
Tak terasa sudah satu bulan kemudian, hari berlalu dengan cepat dan hari ini adalah Hari pernikahan Lulu dan Daffa yang diselenggarakan di tepi pantai dengan taman yang indah.
Lulu kini sedang di rias oleh Mbak makeup artist untuk mengubah Lulu menjadi Cinderella yang sangat anggun dan cantik dan tentunya membuat semua yang memandang akan terpana dengan kecantikan yang terpancar.
Daffa dan keluarganya tak lupa juga bersama Assisten Roni dan kekasihnya telah tiba di tempat Pernikahan Daffa dan Lulu, melihat Pengantin pria telah datang, Pak penghulu dan saksi-saksi pun telah siap dimeja akad nikah yang akan dilakukan mempelai Pria. Daffa pun duduk dikursinya dihadapan pak penghulu dengan gaya elegantnya. tak lama kemudian, Lulu pun telah datang dari persembunyiannya dengan didampingi Tari disebelahnya. Mereka berdua sangat cantik terlebih lagi Lulu yang sudah seperti Cinderella dinegeri dongeng.
"Cantiiik...." gumam Daffa dalam hati yang tengah memandang Lulu lekat-lekat.
"Baiklah, berhubung kedua mempelai telah tiba, kita akan mulai akad nikahnya yang akan dilangsungkan oleh Pak penghulu dan mempelai prianya." ucap pembawa acara. membuat lamunan Daffa buyar seketika dan kembali menormalkan perasaannya yang dag dig dug.
"Baiklah saudara Daffa" ucap Pak penghulu memberikan tangannya untuk disambut Daffa.
"Saya nikahkan engkau dengan saudari Luthfiana vannesa binti Adi wijaya dengan maskawin seperangkat alat Sholat dan Satu paket perhiasan berlian dibayar tunai" ucap Pak penghulu.
Dengan satu tarikan nafas, Daffa pun berucap,
"Saya terima nikahnya Luthfiana vanessa binti Adi Wijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi???" tanya pak penghulu.
"SAAAAAHHHH" ucap Para saksi dengan Lantang.
Akhirnya semua orang pun berdoa dengan hikmatnya. dan Lulu juga Daffa sudah resmi dan sah menjadi Suami Istri.
Setelah akad nikah berlangsung, kini Lulu dan Daffa menyambut salaman dari para undangan, dan Para undangan pun menikmati sajian yang disediakan.
"Selamat ya sahabatku sekarang kamu sudah menikah" ucap Tari memegang tangan Lulu dan lalu memeluknya.
"Terima kasih sayaang.. kamu kapan nyusul hm?" tanya Lulu.
"Secret" ucap Tari singkat jelas padat.
"Is gitu yaa sama sahabat sendiri" merajuk Lulu dan memasang wajah yang cemberut.
"Tunggu aja.. ntar undangan yang menjawab" jawab Tari penuh teka-teki.
"Oya Daffa, jangan sekali-kali kamu sakiti sahabatku!" ucap Tari menoleh kearah Daffa yang memasang wajah datar.
Setelahnya Tari dan Ferdi pun turun dari pelaminan tempat Lulu dan Daffa bersanding.
Kini tibalah prosesi foto untuk kedua pengantin, Lulu dan Daffa pun memasang gaya yang biasa-biasa saja tampak canggung enggan seperti pengantin biasanya yang tampak bahagia dan romantis. Fotografer yang gemas sama mereka pun memberi arahan untuk bergaya yang romantis.
__ADS_1
"Aduh tuan, nona, jangan begitu dong gayanya.. mari saya tunjukkan" ucapnya mengubah gaya Lulu dan Daffa yang tampak kaku. sedangkan Lulu memutar bola matanya merasa jengah dengan ini semua.
"Ribet amat" gumam Lulu dalam hati.
"Ahaaa.... begini kan bagus. kalian tampak serasi" puji sang Photografer.
Cekrek cekrek cekrek
"Wah ini baru bagus hasilnya" ucapnya lagi setelah memotret Lulu dan Daffa.
*
*
*
*
Akhirnya acara pernikahan pun telah selesai, Mama sarah dan Papa Adi bersama Vivi berpamitan untuk pulang. sedangkan Lulu tinggal bersama keluarga Daffa yang telah menjadi suaminya.
"Lulu sayang, kamu baik-baik disana yaa.. berbakti pada suamimu jangan melawan yaa" pesan Mama Sarah.
"Baik ma" ucap Daffa pada Mama Sarah memanggil dengan sebutan Mama.
"Jeng, mas, kami pulang dulu yaa" pamit Mama Sarah.
"Hati-hati jeng" ucap Mama Sonya.
Keluarga Lulu pun pergi meninggalkan mereka semua tetapi langkahnya terhenti karna Lulu yang memanggil
"Mama.. Papa... jangan tinggalin Lulu" lirih Lulu yang menangis.
"Tidak sayang.. kita masih bisa ketemu. kan kamu hanya pindah rumah" ucap Mama menenangkan anaknya.
"Ma, Lulu tidak bahagia sama Daffa" rengek Lulu.
"Tenang sayang.. kalian belum memulai rumah tangga masa sudah ngomong tidak bahagia" timpal Papa Adi
"Benar apa kata Papamu.. buat dia jatuh cinta padamu oke?? Cinta akan tumbuh setelah bersama, sayang" ucap Mama.
"Baiklah" ucap Lulu cemberut.
__ADS_1
~
~
~
~
Setelah kepulangan Orang tuanya, Lulu dan Daffa kini sedang berada di kamar milik Daffa.
"Kamu tidur di sofa saja" ketus Daffa.
"Kok aku! seharusnya kamu lah!" tolak Lulu.
"Enak saja Lo, kamar-kamar siapa kok Lo yang ngatur" ucap Daffa.
"Lo kan cowo seharusnya ngalah dong!" elak Lulu. tetapi Daffa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket. sedangkan Lulu sedang membersihkan Make-upnya.
Disaat Lulu sedang membuka resleting dibelakang punggungnya, ia nampak sangat kesusahan untuk menurunkannya.
"Waduuuh... susah amat sih" gumamnya.
"Apa gue harus minta tolong saja sama dia?" sambungnya.
"Aduuuuh tapi kan gue malu" rengeknya lagi menatap dirinya didalam cermin.
"Ah sudahlah! lupakan saja malu. Malu(ku) jauh" ucapnya lagi.
Tok tok..
°
°
°
°
°
°
Jangan lupa Like, koment dan Vote nya yaaa 😊😊🙏🙏
__ADS_1