
"Hmmmm.... Aku.." ucap Lulu gugup mendengar pernyataan Nathan padanya. Lalu Lulu pun berfikir apakah ia menerimanya atau tidak.
"Aku kan sudah dijodohkan.. Gimana ini.. Mungkin aku terima sajalah hitung-hitung untuk bersaing dengan Daffa. Dia saja punya kekasih kenapa aku tidak" gumam lulu didalam hati.
Semua orang yang melihat tidak sabar untuk mendengar jawaban lulu lalu mereka bersorak,
Terima.. terima... terimaa.. terimaa...
Mendengar itu membuat Lulu kaget dengan lamunannya dan Lulu pun menjawab,
"Iya aku mau menerimanya" ucap Lulu dengan semangat pada Nathan dengan senyum kembangnya. Dan membuat semua orang bertepuk tangan kecuali Tari yang melongo mendengar penuturan lulu.
"Apa dia tidak waras mau menerima lelaki ini dia kan sudah punya calon" gumam Tari dalam hati.
Merasa cintanya sudah diterima, Nathan pun berpaling melihat Teman-temannya dengan senyum seringainya yang penuh arti. Teman-teman lainnya memberi acungan jempol.
Lalu Nathan pun mnghampiri Lulu hendak memeluknya. Tetapi sebelum ia memeluk sudah ada seseorang yang menghalanginya.
"Eep eep.... Nanti dulu! belum muhrim tau! Gue mau bawa pacar lo dulu" ucap Tari yang melentangkan tangannya untuk menghalangi Nathan yang ingin memeluk lulu. Nathan pun mendengus kesal pada tari. Setelah itu, Tari membawa lulu menjauh dari kerumunan.
"Lu, Apa lo gila nerima dia hm??" tanya tari dengan omelannya.
"Gue sengaja nerima dia buat manas manasin daffa.. Emangnya dia saja apa yang boleh punya kekasih" jawab lulu.
"Iya juga.. Tapi kalau Nathan tau lo sudah dijodohkan bagaimana?" tanya tari.
"Itu urusan nanti.. Yang jelas gue ingin bermain-main dulu" ucap lulu.
"Dasar" gumam tari.
Lalu mereka pun pergi masuk ke dalam kelas karna sebentar lagi dosen killer akan masuk.
"Waduh.. kita cabut saja yuk.. Gue males sama Dosen killer ini" ajak tari.
"Yuk ah"
Lalu mereka pun keluar.. Hendak selangkah lagi kaki mereka diluar jalur pintu,, Pak dosen yang garang habis itu pun langsung mencegat Lulu dan Tari.
__ADS_1
"Eep eep.. Mau kemana kalian hm?? Mau kabur dari mata kuliah saya yaaa!!" ucap Dosen tersebut.
"Eh tidak pak.. Kami.." ucap lulu kepotong.
"Tidak ada yang boleh keluar apapun alasannya mengerti?! Sekarang kalian masuk dan berdiri satu kaki dengan tangan memegang kuping kalian lebar lebar biar masuk pelajaran saya" bentak pak dosen tersebut.
"Sial!" gumam tari.
Lalu mereka pun masuk dan melakukan perintah pak dosen tersebut.
Dosen killer pun menerangkan mata kuliah yang dibawanya hingga berbicara Nonstop. Lulu dan Tari yang sudah sangat lelah menahan badan mereka itu pun mendengus kesal.
"Gara-gara lo ni" ucap lulu menyalahkan tari.
"Kok gue sih.. lo aja yang mau" ucap Tari.
Dan itu membuat sang dosen pun menoleh pada mereka
"Eh kalian ! Jangan suka bercerita disaat jam saya! Sekarang coba kalian terangkan mata kuliah saya pada teman teman kalian" ucap si bapak itu.
Melihat mereka yang tak kunjung menjawab pun membuat si bapak kesal dan menambah hukuman mereka dengan melakukaan Pushup.
"Sekarang pushup 50 kali!" perintah dosen tersebut.
"Banyak amat pak" ucap tari.
"Cepat lakukan!" bentak pak dosen.
Lalu mereka pun melakukan Push up tersebut dan dengan nafas ngos-ngosnya mereka akhirnya selesai juga.
"Siap pak" ucap Tari dan Lulu bersamaan.
"Sekarang duduklah" ucap Pak dosen memperbolehkan mereka duduk.
Lalu Lulu dan Tari pun saling menatap dan tersenyum lalu mereka langsung duduk ditempatnya berada.
"Kalau tau kita boleh duduk setelah melakukan kesalahan dua kali kenapa tidak dari tadi saja.. Sekarang rasanya tulang gue sangat remuk" ucap lulu dengan suara pelannya pada tari.
__ADS_1
"Iya betul tu gue jadi pengen tidur" ucap tari.
Dosen yang memerhatikan mereka pun langsung melempar pena nya ke arah Tari dan Lulu dan membuat mereka terkejut.
"Kalau kalian masih berbicara kalian tidak segan-segan akan Saya hukum lebih berat lagi" ucap dosen itu.
"Eeh eeh tidak pak.. Maaf kami tidak ulang lagi" ucap mereka bersamaan
°
°
°
°
°
°
°
__ADS_1