Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
137. Party : Menyatakan cinta


__ADS_3

Hari sudah semakin siang, matahari terlihat sangat terik, seluruh penghuni pantai mulai meninggalkan aktivitas mereka di air dan juga pasir. mereka berbondong-bondong untuk menikmati hidangan makanan siang yang telah tersaji oleh pihak chatering. meja panjang dan kursi bersejejeran diatas pasir tepi pantai dengan dekorasi-dekorasi yang sangat indah, walau seharian disana tidak membuat mereka lelah malahan mereka sangat gembira sekali.


Terlihat disana, Lulu tengah mengambilkan makan siang untuk suami, nasi yang tidak terlalu banyak dan dilengkapi dengan rendang, capcay, dan masih ada lagi. Lulu memberikannya pada sang suami, dan mengambil jatah untuk dirinya. Roni yang berada didekatnya merasa terkejut dengan porsi nasi Lulu yang sangat penuh. diliriknya Daffa yang berada disamping Lulu tampak sangat tidak terkejut.


"Daf, itu bini lo kan?" tanya Roni pelan.


"Yaiyalah bini gue gak mungkin bini sumanto" jawab Daffa menatap tajam kearah Roni.


"Porsi makannya gede amat bro, lo yakin dia bini lo? jangan-jangan nyi kunti yang menyamar" ucap Roni seenak jidat.


"Kurang asem lo ngatain bini gue" ujar Daffa menginjak kaki Assistennya.


"Aw, sial lo" rintihnya.


"Lulu sekarang emang begitu, porsi makannya meningkat, heran gue" jelas Daffa.


"Gila. benar-benar cakep dah bini lo" seru Roni.


"Sayang, ini piringmu" ucap Karin memberikan piring berisi nasi pada suaminya.


"Terima kasih sayang, kau cantik sekali" goda Roni menatap intens wajah istrinya. sedangkan Karin hanya tersenyum malu lalu mengambil nasi untuk dirinya.


"Uweeek.. sok romantis, dikacangi yang ada" ejek Daffa.


"Sayang, ayo kita ke meja sana" ajak Lulu yang telah selesai mengambil miliknya. Daffa dan Lulu pun menghampiri meja yang kursinya masih banyak yang kosong, diikuti oleh Rani, Gibran dan pasangan pengantin baru itu. Lulu yang tidak sabaran ingin segera tiba dan menduduki dirinya disamping Daffa.


"Heeem.. gak sabar banget mau makan rendang" gumamnya segera ia ambil sendok dan garpu lalu menyuapinya ke dalam mulut.


"Makan yang pelan yang" ucap Daffa kemudian menoleh ke kanan kiri agar tidak ada yang melihat tingkah istrinya.


"Lulu -lulu.. segitunya ya kalau makan, gak lihat tempat dulu" gumam Daffa dalam hati lalu melanjutkan makan siangnya. tidak hanya Daffa yang memperhatikan, keempat orang yang bersama mereka pun juga ikut kaget melihat Lulu yang terlihat sangat lahap.


"Yang, apa Lulu itu sedang berbadan dua?" tanya Karin pada suaminya dengan suara yang pelan.


"Berbadan dua? kayakmana pula, badannya saja satu tuh" ucap Roni membuat Karin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksudku hamil lho" ralat Karin.


"Oh kamu ini bilang gak jelas, tidak tau tuh mungkin bisa jadi" jawab Roni santai.


"Ku rasa iya, apa Daffa sudah tau?" tanya Karin lagi.


"Kayaknya gak yang, biar mereka sendiri yang tau nanti. yang jelas sekarang giliran kita buat anak" goda Roni.

__ADS_1


Plak!


"Aw" rintih Roni membuat semua orang kaget akan kebisingannya.


"Ada apa?" tanya Daffa sambil mengunyah.


"Tidak ada daff, lanjut lanjut semuanya" ucap Roni kepada semua orang yang berada dimeja panjang itu.


"Kau ini mengganggu saja" gerutu Daffa dan tidak menghiraukan mereka lagi.


"Yang, sakit tau" bisik Roni pada istrinya.


"Kamu kalau ngomong dipikir dulu, ngomong buat anak segala" ucap Karin lalu menyuapkan makanannya ke mulut.


Makan siang pun selesai, kini mereka duduk sambil mendengarkan nyanyian artis terkenal Siti badriah, Zaskia gotik dan Ayu ting-ting. Daffa mengundang mereka untuk mengisi acara dari siang hingga malam. banyak para pria yang berjoget menikmati suara merdu pedangdut itu, mereka memberi saweran dan disambut oleh mereka. sedangkan Daffa dan the geng hanya menyaksikan ditempat duduk mereka.


"Daff, Gib, joget yuk" ajak Roni.


"Yuk" ucap Daffa antusias.


"Tidak boleh! enak saja kamu goyang-goyangan sama mereka" ketus Lulu menjewer suaminya.


"Benar itu, temani istri disini!" timpal Karin mencubit perut suaminya. sedang Gibran dan Rani hanya tertawa menyaksikan kedua pria yang dihajar istri mereka.


"Aduh kalian ini, untung aku belum punya istri" ucap Gibran.


"Aduh jangan dong Ran" pinta Gibran seolah Rani adalah istrinya.


"Lah, bilang jangannya kok ke aku" ucap Rani heran membuat Gibran pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Karna kamu istrinya! hahahaha" timpal Lulu tertawa yang juga memerhatikan mereka. sedangkan yang lainnya ikut terkekeh membuat mereka berdua salah tingkah.


"Gib, buruanlah sebelum diambil orang" goda Daffa.


"Apaan sih kalian ini" ucap Rani yang tengah malu kemudian ia berdiri dan berjalan entah kemana ia akan pergi. mereka pun hanya melihat kepergian Rani yang tengah malu, Gibran yang ingin mengikuti langsung mengundurkan niatnya.


"Hei bro! lo suka sama dia?" tanya Roni.


"Tidaklah" elak Gibran.


"Sudahlah jangan malu-malu sama kita. gue sebagai pria tau kok gelagat seseorang yang jatuh cinta" timpal Daffa.


"Ciee...." goda Lulu menguyel-uyel pipi suaminya.

__ADS_1


"Buruan katakan cinta, jangan melamun juga" desak Roni.


"Cepat gib! kami dukung kamu" timpal Lulu. Gibran pun segera beranjak mengejar Rani, celingak celinguk mencari pujaannya sangat susah ia dapati karna banyaknya orang. Lulu, Daffa, Roni dan Karin segera berdiri untuk mencari keberadaan mereka dan ingin melihat Gibran yang menyatakan cinta.


"Itu dia" gumam Gibran yang akhirnya mendapati Rani yang sedang bermain air. Gibran segera berlari dan meraih tangan Rani membuat Rani terkejut.


"Gibran, ngapain kesini?" tanya Rani.


"Aku mau bicara serius" ucap Gibran memegang kedua tangannya. Rani melirik tangannya yang dipegang, merasa sangat heran.


"Ada apa?" tanya Rani. kemudian Gibran berlutut, memegang kedua tangan Rani lalu ia mengembuskan nafas secara perlahan.


"Will you marry me?" ucap Gibran tersenyum. Rani mendengarnya sangat terkejut dengan penuturan itu secara tiba-tiba, ia berfikir untuk menjawab pertanyaan itu.


"Secepat ini?" tanya Rani.


"Apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Gibran segera berdiri.


"Aaa..aku.... iya" ucap Rani yang tidak jelas. Gibran mengernyitkan dahinya mencerna ucapan itu.


"Iya apa?" tanyanya.


"Iya mencintaimu juga" tutur Rani lalu memeluk Gibran. Gibran pun ternganga lalu tersenyum membalas pelukan itu. namun tiba-tiba Daffa and the gengs datang menghampiri mereka.


Ciyee.. ciyeee... ciyeee...


Yihuuuuuui..


Sweeet... sweeet...


Sorak mereka yang merasa senang melihat pasangan yang saling menyatakan perasaannya itu. diam-diam ternyata mereka memerhatikan Gibran dan Rani dari tempat tersembunyi.


"Jadi gimana nih Ran?? diterima gak?" tanya Lulu dengan senyum kembangnya berada dipelukan Daffa. Rani berfikir sejenak membuat orang merasa tidak sabar dengan jawabannya.


"Hemmmm... gak" jawab Rani dengan wajah datarnya lalu menjauhi tubuh Gibran.


"Kenapa Ran?" tanya Lulu melepas dekapan Daffa dan melirik Gibran yang murung.


"Karna aku..


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2