
Daffa sudah melaksanakan kemauan istrinya yang sudah menurunkan derajat seorang Daffa dibalik topeng yang ia gunakan. kini Daffa telah berada didalam mobil sembari menunggu sang istri yang sangat lama sekali menghabiskan makanannya. Daffa merasa pengap, ia melupakan sesuatu bahwa dirinya masih mengenakan kumis palsu dan alat menyamar lainnya. ia pun melepaskan itu semua dan membuangnya ke belakang dengan sembarang arah.
"Urusan telah selesai. kalian tidak ku butuhkan" ujarnya membuang barang itu.
"Kenapa dia lama sekali" gumam Daffa menatap istrinya yang masih menyuapi buah tersebut. merasa jengah sekali menunggu Lulu hingga Daffa memilih memejamkan matanya sebentar.
Lulu telah selesai melahap rujaknya yang sangat menggugah selera itu. Lulu merasa puas dengan rasanya yang begitu sangat nikmat hingga membuatnya candu dan ingin memesan lagi pada saat nanti. Lulu pun segera melangkahkan kakinya menuju mobil dengan perut yang ia elus.
Lulu membuka pintu mobil, untung saja Daffa tidak menguncinya karna ia telah lama berada di warung itu. dilihatnya suami yang tampan itu, tampak terlelap dengan pulasnya. Lulu tersenyum dan mencondongkan tubuhnya ingin mengecup bibir seksi milik suaminya, Daffa.
Cup,
Satu kecupan lolos ke permukaan bibir itu namun Daffa juga tidak kunjung bangun hingga Lulu berinisiatif untuk mengecup seluruh wajahnya, berharap Daffa segera sadar dari tidurnya.
"Nyenyak sekali tidurnya, rasakan ini!" gumam Lulu menatap wajah suaminya lalu memulai aksi untuk mengecup wajah itu.
Cup cup cup cup!
Pipi, bibir, dahi, hidung, dagu, seluruhnya Lulu kecup hingga Daffa yang merasa terganggu pun bergeliat menggerakkan badannya seperti cacing kepanasan. Lulu menepuk wajah suaminya agar sadar dengan posisi mereka yang masih dijalan.
"Hei! hei! sayang, bangun!" ucap Lulu menepuk wajah itu.
"Eeemh, berisik!" gumam Daffa mengibaskan tangannya kesamping. Lulu menghela nafas panjang, ia pun berinisiatif untuk menarik tubuh suaminya ke posisi duduk yang ia tempati. Lulu pun membuka pintu dan turun. setelahnya menarik tubuh yang berat itu ke kursi samping kemudi.
"Uuuuuuh... beratnya!" gerutu Lulu menarik tubuh kekar itu sekuat tenaga.
"Sekali lagi, uuuh!" rintih Lulu hingga membuat Daffa terganggu dari lelapnya.
"Eemh, apaan nih ditarik-tarik" gerutu Daffa. Lulu yang melihatnya sudah merasa loyo sembari menghembus nafas yang sedari tadi sudah sangat sesak. ia menatap tajam Daffa yang tengah membenarkan letak duduknya.
"Apa kau tidak bisa bangun dari tadi?" gertak Lulu.
__ADS_1
"Aku lelah sekali yang. masuklah" ujar Daffa. Lulu melihat suaminya kembali ke tempat duduk semula, ia sedikit kesal hasil kerja kerasnya percuma sebab akhirnya Daffa terbangun dan malah duduk di belakang kemudi.
"Pindahlah kesamping, biar aku kemudi" tawar Lulu.
"Tidak usah yang. gak ngantuk lagi kok" ujar Daffa.
"Pindahlah, atau kita akan kecelakaan. kau itu masih ngantuk, lihatlah matamu sayu" ujar Lulu. Daffa pun berpindah tempat membiarkan istrinya mengemudi. memang benar, Daffa masih mengangtuk karna seharian ini ia sudah sangat kelelahan. ditambah lagi, sepulang kerja harus menyanggupi ngidam sang istri.
Lulu sudah memasuki mobil, mengambil alih kemudi. Lulu menyalakan mobil, menekan pedal gas dan melajukannya memecahi jalanan yang tidak terlalu padat.
"Begini kan aman, daripada kamu yang bawa nanti malah kecelakaan. ya kan?" ujar Lulu bertanya pada suaminya. tidak ada sahutan hingga Lulu sedikit menoleh dan melihat Daffa yang kembali terlelap.
"Ternyata sudah tidur. kasihannya suamiku, pasti lelah banget" gumam Lulu memegang tangan sang suami.
Hingga roda empat yang berbody berwarna silver milik Roni itu pun telah tiba dikediaman Daffa dan Lulu. mang Fais yang duduk disana segera membukakan gerbang untuk sang majikan. sebelumnya mang Fais sudah tau bahwa mobil itu dibawa oleh Tuannya, Daffa. Lulu memberhentikan mobil tepat di depan pintu utama. ia kembali membangunkan Daffa dan tidak perlu menunggu lama, Daffa pun terbangun.
"Ayo bangun yang, kita sudah sampai" ucap Lulu.
Kini keduanya telah tiba di kamar, Daffa langsung memeluk ranjang dan kembali lagi tertidur menuju alam mimpi. Lulu yang melihat suaminya terheran-heran sampai segitunya kantuk melanda dirinya. Lulu pun mendekati Daffa, melepaskan sepatunya dan menaruh pada tempatnya. Lulu memilih untuk bergegas ke kamar mandi dan berendam sebab kini Lulu menginginkan air yang merilekskan tubuhnya.
"Ucul, kamu rindu appi gak? appi sekarang tertidur. ia begitu lelah sekali bekerja seharian ini, ditambah lagi harus menuruti kemauan kamu nak. kamu sabar ya, appi pasti akan mengunjungimu lagi. besok kalau sudah besar kamu jangan menyusahkan appi, harus jadi anak yang penurut seperti ammi" ucap Lulu berbicara kepada sang jabang bayi didalam perutnya. Lulu lebih suka bila mengajak ngobrol sang anak karna setahunya itu sangat bagus dalam interaksi seorang Ibu dan anak. Lulu mengelus perutnya yang sedikit buncit, hingga ia mulai merasakan beratnya kedua mata membuat Lulu memilih memejamkannya dan dalam sekejap Lulu menyusul suaminya ke alam mimpi.
^^
"Appi-appi! kejar aku!" teriak seorang anak perempuan yang berambut panjang nan wajah yang begitu cantik.
"Awas kamu ya, akan appi tangkap!" ucap Daffa merentangkan kedua tangannya menangkap anak itu.
"Aiura! ayo kita makan! ammi sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu" teriak Lulu yang sedang duduk di lesehan tikar. ternyata mereka tengah berliburan ditepi danau kota Swiss. Swiss memiliki bentuk alam yang sangat indah nan asri, udara yang sangat menyejukkan dan jauh dari perkotaan dan penduduk.
"Yeee ammi, im comming!" girang anak tersebut kemudian lari menuju Lulu yang tengah menyiapkan makanan untuk sang putri. Aiura memeluk Lulu dan beralih mengecup perut sang Ibu yang membesar.
__ADS_1
"Hai baby, cepat keluar ya, kita akan bermain dan mencakar wajah appi" ujar Aiura mengecup perut Lulu.
^^
"Huuh!! Aiura!" ucap Lulu terbangun dari tidurnya dan menatap pintu yang tengah diketuk seseorang.
"Lulu sayang, bangun! kenapa lama sekali dikamar mandi!" teriak Daffa dari luar. Lulu tercengang, perasaan tadi Daffa tertidur dengan begitu pulasnya. Lulu kembali mengingat hal tadi, ternyata ia tengah bermimpi bertamasya bersama sang putri dan suami.
"Apakah tadi mimpi? Aiura? aku menyebutkan nama itu" gumam Lulu tersenyum.
"Apakah anakku ini perempuan? aaah uculku, ternyata kamu membalas obrolan ammi didalam mimpi yaa" ucap Lulu terkekeh menatap perutnya.
Lulu bergegas membersihkan tubuhnya dari busa yang membaluti tubuh sedari tadi. setelahnya Lulu keluar kamar mandi, dan tercengang menatap luar jendela yang tampak sudah gelap. Lulu pun beralih melihat jam yang menunjukkan pukul 19.30 WIB, ternyata Lulu tertidur begitu sangat lama.
"Kenapa lama sekali yang, satu setengah jam aku menunggu mu yang tidak kunjung keluar" ujar Daffa.
"Kamu sudah bangun dari jam berapa?" tanya Lulu.
"Setengah enam." jawab Daffa. Lulu membulatkan mulutnya berbenntuk huruf O dan menghitung berapa lama ia berdiam diri dikamar mandi.
"Berarti aku tertidur dua setengah jam???"
Β°
Β°
Β°
Assalamualaikum dan selamat pagi readers π semoga kalian sehat selalu ya..
Jangan lupa LIKE, KOMENT dan HADIAH BUNGA 19 poin yaa ππ
__ADS_1