Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
62. Interview


__ADS_3

Keesokan harinya adalah Hari baru bagi Lulu sebagai Mantan Mahasiswi. walaupun sudah Lulus dalam menempuh bangku kuliah, tidak membuat Lulu bermalas-malasan untuk belajar. Hari ini adalah hari dimana Lulu akan mengikuti tes disebuah perusahaan ternama di Jakarta. yaitu perusahaan yang sedang dijalani oleh calon suaminya, Daffa. Lulu terpaksa disuruh bekerja disana oleh Papa Mahesa karna Lulu tidak mau bekerja ditempat Papa Adi. Lulu ingin berkarir sendiri tanpa bantuan orang tuanya. tapi siapa sangka, Papa Mahesa menyarankan bekerja bersama orang yang menyebalkan baginya.


Lulu sedang bersiap-siap untung dia tidak kesiangan karna Lulu sudah memasang jam wakernya dengan tepat waktu. Lulu sengaja bangun subuh-subuh supaya tidak keteteran. Kini Lulu sedang mengambil baju blouse dan rok span selutut yang dibelinya kemaren sepulang dari taman bunga. Lulu sangat cantik sekali dan terlihat anggun ditambah dengan makeupnya yang natural ala korea membuatnya sangat manis bila dipandang.


Lulu segera turun untuk sarapan terlebih dahulu agar cacingnya tidak meronta-ronta minta makan. tak lupa Lulu juga meminum susunya hingga tetesan terakhir. Setelah itu Lulu pun pamit pada Orang tuanya untuk bergegas pergi ke kantor calon suaminya.


Setiba di depan gedung yang memiliki 25 lantai itu Lulu segera mengambil nafas panjang dalam-dalam dan segera melangkahkan kakinya.


"Huuuuuuuh... bismillah" ucapnya.


Lulu pun menghampiri karyawati resepsionist untuk menanyakan dimana ruangan interview berada.


"Permisi mbak.. saya mau nanya ruangan interview dilantai mana yaa?" tanya Lulu


"Dilantai 12 mbak" jawab si mbaknya.


"Oh Terima kasih" ucap Lulu memberikan senyumnya.


Setelahnya ia pergi menuju lift dan menekan tombol 12 yang akan ia tuju.


Tring..


Disana sudah banyak calon pekerja yang melamar sedang menunggu pihak HRD datang. banyak sekali calon pekerja yang sudah pagi-pagi sekali mendatangi perusahaan agar tidak telat nantinya begitu juga dengan Lulu.


Tak berapa lama, pihak HRD pun datang dan membuat semua wanita menganga melihat ketampanannya tetapi tidak bagi Lulu.


Sekian lama menunggu untuk diinterview, akhirnya nama Lulu pun dipanggil dan maju kedepan untuk


memperkenalkan diri, dan menanyakan perihal kemampuan. Lulu pun awalnya grogi yang sejak awal memerhatikan pria itu tampak dingin, tegas dan tanpa senyum yang menghiasi bibirnya. Lulu pun menjawab pertanyaan yang diajukannya dengan lancar, lantang dan penuh percaya diri.

__ADS_1


Akhirnya interview yang dilakukan Lulu telah selesai dan ia pun segera untuk pulang. tetapi saat sedang berjalan di Lobi, Ia melihat Daffa sedang menggandeng kekasihnya Sheila. Lulu pun menggeleng-geleng melihatnya.


"Dasar.. bukannya bekerja malah pacaran" gumam Lulu melihat mereka berdua. Lulu pun berinisiatif untuk memisahkan mereka sejenak untuk hari ini. menurutnya pasti sangat menyenangkan mengganggu mereka.


"Ahaaaa.....aku ada ide" ucapnya dan langsung berlari menghampiri mereka.


"Kakaaaaak" panggil Lulu pada Daffa. Daffa yang merasa bukan dia yang dipanggil tidak menghiraukan panggilan itu. Lulu pun berlari dengan cepat dan langsung memeluk pinggang Daffa.


"Kakaaaak..... kenapa kau mengacuhkanku?" ucap Lulu manja sambil memeluk pinggang Daffa dari belakang. membuat Daffa melihat sepasang tangan yang melingkari perutnya dan mengkerutkan keningnya lalu menoleh ke belakang. sedangkan Sheila tampak tidak suka pacarnya diperlakukan seperti itu.


"Lulu.... Kenapa kamu disini,hm??" tanya Daffa yang kaget dan menoleh sekilas melihat Sheila yang memasang muka tidak suka.


"Kakaaaak.... aku ingin belajar denganmu bagaimana cara menggunakan komputer..." rengek Lulu yang sedang mengerjai mereka dan tertawa didalam hatinya.


"Hah???" ucap Daffa bingung.


"Kakak.. walaupun aku ini kuliah dan menggunakan laptop, Aku tetap kurang pandai dalam menggunakan komputer" ucapnya kembali.


"Ayo kakak.... sekarang kakak harus fokus mengajariku!" ucap Lulu yang mulai merajuk.


"Apa-apaan perempuan ini" gumam Daffa dalam hatinya.


"Sayang, aku ikut kamu saja yaa nemaninya" ucap Sheila.


"Tidak boleh!! Kak Sheila mending pulang saja.. pasti nanti bakal suntuk dan bosan banget nungguin kakakku yang ganteng ini" ucap Lulu yang tak mau diganggu.


Sheila pun memutar bola matanya jengah,


"Baiklah. tapi sayaaaang.... aku mau minta dong uangmu 50 juta" pinta Sheila dengan suara manjanya.

__ADS_1


Lulu yang sedang mewanti-wanti kata-kata itu keluar dari mulut Sheila, ia pun langsung mengambil dompet Daffa didalam saku celananya.


"Baiklah" ucap Daffa pasrah dan mengambil dompet di sakunya tapi sudah duluan diambil Lulu.


"Ooo tidak bisaaa...... Kalau anda ingin uang, anda harus bekerja calon kakak ipar" ucap Lulu yang mengangkat tangannya ke udara sambil memegang dompet.


"Luluuuu!" panggil Daffa yang kesal. Lulu pun langsung segera berlari menuju lift dan masuk menekan tombol secara asal.


Sheila pun semakin kesal melihatnya ditambah lagi ia tidak mendapatkan uang Daffa.


"Urus saja sepupumu itu!! Jangan temui aku!!" bentak Sheila dan segera pergi meninggalkan Daffa.


Daffa pun semakin kesal dan wajahnya berubah dingin, ia pun pergi memasuki lift.


°


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


Jangan lupa Like, koment dan Vote nya yaa teman-teman 😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2