
Keesokan harinya matahari telah muncul diperaduannya menyapa semua makhluk hidup yang berada dibumi. Daffa terbangun dari tidurnya, terlihat matanya yang membengkak karna bermain game online bersama Roni hingga tengah malam setelahnya Daffa tidak bisa tidur sama sekali hingga menjelang pukul tiga dinihari Daffa mulai merasa kantuk yang sangat hebat.
tok tok
"Tuaaan..." panggil bibi berkali kali. untung saja Daffa terbangun karna sinar matahari yang menyengat menyoroti matanya.
"Eeemhh... ya bii" sahut Daffa dengan suara serak khas bangun tidur lalu berjalan menghampiri pintu.
"Tuan, ada tuan Roni mencari anda tuan" ucap Bi Ningsih.
"Oh baiklah bi, terima kasih" ucap Daffa dan menutup kembali pintunya menghampiri Roni yang sedang duduk diruang tamu. Daffa pun berjalan tergopoh gopoh dengan kepala yang mengangguk angguk karna matanya yang masih sangat mengantuk sekali.
"Huwaaaaaaa..... ada apa?" tanya Daffa setelah mendekati sofa.
"Tuan, kenapa anda belum bersiap-siap??" tanya Roni heran.
"Emang mau kemana sampai kau bertanya aku belum bersiap siap gitu?" tanya Daffa heran lalu menduduki tubuhnya.
"Ya ampun tuan, kau pasti lupa membaca pesanku" gerutu Roni menggaruk kepalanya.
"Kau kirim pesan apa?? aku masih ngantuk sekali tadi malam tidak bisa tidur. huwaaaa....." ucapnya menguap.
"Aduh busuknya. kau belum gosok gigi yaa?" tanya Roni mengibaskan tangannya didepan wajah.
"Belum, ada hal apa kau menjemputku?" tanya Daffa lagi kemudian bersandar disofa yang ia duduki.
"Kita harus ke surabaya tuan, ada proyek pembangunan hotel yang harus kita tangani" ucap Roni.
"Apa???? apa yang terjadi?" tanya Daffa.
"Proyek hotel kita di jalan xx ada yang mengorupsi dana dari kita tuan, dan sudah ada bukti kalau pak gio menyelundupkannya." lapor Roni.
"Kurang ajar! kita harus kesana hajar dia. beliau belum tahu kalau sudah ketahuan kan?" tanya Daffa lagi.
"Belum. beliau masih belum curiga kalau ia sudah ketahuan dengan salah pegawai kita" ucap Roni
"Bagus. kita harus tangkap dia.. berapa yang sudah dikorupsinya?" tanya Daffa lagi.
"Tidak tau tuan, yang jelas bahan bangunan sangat tidak cukup." ucap Roni.
"Baiklah, tunggu aku! aku akan bersiap-siap" ucap Daffa dan berlalu pergi ke kamar.
Beberapa menit kemudian, Daffa telah selesai dan ia pun menuruni tangga menghampiri Roni. tetapi langkahnya terhenti karna bibi yang memanggilnya.
"Tuaan.." panggil Bi Tuti
__ADS_1
"Ya bi.." sahut Daffa menoleh kebelakang.
"Sarapan dulu tuan, bibi sudah siapkan" ucap Bibi.
"Baiklah bi, panggilkan Roni untuk sarapan bersamaku" suruh Daffa dan berlalu keruang makan. tak berapa lama Roni pun menyusul Daffa yang sedang mengoleskan selai ke roti.
"Wah enak ni.. ada roti pakai telur juga" ucap Roni yang sedang menduduki tubuhnya.
"Ya sarapanlah dulu.." ajak Daffa dan mereka pun sarapan dengan sangat nikmat.
Di perjalanan menuju kota Surabaya, Daffa sudah tidak sabar untuk menghajar pak gio yang telah menyelundupkan uang untuk pembangunan hotel. fokus pada proyeknya, membuat Daffa lupa akan masalahnya pada Lulu.
"Sabar tuan, kalau perlu dia kita jebloskan" ucap Roni yang tau apa yang dipikir tuannya.
"Ya, padahal aku sudah menaruh kepercayaan padanya" sahut Daffa.
"Kau memang orang yang gampang percaya ya tuan, kemarin Sheila sekarang pak Gio" ucap Roni heran memiliki sahabat yang gampang mempercayai seseorang.
"Kenapa kau malah mengungkit Sheillla? padahal aku lupa sama masalahku dengan Lulu" gerutu Daffa.
"Jadi Lulu belum mempercayai ucapanmu?" tanya Roni
"Belum, aku bingung untuk membuktikannya. Papa sih tidak memasang cctv" keluh Daffa mengusap wajahnya kasar.
"Wah Ma, sekarang sudah hobi bunga yaa" ucap Lulu mengagetkan Mama.
"Uh sayang, kamu mengagetkan mama saja" ucap Mama Sarah.
"Hehe.. waduh ma, kenapa kebanyakan bunga janda sih. ada janda bolong juga hahahahah.." ketus Lulu meledek Mama lalu ia pun tertawa.
"Hus apaan sih kamu ini kudet banget. sekarang ini jamannya bunga janda. berbagai janda mama beli" ucap Mama bangga.
"Hedeeeeeuh Mama..." gerutu Lulu.
"Mending kamu bantuin mama daripada sibuk jelekki bunga mama" suruh Mama.
"Oke deh demi janda bolong, hihi" cengengesnya. Lulu pun mulai menanami bunga-bunga kesukaan mamanya. bunga yang lagi viral kini dikalangan emak-emak gaul. membuat Lulu heran apa sih bagusnya bunga macam ginian, pikirnya.
"Mending bunga mawar, anggrek" gumam Lulu disela-sela memasuki tanah kedalam pot.
"Sayang, kamu kalau mau bawa saja pulang besok yaa" tawar mama.
"Tidak ma, Lulu kurang tertarik" ucap Lulu.
"Dasar kamu ini" gerutu mamanya.
__ADS_1
Akhirnya menanam bunga pun telah selesai, Mama Sarah kemudian mengambil selang dan menyirami bunga-bunganya. sedangkan Lulu segera masuk kerumah untuk mencuci tangan menggunakan sabun.
Beberapa jam kemudian, Daffa dan Roni telah tiba di Surabaya tepatnya di pembangunan hotel miliknya. Daffa turun dengan gagahnya membuat semua pegawai senang akan kedatangan tuannya. Roni memarkirkan mobilnya jauh dari pembangunan itu.
"Selamat siang tuan" sapa mereka menundukkan kepalanya.
"Selamat siang, lanjutkan pekerjaannya" suruh Daffa lagi dan diangguki oleh mereka.
"Ron, siapa yang memberitahu mu?" tanya Daffa
"Pak dirga, tuan. akan saya panggilkan beliau" ucap Roni dan mencari pak Dirga yang sebagai tukang bangunan hotel itu. sembari menunggu Roni, Daffa berkeliling dulu melihat hasil perkembangan pembangunan hotelnya.
"Pak, apa ada keluhan dari bahannya?" tanya Daffa pada si bapak yang ada di dekatnya.
"Ada tuan, semennya kurang. pak Gio menyuruh kami untuk berhemat semen" adunya.
"Kurang ajar" gumam Daffa dalam hati.
"Jangan berhemat lagi pak, robohkan lagi. dan ulang kembali pembangunannya agar kuat dan kokoh" suruh Daffa.
"Tuan tenang saja.. kami mengerjakan dengan semestinya. untung saja tuan datang karna stok semen dan lainnya tinggal sedikit" ucap si bapak itu lagi. rupanya mereka tidak menuruti suruhan gio untuk berhemat. karena apa?? kalau dihemat, bangunan tidak akan kokoh karna semen ditipisi.
"Syukurlah. saya akan menambahkan lagi stoknya. kenapa tidak dari kemarin kalian adukan pada saya?" tanya Daffa heran.
"Pak Gio mengancam kami untuk dipecat tuan. untung saja pak Dirga sudah merekam kejahatan pak Gio" adunya.
"Memang kurang ajar" gumam Daffa mengepalkan tangannya. setelahnya Roni tiba bersama pak Dirga, pak Dirga mengajak tuannya untuk ketempat yang sepi agar pak Gio tidak melihat kedatangan bosnya.
"Tuan, ini rekaman bukti bahwa pak Gio menyelundupkan uang pembangunan" ucapnya memberi ponsel miliknya dan memperlihatkan Gio yang sedang gembira dengan uang lalu memasukinya dalam tas kerja.
"Biadap! dimana dia sekarang?" tanya Daffa.
"Diruang kerjanya" jawab pak Dirga.
"Bagus! ayo kita kesana" ajak Daffa dengan wajah sangarnya.
°
°
°
°
°
__ADS_1