
Daffa telah selesai membersihkan dirinya yang sangat lengket lalu berjalan keluar kamar mandi sambil mengibaskan rambutnya yang basah. ia melihat Lulu sedang menonton televisi dengan begitu serius dan wajah yang tegang membuat Daffa penasaran apakah yang sedang ia tonton.
"Aduh yang, kamu suka horor juga yaa" ucap Daffa yang melihat layar TV. Lulu hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya.
"Mandi dulu gih" suruh Daffa
"Entar ah, nanti kelewat kan jadi gak tau ceritanya lagi" ucap Lulu. Daffa pun membiarkannya saja memang benar nanti malah tidak tau bagaimana ceritanya padahal film horor itu sangat seru.
Setelah memakai bajunya, Daffa duduk disamping Lulu sambil ikut menonton.
"Tumben ikut nonton?" ketus Lulu.
"Biar ada yang nemanin kamu, hihi" ucap Daffa padahal sebenarnya Daffa juga menyukai film horor apalagi tentang psikopat bikin greget deh.
Malam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat, film horor baru saja selesai. Lulu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya apalagi sebentar lagi mereka akan threedate disebuah restoran.
Lulu menghidupkan shower air dan air menyambutnya dengan guyuran yang begitu deras membuat tubuh Lulu merasa nyaman dan rileks. Lulu mengambil Shampo yang tadi ia beli dan kaget Shamponya bersisa dua sachet.
"Astaga Daffa, rambut pendek begitu tapi habisin shampo sampai tiga sachet?! melebihi diriku" gumam Lulu mengeluarkan shampo dari bungkusnya.
Setelah selesai mandi, badan Lulu terasa sangat segar sekali. ia segera mencari dress yang akan ia kenakan.
"Sayaaaang, bersiap-siaplah" teriak Lulu dari dalam ruang pakaian.
"Iya bentar" sahut Daffa yang sedang menonton berita.
Lulu tidak memperdulikannya lagi, kini ia memakai dress yang sangat bagus dan membuatnya terlihat anggun. setelahnya Lulu mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer didepan meja riasnya.
"Sayang, cepatlah sudah setengah delapan lewat lho" ucap Lulu yang masih fokus didepan cermin.
"Iya iya bawel" turut Daffa segera beranjak dari kasurnya. Daffa memakai tuxedo dengan warnanya yang senada dengan celananya. tak lupa Daffa memakai parfum dan minyak rambut. Lulu telah selesai berdandan, ia berdandan seadanya menurutnya bergaya sederhana terlihat lebih cantik natural daripada makeup yang mencolok.
"Kamu cantik sekali" puji Daffa memeluk Lulu dari belakang.
"Tentu, anak siapa dulu" ucap Lulu tersenyum.
tok tok tok
Suara pintu diketuk, Lulu melepaskan pelukan Daffa dari tubuhnya. ia melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang telah diketuk beberapa kali.
"Ada apa bi?" tanya Lulu sopan.
"Ada tamu Nyonya kalau gak salah namanya Rani" ucap Bibi berpikir siapa nama tamu tadi yang telah ia tanyakan.
"Oh iya, baik bi kami segera turun" ucap Lulu.
__ADS_1
Bibi pun pergi meninggalkan Nyonyanya. sedangkan Lulu mengambil tasnya dan turun ke bawah bersama sang suami.
"Ayo sayang, Rani dan Gibran sudah datang" ucap Lulu meraih tasnya.
Mereka pun turun bergandengan dan menghampiri Rani dan Gibran yang tampaknya sangat kaku sekali.
"Kalian sudah datang?? ayoo" ajak Lulu.
Mereka pun memasuki mobil Gibran bersama sama. kali ini Gibran seperti seorang supir yang senantiasa mengantar jemput mereka tapi apalah daya demi menghormati atasannya.
"Ran, kamu cantik sekali" puji Lulu.
"Bisa aja kamu" jawab Rani. hingga mereka tiba direstoran tersebut dan pelayan menyambut mereka. direstoran tersebut hanya tamu yang diberi voucher yang datang. Khusus untuk Daffa, mereka menempati rombongan Daffa di dalam ruang VVIP yang didalamnya juga ada disediakan tempat karaoke.
"Mari ikuti saya Tuan, Nyonya" ucap pelayan itu dengan ramah. mereka pun mengikuti pelayan itu dan berhenti diruangan khusus.
"Silakan masuk, ohya kemana berdua lagi Tuan?" tanya pelayan itu heran.
"Mereka belum datang mungkin sebentar lagi" ucap Daffa.
"Baiklah tuan, saya permisi" ucapnya pamit.
Mereka pun masuk keruangan itu, Rani yang baru pertama kali terlihat sangat takjub dengan ruangan itu yang didesain sangat bagus. baru mendudukkan bokong tiba-tiba pintu diketuk dari luar dan Lulu segera membukanya akhirnya yang ditunggu pun telah tiba.
"Tariiii...." ucap Lulu sumringah.
"Hehe, Ayo masuk.." ajak Lulu menyuruh Tari dan Ferdi untuk masuk. mereka pun bersalaman dan Rani langsung memeluk Tari.
"Wah pengantin baru datang juga" ucap Rani.
"Tinggal kamu lagi Ran, buruan.." ucap Tari tersenyum. sedang Rani hanya cengengesan. mereka pun asyik mengobrol perihal wanita dan pasangan. sedangkan Daffa, Gibran dan Ferdi membahas masalah kerjaan.
Beberapa menit kemudian, makanan pun datang padahal mereka belum memesan makanan.
"Silakan dinikmati tuan dan nyonya.. ini adalah menu terbaru kami di restauran ini." ucap pelayan itu lalu pergi.
"Wah ini sepertinya sangat lezat" ucap Lulu.
"Iya benar lu, dari bentuknya saja air liurku sudah mau meleleh" sambung Rani.
"Tunggu apalagi, ayo kita sikat" ucap Tari yang tak kalah antusias.
Melihat ketiga wanita yang antusias itu membuat ketiga pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya. mereka segera mengendokkan makanan itu ke mulutnya. Gibran yang daritadi diam ternyata tengah menatap Rani yang sangat antusias itu. ia tersenyum hingga Daffa memerhatikannya.
"Berhentilah kau tersenyum pada istriku" ucap Daffa menyenggolkan kakinya.
"Haaa apa tuan?? aku tidak tersenyum pada istrimu" jawab Gibran yang sebenarnya.
__ADS_1
"Kau kira aku tidak tahu? matamu itu jaga" ketus Daffa.
"Astaga, siapa juga yang memerhatikan Lulu" gumamnya dalam hati.
"Kamu jangan berburuk sangka yang, siapa tahu Gibran melirik Rani" ucap Lulu.
"Pintar, anda benar nona" ucap Gibran tanpa sadar mulutnya menelontarkan itu. sontak membuat semua orang terpana, apalagi Rani yang langsung merasa malu.
"Jadi benar ya Gib?" tanya Lulu memastikan.
"Apanya??" tanya Gibran menutupi keceplosannya seolah ia tidak tau apa yang dikatakannya.
"Kamu melirik Rani, aduuuh kau ini tidak konsisten" ketus Daffa.
"Aku tidak mengatakannya" elak Gibran menutupi wajahnya dengan tangan.
"Hedeeeeeeuuuh...." membuat semua orang memutar bola matanya jengah kecuali Rani yang menunduk malu.
"Cieee Rani akhirnya...." goda Tari.
"Apaan sih" ucap Rani segera mengambil piringnya dan melahap makanan itu.
"Malu dia.. hahaha.. hei bro ayo cepatan tembak sebelum gue ambil" ucap Ferdi menepuk bahu Gibran. mendengar penuturan suaminya membuat Tari kesal, ia memukul suaminya dengan tas.
"Apa kamu bilang??! mau ngambil Rani?" tanya Tari sambil menimpuk Ferdi.
"Aw sayang becanda" lirih Ferdi.
"Sudah-sudah ayo makan.. kalian ini lihat istriku sudah lapar" ucap Daffa melerai suami istri itu.
Akhirnya mereka pun menyantap hidangan yang telah disediakan pihak restoran, semuanya sangat lahap menikmati hidangan baru itu Lulu belepotan membuat Daffa gemas.
"Sayang, kau ini makan atau apa? belepotan sekali" ucap Daffa.
"Ini lezat sekali sayang" ucap Lulu yang mengunyah dan melihat Tari yang hanya memandang makanannya saja setelah mencoba sedikit.
Huweeeeeek........
°
°
°
°
°
__ADS_1