Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
239. Lio hilang


__ADS_3

Suasana begitu riuh didalam toko mainan itu. cekikikan dan tawa yang begitu riang menggema disekelilingnya. Si kembar Fio dan Lio berebutan mengambil beberapa mainan yang mereka sukai. hanya saja Mira dan Yura yang enggan, mungkin saja karna mereka yang sudah besar tidak perlu membutuhkan mainan lagi seperti adik-adiknya. Yura dan Mira duduk di sofa yang disedikan toko tersebut, sedangkan Lulu dan suster Ayu menemani si kembar untuk mengambil mainan yang sudah begitu banyak.


"Sudah yaa... ini udah banyak lho. payah nanti bawanya" ujar Lulu.


"Yaaach ammi, satu lagi lho" pinta Fio.


"Iya mii... satu lagi" timpal Lio yang masih belum cukup untuk memilih. padahal Lio sudah mengambil beberapa mainan seperti mobil remote, ultraman beserta monsternya, power rangers, dan robot yang memakai batrai. begitu pun Fio, mengambil boneka barbie, alek-alek hingga mainan lainnya untuk wanita.


"No! ayo kita ke kasir!" perintah Lulu hingga ia melangkahkan kakinya menuju kasir dan membayar semua belanjaan yang mereka beli.


Lulu, suster dan para kurcaci pun berjalan keluar toko dengan box belanjaan yang dipeluk suster Ayu. karna mainan yang begitu banyak, terpaksa semuanya dimasuki kedalam karton agar lebih mudah untuk dibawa. Saat kakak dan amminya telah keluar, Lio pun menangkap suatu mainan yang begitu membulatkan kelopak mata bocah lelaki itu. Ia melihat ada alat make-up untuk anak-anak hingga seketika ia teringat akan suster Ayu.


"Fio, lihatlah ada alat makeup" ujarnya tanpa pandangan yang terlepas. Namun Lio tak mendapati adanya saudara kembar maupun amminya, hingga Lio mengedarkan pandangan, begitu sangat sepi dan tidak melihat amminya.


"Ammi.... ammi...." teriak bocah itu segera berlari keluar mencari ammi Lulu. Tapi sayang, Lio tak mendapati sosok ammi maupun kakak juga adiknya.


Ditempat Lulu, ia akan segera menuruni lantai dengan eskalator, Lulu yang menggendong Fio pun tidak tau akan anak lelakinya yang tidak ada bersamanya.


"Yura, pegang adikmu" perintah Lulu.


"Ya mi" sahutnya lalu menoleh ke arah samping maupun belakang dan terkejut tidak mendapati dimana Lio berada. Wajar saja Yura tidak tau maupun Mira, karna mereka asyik mengobrol dan melihat barang-barang yang ada di Mall itu.


"Mi! Lio gak ada!" teriak Yura histeris memasang wajah takut akan adiknya yang hilang. sontak Lulu terkejut dan mengedarkan pandangan mencari keberadaan Lio.


"Astaga Yura! kenapa kau sampai tidak tau dimana adikmu!" berang Lulu menatap Yura dengan tajam.


"Sus, titip saja box itu. cepatlah!" perintah Lulu berjalan cepat mencari anak lelakinya.


"Dan kau Yura! jaga adikmu bersama Mira disini!" ucap Lulu yang panik. menuruni Fio dan memberikannya pada Yura. Kini Yura, Mira dan Fio pun dititipkan bersama sales kosmetik. Yura merasa takut, ia dimarahi ammi hingga tak terasa air matanya pun terjatuh menetesi pipinya.


"Jangan nangis, Ra. Lio pasti ketemu kok" ucap Aamira menenangi temannya.


"Kakak, jangan nangis, hiks" lirih Fio yang juga ikutan menangis.


"Ini salah kakak gak jagain Lio, hiks hiks" Yura menangis membayangi sang adik yang teramat ia cintai menghilang, ditambah lagi Lulu memarahinya yang tidak becus menjaga Lio.

__ADS_1


Ditempat Lulu dan Suster Ayu, mereka kembali ke toko mainan tadi, berharap Lio masih berada disana. Entah mungkin masih mencari mainan yang ia inginkan hingga tidak tau bahwa ia telah ditinggal. Lulu menerobos masuk, krasak krusuk mencari Lio ke segala penjuru toko itu. Namun malang, Lio juga tidak dapat ditemukan.


"Bagaimana sus? apa kamu melihat Lio?" tanya Lulu gusar.


"Tidak Nyonya, maafkan saya" lirih Ayu tampak begitu takut karna ia tidak becus dalam menjaga anak majikannya.


"Sudahlah, kau tidak salah." ucap Lulu. Lulu pun berjalan menghampiri kasir, menanyakan tentang putranya.


"Mbak, apa melihat anak lelaki yang bersama saya tadi? usia 4 tahunan" tanya Lulu.


"Gak lihat Nyonya" jawabnya.


"Terima kasih" ucap Lulu segera pergi meninggalkan toko tersebut bersama suster Ayu. Lulu pun bingung, menatap ke kanan dan ke kiri.


"Kamu cari ke sebelah kiri, saya ke kanan. dapat tidak dapat, kembali kesini" perintah Lulu dengan tenang. Ayu hanya mengangguk, dan mulai mencari ke segala penjuru Mall tersebut.


Di tempat Lio, ia menduduki tubuhnya didepan distro pakaian pria, meratapi nasib yang ditinggal Ammi juga kakaknya. Air mata terus menetes di pipinya dengan sangat deras. Orang-orang tidak mempedulikannya hingga seorang Pria berkemeja biru muda datang menghampiri Lio. Pria itu diketahui adalah pemilik distro tersebut.


"Adek..." panggil Pria tampan menepuk pundak milik Lio. Lio menoleh ke samping, tampak Pria itu berlutut mensejajari tubuhnya dengan Lio. Lio pun hanya menatap sekilas dan kembali menunduk menyembunyikan matanya yang bengkak.


"Jangan takut.. kamu kenapa disini? mana orangtuamu?" tanya Pria itu.


"Jadi namanya Lio? malang sekali" gumam Pria tersebut didalam hati.


"Yasudah, ayo masuk dulu yuk ke toko oom. nanti om antar kerumah kamu" ucapnya.


"Lio tidak hafal jalan rumah. Lio kan masih kecil" ucapnya polos. Pria itu pun menggaruk kepala, merasa sangat bingung.


Liooo.....Liooo.... Filiooo......!!


Suara suster Ayu terdengar jelas ke gendang telinga bocah tampan itu. sontak ia terkejut, dan langsung berdiri mencari asal suara.


"Suster Ayu..... Lio disini!" teriaknya melihat Ayu yang kebingungan mencarinya. Ayu mendengar panggilan itu, mencari sumber suara hingga ia mendapati Lio tengah bersama seorang Pria.


"Filioooo....!" sorak Ayu kegirangan segera berlari ke arah anak asuhnya tersebut. perasaan Ayu begitu lega melihat anak majikannya baik-baik saja namun ia kasihan melihat mata bocah itu sudah bengkak.

__ADS_1


"Lio.. ya Allah nak.. kamu kemana saja hm?" ujar Ayu berlutut mengusap rambut Filio.


"Maafkan Lio yang malah keasyikan lihat mainan. Ammi mana?" ujarnya memeluk suster Ayu lalu menatap kembali wajah manis Ayu dan mempertanyakan keberadaan amminya.


"Ammi mencari Lio juga. ammi sangat risau. ayo kita ketempat ammi" ucap suster Ayu lalu diangguki Lio. Ayu segera berdiri sembari mengangkat tubuh berat itu hingga ia menatap Pria berkemeja itu tengah menatapnya.


"Terima kasih sudah menjaga anak majikan saya" ucap Ayu menatap mata itu. Pria itu hanya tersenyum dan mengangguk dengan tatapan yang lekat dan pandangan yang tidak lepas menatap wajah Ayu.


"Permisi" pamit Ayu menunduk lalu segera pergi.


"Tunggu!!" Pria itu melerai langkah Ayu. Ayu pun berhenti dan kembali menoleh kebelakang.


"Nama kamu siapa?" tanyanya.


"Ayu" jawabnya singkat kemudian pergi.


"Tunggu! tunggu sus!" kali ini Lio yang melerai langkah Ayu.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Ayu dengan lembut.


"Alamat rumah kita dimana?" tanya Lio. seketika Ayu pun menyipitkan matanya merasa bingung.


"Di jalan xxxx, ada apa Lio?" jawabnya kemudian bertanya balik. Lio tak menggubrisnya, ia menyuruh oom tampan itu untuk mendekat. Pria itu pun menghampiri mereka yang berjarak tiga meter.


"Nama om siapa?" tanya Lio.


"Dimas" jawabnya sembari tersenyum.


"Oh, rumah kami di jalan xxxx. ini suster Ayu, masih jomblo. hehehe" ujarnya terkekeh. sontak Ayu terkejut dengan ungkapan Lio membuatnya melototi anak itu.


"Astaga Lio, aduh Tuan, maaf... dia sedikit ngawur. permisi" ucap Ayu dan segera melangkahkan kakinya dengan cepat. perasaannya tengah malu, anak majikannya memang sungguh terlalu.


"Ayu.. jalan xxx"


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2