Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
233. Menghafal surah pendek


__ADS_3

"Jadi Yura bakal punya dua adek??" tanya gadis mungil itu.


"Hmmm, iya nanti suatu saat nanti, appi pasti akan beri dua adik untuk Yura" ucap Daffa. Daffa tidak ingin mengatakan kalau diperut Lulu ada dua janin, takutnya nanti ada satu janin yang berkembang didalamnya.


Kini mereka berempat telah berada dikediaman mama Sarah, mengantarkan Vivi sekaligus mengunjungi rumah sang mama. sudah lama Lulu tidak berkunjung, membuatnya rindu akan rumah ini.


"Mamaa...." teriak Lulu memanggil mamanya.


"Omma.... Yura datang" teriak Yura tak kalah antusiasnya dengan sang Ibu. mendengar teriakan anak dan cucunya, mama Sarah yang sedang merawat bunga janda bolongnya pun segera menghentikan aktivitasnya lalu mencuci tangan dan menghampiri anak cucunya tersebut. dengan langkah gontainya, mama berjalan menuju ruang tamu hingga ia melihat Lulu dan Daffa menduduki sofa ruang tamu. sedangkan Yura dibawa ke kamar oleh Vivi untuk mengajaknya menonton BTS.


"Eh sayang," sahut mama mencium anak dan menyalimi menantu tercintanya itu.


"Kalian sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Mama menduduki tubuhnya disofa itu.


"Sudah, ma. Alhamdulillah janin Lulu sehat" jawab Lulu tersenyum.


"Mama tau ga, kalau Vivi berpacaran?" tanya Lulu ingin tau.


"Tidak, yang hanya mama tau sih dia sedang dekat dengan seorang pria. emang ada apa dengan adikmu?" tanya Mama Sarah sedikit menyipitkan sebelah matanya. Lulu pun menatap Daffa, Daffa hanya diam mematung menatap sang istri.


"Vivi pacaran sama koas dokter" ucap Lulu pelan. sontak mama pun terkejut dan tercengang mendengar penuturan anak sulungnya tersebut.


"Apa!! dokter???" tanya Mama kaget.


"Masih koas, Ma" ralat Lulu.


"Bagaimana bisa sampai sejauh itu pergaulan adikmu, bisa berkenalan dengan calon dokter" gumam mama yang dapat didengar oleh Lulu dan Daffa.

__ADS_1


"Panjang ceritanya, Ma. itu tadi kami gak sengaja jumpa dirumah sakit" sahut Daffa.


"Ganteng gak? apa perlu mama nikahkan langsung?" ujar mama becanda.


"Ah mama, ada-ada saja. sekolahkan dulu tinggi-tinggi itu bocah." ucap Lulu memutar bola matanya.


"Hehehehe, mama becanda sayang" ujar mama terkekeh.


**********


Delapan bulan kemudian, tidak terasa perut Lulu sudah semakin sangat besar. berbeda saat ia mengandung Ayura pada tempo lalu, ukuran perutnya tidak sebesar yang seperti sekarang ini. Alhamdulillah, Daffa dan Lulu sangat bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada mereka, dikaruniai anak kembar yang masih berada didalam rahim seorang Lulu. pada saat kontrol ketiga bulan, Lulu dan Daffa begitu bahagia tak terkira mendengar penuturan dokter yang mengatakan bahwa rahim Lulu benar-benar memiliki 2 janin didalamnya. begitu pun Yura, yang tak kalah antusiasnya mendapatkan 2 adik sekaligus. Kini Lulu sedang berada dikamar utama miliknya bersama Ayura yang sedang menghafalkan surah-surah pendek Al-qur'an. menurut Lulu, sangat bagus sekali apabila seorang anak yang masih balita memperdalam ilmu pengetahuan maupun agama sejak dini karna perkembangan otaknya yang dapat mencerna sesuatu dengan cepat hingga ke memori otaknya. Ayura tampak sangat serius, menghafalkan surah-surah di paha sang ammi sembari tiduran dengan memegang speaker audio bacaan Al-qur'an yang Daffa belikan beberapa bulan yang lalu. Kini Yura sudah banyak menghafal beberapa ayat, membuat Daffa dan Lulu begitu membanggakan anak pertama mereka yang hampir menginjak 5 tahun itu.


"Pinter anak ammi baca surah al-fiilnya" ucap Lulu tersenyum.


"Hihihi, susah juga lho mi" ujar Yura terkekeh menatap amminya yang berada diatas wajahnya.


"Ammi, makasih ammi" ucap Yura tersenyum malu lalu memeluk perut amminya yang besar.


"Sama-sama sayang" ucap Lulu tersenyum. Lulu pun merintih, merasa kesemutan pada kaki kanannya yang tengah Yura tiduri. Yura yang tau amminya meringis, ia pun segera bangun dan memegang kedua kaki amminya yang membengkak.


"Sakit mi?" tanya Yura.


"Tidak sayang, hanya kesemutan" jawab Lulu.


"Sini Yura pijiti ya mi" ucapnya lalu memijiti kaki Lulu dengan tangan mungilnya.


"Terima kasih sayang" ucap Lulu tersenyum. Yura terus memijiti kaki amminya, merasa kasihan kepada sang ammi yang kelelahan dalam masa kehamilannya yang menuju sembilan bulan. tidak sampai sebulan lagi Lulu akan melahirkan anak kedua dan ketiganya membuatnya dag dig dug menunggu hari itu. apalagi ia tetap menginginkan lahiran normal walaupun Daffa menyarankan untuk caesar karna ia takut akan masa itu terulang lagi, dimana saat Lulu begitu kesakitan merasakan detik-detik Ayura lahir. Namun Lulu tetap kekeuh pada pendiriannya yang ingin lahiran normal. sebab Lulu ingin menjadi seorang Ibu yang seutuhnya, suka duka ia alami semasa menjadi Ibu.

__ADS_1


Saking enaknya pijitan sang putri, membuat Lulu tertidur dalam sekejap. Yura pun menghentikan aksinya, mengambil selimut dan menyikapnya ditubuh sang ammi.


"Yura haus" gumam bocah tengil itu. segera ia turun dari ranjang dan menghampiri pintu. Yura pun pergi ke dapur untuk meminta juice jeruk yang sepertinya menggugah lidahnya untuk merasakan sensasi manis asam jeruk itu.


"Bibiiii......." teriak Yura dari atas tangga dan berangsur menuruni kakinya pada anak tangga itu. Bibi yang mendengar pun segera berlari ke arah nona mudanya.


"Iya Non, ada apa?" tanya Bibi.


"Bi, Yura haus. pengen juice jeruk yaa" pinta Yura tersenyum.


"Siap Non" ucap Bibi segera pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan Nona mudanya. Yura pun menduduki tubuhnya di kursi meja makan sembari menunggu Bibi membuat pesanannya. Yura menatap meja makannya, tampak kosong belum ada apapun diatas sana. hingga ia berfikir bila telah dewasa nanti ia ingin membuat banyak masakan untuk orang-orang tercintanya.


"Nanti kalau Yura sudah besar, Yura mau buat makanan yang paling enak untuk ammi, appi dan adek" gumamnya tersenyum ceria. Bibi yang melihat pun tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat tingkah nona mudanya yang begitu sangat lucu.


"Non, ini juice-nya yaa" ucap Bibi menaruh gelas tersebut diatas meja.


"Terima kasih bi" ucap Yura tersenyum lalu menyedot sedotan juicenya memasuki bibir mungil merah ranum gadis kecil itu. tenggorokannya terasa lega, air dingin menjalar memasuki jalur pencernaannya membuat Yura tampak kembali fresh setelah menikmati juice dingin itu.


"Yura ke kolam berenang lah" gumamnya, segera turun dari kursi dan berjalan menuju pintu belakang melewati dapur. Yura berjalan sembari membawa gelas berisi juice jeruknya. Kini Yura berduduk santai didalam air kolam renang khusus anak-anak. air kolam yang memiliki ketinggian sepinggang gadis itu dan kini bila Yura duduk, air tersebut menenggelamkan dadanya.


"Yura kesepian kali. kak Sakha malah pergi ke lombok" gumamnya menatap lurus dengan pandangan kosong sembari menyeruput juice jeruknya.


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2