Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
124. Mengerjai dua insan


__ADS_3

Daffa dan Lulu telah tiba di perusahaan miliknya, Daffa membuka pintu lalu mengitari mobil dan membuka pintu mobil untuk istrinya tercinta. Lulu sangat tersanjung oleh perlakuan Daffa, ia tersenyum menatap lekat wajah suaminya sampai Daffa yang dari tadi mengulurkan tangannya pun membuyarkan lamunan Lulu.


"Aku tau aku tampan jangan terlalu menatap seperti itu" ucap Daffa dengan bangganya.


"Aku gak natap kamu kok kepedean banget sih" elak Lulu yang wajahnya sudah bersemu merah karena malu. ia pun turun dari mobil dan meninggalkan suaminya yang sedang menatap dirinya dijendela mobil.


"Hei tuan putri jangan pergi" panggil Daffa yang telah sadar Lulu meninggalkannya ia pun segera mengejar Lulu.


Daffa melihat Lulu yang sudah memasuki lobi dengan jalannya yang elegant, Daffa berlari tanpa memperdulikan pandangan pegawainya melihat Presdir mereka sangat konyol. biasanya sebagai Presdir itu berjalan dengan gagah, arrogant dan tatapannya yang dingin.tetapi Daffa berbeda, ia ramah dan sedikit konyol pada seorang wanita.


"Sayang, huh huh" panggilnya memegang tangan Lulu dengan nafas yang terengah-engah.


"Kamu ngapain yang? habis kena hukum sama pak security yaa?" ledek Lulu dengan senyum miringnya.


"Gila kamu, jelas aku mengejar kamu. cepat amat sih jalan" gerutu Daffa.


"Hehehe, aku gak sabar sih ketemu Rani" jawab Lulu cengengesan.


"Hmmm demi Rani ya kamu rela ninggalin aku" ucap Daffa memanyunkan bibirnya.


"Kamu saja lebih kejam, ninggalin aku demi Sheila" ucap Lulu membuang wajahnya. membuat Daffa kesal apabila diungkit masalah itu.


ting


Pintu lift terbuka, Lulu segera masuk dengan diikuti Daffa setelahnya pintu lift kembali tutup dan mengantarkannya ke lantai tujuan.


"Sayang, jangan bahas Sheila lagi!" tegas Daffa.


"Iya, sorry deh.. muuach" ucap Lulu tersenyum lalu mencium bibir suaminya.


"Nakal yaa..." ucap Daffa memencet hidung mungil istrinya. setelahnya Daffa menangkup kedua pipi Lulu dan segera ******* habis bibir itu. Lulu yang teringat keberadaan mereka, segera mendorong Daffa hingga ia terbentur dinding lift. pas sekali pintu lift pun terbuka dan pegawaiii yang sedang menunggu lift pun dibuat terkejut Lulu mendorong Presdir mereka.


"Eh hehehe.. silakan masuk" ucap Lulu cengengesan menyuruh pegawai yang terkejut itu segera masuk sedangkan Lulu langsung menarik tangan suaminya.


"Sayang, kau membuatku malu. turun dah imageku" gerutu Daffa.


"Salah sendiri yang tidak tau tempat itu" ucap Lulu santai.


"Kamu yang mancingku, awas yaa nanti" ucap Daffa dan segera memasuki ruangannya. Lulu pun menaruh tas miliknya dan menyalakan komputer. ia rindu perkerjaannya setelah beberapa hari ia libur akibat kecelakaan dan salah paham itu. sedang asyik didepan komputernya, tiba-tiba suara telpon berbunyi.


tring tring

__ADS_1


Lulu segera mengangkatnya dan menempelkan gagang telpon itu.ditelinga kanannya.


"Hallo dari sekretaris Presdir" ucap Lulu.


"Hallo dari suamo sekretaris" sahut orang itu. Lulu pun berdecak kesal ternyata yang menelpon adalah suaminya sendiri.


"Apa yang?" tanya Lulu.


"Kamu lupa sama tugasmu?" tanya Daffa dibalik telepon.


"Apaan?? tugasku banyak" sahut Lulu.


"Tugasmu membuatkan kopi untukku sayang" ucap Daffa kesal.


"Yeeee bilang kek, ribet amat pakai nanya segala" ucap Lulu segera mematikan telepon dan beranjak menuju patri. setiba di pantri, Lulu segera membuatkan suaminya kopi kesukaan. menyajikan hingga wanginya menyeruak ke dalam hidung.


"Heem.. ini wangi sekali. buat satu lagi lah untukku" gumam Lulu mengambil gelas satu lagi untuknya. setelahnya, Lulu mengantar kopi kedalam ruang presdir. masuk dengan menyelonong tanpa ketuk dan permisi dulu lagian ini adalah kantor suaminya jadi Lulu berhak keluar masuk kapan saja.


"Yuhuuuuuuu.... kopi kesukaan datang" ucap Lulu dengan girangnya.


"Heeem... aromanya wangi sekali" sahut Daffa menikmati aroma kopi yang memasuki hidungnya. setelahnya Lulu menaruh kopi itu diatas meja.


"Sayang, minggirlah aku harus bekerja" ucap Lulu.


"Kamu harus bekerja disini bukan disana" ucap Daffa lalu menggiring Lulu untuk duduk disofa dan menaruh nampan yang berisi satu gelas kopi diatas meja. Daffa pun segera mengunci pintu ruangannya membuat Lulu was-was sesuatu akan terjadi.


"Sayang, kau mau apa?" tanya Lulu.


"Memakanmu. aku sudah tak tahan yang" jawab Daffa dan segera membaringkan istrinya lalu mencium bibir itu dengan penuh nikmat. desahan antara keduanya sudah mencuat kemudian Daffa turun menelusuri leher dan memberinya tanda kepemilikan. Lulu semakin mengerang, sensasi yang menjalar ditubuhnya apalagi Daffa semakin bergeriliya turun dan semakin turun. hingga terjadiilah pertempuran hebat diatas sofa itu. Lulu dibuat ngos-ngosan akibat ulah suaminya yang ingin lagi dan lagi.


tok tok tok


Daffa dan Lulu saling pandang dan menoleh pada pintu yang diketuk, Lulu segera mendorong suaminya dan ia berdiri tegak merapikan penampilannya yang acak-acakan. setelahnya mengambil nampan dan berjalan menuju pintu, memutari kuncinya hingga seseorang pun langsung mendorong pintu.


"Eh Nyonya Lulu" ucap Roni. ternyata Roni lah yang mengganggu aktivitas mereka barusan membuat Daffa yang melihatnya menjadi kesal. Lulu pun hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan ruangan itu. Lulu duduk di kursi tempatnya bekerja, mengatur nafasnya untuk menormalkan kembali. Daffa benar-benar membuatnya kewalahan. dirogohnya tas entah mencari apa dan mengeluarkan lipstik, bedak dan cermin kecil dari dalam tasnya.


"Huh lihatlah, bibirku bengkak" gumamnya menatap diri dicermin.


"Daffa tak ada akhlak tak ada puas-puasnya" gumam Lulu lalu menaburkan bedak diwajah cantiknya. akibat ulah Daffa ia berkeringat dan membuat bedaknya luntur akibat ciuman demi ciuman yang menghiasi wajahnya.


Diruangan Daffa, ia menunjukkan wajah kesal pada Roni yang menghampirinya. tanpa dosa sedikitpun Roni seenak jidat mengambil kopi milik Daffa yang masih terlihat penuh dan lalu menyesapnya.

__ADS_1


"Ada apa kau kemari?!" tanya Daffa.


"Ini.. bantu aku mengerjakannya" suruh Roni menyerahkan kertas yang berlembar-lembar.


"Hanya karena ini???" tanya Daffa kembali memegang satu kertas dengan dua jarinya.


"Yaiya apalagi, kau memberikanku tumpukan tugas" gerutu Roni.


"Astaga Ron, cukup kau menunggu panggilanku saja baru kesini, kau benar-benar menggangguku tadi" kesal Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Woohooo.... kau lagi enak-enakan ya sama sekretaris Lulu tadi??" tebak Roni mengayunkan jari telunjuknya mengarah pada Daffa.


"Ya! kau tau itu sudah hampir menuju puncak! dasar assistant tak ada akhlak" ucap Daffa.


"Hehe sorry masbro.. nanti dilanjut lagi. sekarang bekerjalah tuan atau kau tidak akan mendapatkan ini" ucap Roni menunjukkan sebuah undangan.


"Apa itu?" tanya Daffa lalu merebut apa yang dipegang oleh Roni. ia membacanya ternyata itu adalah undangan pernikahan Roni dan Karin.


"Woohooo... kau akan menikah yaa" ucap Daffa antusias.


"Ya, maka dari itu kau harus membantu menyelesaikan ini" ucap Roni.


"Baiklah-baiklah sekarang pergilah" usir Daffa dan Roni pun berdecak kesal malah diusir dan segera menghampiri pintu dan keluar. dilihatnya Lulu yang sedang berdandan, Roni tersenyum miring seolah ingin melakukan sesuatu. didekatinya Lulu dan..


doooooor!!


Lulu dibuat terkejut dan lipstick yang menempel pada bibirnya bergeser hingga membuatnya celemotan.


"Roniiiiiiiiii..........." teriak Lulu kesal sedang Roni tertawa menggelegar, ia senang dapat mengerjai dua insan itu.


Β°


Β°


Β°


Β°


Hai hai semuanya.. aku mau nanya nih, kalian setuju gak kalau aku nulis cerita Rina yang hidupnya penuh lika liku?? kalau setuju atau tidaknya, silakan jawab dikomentar yaa.. berharap semua pembacaku berkomentar untuk memberi pendapatnya tentang usulanku. kalau banyak yg setuju, aku akan mempublikasikannya suatu hari nanti 😊


terima kasih πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2