
Diperusahaan yang kini telah menjadi milik Daffa, semua pegawai tampak serius dengan pekerjaan mereka masing-masing. Lulu sedang menyiapkan berkas-berkas untuk ia mempresentasikan ke depan karna sebentar lagi mereka akan mengadakan pertemuan dengann semua para CEO atas kerja sama yang mereka lakukan.
Roni berjalan cepat ke ruangan presdir, ia melirik Lulu yang sedang menatapnya juga. Lulu seolah tau arti tatapan itu ia segera beranjak mengikuti Roni. Roni masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, itulah kebiasaannya disaat sedang buru-buru.
"Pres, rapat akan segera dimulai" lapornya.
"Sudah siap semuanya kan?" tanya Daffa
"Sudah" jawab Lulu dan Roni bersamaan. Daffa pun berjalan mendahului mereka tetapi tiba-tiba ia berhenti seolah terlupa sesuatu.
"Apa ada yang ketinggalan pres?" tanya Roni.
"Istriku" ucapnya lalu meraih tangan Lulu dan merangkulnya membuat Lulu kaget dan tersenyum pada suaminya.
"Oalah Daf daf.." gumam Roni.
Daffa, Lulu dan Roni bergegas masuk ke ruang rapat dan hampir semuanya telah datang sebagian lagi ada yang belum tiba. Daffa pun duduk dikursi kebesarannya diapit oleh Lulu dan Roni.
"Apa belum datang semuanya?" tanya Daffa
"Belum Tuan" ucap salah seorang didekatnya.
Sembari menunggu mereka pun mengobrol terlebih dahulu. kini Lulu menjadi bahan obrolan mereka banyak yang bertanya kenapa sekretaris Daffa berubah menjadi bidadari secantik itu.
"Ini sekretaris mu tuan?? cantik sekali" pujinya. Daffa terlihat tidak suka ia hanya menjawab dengan anggukan kepala tanpa tersenyum kepada mereka.
"Hai nona kenalkan aku Hari" ucapnya memberikan tangan
"Saya Lulu, senang berkenal denganmu tuan" ucap Lulu menyalami tangannya dan segera melepaskan pagutan itu sebelum orang itu memegangnya erat. Lulu menoleh pada Daffa untuk melihat ekspresinya ternyata benar, Daffa tengah menahan amarah tapi masih bisa dikondisikan. Hingga akhirnya yang ditunggu-tunggu telah datang, langsung saja Daffa membuka acara rapat hari itu. kini giliran Lulu untuk mempresentasikan ke depan, dengan rasa gugupnya ia memegang tangan Daffa seolah meminta semangat Daffa pun memegang erat tangan istrinya dan tersenyum. dengan rasa percaya diri sekaligus rasa gugupnya, Lulu berjalan ke depan dan memulai presentasinya. semua orang bertepuk tangan melihat kinerja Lulu yang luar biasa begitu pun Daffa sangat bangga pada istrinya.
"Baiklah, karena rapat kita hari ini telah selesai, dengan begitu saya ingin memberitahu sesuatu pada Tuan tuan semua" ucapnya sambil berjalan ke arah Lulu, Lulu terpaku apa yang akan diberitahu oleh Daffa, pikirnya.
Daffa memegang tangan istrinya dan seketika tersenyum membuat semua orang bertanya-tanya.
"Saya ingin memperkenalkan bahwa sekretaris Lulu adalah istri saya" ucapnya bangga.
"Waah.. selamat Tuan.." ucap semuanya serempak dan bertepuk tangan dengan rasa ikut bahagia. kecuali yang berkenalan dengan Lulu tadi, tampak kaget dan tidak suka.
"Terima kasih semuanya, saya begitu bangga mempunyai istri sepertinya" ucapnya melirik Lulu yang sedang malu-malu.
__ADS_1
Akhirnya rapat pun selesai, semua orang bersalaman dengan Daffa dan Lulu juga mengucapkan doa baik untuk rumah tangga mereka.
"Semoga bahagia ya, maaf tadi sudah memuji istri anda tuan" ucap pria yang berkenalan dengan Lulu tadi, ia menyadari tidak mungkin ia mendapatkan Lulu karna juga sudah memiliki istri.
"Tidak apa, terima kasih" ucap Daffa.
Daffa dan Lulu merasa lega karna semua investor CEO perusahaan lain telah meninggalkan ruang rapat. Daffa menciumi punggung tangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih yaa sudah perkenalkan aku pada mereka" ucap Lulu tersenyum.
"Itu harus sayang, kau istriku" tutur Daffa memeluk istrinya.
"Aku tidak ingin ada yang mengajak kenalan denganmu lagi" ucap Daffa dari balik punggung Lulu.
"Oh pantasan" ketus Lulu. Daffa pun melepas pelukannya dan menoleh pada bibir pink yang indah itu, tanpa berlama lama Daffa langsung mengecupnya hingga menjadi ciuman panas. untung saja Roni telah pergi jadi Daffa lebih leluasa bersama Lulu .
Ditempat Tari, hari ini ia tidak masuk kerja karna merasa tidak enak badan. melihat istrinya yang sakit Ferdi juga mengurungkan niatnya untuk bekerja padahal Tari sudah memaksanya.
"Sayang, kamu demam.. makan yaa?" suruh Ferdi mengambil mangkok bubur dari atas nakas. Tari pun terpaksa mengangguk karna merasa tidak enak dengan suaminya yang sudah lelah menjaganya. Ferdi mulai menyuapi istrinya itu, dua kali tiga kali bubur itu lolos dari mulutnya untuk kesekian kali Ferdi menyuapi tiba-tiba Tari merasa perutnya akan mengeluarkan sesuatu.
Uweeeek......
Tari merasa mual dan segera berlari ke kamar mandi ia memuntahkan semua isi perutnya.
tok tok
"Masuuuk..." sahut Ferdi dan dokter itu pun masuk.
"Eh dokter, tolong periksa istri saya dia tidak mau makan dan lemas sekali dok" ucap Ferdi khawatir.
"Baik, tenang tuan.." ucap dokter itu dan berjalan menghampiri Tari yang tengah berbaring. dokter itu pun mulai memeriksa suhu tubuh, keadaan jantung dan tentunya perut Tari.
tuk tuk
Dokter mengetuk perut Tari dan mulai menemukan penyebab Tari yang terkulai lemas.
"Bagaimana dok??" tanya Ferdi.
"Selamat yaa.. istri tuan hamil. tapi lebih memastikan sebaiknya dibawa ke dokter kandungan" tuturnya tersenyum.
__ADS_1
"Apa??? hamil??" tanya Ferdi dan Tari bersamaan. dokter itu pun mengangguk.
"Alhamdulillah terima kasih dok, sayang, kita akan punya anak" ucap Ferdi pada dokter dan beralih pada istrinya.
"Baiklah, ini resep yang saya berikan berupa vitamin dan penurun panas" ucap Dokter itu memberikan sepucuk kertas berisi resep obat.
"Oke dok, terima kasih." ucap Ferdi girang.
"Kalau begitu saya permisi ya tuan" pamit dokter itu dan diangguki Ferdi.
Akhirnya kedua pasangan itu bahagia, Ferdi memeluk istrinya dengan penuh cinta.
~
~
Daffa dan Lulu segera pulang kerumah mereka karna jam kerja telah berakhir dan sore pun telah tiba, Daffa menggandeng tangan istrinya diikuti oleh Rani dibelakang mereka.
"Kenapa gue seperti bodyguard saja diantara mereka.. nyesal gue samperin lulu" gumam Rani dalam hati.
Hingga mereka pun memasuki lift membuat Rani serba salah ada diantara mereka. Daffa pun melirik Rani seakan-akan kenapa wanita ini slalu mengekor.
"Saya keluar saja Tuan" ucap Rani salah tingkah.
"Jangan, sini saja temani gue" ucap Lulu menahan tangan Rani membuat Daffa mengerutkan keningnya menatap Lulu.
"Kan ada aku yang nemanimu sayang, kenapa seolah olah aku ini hantu" ketus Daffa.
"Iya kamu memang hantu yang ingin menerkamku" ketus Lulu yang sebenarnya yakin pasti Daffa akan membuat suatu hal kemarin.
"Huh dasar bini" gumam Daffa mengalah. sehingga Rani pun tetap berdiri disamping Lulu.
"Emangnya apa yang dilakukan presdir kalau kalian berdua disini?" bisik Rani ditelinga Lulu.
"Secret" ucap Lulu lalu tersenyum ia akan bebas dari terkaman lelakinya itu.
°
°
__ADS_1
°
°