
Pada malam harinya, Lulu turun dari kamarnya dan pergi menuju ke dapur untuk mengambil air putih yang tenggorokannya sudah terasa kering. dengan langkah gontainya ia berjalan mata yang menelusuri setiap bangunan sisi rumah suaminya.
"Rumahnya cantik banget" gumam Lulu. menurutnya rumahnya tidak secantik rumah Daffa yang bergaya klasik modern. lalu Lulu pun tiba di dapur dan melihat bibi yang tengah menyiapkan makan malam.
"Bibi, bolehkah aku bantu?" tawar Lulu sambil memegang gelas ditangannya.
"Tidak perlu Nona" jawab Bibi.
"Tidak apa-apa bi" ucap Lulu. dan mengambil piring yang berisi masakan dari dapur dan hendak membawanya ke ruang makan. tapi langsung dicegat oleh si Bibi.
"Aduh Nona.. jangan. nanti tuan marah" gerutu si Bibi yang merasa takut bila Tuan dan Nyonyanya melihat.
"Tidak akan kok, Bi. biar cepat selesai perut Lulu juga sudah meronta-ronta cacingnya" ucap Lulu cengengesan dengan alasan yang dibuatnya agar si Bibi menurut.
"Ah Non ini.. baiklah" ucap Bibi dan memberi jalan pada majikan barunya.
"Nona ini keras kepala tapi dia sangat baik mau membantu" gumam Bibi dalam hati tersenyum melihat majikannya.
Tengah menyiapkan makan malam, Mama Sonya, Papa Mahesa pun tiba di meja ruang makan dan sontak kaget melihat menantunya tengah menyusun piring dan alat makan lainnya diatas meja. Bibi yang melihat majikannya pun kaget dan merasa takut akan dimarahi.
"Wah Lulu.. kamu rajin sekali sayaang" puji Mama Sonya.
"Tidak kok, Ma.. hanya pekerjaan kecil" ucap Lulu yang merasa ia biasa-biasa saja bukan rajin.
"Menurut Mama kamu sangat rajin mau membantu Bibi" ucap Mama tersenyum dan dibalas senyuman juga oleh Lulu. Dari arah belakang, Bibi pun berjalan menghampiri nyonyanya.
"Nyonya, maafkan saya sudah membiarkan Nona muda membantu" ucap Bibi menunduk.
"Ah Bibi, tidak kok.. justru saya senang melihat menantu saya mau membantu orang lain" ucap Mama Sonya memegang pundak Bibi.
"Jadi Nyonya tidak marah?" tanya Bibi polos.
"Tidak bi" tegas Mama.
"Baiklah Nyonya, saya permisi dulu" pamit Bibi meninggalkan meja makan.
"Lulu sayang, tidak usah lakukan itu. tuangkan minum biar kami sendiri saja" ucap Mama.
"Tidak apa, Ma.. nanggung lho" ucap Lulu. membuat Mama tersenyum dan beralih ke suaminya dengan memberi kode mengatakan,
"Menantu Idaman" ucapnya tanpa suara. Papa pun juga ikut tersenyum.
"Aku tidak salah pilih" ucapnya dalam hati.
Setelah Lulu selesai ia pamit menuju kamar untuk memanggil suaminya karna makan malam akan segera dimulai. Ia pun berjalan dengan cepat menaiki tangga.
__ADS_1
Ceklek,
"Daff, turunlah! makan malam." suruh Lulu dan Daffa pun beranjak dari tempat tidurnya dan mengikuti Lulu dari belakang.
Sesampai dimeja makan, Lulu dan Daffa pun duduk dikursi masing-masing dan menunggu Mama yang tengah mengambil Nasi untuk Papa Mahesa. setelah Mama selesai, Lulu pun mengambil nasi untuknya beserta Lauk pauk yang sudah tersaji.
"Untukku mana??" tanya Daffa.
"Oh ya ampun.. ternyata ada kau. aku bahkan lupa ada Orang disampingku" ucap Lulu sengaja meledek suaminya.
"Lo kira gue makhluk astral" ketus Daffa.
"Ya makhluk tak kasat mata" ucap Lulu dengan senyum jailnya. dan mengambil nasi juga lauk untuk suaminya. melihat itu membuat Papa dan Mama geleng-geleng kepala tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya yang belum akrab. Wajar saja mereka dipaksa dijodohkan.
Hingga semuanya pun menikmati makan malam dengan lahap dan tanpa bersuara.
"Bagaimana pekerjaanmu nak Lulu?" tanya Papa Mahesa.
"Alhamdulillah baik dan lancar, pa" jawab Lulu.
"Apa Daffa berbuat jahat padamu?? maksudnya seenaknya memerintahmu" tanya Papa lagi.
Lulu pun menoleh pada Daffa dan beralih ke Papa Mahesa lagi
"Tidak kok, Pa. hanya saja Lulu mesti buat kopi tiap pagi dan siang" adunya.
"Tidak apalah ma, malah itu bagus untuknya belajar melayani suami dari hal kecil" ucap Daffa yang semestinya.
"Apakah Lulu sudah melayanimu dalam hal besar?" ketus Mama dengan senyum jailnya.
Mendengar itu membuat Daffa tersedak dan Lulu langsung memberikan air minum untuk suaminya. sedangkan Lulu hanya bersikap biasa saja mendengar pertanyaan itu.
"Maksud Mama?" tanya Lulu dengan polosnya. membuat Daffa langsung menoleh.
"Apa-apaan dia malah bertanya. apa dia gak tau maksud mama" gumam Daffa dalam hati.
"Benar-benar polos" sambungnya lagi.
"Tidak ada sayang" jawab Mama cengar cengir dan Lulu pun tidak menanyakan lagi dan acuh dengan omongan Mama. Ia pun melanjutkan makannya lagi hingga habis tak tersisa.
~
~
Didalam kamar, Lulu dan Daffa sedang ribut merebutkan tempat tidur. tak ada yang mau mengalah dan tak ada juga yang mau tidur seranjang. Mereka benar-benar pasangan yang keras kepala dan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Kamu tidur situ!" suruh Lulu menunjuk sofa.
"Tidak akan! kamu yang tidur disitu!" lawan Daffa.
"Hei kamu kan laki-laki! ngalah dong!" ucap Lulu melipat tangannya didada.
"Helloooo... gue disini pemilik kamar dan gue yang atur!" ketus Daffa tak mau kalah.
"Tapi ini juga kamar gue dong.. dimana-mana perempuan yang mengatur" lawan Lulu lagi merebahkan tubuhnya diranjang.
"Hei! kamu tidak pantas menyentuh ranjangku" ucap Daffa berang dan mendorong Lulu dari kasur.
"Aaaw" rintihnya dan segera bangun.
"Kamu kira aku apa ha! kotoran gitu! berang Lulu marah mendengar ucapan Daffa tadi lalu menimpuknya dengan bantal.
"Aduh sakit tau!" keluh Daffa.
"Asal kamu tahu yaa pacar kamu itu yang kotor! KO...TOOOR!!" geram Lulu memukul punggung Daffa diatas kasur.
Malam ini mereka sibuk bertengkar diatas kasur demi mendapatkan ranjang yang ukuran king itu. Tidak ada yang mau mengalah dan malah membuat Lulu naik tanduk akan kesalnya pada Daffa.
Setelah lelah bertengkar, Lulu dan Daffa pun memilih diam dan berbaring diranjang yang sama tetapi Lulu membatasi tempat tidur dengan guling ditengahnya.
"Jangan sekali-kali melewati guling ini!" ucap Lulu. Dan tak ada jawaban dari suaminya dan Lulu yang keheranan langsung menoleh pada suaminya yang membelakanginya.
"Astaga, dia sudah tidur" gumamnya. Lalu Lulu pun memilih tidur hingga tak berapa lama akhirnya ia tertidur dan memasuki alam mimpi.
^^
Daffa melihat kekasihnya Sheila yang baru saja keluar dari rumahnya dan memasuki mobil mewah yang menunggunya. Daffa pun mengikuti kemana Sheila pergi. dan mobil berhenti disebuah hotel. Daffa pun turun dan mengikutinya hingga ke dalam dan terlihat Sheila memasuki kamar hotel. tetapi naas, Sheila tidak menutup pintu rapat-rapat. Daffa pun mengintip dari balik pintu dan mengamati Sheila yang sedang merangkul Pria paruhbaya dan Sheila membuka pakaian pria itu dan terjadilah. melihat itu Daffa murka dan memukul-mukull tembok.
^^
"SHEILLAAAAAAA!!!! kurang ajar kau!!" ucap Daffa yang telah berpelu. Lulu pun terbangun akan teriakan itu dan kaget melihat Daffa tengah meninju lantai dari atas tempat tidur. sedang posisi Daffa yang tengkurap.
"Astaga.. dia mimpi" gumam Lulu.
°
°
°
°
__ADS_1
°