Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
213. Seblak


__ADS_3

"Memang iya. tapi kamu mengigau tadi pagi ingin seblak" ujar Daffa yang memang benar bahwa Lulu mengigau sedang menginginkan seblak yang ada dikantor. mungkin saja ia tengah rindu akan makanan itu.


"Tapi .. kau membelinya hanya satu. sedangkan disini ada Mama Sonya, Mama Sarah dan Vivi" ucap Lulu memandang keluarganya yang tengah tersenyum. kecuali Vivi yang menatap ngiler makanan pedas itu.


"Tidak apa nak, makan saja" ucap Mama Sonya.


"Kak, aku pengen coba" ujar Vivi.


"Kamu mau?? tapi ini pedes lho" ucap Lulu.


"Gak apa. coba sekali aja" pinta Vivi. Lulu pun memberikannya kepada adiknya itu. Vivi yang mencoba sekali aja langsung ketagihan hingga melahap seblak itu tanpa henti. Lulu hanya bisa meneguk air liurnya saja melihat sang adik yang begitu lahap.


"Vivi, itu punya kakak. Sudah makannya tapi cuma nyoba" lerai Mama Sarah mendekati anaknya.


"Tapi ini enak banget, Ma" ujar Vivi. lidah emang gak pernah bohong guys.


Lulu pun memandang suaminya dan dipandang balik oleh Daffa. Daffa yang mengerti istrinya sangat ingin, ia pun harus kembali lagi ke kantin.


"Ma, Daffa akan beli lagi" ujar Daffa lalu menyalimi kedua tangan Mama dan Mama Sarah. Setelah kepergian Daffa, Mama Sarah langsung menjewer telinga anak bungsunya itu.


"Bagus kamu ya, sekarang jadi menyusahkan kakak iparmu. itu punya kakak tapi kamu habiskan" ujar Mama pada anaknya.


"Maaf ma, ini makanannya enak sekali" ujar Vivi.


"Ma, sudah. gak apa-apa. kita makan siang dulu yuk" ajak Lulu dan dituruti oleh Mama dan Mama Sonya. mereka pun menghampiri meja makan dan terlihatlah Bi Ningsih yang tengah menyiapkan piring pada tiap-tiap kursi.


Mereka bertiga melahap makan siang dengan begitu nikmat. tiba-tiba Vivi datang dan menduduki tubuhnya diatas kursi dengan wajah yang cemberut membuat Lulu sedikit heran.


"Kenapa, kok ditekuk mukanya?" tanya Lulu.


"Kakak gak ada ngajak aku" ujarnya.


"Kamu asyik makan seblak punya kakakmu. jadi habiskan itu dulu baru kesini" timpal mama Sarah.

__ADS_1


"Iya deh, Vivi salah. maaf ya kakak" pinta Vivi sembari menuangkan nasi kedalam piringnya.


"Gak masalah. kamu makan lagi?" tanya Lulu.


"Iya dong. perutku kan karet" ucap Vivi membuat Lulu menggelengkan kepalanya terkekeh.


Beberapa menit kemudian, Daffa kembali pulang dengan membawa tentengan yang kali ini terlihat banyak. Daffa menoleh ke ruang keluarga tidak melihat orang-orang tersayangnya hingga ia melangkahkan kaki ke ruang makan. dan ternyata yang dicari pun ada disana, tampak baru selesai makan siang.


"Sayang, sudah balik?" tanya Lulu yang tidak sengaja melihat Daffa berjalan ke arahnya.


"Tentu sayang, emmuach" ucap Daffa mengecup kening sang istri.


"Ini pesanan kamu. dan untuk Mama juga adik iparku yang cantik" ucap Daffa memberikan box makanan itu kepada orang tersayangnya.


"Loh nak, kamu belikan kami juga? mama baru saja siap makan" ujar Mama Sonya.


"Iya, seharusnya beli untuk Lulu aja" timpal mama Sarah. Daffa pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terima kasih lho. Mama akan makan" ucap Mama Sarah yang merasaa tidak enak hati pada menantunya itu. Mama mulai membuka tutupnya dan seketika ia pun ikut ngiler. Mama Sonya yang melihatnya juga tak kalah, ia juga membuka boxnya dan mulai melahap makanan itu. Sedangkan Vivi mulai merasakan kekenyangan dan tidak sanggup lagi untuk melahapnya. ia melihat kakak iparnya tengah mencium perut Lulu, hingga Vivi pun menghentikan aktifitas kakak iparnya.


"Lah, katanya perut karet" ledek Lulu tertawa membuat Vivi cengengesan.


Mama Sonya, Mama Sarah dan Vivi berpamit pulang pada anak-anak mereka, membiarkan kedua insan itu meluangkan waktu berdua tanpa adanya mereka. Lulu melambaikan tangan, sedangkan Daffa memeluk sang istri dari belakang hingga mobil yang dikendarai Mama Sonya pun menghilang dari pandangannya. tinggallah Daffa dan Lulu, Lulu melepaskan tangan suaminya yang melingkarkan perutnya lalu bergegas memasuki rumah mereka.


"Kamu pergi kantor gih. jam istirahat sudah selesai" ujar Lulu memasuki rumah dan diikuti oleh Daffa.


"Bentar lagi sayang. ayo kita ke kamar untuk mengunjungi ucul" ajaknya lalu menggendong tubuh Lulu yang berat. sontak Lulu terkejut dan memberontak untuk dilepaskan.


"Lepas! jangan berkunjung! kasihan anakku" ujar Lulu.


"Lebih baik mengunjung saat perut kamu sudah sebesar itu sayang, kamu kan ingat apa kata dokter, supaya persalinan nanti jalannya mulus" ucap Daffa mengingat kata dokter waktu itu.


"Ah sayang" rengek Lulu pasrah. hingga tibalah dikamar, Daffa menaruh sang istri diatas panggung saksi cinta dengan hati-hati. nafasnya yang terengah-engah, mencoba Daffa untuk menetralisirkannya kembali.

__ADS_1


"Tuh kan sesak, jadi jangan dulu mengunjungi ucul" ucap Lulu tersenyum seringai.


"Badanmu berat sekali sumpah" ujar Daffa menduduki tubuhnya di tepi kasur. Lulu pun bangkit, memijat bahu suaminya.


"Aku tidak pegal lah yang, hanya sesak" ucapnya.


"Tapi tanganmu kan pegal menggendong kami berdua" ucap Lulu.


"Iya juga ya sayang. lagi yaaa, nanti aku kasih bonusnya" ujar Daffa tersenyum seringai.


"Bonus apa?" tanya Lulu dari belakang. namun Daffa tak mengubrisnya, malah menikmati pijatan sang istri.


"Kamu cocok jadi tukang pijat" pujinya ataukah mungkin Daffa tengah meledek secara halus.


"Apaan sih. sudah ah" ucap Lulu menghentikan aksinya. Daffa membalikkan tubuh menghadap sang istri. mulai membuka satu persatu kancing benang-benang sembari menatap Lulu dengan lekat. Lulu melotot, mulai merasakan yang tidak-tidak akan terjadi.


"No hunny" pinta Lulu memundurkan tubuhnya.


"Tidak ada kata no. ini bonusmu sayang" ucap Daffa merangkak naik keatas panggung lalu menelungkupkan badannya diatas mahkota. Lulu menatap perutnya, merasa takut bila Daffa menghimpit sang anak.


"Perutku, kamu himpit!" teriak Lulu.


"Tenang sayang, aku tidak setega itu" ujar Daffa langsung melahap santapan siangnya bersama sang istri. Daffa dengan hati-hati menelungkupkan diatas sang istri, tidak menghimpit perut besarnya hingga membuat Lulu merasa takut.


Suara indah keluar dari mulut mereka, suara indah itu terdengar jelas di telinga. Daffa mulai menuruni tangga, meninggalkan jejak pada anak tangga yang putih bersih itu. mengepelnya dengan cepat hingga Lulu semakin mengeluarkan suara kagum padanya. tangan Daffa tidak ketinggalan ikut serta, kedua tangan itu meremas kain pel yang menempel di gunung merapi yang ada di tengah Indonesia. gunung yang kembar, dan sangat besar. hingga terjadilah bercocok tanam disalah satu satu sawah. Daffa menanam benih disana, bercocok tanam agar benihnya menjumpai sang Anak Adam.


Hmm..


Merdunya tak terkalahkan dari suara Agnes Monica dan Rhoma Irama. Daffa sangat menyukainya, ini suara yang paling merdu seantero dunia jagat raya alam semesta. tiada yang menandinginya.


Β°


Β°

__ADS_1


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya ya πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2