Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
190. Mood yang berubah


__ADS_3

Daffa tertawa ngakak memandang ekspresi wajah istrinya yang kesal dan mencebikkan bibirnya. Daffa benar-benar puas mengerjai sang istri yang sedari tadi sangat berisik hingga membuatnya sangat gemas dengan tingkahnya. Lulu menyedekapkan kedua tangan di dada, sangat kesal, hingga ia memilih pergi dari ruangan itu. Daffa duduk dikursi kebesarannya, menatap sang istri yang beranjak dari duduk.


"Aku pergi!" ujar Lulu menyelonong melangkahkan kakinya dengan cepat sembari berdecak kesal.


"Mejanya," ucap Daffa terpotong menunjuk meja itu.


"Bersihin sendiri!" ketus Lulu membuka pintu dan menghilang dari pandangan Daffa. Daffa mendengkus, pekerjaannnya bertambah, yaitu membersihkan meja yang berantakan. mau tidak mau Daffa juga harus membersihkannya dan membuangnya pada tong sampah yang berdiri setia pada samping pintu.


"Dasar wanita! taunya makan tapi tidak mau membereskan" gerutu Daffa sembari memungut box makanan.


Lulu, menatap bayangan dirinya dibalik layar komputer yang tidak menyala. terpampang jelas wajahnya yang cemberut hingga Lulu memilih menyalakan komputer itu untuk melanjuti pekerjaannya. Menit ke menit, jam ke jam, begitu cepatnya dentingan jarum jam memutari induknya hingga tidak terasa Lulu sudah bekerja dengan cukup lama membuat ia sudah merasa lelah dan mematikan komputernya. kebetulan hari sudah menunjukkan pukul 4 sore, pertanda pekerjaan hari ini telah selesai. Para pegawai berbondong-bondong merapikan meja kerjanya dengan sangat rapi tanpa kertas yang berceceran atau berserakan. setelahnya mereka pun beranjak dari tempatnya dan mulai melangkahkan kaki menuju lift yang mengantarkan mereka ke lantai dasar.


"Sayang, ayo pulang" panggil Daffa menepuk pundak sang istri.


"Hem, baiklah." ucap Lulu merapikan mejanya lalu meraih tas dan menyambut tangan sang suami. keduanya berjalan dengan langkahnya yang gontai, mendapatkan sambutan hangat dari para pegawainya yang berlalu lalang, menyilahkan Tuannya untuk berjalan lebih dulu.


Dilantai dasar, tepatnya di basement, sebelum masuk mobil Lulu teringat sesuatu, yaitu pesanannya yang tadi siang lewat telepon. Ia pun menyuruh Daffa untuk menjemputnya sebelum pemilik kantin menutup tokonya.


"Sayang, jemput gih pesanan kita tadi siang" suruh Lulu.


"Pesanan apa?" tanya Daffa memegang body pintu.


"Yang kita makan tadi, pergi sana cepat!" suruh Lulu.


"Masa aku sih yang, kamu saja gih" elak Daffa.


"Enak saja! itu hukuman kamu sudah habiskan ayamku" ujar Lulu mengeluarkan kartu saktinya. Daffa hanya diam, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. hingga ia pun menuruti sang istri dan berlalu menuju kantin.


"Gitu dong, jadi suami harus nurut" gumam Lulu menatap punggung suaminya. Lulu pun memasuki mobil dan berdiam diri disana sembari menunggu sang suami. Lulu memainkan ponselnya, kembali menonton channel youtube milik artis thailand. Ia tertawa ngakak hingga tanpa sengaja ia melihat sepasang sejoli tengah berciuman disudut basement. kebetulan basement itu kini tengah sepi dan mereka tidak menyadari akan mobil milik Presdir mereka.


"Astaga, apa yang mereka perbuat?" gumam Lulu menilik ke arah luar. dalam sekejap, seorang wanita itu melepaskan pagutannya dan mengedarkan pandangannya berharap tidak ada yang melihat aksi mereka.


"Tidak tau malu! pasti mereka berfikir pemilik mobil ini belum ada orangnya" gerutu Lulu menatap mereka memasuki mobil hingga mobil itu berlalu melewati mobil yang dinaiki Lulu.

__ADS_1


"Heem, mungkin saja mereka sudah menikah. positif thinking saja" gumam Lulu.


Ceklek,


Daffa datang memasuki mobil, menaruh tentengan kresek di kursi belakang. Lulu tampak semringah melihat kantong kresek yang cukup banyak itu hingga membuatnya tampak tergiur.


"Sayang, ku ambil satu ya" ucap Lulu menggapai kantong kresek dan mencari letak ayam kentucky yang ia pesan.


Mobil melaju dengan cepat, memecahi jalanan Ibu kota. Lulu melahap nikmat ayamnya yang diolesi saus membuatnya begitu nikmat. Daffa melirik sebentar, menelan salivanya dengan susah payah. diam-diam Lulu juga memerhatikan raut wajah sang suami, ia tersenyum simpul melihat suaminya yang sudah tergiur.


"Mau???" tanyaa Lulu menyodorkan ayamnya.


"Enggak" ketus Daffa.


"Kalau mau bilang, biar tak suapi. sok malu tapi mau, idiiiiih" ledek Lulu mengedikkan bahunya.


Srrrrrrrrt.....


Daffa menghentikan mobilnya dengan mendadak hingga membuat Lulu mencondongkan tubuhnya ke depan. ia terkejut dan menatap Daffa dengan tatapan yang tajam.


"Jalanlah, jangan bermain disini" ucap Lulu mengatur nafasnya.


"Aku suka bau ayam dari mulutmu" ucap Daffa tersenyum. ternyata ia menginginkan rasa ayam itu dari mulut sang istri.


"Sungguh jorok, jorok!" gerutu Lulu menatap sinis suaminya.


"Menikmati dari bibir istri itu tidak jorok sayang. untung saja tidak sama wanita lain" ucap Daffa tersenyum seringai sembari menyalakan kembali mobilnya.


"Apaan sih, gaje banget" gerutu Lulu menatap jendela samping.


"Kamu pernah melakukannya bersama Dimas?" tanya Daffa setelah keheningan yang melanda beberapa menit yang lalu.


"Tidak" jawab Lulu.

__ADS_1


"Aku tidak percaya, zaman sekarang mana mungkin Ada yang belum pernah" ucap Daffa.


"Memang benar belum pernah makanya ia berselingkuh dibelakangku" gertak Lulu berdecak kesal.


"Sungguh malang. tapi aku bersyukur, aku yang mendapatimu" ucap Daffa namun Lulu hanya diam tak menjawab. Mobil terus melaju dengan hati-hati, hingga mobil telah membawa mereka ke kediaman Daffa dan Lulu. Lulu segera turun dan memasuki rumahnya, sedang Daffa mengambil barang belanjaannya dan berlari mengejar sang istri yang tengah kesal entah kenapa. kadang Lulu cepat kesal namun juga cepat moodnya kembali stabil dan kembali lagi menjadi kesal, membuat Daffa bingung dengan tingkahnya.


Keduanya telah tiba di kamar, Lulu menbaringkan tubuhnya diatas kasur dengan sepatu yang masih membaluti kaki mungilnya. terasa sangat lelah, hingga membuat Lulu ingin tenggelam kedalam mimpi. Daffa baru memasuki kamarnya, terlihat Lulu yang memejamkan mata. Daffa pun dengan jahilnya, menindih tubuh sang istri dan mencium aroma tengkuknya. sontak Lulu membuka matanya dan melotot melihat sang suami menghembus nafas di permukaan kulit.


"Iiih, Daffa... awaaas!!" teriak Lulu mendorong suaminya. membuat Daffa terbaring disamping Lulu. Lulu beranjak duduk dan menbuka high hellsnya.


"Tidurlah yang, aku candu pada baumu" ucap Daffa.


"Ngawur! cium saja ketekmu" ketus Lulu menaruh sepatunya pada tempatnya.


"Aku mau ketekmu yang, ini permintaan si ucul" ucap Daffa.


"Semuanya si ucul, jangan melibatkan anakku" gumam Lulu didalam hati sembari mengambil handuk dan bergegas mandi untuk menunaikan sholat ashar.


"Aku ikuuuut" pinta Daffa bergegas menuju pintu kamar mandi.


"Mau ikut?" tanya Lulu mengintip keluar dan diangguki oleh Daffa dengan nada memohon.


"Lepas duluuuuu-------------


Β°


Β°


Β°


Β°


Lepas apa yaaa?????

__ADS_1


Hai kakak readers, jangan lupa Like, Koment, dan hadiah bunganya yaa..πŸ˜ŠπŸ™


...Happy reading πŸ˜‰...


__ADS_2