
Sudah merasa kekenyangan, Daffa dan Lulu segera beranjak dari kursinya untuk menyamperin kedua pengantin yang duduk di singgasananya namun langkah mereka terhenti melihat Roni yang tengah berjalan ke arah panggung musik.
"Sayang, Roni ngapain disana? mau nyanyi ya?" tanya Lulu heran
"Gak tau juga yang" jawab Daffa. Terlihat disana Roni tengah berbisik bisik pada pembawa acara, entah apa yang dikatakannya hanya dia yang tau. setelahnya Roni berbalik menuju pelaminannya.
"Baiklah semua para undangan, atas permintaan mempelai pria saya mengharapkan Tuan Daffa untuk menaiki atas panggung dengan menyumbangkan suara merdunya untuk kita semua" ucap pembawa acara itu dengan bersorak ria. Daffa yang mendengarnya langsung ternganga tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Sayang, nama kamu dipanggil tuh" sahut Lulu.
"Ah tidak, mana mungkin aku" elak Daffa.
"Jelas Roni yang meminta, ayo cepat naik ke panggung" suruh Lulu dengan antusiasnya. pembawa acara yang menunggu kehadiran Daffa pun membuatnya tidak sabar, ia pun sekali lagi memanggil Daffa dengan mikrofonnya.
"Sekali lagi saya panggil tuan Daffa Hendra Mahesa" panggilnya sekali lagi.
Panggilan itu membuat Daffa semakin keteteran, ia bingung sekaligus gugup. tapi Istrinya terus memaksanya hingga ia pun telah tiba di panggung dan menoleh menatap Lulu, Lulu hanya cengengesan memasang wajah imutnya.
"Yuhuuuuuu... akhirnya yang ditunggu datang, ayo tuan kemarilah" sorak host itu.
"Roni sialan" gumamnya dalam hati lalu menaiki panggung. ya, Roni sangat tau kalau sahabatnya itu sangat berbakat dalam bernyanyi makanya dengan jahilnya Roni meminta host untuk memanggil Daffa memberikan suara emasnya.
"Ayo tuan, kau mau bernyanyi lagu apa untuk sahabatmu itu?" tanyanya tanpa miksrofon.
"Boleh saya pinjam miksrofonnya?" tanya Daffa melirik mikrofon setelah cukup lama berfikir. dan host pun memberi mikrofon itu padanya.
"Ehem! baiklah saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk kedua pengantin yang berbahagia disana, untuk kalian semua dan terutama istri saya tercinta. maka dari itu saya ingin berduet dengan istri saya Lulu, untuk menyumbangkan lagu ini" ucap Daffa.
Lulu yang mendengar pun menjadi malu ia menggigit bibirnya seolah tidak ingin menaiki panggung.
"Lulu.. Lulu.. Lulu.." sorak semua orang menatap wajah Lulu. Lulu hanya tersenyum kaku tidak mau beranjak dari tempatnya. Daffa yang melihat istrinya hanya diam, ia segera menghampiri istrinya dan memberi tangannya untuk disambut Lulu.
"Ayo sayang.." ajak Daffa. Lulu pun terpaksa menurut apalagi orang orang mendorongnya untuk menggapai Daffa.
"Daffa kurang asem" gerutunya didalam hati. hingga Lulu pun sudah menaiki panggung.
"Menyebalkan! mau nyanyi apa?!" bisik Lulu menahan kesal.
"Lagu cinta kita milik inka, bisa kan??" tanya Daffa dan Lulu pun mengangguk. Daffa segera menghampiri host dan memberitahu lagu apa yang ingin ia bawa.
Tak berapa lama, musik pun berbunyi. Lulu dan Daffa sudah siap dengan mikrofonnya.
Demi cintaku padamu..
kemanapun kau kan ku bawa..
__ADS_1
walaupun harus ku telan..
lautan bara.. (Lulu)
Demi cintaku padamu..
ke gurun ku ikut denganmu..
biarpun harus berkorban..
jiwa dan raga.. (Daffa)
Bulan madu diawan biru..
tiada yang mengganggu..
bulan madu diatas pelangi..
hanya kita berdua..
nyanyikan lagu cinta..
walau seribu duka..
..............................
..........................................
Prok prok prok prok...
Semua orang pun bertepuk tangan mendengar lantunan suara mereka yang merdu. apalagi Roni dan Karin sampai terbawa suasana akan liriknya hingga Karin pun memeluk Roni dengan mesranya.
Daffa dan Lulu begitu mereka tersenyum dan saling berpelukan membuat semua tamu undangan bersorak ria. kini perhatian mereka malah tertuju pada pasangan suami istri yang sudah beberapa bulan menikah itu dan tidak memperdulikan mempelai pengantin disinggasananya. Daffa dan Lulu pun pamit dan menghampiri Roni dan Karin dipelaminan.
"Ron, kurang asam kamu ya menyuruhku untuk bernyanyi" ucap Daffa kesal.
"Hahahaha.. tapi suara kamu bagus kan makanya aku memintamu untuk bernyanyi" ucap Roni.
"Suara kalian merdu banget sampai kami terbawa suasana, iya kan sayang?" timpal Karin
"Benar yang, besok kalian harus nyanyi lagi di pantai, siapkan saja lagunya" ucap Roni seenak jidatnya.
"Sial lo! lo dan lo juga besok harus nyanyi, gue gak mau tau atau gue tarik lagi tiket honeymoon kalian" ancam Daffa tak mau kalah. sedang Lulu hanya terkekeh melihat ekspresi Roni yang langsung menciut.
"Ya ya ya serah lo dah" ucap Roni pasrah.
__ADS_1
"Yasudah kami pamit dulu. samawa buat kalian ya.. cepatan ngegas biar cepat punya jagoan, tapi tunggu.. harus gue dulu yang pecah rekor" ucap Daffa seenak jidatnya.
"Sial lo! sudah suruh gue cepat punya jagoan, malah lo bilang tunggu dulu" gerutu Roni menggaruk kepalanya. membuat Lulu dan Karin tertawa lepas melihat tingkah mereka.
"Kak Karin, selamat juga yaa sama Roni.. jangan biarkan dia hajar kakak terus nanti kakak gak bisa jalan. aduh perihnya gak ketulungan" ucap Lulu dengan polosnya. Daffa dan Roni hanyaa menepuk jidat dan Karin jadi salah tingkah mendengar ocehan Lulu.
"Hehe, pasti itu.. nanti kakak tendang barangnya" balas Karin hingga mereka tertawa kembali. Roni pun meringis membayangkan barangnya ditendang.
"Sayang, jangan dengerin bisikan setan" ucap Roni pada istrinya.
"Aw ah, yuk sayang kita pulang" ajak Daffa pada istrinya yang sudah ngawur.
"Cepat amat yang, pengen makan lagi" gerutu Lulu sambil menuruni pelaminan.
"Nanti kamu gendut, lihatlah badanmu sudah bongsor" ketus Daffa melihat badan istrinya.
"Kurang asam! langsing gini dibilang bongsor" gerutu Lulu cemberut.
Hingga mereka pun telah tiba di parkiran, banyak undangan yang sudah keluar dan ada juga yang baru datang. Daffa dan Lulu pun memasuki mobil, Daffa menyalakan mobilnya lalu menekan pedal gas mobil. melajukannya memecahkan jalanan ibukota yang padat. Daffa terus berkendara hingga membuat Lulu bingung akan kemana suaminya membawa ia pergi.
"Sayang, kita mau kemana sih?" tanya Lulu.
"Ke sesuatu tempat" jawabnya fokus dengan menyetir.
Huwaaaaaaaaa.........
Lulu pun menguap karna sudah mulai mengantuk. Daffa melirik istrinya ternyata Lulu langsung tertidur membuat Daffa menjadi gemas dengan istrinya itu.
Krok.. krok.. krok..
Daffa yang fokus menyetir tiba-tiba kaget dengan suara itu, ia menoleh melihat istrinya yang tertidur pulas dan kembali mendengar suara tadi.
"Astaga.. dia ngorok lagi.. kebiasaan" gumamnya menggeleng-gelengkan kepala.
Ya, Lulu kalau sudah merasa kelelahan dan kekenyangan ia akan langsung tertidur lalu mengorok. begitulah dibalik sisi wanita cantik, pasti ada sisi jeleknya yang tertutupi. Daffa tidak mempermasalahkannya malah itu membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan. sesekali Daffa mencubit pipi istrinya namun tidak membuat Lulu terbangun.
"Dasar wanita ini, senyenyak itukah tidurnya sambil mengorok?? aah.. suaranya membuatku ingin tidur" gumam Daffa menatap istrinya namun masih fokus pada menyetir. hingga tibalah ia ke tempat tujuan, Daffa pun membangunkan istrinya.
°
°
°
°
__ADS_1