
Malam telah berlalu dan kini giliran sang Matahari yang berganti posisi menyinari penduduk bumi. Lulu yang merasakan sengatannya dari balik gorden membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.
"Eeeemh.. ya ampun sudah pagi. aku harus bekerja" gumamnya. Lulu pun bangkit dari tidurnya akan tetapi kenapa tubuhnya sangat berat sekali seperti ada yang menimpanya. Lulu pun menoleh ke belakang dan kaget melihat Daffa yang kepalanya menjadikan punggung Lulu menjadi bantalan.
"Astaga.. tidurnya lasak sekali" gerutu Lulu.
"Woi bangun!" panggil Lulu. tak ada sahutan dari Daffa, Lulu pun memukul pipi suaminya dengan kencang.
"Aaaaaaw" rintih Daffa. ia pun terbangun gara-gara tepukan Lulu.
"Bangun woi!" panggil Lulu lagi.
"Astaga lu.. Kenapa lo disini?" ucap Daffa dengan suara khas bangun tidurnya.
"Apa lo lupa kalau gue juga tinggal dikamar lo ini?!" tanya Lulu geram.
"Ternyata gue lupa kita sudah nikah" jawab Daffa memikirkan hari semalam.
"Dasar pikun!" ketus Lulu.
Lulu pun segera masuk ke kamar mandi, menanggalkan bajunya dan menghidupkan shower air. kucuran air membasahi kepala dan tubuhnya tak lupa menuangkan shampo dan sabun cair ke seluruh tubuhnya.
"Segarnyaa......" gumam Lulu lalu ia meraih kimono yang ada disangkutan tetapi Lulu tak mendapatinya.
"Aku bahkan lupa mengambil handuk kimono.. bagaimana ini?" gumamnya bicara sendiri.
Lulu pun membuka pintu kamar mandi sedikit dan memanggil suaminya.
"Daaaaaaf...." panggil Lulu
"Heem"
"Ambilkan handukku tolong" pinta Lulu.
"Ambil sendiri" ucap Daffa dengan senyum miringnya.
"Dasar mesum! cepataaaaaaan!!" panggil Lulu dengan suaranya yang besar membuat gendang telinga Daffa ingin pecah.
"Dasar barbar! ini" serah Daffa memberikan handuknya.
"Gitulah.. pagi-pagi aku sudah naik darah" ucap Lulu bicara sendiri sambil memakai handuknya. setelahnya ia pun keluar dan Daffa langsung masuk ke kamar mandi.
"Ingat yaa... kamu tidak boleh telat! harus lebih duluan sampai dari aku" teriak Daffa dari dalam.
"Sial!" ucap Lulu lalu segera memakai pakaiannya dan bermake-up seadanya. sedangkan Daffa baru keluar dari kamar mandi dan memerhatikan Lulu tengah terburu-buru.
"Lu, pakaian gue mana?" tanya Daffa dengan senyum jailnya.
"Dilemari" ucap Lulu singkat.
"Ya gue tau.. ambilin" pinta Daffa. tanpa berlama-lama lagi Lulu pun segera ke lemari dan mengambil pakaian kantor Daffa. Daffa pun segera memakainya diruangan tertentu.
Lulu pun telah selesai dan mengambil tasnya lalu berjalan menuju pintu.
"Tunggu!" cegah Daffa. Lulu pun menoleh memutarkan bola matanya.
"Ada apa lagi?" tanyanya jengah
"Pasangan dasiku" suruh Daffa.
__ADS_1
"Astaga.. kau ini hobi sekali berdrama" gerutu Lulu kesal dan menghampiri suaminya.
"Siap" ucapnya.
"Pergilah" usir Daffa.
Setiba diruang makan,
"Pagi Ma, Pa" sapa Lulu.
"Pagi sayang" ucap Mama dan Papa serentak.
"Mana Daffa nak?" tanya Mama Sonya.
"Sedang bersiap-siap, Ma" ucap Lulu
"Im comming Mom" panggil Daffa yang baru saja tiba.
"Baiklah ayo kita sarapan" ajak Mama. dan semuanya pun duduk menikmati sarapan pagi.
~
~
Lulu dan Daffa pun sedang diperjalanan menuju kantor. tiba-tiba Daffa menurunkan Lulu ditengah jalan dengan alasan ia tidak mau semua orang melihat mereka bersama.
"Turunlah!" ucap Daffa.
"Apa??! Lo nurunin gue disini???" tanya Lulu lagi.
"Iya. gue gak mau semua orang melihat kita" jelas Daffa.
"Pergilah cari taksi.. aku akan berdiam disini dulu biar kau tak telat" ucap Daffa tapi Lulu tak menghiraukannya. Lulu sedang mencari taksi sambil berjalan menjauhi mobil Daffa, tapi sayangnya tidak ada taksi yang lewat. tak lama kemudian datanglah sebuah mobil menghampiri Lulu, dan ia pun turun.
"Lulu, kamu ngapain disini?" tanya seseorang itu yang tak lain ialah Gibran.
"Saya nunggu taksi tapi tidak ada yang lewat" ucap Lulu.
"Ya ampun.. Ayo masuk kita berangkat bersama atau presdir akan marah duluan nanti" ucapnya.
Lulu pun manggut dan mengikuti Gibran memasuki mobilnya. sedang disana beberapa meter dari Lulu, Daffa terlihat kesal melihat Gibran yang mendekati istrinya. wajahnya pun berubah merah dan tangannya memegang erat setir kemudi. setelah kepergian Lulu, Daffa pun menekan pedal gasnya kembali dan melajukan mobil menuju perusahaan.
"Tadi sepertinya aku melihat mobil presdir tak jauh darimu berdiri" ucap Gibran memecah keheningan.
"Mungkin saja itu mobil orang lain yang persis dengan mobil Presdir" ucap Lulu.
"Mungkin saja. aku tidak memerhatikan platnya" ucap Gibran.
Lulu dan Gibran pun telah tiba digedung dan Lulu minta berhenti didepan gedung sebelum mobil diparkirkan.
"Pak, saya turun disini saja.. saya harus buru-buru" pinta Lulu.
"Baiklah" dan mobil pun berhenti.
"Terima kasih banyak ya pak" ucap Lulu langsung berlari dengan terbirit-birit.
"Bapak lagi" gumam Gibran.
Setiba dilantai tempat ruangannya dan Presdir, Lulu segera berlari menuju mejanya dan meletakkan tas miliknya diatas meja. Lulu pun langsung ke pantri untuk membuatkan kopi buat suaminya yang menyebalkan.
__ADS_1
"Kamu kenapa kok buru-buru gitu?" tanya Rani dibelakang Lulu.
"Tidak apa.. takutnya Presdir nanti datang duluan" ucap Lulu. sedangkan Daffa sedang menaiki lift menuju ruangannya.
Setelah selesai, Lulu pun segera keluar dan menuju ruangan Presdir.
"Oh ya ampun.. dia sudah datang" gumam Lulu terpaku dan berjalan cepat tetapi tidak membuat kopi itu tumpah. sedikit lagi dan sedikit lagi Lulu tiba dipintu ruangan begitu juga Daffa hampir sampai. Akhirnya Lulu bisa bernafas lega bisa sampai duluan didepan pintu dan segera membukanya. sedang Daffa memasuki ruangannya yang melihat Lulu meletakkan kopi miliknya.
"Akhirnya aku menang" ucap Lulu.
"Apa sedang ada lomba?" ucap Daffa dari belakang Lulu. Lulu pun menoleh dan terkejut.
"Iya pres, Ada lomba sama makhluk astral. untung saya tiba duluan" ucap Lulu menyindir.
"Kamu katakan saya makhluk astral?" tanya Daffa kesal.
"Hehe.. kenapa anda merasa" ucap Lulu.
"Keluarlah!" usir Daffa. Lulu pun segera keluar menuju pintu sambil menjulurkan lidahnya dibalik punggung Daffa.
Setelah kepergian Lulu, Daffa pun duduk dikursinya dan mengambil kopi buatan istrinya lalu menyesapnya dengan nikmat.
"Enak" gumam Daffa. entah kenapa Daffa memuji buatan Lulu padahal itu sudah biasa diminumnya dari buatan tangan lain dengan takaran yang sama. Sepertinya Daffa sudah merasakan sesuatu yang berbeda, akan tetapi ia tidak menghiraukannya.
Sedang menikmati kopi istrinya, tiba-tiba Roni datang menyelonong masuk keruangan Presdir.
"Presdir" panggil Roni.
"Kau mengagetkanku! kenapa tidak ketuk dulu" ucap Daffa.
"Saya sudah mengetuk tapi sepertinya anda sedang melamun" ledek Roni.
"Mana mungkin" elak Daffa.
"Ada apa?" sambungnya meletakkan kopi yang ditangannya.
"Kita ada kunjungan ke proyek yang ada di bogor, kepala yang mengurus disana sepertinya butuh bantuan kita" jelas Roni.
"Ya ampun pasti ada yang tidak beres" ucap Daffa. "Jadi kapan kita akan kesana?" tanyanya lagi.
"Nanti siang sekitar jam sebelas, pasti jalanan mulai lengang" ucap Roni.
"Baiklah." ucap Daffa
Lalu Roni pun keluar dan tiba-tiba melihat Sheila yang sedang dilarang masuk oleh Lulu.
°
°
°
°
°
°
Jangan lupa Like, koment dan Vote nya yaa 😊😊
__ADS_1