
Lulu mengarahkan jarinya menunjuk warung bakso sederhana yang ada dibelakang mobil, menunjukkan wajah imutnya pada sang suami. Daffa yang melihat nafsu istrinya sangat besar sampai terheran-heran mengapa tidak ada rasa kenyangnya apakah cacingnya semakin banyak sehingga pikirannya hanya makan dan makan.
"Aduh yang, kamu sudah makan banyak lho daritadi apa gak kekenyangan?" ujar Daffa heran.
"Aku masih lapar tau! kamu jahat!" ucap Lulu cemberut memanyunkan bibirnya.
"Baiklah-baiklah.. kita makan disini atau dirumah?" tanya Daffa.
"Makan dirumah saja, aku pengen makan sama bibi dan mang Asep" ucap Lulu.
"Baiklah, kamu tunggu disini dulu" suruh Daffa. lalu membuka pintu mobilnya dan segera keluar menuju warung bakso itu. sedangkan Lulu sedang memperhatikan suaminya yang tampak sedang berbicara kepada tukang bakso.
"Pak, saya beli baksonya empat bungkus ya dan mie ayamnya satu bungkus saja" ucap Daffa.
"Baik Tuan, silakan duduk dulu" ucap pak tukang bakso. sambil menunggu, Daffa mengambil ponselnya melihat fhoto-fhoto mereka di pantai tadi, ia tersenyum-senyum hingga Lulu yang memerhatikan dari jauh langsung mengernyitkan dahinya merasa heran apa yang disenyumi oleh suaminya.
"Apa sih yang dilihatnya diponsel itu sampai segitunya tersenyum-senyum!" gumam Lulu sambil duduk menghadap ke depan dengan wajahnya yang ditekuk. saking kesalnya, Lulu tidak mau lagi mengarahkan badannya ke belakang untuk melihat Daffa. sambil menunggu, Lulu tidak sengaja melihat tukang siomay mendorong gerobaknya ke arah mobil yang dinaiki Lulu. mata Lulu langsung membulat dan mencondongkan tubuhnya ke depan.
"Ada siomay tuh, beli ah" gumamnya segera ia merogoh uang di dalam tas lalu segera turun dari mobil, diliriknya Daffa masih fokus sama ponselnya hingga tidak tau kalau Lulu sudah keluar mobil menghampiri tukang siomay.
"Permisi bapak.." ucapnya sopan.
"Eh iya non, mau beli siomay??" tanya si bapak.
"Iya pak, beli dua bungkus yaa campur saja" pinta Lulu.
"Baik non" ucap bapak itu tersenyum ramah. sedang Lulu memperhatikan si bapak yang sangat lihai dalam memasukkan siomay ke dalam plastiknya hingga dalam sekejap siomay pun telah terbungkus.
"Ini neng, sepuluh ribu saja." ucap si bapak.
"Murah amat pak, padahal porsinya banyak lho" ujar Lulu.
"Hehehe, begitulah non kalau berdagang. yang penting konsumen puas dengan harganya yang murah" jelas si bapak.
__ADS_1
"Yang penting tetap bersyukur ya pak, semoga dagangan bapak sukses terus dan tentunya laris manis" ucap Lulu tersenyum lalu memberikan uangnya.
"Ini pak, ambil saja lebihnya yaa.." ucap Lulu tersenyum dan si bapak pun mengambil uang berwarna biru dengan senyum cerahnya. Lulu pun segera kembali ke mobil, ia pun berpapasan dengan Daffa yang berbarengan membuka pintu mobil.
"Lah, yang, kamu darimana?" tanya Daffa terpaku lalu segera memasuki mobilnya.
"Beli ini" ketus Lulu memasang wajah dingin.
"Hati-hati gendut" ucap Daffa menaruh kresek berisi bakso ke belakang.
"Biarin gendut! kamu kan sudah punya cadangan di dalam ponselmu" ujar Lulu membuat Daffa heran.
"Maksudnya?" tanya Daffa
"Aw ah, cepat pulang!" desak Lulu yang malas meladeni suaminya.
"kenapa lagi wanita ini, tadi manja sekarang marah" gumam Daffa dalam hati lalu menyalakan mobilnya.
Tibalah mereka dikediamannya, mang Asep yang selalu siaga langsung membuka gerbang agar mobil yang dinaiki Tuannya segera masuk. Lulu dan Daffa segera turun dengan membawa tentengan masing-masing.
"Eh, baik Nyonya" ucapnya lalu mengikuti majikannya masuk ke dalam rumah. Lulu dan Daffa segera ke dapur, tidak ada siapa-siapa. Lulu menyuruh mang Asep untuk memanggil Bibi Tuti dan Bi Ningsih lalu dituruti olehnya. sedang Lulu mengambil mangkuk dan kembali lagi ke meja makan, tak sengaja melihat Daffa yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Kalau mau lihat wanita lain, jangan di depanku!!" sindir Lulu yang sedang membuka bungkusan. Daffa menoleh lalu menjawab ucapan Lulu.
"Siapa yang lihat perempuan, aku itu lihat ini" ucap Daffa memperlihatkan layar ponselnya pada Lulu. Lulu yang melihatnya langsung terkejut, ternyata ia salah paham dengan pemikirannya.
"Lalu yang di warung bakso tadi kamu senyam senyum pasti lihat wanita lain juga" ketus Lulu.
"Aku lihat foto kita juga sayang.. periksalah ponselku. sini.. biar ku tuangkan baksonya" ucap Daffa memberi ponselnya pada Lulu lalu mengambil alih bungkusan bakso. Lulu pun nurut, ia mendudukkan tubuhnya dan memeriksa ponsel suaminya sedetail-detailnya hingga tidak ada pelakor yang menyempil di antara mereka berdua.
Kedua Bibi pun datang bersama mang Asep dan terkejut melihat Tuannya sedang menuangkan bakso yang terakhir.
"Aduh Tuan, kenapa gak saya saja yang buka" ujar Bi Tuti.
__ADS_1
"Kalau menunggu Bibi, yang ada nanti sudah gak hangat lagi" ucap Daffa.
"Hehe Maaf tuan, saya langsung tertidur" ucap Bibi.
"Tidak apa. ayo makan.." ajak Daffa memberikan mangkuk pada pekerjanya. ditolehnya Lulu, masih fokus dengan ponsel suaminya membuat Daffa heran istrinya sepossesif ini.
"Sayang, nanti lagi ceknya.. ini makanlah" ucap Daffa.
"Terima kasih yang" sahut Lulu lalu memasukkan ponsel suaminya ke dalam tas. hingga makan malam dengan bakso pun dilahap dengan nikmatnya, hening.. tak ada yang bersuara. mereka terlihat sangat menikmati makanan khas indonesia yang turun temurun itu. diliriknya Daffa, seperti memakan menu yang berbeda. Lulu menoleh ke mangkuk suaminya, membuatnya menelan ludah kasar.
"Sayang, aku mau mie ayamnya dong" pinta Lulu yang tampaknya sangat tergiur.
"Bakso mu masih ada, makan satu-satu yang" ucap Daffa.
"Bagi aku sedikit saja, aku bagi juga setengah punyaku untukmu" pinta Lulu dengan wajah imutnya. Daffa pasrah, ia pun menuruti istrinya itu.
"Baiklah" ucapnya. membuat Lulu senang tak terkira. Bibi yang melihat pun hanya tersenyum melihat antusias majikannya itu.
Akhirnya makan malam dengan bakso pun selesai, Lulu dan Daffa kembali ke kamar membawa piring berisi siomay. Lulu membagikan satu bungkus siomay lagi untuk Bibi karna ia tidak mungkin melahapnya sekali dua. hingga mereka telah tiba di kamar, Daffa segera membuka bajunya dan menggendong Lulu secara tiba-tiba membuat Lulu kaget.
"Ah sayang..." rintih Lulu terkejut.
"Ayo kita mandi berdua" ajak Daffa dengan nada suara yang sensual.
"Ayoooo......" ucap Lulu dengan senang hati. Daffa menurunkan istrinya segera mengisi bathup dengan air, sedang Lulu membuka gaunnya yang sedikit kotor. mereka pun masuk dan berendam di dalam bathup. tidak terjadi apa-apa, Lulu dan Daffa asyik mengobrol dalam dekapan sambil memakan siomay yang ia bawa didalam bathup. Daffa memeluk istrinya, memegang perutnya sambil memakan siomay yang disuapi Lulu.
"Sayang, kenapa perutmu buncit sekali?" tanya Daffa meraba perut istrinya didalam air.
"Itu karna aku makan banyak, dasar" ucap Lulu menjawab pertanyaan konyol itu.
°
°
__ADS_1
°