
"Dasar sok cantik, kegatelan! ternyata benar pradugaku" gumam Lulu dalam hati hingga ia melihat kaki mulus itu mulai melangkahkan kakinya dan..
Duuuuug!!!!!
Prisilla tersungkur ke lantai akibat tersandung gagang pel yang disengajai oleh Lulu. ditambah lagi tangan Prisila menyentuh ember yang dibawa oleh Lulu hingga membuat air didalam ember tersebut berceceran dilantai hingga membuat pakaian yang dikenakan Prisila menjadi basah.
Lulu tertawa puas didalam hati, pekerjaannya telah selesai untuk mengerjai wanita itu sekaligus mempermalukannya di depan khalayak umum. Lulu merasa hebat, melawannya secara halus walaupun dari balik topeng yang ia gunakan. bagi Lulu, motto hidup berumah tangga setelah kemusnahan Sheila adalah °memberantas semua pelakor yang ingin mengganggu suaminya°. Lulu tidak mau cengeng seperti dulu, Ia berambisi untuk terus kuat, tegar, menjadi wanita tangguh. Lulu tau betul gelagat wanita baik-baik dan wanita yang berpura-pura baik.
"Rasakan itu!" gumam Lulu dalam hati. wanita itu pun bangkit dari tersungkurnya, menatap Office Girl yang culun itu dengan tatapan tajam.
"Hai kau!! kau sengaja ya ingin menjatuhkanku haa!!!!" teriak Prisila membentak Office Girl culun yang diketahui bernama Lulu yang tengah menyamar itu.
"Ti-tidak, Maaf" ucap Lulu yang mulai beracting.
"Halaaaaah!!!!" ucapnya membuang gagang pel yang berada ditangan Lulu.
"Pekerjaanmu gak becus ditambah lagi kau sengaja melakukan itu!! sambungnya menarik rambut Lulu lalu menatap perut Lulu yang sangat besar.
"Aku benaran tidak sengaja, sungguh" ucap Lulu.
"Kau sepertinya hamil ya, bagaimana kalau aku membalas kebodohanmu tadii dengan yang lebih keji dari itu" ucapnya tersenyum seringai yang ingin mencoba mendorong Lulu dengan kuat.
"Anakku, tidak!!" batin Lulu yang mulai ketakutan. Lulu pun melirik pegawainya yang merhatikan mereka namun Lulu bersyukur pegawai yang mengenal dirinya tengah menyamar segera berlari menuju dirinya.
"Kau rasakan ini bodoh!!!" geram Prisila mendorong Lulu untung saja Lulu tidak terjatuh hingga terbentur sebab beberapa orang menahan tubuhnya hingga Lulu kembali berdiri dengan jantung yang berdebar. Lulu sangat takut bila terjadi apa-apa dengan bayinya itu.
"Permisi Nona, sebaiknya kau pergi dari sini." ucap seorang yang berpakaian sama dengan Lulu.
"Kalian pegawai rendahan malah mengusirku? berani sekali!!!!" ucapnya mengepalkan tangan. hingga security pun tiba dan langsung menyeret Prisila untuk pergi dari sana.
"Ayo Nona, kau harus pergi. disini dilarang membuat kekacauan" ucap pak security.
"Aku bisa jalan sendiri, goblok!!" berontak Prisila hingga pak security pun melepaskan pundaknya. Prisila memumgut tas dan berkas lainnya yang berada didalam dokumen map.
__ADS_1
"Sial! bajuku basah oleh air kotor itu. aaaarkh!!!!" umpatnya sembari memungut dan segera pergi dari sana dengan gaya angkuhnya.
Setelah kepergian Prisila yang Lulu sendiri belum tau siapa namanya, Lulu pun bisa bernafas lega dan puas melihat wanita meninggalkan gedung ini dengan pakaian yang lusuh. apalagi ia mengenakan blouse putih, tampak sekali air kotor menempel pada bajunya. ya, walaupun tidak mengepel dan airnya terlihat kotor, sebab Lulu memasukkan tanah ke dalam ember hingga air menjadi berwarna coklat. Lulu tersenyum senang dan kembali menoleh pada perutnya.
"Nyonya, ayo duduklah. saya akan ambilkan air putih" ucap wanita yang berpakaian Office girl itu.
"Terima kasih" ucap Lulu tersenyum. menatap pegawai lain yang membawa ember dan gagang pel. Lulu sudah tidak menggunakan peralatan kerja itu sebab satu misinya telah selesai. Lulu menatap perutnya, mengelusnya dengan lembut.
"Maafkan ammi sayang, karna perbuatan ammi, kamu hampir celaka. ammi tidak akan mengampuni wanita manapun yang ingin mendekati appimu" gumam Lulu berbicara pada jabang bayinya.
Didalam taksi, Prisila terus berdumel entah apa yang dikatakannya namun yang pasti ia tengah meluapkan amarahnya yang menggebu-gebu akibat kejadian itu. baju putih yang sangat kotor seperti terjatuh di kebecekan, membuat Prisila kesal dan meninju kursi pak supir dari belakang.
"Brengsek!! wanita culun, jelek berani sekali menyandungi kakiku! lihat saja besok, kalau aku melihatmu akan ku musnahkan anakmu!" teriak Prisila hingga membuat pak sopir bergidik ngeri.
"Wanita tidak waras" gumam pak sopir.
"Stop pak!! sini saja!" ucapnya. mobil pun berhenti tepat di depan toko pakaian wanita. Prisila pun turun dan melempar uang pada pak sopir.
"Astaga, aku sangat malu dengan penampilanku seperti ini" gumam Prisila menatap toko itu.
"Kalau presdir atau Assisten Roni menanyakan saya, jawab saja saya tidak pernah datang kesini. sampaikan dengan yang lain" peringat Lulu pada pegawai OG. segera Lulu pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, setelah itu ia pun berjalan terburu-buru meninggalkan gedung ini namun masih bentuk wajah yang culun.
Di ruangan Presdir, Daffa tampak tidak konsentrasi untuk bekerja. sedari tadi terus memantau ponselnya tepatnya di WhatsApp, berharap nomor sang istri kembali aktif. di sisi lain, Daffa juga tengah memerhatikan kediamannya didepan layar laptop. ya, Daffa memerhatikan lewat CCTV berharap Lulu akan kembali ke rumah itu.
"Pres, ayo makan" ajak Roni yang masuk menyelonong.
"Aku tidak ingin kemana-mana" ucap Daffa.
"Apa perlu aku pesankan?" tanya Roni.
"Terserah kau saja." ketus Daffa. Roni merasa kasihan pada bosnya, sudah nampak layu dan tak berdaya. matanya tak lepas dari laptop itu hingga beberapa kali Daffa terangguk-angguk menahan kantuknya. sedangkan Roni tengah menelpon pihak kantin untuk membawa makanan ke ruang Presdir lalu menutupnya kembali.
"Tuan, lebih baik kau istirahat di sofa. baringkan tubuhmu" suruh Roni.
__ADS_1
"Tidak, aku ingin memerhatikan rumahku" tolak Daffa. Roni mengeluarkan nafas dalam-dalam, merasa iba pada tuannya.
"Dia akan pulang, percayalah. ayo bangkit biar aku yang membantu" ucap Roni hingga Daffa pun manggut dan berjalan menuju sofa untuk membaringkan tubuhnya.
"Setelah makan, kau baru tidur" ucap Roni kembali menduduki tubuhnya di kursi kebesaran itu sembari memantau CCTV.
Lulu baru saja tiba di komplek perumahannya. namun Lulu menghentikan taksi yang beberapa meter jarak kediamannya. Lulu sudah berfikir panjang, tidak mungkin ia melewati depan rumah sebab Lulu yakin kalau sang suami akan memantau rumah itu melalui CCTV. Lulu berjalan melewati belakang rumah tetangga yang nantinya akan terhubung pada kediamannya. melewati semak-semak yang membuat tubuhnya gatal namun Lulu menepisnya dan tetap berjalan menghampiri belakang kediamannya. kini Lulu telah tiba di tembok tinggi milik rumahnya dan Daffa. Lulu tampak bingung dengan apa ia akan menaikinya.
"Astaga, aku harus bagaimana menaikinya. itu sangat tinggi" gumam Lulu. Lulu mondar-mandir mencari cara untuk bisa memasuki rumahnya, hingga dari jauh sayup-sayup Lulu melihat tangga kayu yang cukup panjang. Lulu pun tersenyum seringai, kemudian ia langkahkan kaki untuk menuju tangga itu.
"Aku akan pakai ini, tapi ini punya siapa yaa? ah sudahlah yang penting aku bisa masuk rumah" gumam Lulu bicara sendiri. lalu menyeret tangga itu hingga tepat dibelakang rumahnya. Lulu memanjati tangga dengan penuh kehati-hatian, tidak lupa mengucapkan bismillah untuk mencapai tujuan dengan selamat. hingga Lulu telah berada di atas, tampak kolam renang dan taman belakang dari kejauhan.
"Bagaimana aku bisa turun kembali? pohon-pohon sangat jauh. Oh Tuhaaan---" gumamnya menatap sekeliling.
"Ahaa!! ada satu cara!"
°
°
°
°
Hai semua kakak readers yang ku sayang 😍
aku ada novel baru nih yang telah ku publish, mari baca ceritanya yuk kakak 😊🙏
Terjebak obsesi cinta preman desa, yang mengisahkan tentang kehidupan Rina yang menikah dengan preman desa. hidupnya penuh lika-liku guys, selengkapnya kalian bisa baca dengan membuka profilku 😊
__ADS_1
Si muslimah penakluk hati V BTS,menceritakan Zoya yang taat agama harus kuliah dinegeri gingseng hingga ia bertemu dengan personil BTS dan disalah satu mereka tertarik pada Zoya.
Cus langsung ke novelku, klik saja profilku ya kakak 😊🙏