
Mentari sudah muncul keperaduannya menyinari bumi yang sebelumnya mendung akibat rintik air yang turun deras membasahi rerumputan dan permukaan tanah di bumi. Kini matahari telah memberikan cahaya untuk menyemangati penduduk bumi agar semangat melakukan aktivitas sehari-hari.
Lulu yang tidur dengan sangat nyenyak pun terbangun akibat mentari yang langsung menyengat wajahnya hingga Lulu pun merasa kesilauan dan ia pun mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
"Kakaaaaak.... Ayoo kita bersepeda" ajak vivi dari balik pintu kamar. Vivi sangat bersemangat sekali bersepeda karna ia sangat menyukai olahraga itu. Olahraga yang sangat pas untuk ukuran anak seperti Vivi dan juga berenang.
"Eeemmmmh....... Kakak sangat mengantuuk..." ucap lulu.
Ceklek,
Vivi pun masuk ke kamar Lulu dan Menggoyang-goyangkan badannya.
"Ayolah kakak.. Ini sudah siang. Apa kau ingin membuat dirimu tidak sehat kak??" ucap Vivi dengan bijak. Vivi sangat tahu kalau tidur pagi sampai siang akan membuat tubuh tidak sehat dan rentan mendapat penyakit. Itu semua karena Mama sarah mengajarkan kedua anaknya untuk tidak tidur lagi dari pagi sampai siang karna itu tidak baik untuk tubuh dan kesehatan.
"Hmmmmm.... Baiklah" ucap lulu lalu ia segera bangun dan memasuki kamar mandi untuk cuci muka. Sedangkan vivi duduk di depan meja rias kakaknya dan mengambil lipstik memoleskannya ke bibir mungil nan merah muda milik vivi. Vivi pun tersenyum menampakkan gigi kelincinya memamerkan bibir yang telah menjadi warna magenta di bibir imutnya.
"Astaga vivi... Apa yang kau lakukan dengan lipstikku?" ucap lulu yang baru keluar dari kamar mandi.
Vivi pun menoleh melihat kakaknya yang tengah melototinya,
"Hihi kakak, bagus tidak??" ucap vivi memanyunkan bibirnya berbentuk O.
"Ya ampun Anak kecil ini sudah pandai sekali" ucap lulu menggelitiki perut vivi.
"Hahaha ih kakak.. geli tau" ucap vivi dengan gelak tawanya yang merasa kegelian.
"Hapus bibirmu vivi biar kita cepat pergi" perintah Lulu pada Adiknya.
"Ashiyaaaaap kakakku" ucap vivi lalu mencium lengan lulu sengaja menempelkan warna lipsticknya dan meninggalkan jejak di lengan putih Lulu.
__ADS_1
"Viviiiiiiii !!" teriak lulu yang kesal akan kejailan adiknya. Sedangkan vivi yang sedang membersihkan bibirnya hanya tertawa. Lulu pun memasuki kamar mandinya dimana ada vivi yang sedang cengengesan.
"Hihi sorry kakak.. Biar kau tidak mengantuk lagi" ucap vivi dengan santainya lalu keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai dengan drama yang dibuat Vivi, Kini mereka pun mengambil sepeda di garasi dan melajukannya mengelilingi komplek perumahan.
Sedang asyik-asyiknya menggayuh sepeda, Vivi melihat ada seekor kucing yang lusuh dan nampak murung sedang berdiam di pinggir jalan. Kucing itu nampak sangat kurus nampak tak terurus lagi. Vivi pun menghampirinya dan turun dari sepeda. Lulu menoleh melihat vivi yang turun dari sepedanya dan ia pun menghampiri vivi yang entah sedang ngapain. Vivi pun mengelus kucing tersebut merasa kasihan.
"Pus.. puus.. Apa kau lapaar??" ucap Vivi pada kucing malang itu. Kucing itu pun melihat vivi merasa tahu apa yang dikatakannya.
"Meooong"
"Kau malang sekali.. Aku akan membawamu kerumahku" ucap vivi pada kucing itu.
Lulu pun melihat apa yang dipegang Vivi dan Vivi langsung memohon pada lulu untuk membawanya kerumah.
"Kakak, boleh yaa kita bawa pulang?? Lihatlah dia sangat kasihan" ucap Vivi merasa iba.
"Baiklah, Ayo kita merawatnya" ucap lulu dan seketika vivi pun tersenyum.
Vivi sedang memandikan Cimey, yaitu nama kucing yang ia pungut tadi. Cimey nampak bersih dengan bulunya yang berwarna abu-abu itu. Lulu baru pulang dari toko hewan yang menyediakan makanan dan kebutuhan kucing. Lulu pun memasuki makanan kucing itu kedalam piring dan memberikannya pada cimey, kucing baru mereka. Cimey nampak lahap memakan makanannya. Dalam hati Cimey sangat berterima kasih pada kedua manusia cantik yang baik dihadapannya. Lulu dan Vivi pun nampak tersenyum melihat cimey yang sedang menikmati makanannya.
Hingga mama sarah pun melihat mereka yang entah ngapain disana dan menghampirinya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya mama mengejutkan mereka.
Lulu dan vivi pun menoleh,
"Kuciiiiiiiiiiiing.....
__ADS_1
°
°
°
°
°
°
°
°
Terima kasih readers sudah membaca karyaku.. Jangan lupa yaa tinggalkan Like, Komen, dan Votenya.. supaya Author makin semangat untuk kalian.😊🙏🙏
°
°
°
°
°
°
__ADS_1