Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
205. Rindu moment ini


__ADS_3

"Akan ku cungkil matamu, dan ku beri pada ayam biar mereka memakan matamu" ketus Lulu. membuat Daffa bergidik ngeri membayangi matanya dipatuk oleh ayam.


"Awaaaaas!!!!!-----


Srrrrrrrrttt....


Mobil pun berhenti mendadak saat hampir saja menabrak bebek dan anak-anaknya yang tengah melewati jalan kecil itu. Lulu memukul lengan suaminya yang ceroboh dan tidak fokus dalam berkendara. andai saja mereka tertabrak, akan banyak darah daging yang berceceran dan membuat Lulu bergidik ngeri.


"Hampir saja mereka tidak tertabrak" ucap Lulu.


"Siapa suruh mereka lewati jalan ini" ketus Daffa.


"Emangnya jalan punya Bapak lo? ya suka-suka mereka" ujar Lulu.


"Kamu sih ngajak lewati jalan kecil ini" gerutu Daffa.


"Lah, kamu saja yang mau" ucap Lulu tersenyum seringai.


"Kau ini yaaa!! pengen ku makan" ucap Daffa yang sangat gemas melihat sang istri namun ia senang ada moment seperti ini lagi.


"Makan saja" ucap Lulu.


"Awas nanti tiba dirumah" gumam Daffa sembari menekan pedal gas mobil karna sudah tidak ada lagi bebek dan pasukannya. Ia pun mengendarai dengan cepat membuat Lulu ingin melayang ke udara akibat suaminya yang tengah ngebut.


"Pelan-pelan dong" ucap Lulu.


"Tidak" ketus Daffa dan tetap mengendarai dengan kecepatan yang tinggi. untung saja ini jalanan sangat sepi hanya beberapa kendaraan yang melintas. beberapa menit kemudian, pasangan suami istri yang baru bertemu itu pun telah tiba dikediamannya. Daffa segera berlari membuka pintu untuk sang istri dan memberikan tangannya untuk disambut oleh sang Cinderella yang cantik jelita nan seperti bidadari jatuh dari khayangan diatas langit seperti cerita ikan terbang versi 2009 namun kini berbeda cerita ikan terbang tidak sehangat putri khayangan tapi sudah berubah menjadi putri yang malang yang selalu ditindas oleh suami dan terjadilah yang dinamakan ku menangis. hahaha ...


Daffa dan Lulu memasuki istana mereka yang megah, pangeran sudah membawa sang putri memasuki kediamannya setelah beberapa hari menghilang dari permukaan matanya walaupun sebenarnya sang putri memgumpet dibalik bilik sang pembantu. Ya, mungkin saja sang putri Cinderella tengah malu dan menjadi putri malu yang berada disemak-semak tapi ini putri malu yang berada dikamar pembantu.


"Sayang, kau lapar?" tanya Daffa.


"Tentu saja, lihatlah anakku sudah meronta-ronta" ucap Lulu menunjukkan perutnya yang bergerak.


"Wah anak appi, pengen dikunjungi ya sayang?" ujar Daffa menjongkokkan dirinya sembari memerhatikan gerak sang bayi didalam rahim itu.

__ADS_1


"Enak saja mulutmu! dia itu sudah lapar. yang ada dia muntah lihat dirimu mengunjunginya" ucap Lulu menyentil kening sang suami.


"Aduh yang, tadi si ucul berbisik minta dikunjungi karna sudah lama tidak bertemu Appi" ujar Daffa sedikit cemberut.


"Ngawur" gumam Lulu segera meninggalkan suaminya yang tengah berjongkok. Daffa pun berdiri dan mengejar sang istri. Lulu telah tiba diruang makan, belum ada hidangan diatas meja. Lulu pun segera ke dapur yang masih terhubung pada ruang makan lalu membuka lemari penyimpanan dan tampaklah masakan yang masih hangat. Lulu mengeluarkannya dan membawa ke meja makan.


"Sayang, emang Bibi mana?" tanya Daffa yang heran tidak melihat dimana kedua bibi itu.


"Mungkin sedang sholat yang. jangan su'uzhon lho" ucap Lulu berpikir positif. Daffa pun manggut-manggut mengerti dan membantu Lulu untuk mengambil piring dan gelas. tiba-tiba Bi Ningsih datang dan terkejut melihat kedua majikannya tengah menyiapkan makan siang.


"Waduh Nyonya, Tuan, kok gak panggil Bibi?" ujarnya merebut tempat lauk dari tangan Lulu.


"Mungkin Bibi ada kesibukan lain jadi makanya Lulu yang nyiapin" ujar Lulu menduduki tubuhnya di kursi.


"Walah, maaf Nyonya, Tuan, Bibi baru siap sholat sama mbak Tuti." ujar Bi Ningsih memberitahu.


"Tidak masalah bi" sahut Daffa mengambil nasi kedalam piringnya.


"Bibi sudah makan? ayo makan dulu" ajak Lulu.


"Sudah berapa hari gak makan pak?" tanya Lulu heran.


"Sudah seminggu nek" ujar Daffa menatap sang istri.


"Nek nek enak saja bilang gue nenek" ucap Lulu.


"Karna penampilan kamu kayak nenek-nenek. hahahahaha" ketus Daffa tertawa ngakak.


"Gak lucu" ucap Lulu mencebikkan mulutnya.


"Yok sayang kita makan satu piring bertiga. ini simpan dulu kalau yang dipiringku sudah habis" ujar Daffa mengambil piring Lulu lalu menaruhnya disisi sebelah kanan.


"Apaan sih yang, drama banget pakai makan satu piring" ucap Lulu memutar bola matanya.


"Biar romantis gitu loh" ujar Daffa mendekati kursinya pada kursi yang diduduki Lulu. lalu ia menyuapi sang istri dengan sendok yang ia pegang. Lulu pun menerimanya dan kembali menyuapi sang suami hingga mereka saling menyuap saling sama lain. tak jarang, juga diselingi canda tawa dan kejahilan. seperti biasa pasti ada yang jahil saat ingin menyuapi tapi dibalikin lagi arah sendoknya pada si empu.

__ADS_1


"Ah sayang, jangan gitu dong." gerutu Daffa saat Lulu mulai menjahilinya.


"Iya deh, aaaaaak....." ucap Lulu mengarahkan sendok pada mulut suaminya yang sudah mangat. namun Lulu kembali berulah, mengerjai suaminya dan memasuki suapan itu pada mulutnya. Daffa terpelongo, menunjukkkan wajah datarnya sembari menatap Lulu yang tertawa.


"Jahil amat tapi lucu. aku rindu pada moment ini" gumam Daffa dalam hati.


Uhuk uhuk uhuk


Lulu tersedak, terbatuk dan itu membuat lamunan Daffa seketika buyar mendengar uhuk-an sang istri. segera ia mengambil air putih dan memberinya pada Lulu.


"Ini cepat minum" ucap Daffa memberi air itu sembari memukul pelan punggung istrinya.


"Udah" ucap Lulu memberikan kembali gelas yang airnya sisa setengah.


"Itulah kena kualat juga kan, berani menggelabui suami" ujar Daffa menduduki kembali kursinya.


"Iya iya gak lagi. habisnya kamu lucu sih buatku tertawa saja" ucap Lulu terkekeh lalu mengambil kembali sendok dengan nasinya dan menyuapi sang suami. hingga tidak ada lagi kejahilan diantara mereka. keduanya terus melahap dengan nikmat.


Kini keduanya telah berada didalam kamar, duduk berselonjor diatas kasur sembari menonton televisi. Daffa melirik sang istri yang tengah fokus menyaksikan drama india Antv serial Kasam. drama yang bagus dimana sang istri kembali lagi bertemu pada suaminya yang telah tujuh tahun ia tinggalkan sebab kesalah pahaman. namun sang suami tidak mengerti kenapa istrinya terus menjauhinya hingga ia tetap terus mengejar sang istri.


Sesekali Lulu terbawa emosi melihat pasangan itu yang sebentar-bentar slalu bertengkar, membuat Daffa pusing melihat kisah serial itu.


"Aduh yang, nyebelin banget serial yang mu tonton" ujarnya sembari mengambil remote dan mematikan televisi.


"Is kok dimatiin sih! aku tu gereget lihat sicowok kekeh banget ngejar Tanuja" ucap Lulu.


"Acara yang tidak bagus. mending kita---


Β°


Β°


Β°


Hai readers, jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2