bermain mengingat sang anak yang sudah tumbuh. Satu jam berlalu, Lulu merasa kelelahan. keduanya membenamkan tubuh didalam bathup yang dipenuhi busa membaluti tubuh mereka.
Tidak terasa hari pun sudah siang, sepasang suami istri itu tengah menyantap makan siang mereka yang telah disediakan oleh pihak restoran hotel. Lulu semakin lahap makan, hingga dalam sekejap makanan yang dibawakan pelayan langsung habis tanpa tersisa olehnya.
Eeeeeeeek......
"Sayang, minum dulu susumu biar segera tidur" ujar Daffa.
"Aku gak mau tidur, pengen jalan-jalan" pinta Lulu.
"Jangan keras kepala yang. nanti malam kita akan menikmati panorama malam disini. sekarang kau harus tidur, kasihan ucul kita" perintah Daffa yang kali ini tidak ingin dibantah. namun tiba-tiba Lulu tertidur sendiri saat Daffa mengomeli dirinya.
"Lihatlah, ini saja sudah tertidur bagaimana mau jalan-jalan. Lulu-Lulu.. dasar keras kepala" gumam Daffa segera mengangkut istrinya. tiba-tiba Daffa memcium sesuatu yang tidak enak dari tubuh sang istri, perutnya mulai mengaduk-ngaduk. Daffa sudah tidak tahan dan segera berlari membawa Lulu ke ranjang dan berlari secepat kilat menuju kamar mandi.
Ueeeeek!!
Daffa merasa lemas mengeluarkan isi perutnya. makanan yang baru saja ia makan sudah habis termuntahkan. Daffa pun heran kenapa mencium wangi istrinya, Daffa menjadi mual. Daffa pun membaringkan tubuhnya disamping istri namun sedikit menjauh dan tidur membelakangi Lulu hingga saking lemasnya Daffa tertidur dengan sangat nyenyak.
Hari pun sudah mulai sore, langit tampak tak terik lagi. Lulu menyibakkan selimutnya, menatap Daffa yang sangat pulas tertidur. Lulu segera memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan shower air.
__ADS_1
"Segarnya..." gumam Lulu merasakan sensasi air hangat yang jatuh dipermukaan kulit putih mulus Lulu.
Selesai mandi, Lulu duduk diatas balkon menikmati pemandangan di sore hari. Daffa terjaga, menatap sekitar tidak mendapati pujaannya. sayup-sayup terdengar suara merdu orang bernyanyi, ternyata Lulu yang tengah bersenandung menyanyikan sebuah lagu untuk bayinya. Daffa tersenyum, menatap takjub sang istri yang tampak ceria saat mengandung anaknya. Daffa pun segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
"Sayang, ayo cepatlah berpakaian.. aku ingin jalan" pinta Lulu melihat suaminya yang duduk menonton tv dengan badan yang belum mengenakkan baju. Lulu pun menghampiri Daffa, namun Daffa tiba-tiba menjauh dari Lulu.
"Ada apa?" tanya Lulu heran.
"Badanmu bau" ketus Daffa.
"Enak saja! aku sudah mandi ya!" ujar Lulu kesal.
"Maksudku bau badanmu membuatku ingin mual yang" jelas Daffa meraih baju dan celana jeans lalu memakainya. setelahnya Daffa pun memakai masker.
"Alasan saja!" gerutu Lulu melipatkan kedua tangannya didada. Daffa mendekati istrinya, lalu memeluk tubuh itu. Daffa telah mengenakan masker jadi ia aman untuk memeluk sang istri.
"Jangan marah, aku benaran mual" ujar Daffa dengan lembut.
"Tapi aku slalu ingin dekat dengan mu" ucap Lulu memeluk suaminya.
"Peluklah aku, aku memakai masker" ujar Daffa merasa iba dengan sang istri. Lulu pun memeluknya, lalu membuka kancing kemeja yang dikenakan Daffa dan menempelkan wajahnya pada dada bidang itu.
"Sangat hangat" gumam Lulu tersenyum sambil memejamkan matanya. Daffa tersenyum dibalik masker, saat ia tengah mual apabila mencium wangi istri, malah Lulu yang sedikit manja ingin slalu dekat dengan Daffa.
Teringat tadi, baru selesai mandi, Lulu tiba-tiba berhambur ingin memeluknya namun Daffa menahan agar tak mendekatinya dan memilih menonton sedang Lulu duduk menjauh darinya.
"Apa ini ulah si ucul? saat appi mual, ammimu malah ingin nempel terus"
°
°
°
__ADS_1
°