
Ditempat seseorang yang sedang menunggu anak buahnya datang, sedang menghentak-hentakkan salah satu kakinya dilantai dan sebelahnya lagi diatas kursi yang ia duduki. Ia sudah tidak sabar untuk membawa wanita itu ke hadapannya dan menghajarnya. baginya, wanita itu harus membayar rasa malunya tempo lalu.
Hingga ia mendengar suara deru mobil yang datang, Pria itu pun langsung berdiri untuk menyambutnya. Para preman tadi berjalan menuju si bosnya, si bos ini tampak mengernyit keheranan kenapa hanya mereka saja yang datang.
"Maaf tuan, kami tidak bisa membawa wanita itu" lapor si botak.
Nathan yang mendengar pun langsung marah,
"Apaaa!!!! menangkap satu orang wanita saja kalian tidak bisa haa! percuma kalian berempat tapi gak bisa hajar satu wanita!" ucapnya marah.
"Dia bukan wanita biasa tuan" ucap si gondrong.
"Maka dari itu aku menyuruh kalian berempat! Dasar!" bentak Nathan lalu,
Plak plak plak plaaak!!!
Nathan pun menampar empat pria itu yang sama sekali tidak becus baginya mengurus satu wanita. sebenarnya Nathan tahu kalau Lulu sangat jago beladiri makanya ia mengerahkan empat pasukan sekaligus.
"Tapi tuan tenang saja" ucap si berbadan paling besar dengan senyumnya.
"Apaa!!" tanya Nathan.
"Kami melukainya dengan ini" ucapnya menunjukkan pisau yang ia kantongi.
"Lalu apa yang kau kenakan ke dia?" tanya Nathan lagi.
"Bahunya tuan" jawab nya dengan tersenyum.
"Dasar bodoh!! bahu itu tidak ada apa-apanya! seharusnya dadanya atau perut kau tusuk bodoh! Plaaaak!!" berang Nathan dan langsung menampar si hulk.
"Dasar kalian tidak berguna!!" ucap Nathan dan lalu pergi meninggalkan anak buahnya.
"Awas kau Lulu!!" gumam Nathan dan memasuki mobilnya.
~
~
Ditempat Tari, mereka sedang melakukannya lagi dan lagi.. walau merasa perih dibagian keintimannya tetapi Tari semakin nagih dan bergairah dengan permainan suaminya. Apalagi Tari sangat mencintai suaminya itu, Ferdi.
"Aaah sayang, Aku lelah" keluh Tari.
"Istirahatlah, nanti kita lanjutkan lagi" ucap Ferdi dengan nada suara yang bergairah.
"Emh, nakal!" ucap Tari lalu mencium bibir suaminya.
"Kamu mau lagi?? sepertinya sedang menggodaku" ucap Ferdi melepas pagutannya.
"Gaklah, apaan sih. aku mau mandi saja" ucap Tari dan segera turun dari ranjang.
"Aw" rintihnya merasa keintimannya sangat sakit.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Ferdi gelisah.
"Perih.. semua gara ulahmu!" rengek Tari memukul dada Ferdi.
"Maaf sayang, tapi adikku ini tidak bisa tidur lagi. sepertinya betah dikamarnya" ucap Ferdi tersenyum.
"Ngawur! gendong aku lah pengen mandi" ucap Tari menyuruh Ferdi membantunya.
"Kita mandi sama yaa" ajak Ferdi.
"Gak mau!! nanti malah main lagi, ini sakit banget tau" keluhnya.
"Hehe, iya-iya.. yasudah ayo" ucap Ferdi lalu menggendong istrinya ke dalam bathup. untung saja airnya sudah diisi sedari tadi.
Ferdi pun menunggu istrinya yang sedang mandi sambil melihat adiknya.
"Tidurlah, nanti kita masuk kamar lagi. sabar yaa jagoanku" gumam Ferdi bicara sendiri dengan adik kecilnya yang liar itu.
Hingga Tari pun selesai mandi dengan jalan yang tertatih-tatih. melihatnya Ferdi merasa sangat kasihan karna ulahnya yang melakukan berkali-kali.
"Sayang, kenapa tidak memanggilku??" tanya Ferdi lalu menggendong istrinya membawanya ke lemari pakaian. lalu mengambilnya baju dan memberikannya pada Tari.
"Kamu mandi saja lagi, aku bisa kok jalan sendiri" ucap Tari yang sedang memakai bajunya.
"beneran tidak apa-apa??" tanya Ferdi memastiin. Tari pun mengangguk.
"Baiklah sayang, aku mandi dulu" ucapnya dan lalu mengecup bibir Tari.
"Bi...." panggil Ferdi.
"Iya tuan, sebentar" teriak Bibi.
"Sabar dong, mungkin bibi sedang memanaskan makanan" ucap Tari. tak berapa lama, Bibi pun datang membawa makanan yang telah ia panaskan.
"Ini tuan, maaf Bibi lama" ucap Bibi.
"Tidak kok bi, ini semua salah kami" ucap Ferdi.
"Baik tuan, terimakasih. saya permisi" pamit Bibi lalu pergi meninggalkan mereka dan melakukan pekerjaannya yang ia tinggalkan tadi.
*
*
Ditempat Lulu, ia sedang sibuk dengan komputernya. bahunya sudah tidak terlalu perih lagi. Lulu wanita yang tidak manja, Luka sedikit itu bukan masalah baginya. dalam dunia beladiri, sebuah luka harus dihadapi termasuk luka dihatinya. dari Dimas ia harus belajar menjadi wanita kuat walau ia tahu sejak perjodohan itu ia akan masuk dalam lobang yang sama. awalnya tidak menyukai tapi kini Lulu sadar ia seperti telah menyukai suaminya itu. agar tetap menjadi wanita yang tegar, Lulu berusaha untuk mendekati lelaki lain agar tidak selalu ingat dengan suaminya walau ia tau itu salah dan berdosa.
Sudah waktunya makan siang, Lulu mengajak Rani untuk makan siang sebelum ia melihat Daffa keluar ruangan bersama kekasihnya.
"Ran, makan yuk" ajak Lulu.
"Yuk" ucap Rani lalu mematikan komputernya. mereka pun berjalan menuju kantin. Lulu dan Rani pun memesan makanan. kali ini Lulu memesan tiga porsi yaitu bakso, ayam geprek dan spaghety. heeem yummy..
__ADS_1
"Banyak banget lo mesan" ucap Rani.
"Gue lagi pengen makan saja. lo macam gak tau gue aja" ucap Lulu.
Rani pun terkekeh,
Rani yang sedang memandang kesana kemari disekitarnya, tidak sengaja melihat baju Lulu yang berwarna merah.
"Lu, itu kenapa baju kok merah" ucap Rani lalu memegangnya.
"Aw" rintih Lulu.
"Eh eh kenapa lu?" tanya nya.
"Sakit tau, itu luka kecil" ucap Lulu memberitahu.
"Ya ampun, kok bisa?" tanya Rani terkesiap.
"Dijalan tadi ada yang menghadang gue lalu mereka menghajar gue hingga terkena pisau mereka" jelas Lulu.
"Astaga, siapa yang melakukan itu??" ucap Rani terkejut.
"Entahlah" ucap Lulu hingga pelayan pun datang membawa pesanan mereka.
Ditempat Roni, ia sedang berberes dan pergi ke ruangan bosnya. Roni tidak tahu kalau Daffa membawa Sheila ke kantor. ia pun masuk menyelonong.
"Preees...." panggil Roni tergantung. ia menganga melihat Daffa sedang kiss dengan Sheila.
"Oh astaga" gumamnya terkejut. Hingga kehadiran Roni, membuat Daffa menghentikan kekasihnya.
"Ada apa?" tanya Daffa dingin.
"Kita butuh bicara berdua" ucap Roni yang tak kalah dingin. melihat aksi itu membuat hati Roni terkikis karna ia langsung teringat dengan nasib Lulu sang Istri presdir.
"Katakanlah disini!" ucap Daffa. Roni pun geram dan langsung melangkahi kakinya ke Daffa dan menarik tangannya.
"Hei assisten Roni, anda sangat tidak sopan" celetuk Sheila yang melihat Daffa ditarik paksa oleh Roni.
"Anda yang tidak sopan, nona!!" bentak Roni. membuat Daffa heran kenapa sikap Roni berubah.
Roni pun membawa Daffa ke ruangannya
°
°
°
°
°
__ADS_1
Apa ya yang akan dilakukan Roni??? 😳