
"Tidak, tidak! jangan sampai jatuh" gumam Lio panik namun na'as mobil pun terjatuh. Untung saja mobil remote tersebut tidak bergelinding dianak tangga, sebab Suster Ayu yang kebetulan menghampiri langsung menyambut mobil remote itu dengan tangannya yang sedang membawa juice.
"Ah syukur aja" gumam Lio.
"Hati-hati mainnya sayang. Suster kamar kakak dulu ya," ucap Suster Ayu sembari menaruh mobil dilantai yang seharusnya.
"Lio ikut" ucap bocah itu dan diangguki oleh suster.
Suster Ayu berada dikamar Yura, ia tengah sibuk mengajarkan Ayura mengerjakan PR (pekerjaan rumah). Kebetulan Suster Ayu sangat pandai dalam urusan pelajaran hingga tidak sungkan Ayura meminta suster untuk membimbingnya selama dirumah. Lio pun mengikuti suster ke kamar kakaknya dengan membawa mobil mainan yang menggunakan remote itu. Memasuki kamar dan melihat Ayura tengah serius belajar. Yura memang anak yang rajin dan pintar, lebih memilih belajar, menonton ataupun bermain bersama adiknya. Padahal dijaman kini, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget canggih yang diberikan orangtuanya. Namun karena kesepakatan Daffa dan Lulu, mereka enggan untuk memberikan barang itu. sangat disayangkan, bila sudah candu, gadget itu tidak akan pernah lepas dari genggaman. Apalagi efek yang ditimbulkan akan merusak jaringan otak dan retina mata.
"Kakaaaak...." teriak Lio.
"Hmm" sahut Yura yang masih fokus dengan bukunya.
"Ayo main.." ajak Lio.
"Tunggu sebentar lagi, kakak sedang nulis" ucap Yura lalu menyeruput juice yang diberikan suster.
"Yaaa kakak belajar terus" gerutu Lio lalu memainkan mobil itu disekeliling kamar Ayura.
"Ada lagi yang sulit?" tanya Suster Ayu.
"Hmm, tidak sus. terima kasih yaa udah ajari Yura" ucap Yura tersenyum.
"Sama-sama" sahut suster mengelus kepala bocah itu. Ia pun beralih pada Lio, memerhatikan bocah itu sedang bermain dengan remote yang ia pegang.
Bruuuuk!!
Mobil yang ia kendalikan tiba-tiba menubruk pintu kamar yang tertutup. Lio terkejut dan menghampiri mobilnya itu untuk melihat apakah lecet atau tidak.
"Aaaah mobil Lio!" teriaknya berlari mengambil mobil itu.
__ADS_1
"Untung gak lecet" ucapnya merasa lega sembari mengelus body mobil itu. Yura yang melihat hanyaa menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya.
"Nanti kita main dibawah yaa, lebih luas lagi" ucap suster Ayu.
"Sekarang aja" ajaknya menarik tangan suster.
"Maghrib lho Lio! nanti setelah sholat kita akan main" sahut Yura yang sedang menutup bukunya.
Di ruang bermain anak-anak, kini posisi telah tergantikan oleh Daffa untuk menjaga Fiona yang sedang bermain alek-alek bersama boneka barbie dan sang pangeran. Sedangkan Lulu, ia tengah membersihkan diri yang sudah sangat bau atas pertempuran diatas panggung itu.
"Appi, ambilkan piringnya cepat!" suruh Fio yang sedang menggoreng telor ceplok diatas kompor mainannya. Daffa yang sedang mengecek ponselnya seketika terkejut akan perintah sang putri.
"Piring, piring! ini sayang" ucap Daffa memberikan piring mini itu. Fio pun mengambilnya, lalu menaruh telor keatas piring tersebut.
"Yeeaaay sudah siap. Barbie makan ya sama pangerannya.. nyam nyam nyam" ucap bocah tengil itu. Daffa hanya tersenyum sembari mengacak-acak rambut bocah cantik itu.
Allahuakbar.. Allahuakbaar....
Suara adzan maghrib berkumandang dari ponsel milik Daffa. mendengar suara itu, Fio langsung melihat appinya dengan tersenyum. seketika Fio pun langsung berdiri dan kegirangan bahwa akan melaksanakan sholat berjamaah lagi.
"Oke bos" sahut Daffa berdiri. Daffa pun pergi ke kamarnya untuk mengajak Lulu, namun Lulu sudah tidak terlihat lagi. begitu pun dikamar Yura, tampak sepi tiada siapapun lagi.Daffa pun menuruni tangga sembari menggendong Yura, mengajaknya ke ruangan sholat untuk menyegerakan sholat fardhu tersebut. Tibalah disana, tampak Lulu sedang merapikan mukena Ayura yang rambutnya sedikit keluar.
"Lama sekali, pergilah berwudhu" suruh Lulu dan diangguki olehnya. Daffa dan Fio pun ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Allahuakbar..
Mang Asep menjadi imam untuk seluruh makmumnya, membaca alfatihah dan ayat pendek dengan sangat lancar dan sesuai dengan tajwidnya. Disisi lain, kedua bocah tampak cekikan saling mencuri pandang. Siapa lagi kalau bukan Fio dan Lio, si kembar malah saling menjulurkan lidah dan cekikikan. Harap dimaklum, anak-anak seusia mereka pasti berbuat seperti itu.
Kini seluruh makhluk seisi rumah telah selesai sholat dan makan malam, lanjut lagi pada si kembar yang heboh bermain dilantai bawah tepatnya diruang keluarga. sedangkan Lulu tengah menonton televisi bersama Daffa sembari meyuapi sang istri melahap cemilan yang Lulu beli tadi di Mall. Ayura pun ikut bermain bersama adik perempuannya, sedangkan Lio sudah berjelajah bersama mobilnya yang entah kemana.
"Tadi kemana aja sayang?" tanya Daffa berbaring dipaha sang istri.
__ADS_1
"Menemani anak-anak bermain" jawab Lulu dengan mata yang masih fokus menatap layar tv.
"Lalu kemana lagi?" tanya Daffa memainkan rambut Lulu yang sudah panjang.
"Makan, beli mainan, cemilan, itu saja" jawab Lulu. Daffa pun manggut-manggut mengerti.
"Pi, Lio tadi hil--
Dengan sigap Yura langsung membungkam mulut adiknya yang bocor itu. Lulu tak kalah terkejut, ia langsung menoleh menatap putri bungsunya itu dengan mata yang sedikit melotot. Daffa mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan tingkah mereka yang seolah menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa? ada yang kalian rahasiakan?" tanya Daffa menatap semuanya.
"Tidak sayang," ucap Lulu yang mulai bingung.
"Jadi Yura, kenapa kamu tutup mulut adikmu?" tanya Daffa heran. Yura pun langsung melepaskan bungkaman itu.
"Tidak ada pi" jawab Yura menggeleng.
"Fio, kamu mau ngomong apa tadi nak tentang Lio?" tanya Daffa dengan lembut. Fio pun bingung jawab apa, semua orang tengah menatap dirinya berharap tidak menjawab pertanyaan dari Daffa.
"Lio menangis minta beli mainan lagi, jadi semua orang menatapnya" sahut Lulu berbohong.
"Oalah, kirain ada apa" ucap Daffa merasa lega. begitu pun yang lainnya, bisa bernafas lega mendengar penuturan Lulu yang tengah menutupi kebenarannya. Lulu tidak mau Daffa sampai marah karna kejadian itu. yang terpenting sekarang Lio sudah berada dirumah mereka.
Malam semakin larut, mata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Suster ayu menidurkan si kembar yang sudah sangat mengantuk. begitu pun Ayura, telah tertidur walau baru saja tubuhnya menempel pada kasur itu. Di kamar Daffa dan Lulu, mereka memulai percintaan lagi setelah baru saja menonton film barat yang beradegan uwu-uwu, membuat tubuh suami istri itu meregang tak karuan. Kali ini Daffa tidak memaksa, melainkan Lulu yang langsung menyosor memberikan bibirnya pada sang pemilik.
Eeemh....
"Nakal!" seru Daffa membuka mulutnya lebar-lebar membiarkan milik Lulu untuk memasukinya. hingga mereka pun berakhir dalam kolaburasi diatas panggung untuk kesekian kalinya.
°
__ADS_1
°
°