
Keesokan harinya yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pegawai perusahaan mahesa 2, baik jabatan yang paling tinggi hingga jabatan yang paling rendah, termasuk orang nomor satu seperti Daffa beserta sang istri kesayangan, mereka berdua tengah bersiap-siap untuk ke pantai menghadiri acara party untuk Roni beserta istri tentunya juga untuk Daffa dan Lulu yang ingin mengumumkan pernikahan mereka. Hari ini mereka semua menghabiskan waktu di pantai itu seharian hingga malam. kebetulan hari libur, seluruh pegawai sangat bergembira sekali.
"Sayang, kau harus pakai baju yang telah ku beli" ucap Lulu yang melihat suaminya baru keluar dari kamar mandi.
"Ohya?? mana?" tanya Daffa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Lulu yang sedang duduk cantik diatas kasur pun mengambil sebuah kotak dibelakang tubuhnya dan memamerkannya kepada Daffa.
"Taraaaaaa.... ini dia, baju couple yang aku bilang kemarin" ucap Lulu mengembangkan baju milik Daffa.
"Boleh juga, tapi biasa saja sih" ucap Daffa meraih baju itu, mencebik bibirnya seolah menceme'eh pemberian Lulu.
"Kok gitu sih.. bukannya memuji malah di cemo'ohin, padahal itu yang terkeren di Shopee" ucap Lulu cemberut.
"Hahaha, jangan cemberut dong sayang. ini keren, sungguh aku menyukainya" ucap Daffa setelah memperhatikan ekspresi Lulu, kini ia mencubit pipi istrinya dengan gemas.
"Pakailah kalau suka, aku mandi dulu" ketus Lulu lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Yaa dia merajuk padahal hanya bergurau, dasar wanita" gumam Daffa setelah melihat istrinya tidak tampak lagi. Daffa segera memakai baju penberian istrinya, kemeja bercorak hijau, cream dan dongker, celana pendek sepaha berwarna putih.
Setelah memakai pakaiannya, ia lihat pakaian Lulu, dikembangkannya memerhatikan model baju itu.
"Apa-apaan dia membeli baju beginian. pundak terbuka, rok sampingnya terbelah, apa dia mau menggoda pria lain?!" gumam Daffa mengkritik baju itu. tiba-tiba Lulu datang dengan mengenakan handuknya, lalu merebut baju itu dari tangan Daffa.
"Jangan pikir macam-macam! lagian bajunya bagus kok gak terlalu seksi" ketus Lulu memeluk bajunya. ternyata daritadi Lulu mendengar kritikan suaminya terhadap baju itu.
"Awas saja kalau nanti banyak pria yang melirikmu, akan ku sikat kamu nanti" ucap Daffa mengancam istrinya namun Lulu hanya bersikap santai, baginya Daffa terlihat sangat lucu. Lulu segera memakai bajunya, Daffa enggan pergi dan malah memerhatikan Lulu tapi tidak membuat kejantanannya goyah saat ini.
"Cantik juga" gumam Lulu memutar tubuhnya ke kanan kiri menghadap suaminya.
"Iya cantik, tapi aku gak suka ada yang melihatmu" ucap Daffa melipat tangannya di dada. Lulu pun menghampiri suaminya dan memberi kiss di pipi kiri dan kanan agar Daffa tidak bawel terus.
__ADS_1
"Tenang saja, aku hanya milikmu. soal mereka yang melirikku, itu bukan urusanku selagi aku padamu dan kamu ada padaku" ucap Lulu mengecup pipi suaminya.
"Emh, kau mulai menggodaku yaa.. cepatlah berdandan jangan berlebihan" suruh Daffa mengelus pipi istrinya.
"Baiklah tuan" ucap Lulu dengan nada sensualnya. Daffa berusaha menahan hasratnya, Lulu sangat menggoda.
Sudah pukul sembilan pagi, Daffa dan Lulu sedang dalam perjalanan bersama Roni dan Karin di mobil yang sama, sebab Roni menjemput Daffa dengan mobilnya. mereka berempat tampak sedang menikmati musik DJ yang dipasang oleh Roni hingga mereka menggoyang-goyangkan kepalanya dan mengangkat satu jari. hanya Karin yang sepertinya tampak kaku tidak melakukan itu, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya menikmati musik itu.
"Kak Karin, joget dong.. kayak gini" ucap Lulu mempraktikkan goyangannya.
"Haha kakak gak bisa Lu" ucap Karin memandang Lulu.
"Apa karna kakak seorang polisi?" tanya Lulu yang berasumsi bahwa seorang polisi tidak boleh bertingkah seperti itu.
"Hei sayang, kenapa kau cerewet sekali?! duduklah, bokongmu menghalangi pandanganku" ketus Daffa. Lulu pun segera duduk dan memukul paha suaminya.
"Kau ini tidak bisa melihatku senang." gerutu Lulu namun ia masih menikmati musik DJ itu.
"Kau ini barbar sekali, lihatlah Karin yang enteng dari tadi" ucap Daffa.
"Kau ini! terserahlah" pasrah Daffa. Lulu pun terkekeh memandang suaminya yang menyebalkan itu.
"Tertawa pula" gumam Daffa dalam hati.
Roni yang melihat mereka dari balik spion hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol mereka. ia pun segera melerai pasangan itu.
"Diamlah kalian! ribut sekali, lihatlah istriku yang sudah lelah mendengar ocehan kalian" ucap Roni menatap mereka dari spion depan. seketika Daffa dan Lulu menatap Roni yang terkekeh.
"Assisten kurang asam!" gerutu Daffa menendang kursi kemudi. Roni pun dengan jahilnya mematikan musik itu dan menggantinya dengan lagu hollywood. seketika kedua orang itu pun menghentikan jogetnya.
"Yaaaah Ron, kok diganti sih" gerutu Lulu.
__ADS_1
"Biar kalian diam" ucap Roni lalu membelokkan mobilnya menuju lokasi. ya, mereka kini hampir tiba ditempat tujuan.
Lulu, Daffa, dan sepasang pengantin baru itu turun dari mobil, memakai kacamata mereka dengan gaya coolnya. Daffa menggandeng tangan Lulu, begitu juga dengan Roni dan Karin. dilihatnya euforia penghuni pantai yang asyik bermain speedboat, ada juga yang bermain volley sambil menunggu Tuan besar dan kedua pengantin tiba.
Daffa dan Lulu menghampiri mereka semua dengan diikuti Roni dan Karin dibelakangnya, menatap semua pegawainya yang terlalu asyik bermain hingga tidak melihat orang nomor satu itu telah tiba. Rani yang sedang mengobrol dengan Gibran pun menoleh melihat Daffa dan Lulu telah tiba, ia segera menaiki panggung untuk membawa acara.
"Yuhuuuu guys.. Orang nomor satu kita telah tiba bersama pengantin baru nih" teriak Rani diatas panggung. ya, Rani ditunjuk oleh Daffa untuk membawa acara di party itu. semua yang mendengar pengumuman dari host, segera menghentikan permainan mereka dan berkumpul di depan panggung.
"Baiklah guys, secara Presdir kita telah tiba, mari kita dengarkan sambutan dari beliau" ucap Rani lagi melirik Daffa yang berada dibawah. Lulu menatap Rani dan mengacungkan jempol untuknya.
Daffa pun menaiki tangga untuk tiba dipanggung dengan gaya coolnya, Rani memberi mikrofon dan memundurkan tubuhnya untuk menepi.
"Selamat pagi semuanya" ucap Daffa dan dibalas oleh mereka semua.
"Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Assisten Roni dan istri bernama Karin yang sudah melepas masa lajang mereka, saya berharap keduanya menjalin rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan juga segera diberi momongan oleh Allah." ucap Daffa melirik kedua pengantin itu ia pun terdiam sejenak dan para pegawainya mengucapkan Aamiin untuk mendoakan pengantin itu.
"Dan juga disini, saya akan mengumumkan hal penting untuk kalian semua yaitu, Sekretaris Luthfiana yang biasa dipanggil Lulu, beliau adalah Istri sah saya" ucap Daffa kemudian menghampiri Lulu yang tersenyum salah tingkah.
"Wah, ternyata wanita itu istrinya" bisik salah seorang pegawai wanita.
"Kapan mereka menikah ya? wajar saja mereka selalu nempel" sambung yang lain.
"Tapi gue suka sama istrinya, dia baik dan cantik" sambung yang lainnya. banyak dari mereka yang berbisik-bisik tentang pengumuman itu dengan perasaaan yang terkejut, sebab orang nomor satu itu tidak pernah mengabarkannya namun mereka juga sangat senang bahwa wanita itu adalah istri Presdir.
Daffa menggiring Lulu untuk menaiki panggung, dengan menyambut tangan suaminya Lulu pun segera naik dan tersenyum kepada Rani yang merasa gemas dengan mereka.
"Pasti kalian semua sangat terkejut dengan pengumuman ini kan? tapi begitulah adanya, kami sudah menikah selama tiga bulan lebih" lanjut Daffa. mereka semua pun bertepuk tangan mendengarnya. Daffa dan Lulu saling menatap lalu saling berpelukan. melihat itu, semua orang bersorak ria.
"Cium! cium!" teriak Roni dengan jahilnya hingga semua mata beralih menatap pemilik suara itu.
"Cium! cium!" sorak semua orang yang setuju dengan seruan Roni. Daffa dan Lulu menatap tajam kearah Roni yang sedang mengejek, Rani yang merasa bersalah telah berada di satu panggung langsung menuruni tangga melewati kedua insan itu dan berbisik dibelakang tubuh Lulu dan Daffa.
__ADS_1
"Cium" bisiknya segera turun dengan terkekeh lalu menghampiri Gibran.
"Sial kau Roni!"